
"Salma......."
"Sekali lagi saya minta maaf pak telah menabrak bapak. Permisi saya duluan." Ucap Salma formal yang ingin segera pergi dari hadapan orang yang ingin dia hindari.
" Tunggu Ma,...." Cegah laki-laki tersebut dengan memegang troly yang Salma bawa.
Salma hanya menghela nafas." Kenapa sich harus ketemu orang ini." Gerutu Salma.
"Bisa kita bicara sebentar." Pinta dia dengan wajah memelas.
"Maaf pak, saya sedang terburu- buru." Tolak Salma.
"Tolong ma beri saya kesempatan untuk bicara, dan kenapa kamu memanggil saya dengan bapak?" Ucap laki- laki tersebut dengan wajah frustasi.
"Terus saya harus manggil apa kepada Anda ?" Jawab Salma dengan suara meninggi dan wajah merah padam.
"Tolong Ma, kasih kesempatan saya untuk berbicara sebentar saja dengan kamu." Bujuk dia dengan wajah memelas.
"Ya udah, kita bicara di cafe seberang. Saya mau membayar belanjaan saya dulu." Ucap Salma.
"Terimakasih ya..."
Salma mendorong trolynya yang di ekori oleh laki-laki tersebut ke kasir. Setelah membayar belanjaannya, Salma bergegas untuk menuju cafe depan sesuai dengan janji Salma kepada laki- laki tersebut. Dia berjalan cepat dengan menenteng belanjaan menghindari laki-laki tersebut.
**********
Cafe
"Kita duduk disana sana ya." Ajak dia kepada Salma yang sedari tadi mengekori Salma.
__ADS_1
Salma tidak menanggapi dan hanya berjalan menuju ke kursi yang di tunjuk.
"Sekarang mas Rahman mo bicara apa sama Salma ?" Ucap Salma setelah mendudukkan tubuhnya.
"Sabar Ma, kita pesan makanan dan minuman dulu." Bujuk Rahman.
"Huh...., udah deh mas nggak usah berbasa-basi. Saya juga banyak kepentingan."
"Tolong bentar saja."
"Mbak ..." Panggil Rahman kepada pelayan.
"Ya pak mau pesan apa ?" Tawar pelayan yang memegang buku pesanan.
"Saya hot cappucino dan ice macha late satu."
"Tunggu sebentar ya pak bu, pesanan akan segerah diantar." Jawab pelayan setelah menulis pesanan.
"Udah deh mas, mas mo bicara apa sama saya." Desak Salma yang sudah tidak nyaman.
" Ma, saya minta maaf atas kesalahan saya ke kamu dahulu." Ucap Rahman." Saya laki-laki bodoh yang telah melepaskan kamu dari genggaman saya dan malah memilih perempuan yang saya anggap baik." Lanjut Rahman.
Ketika tidak mendapat jawaban dari Salma, Rahmanpun melanjutkan pembicaraannya.
"Dulu sejak awal saya kenal kamu di awal-awal masa ospek di kampus, saya benar-benar sudah jatuh cinta sama kamu. Saya bertahun-tahun mengejar kamu tapi kalo tak pernah menerima saya. Akhirnya saya putus asa. Saat saya putus asa, saya bertemu dengan Melly. Awalnya saya tak bisa melupakan kamu, tapi dia bisa membuat saya lupa dirimu. Akhirnya kami menjalin hubungan selama 8 bulan. Dia mutusin saya dengan alasan dia akan melanjutkan study nya di luar kota. Setelah putus, saya mencoba untuk mendekati kamu kembali dan kamupun menyambut ungkapan cinta saya. Ketika saya kerja diluar kota, terkadang saya suntuk dengan semua kegiatan di kantor. Mau ketemu kamu juga tak mungkin karena jarak yang sangat jauh. Disela rasa bosan itu saya bertemu kembali dengan Melly, dia tampak lebih cantik dari sebelumnya. Awalnya saya hanya menganggap dia teman tapi tidak tahu bagaimana akhirnya kami menjalin hubungan dibelakang kamu." Jelas Rahman.
" Terus hubungannya apa dengan saya sekarang ?, anda sudah menikah dan bahagia dengan dia kenapa harus menjelaskan lagi kepada saya ?" Salma menanggapinya dengan berapi-api. Menurut Salma saat ini hatinya hanya untuk Irsyad. Rahman sudah menjadi masa lalunya yang menyakitkan.
"Saya sudah bercerai dengan Melly. Ternyata dulu waktu kita putus dia lebih memilih cowok yang lebih mapan dari saya. Dan disaat saya meraih kesuksesan, dia mendekati saya kembali. Dan saat ini karir saya sedang meredup, dia menduakan saya. Dulu saya sangat bodoh dan teebutakan oleh Melly. " Sesal Rahman.
__ADS_1
"Hahaha, itu masalah anda bukan masalah saya."
"Saya menyesal Salma, saya ingin memperbaiki semuanya."
"Ha... memperbaiki semua ?" ucap Salma dengan sengit. " Dulu kemana saja anda ?, mempermalukan keluarga saya. Saya sudah memerahkan hati saya kepada anda dan dengan seenaknya anda mematahkannya. Mending jika anda hanya menyakitin hati saya ,ini keluarga saya yang sudah mempersiapkan pernikahan kita dan dengan seenaknya anda memutuskan membatalkannya. Anda punya hati nggak pada saat itu ?" Ucap Salma dengan wajah menahan tangis. Dia mengeluarkan semua unek-unek yang bertahun-tahun dia pendam.
"Makanya saya ingin memperbaiki semuanya. Aku tahu sampai saat ini kamu belum menikah karena kamu sangat mencintai aku." Jawab Rahman dengan percaya diri.
"Hah... PD banget anda, dulu saya memang pernah mencintai anda. Itu dulu sebelum anda menyakiti saya dan keluarga saya. Saya sudah sabar menunggu anda disini dengan teganya anda bermain dengan perempuan lain. Dan apa yang ada bilang, saya belum menikah karena masih mencintai anda ?, anda salah karena luka yang anda torehkan ke hati saya membuat saya trauma untuk menjalin hubungan bukan karena saya masih cinta dengan anda." Jelas Salma.
" Tolong beri aku kesempatan sekali lagi untuk memperbaiki semuanya." Bujuk Rahman dengan meraih tangan Salma yang berada atas meja untuk di gegamnya." Tolong Ma, aku masih mencintai kamu. Selama aku menikah dengan Melly awalnya aku berfikir itu cinta, tapi nyata nya itu hanya sebuah nafsu belaka." Sesal Rahman.
" Ya memang saya sadar dulu saya hanya perempuan lugu yang tidak pernah merias wajah saya. Di banding dengan dia yang pintar merias diri. Wajar jika kamu suka dia. Tapi asal anda tahu, saat ini saya sudah menemukan sosok yang mau menerima saya apa adanya dan sebentar lagi kami akan menikah. " Jawab Salma denga mencoba melepaskan tangannya dari genggaman Rahman.
"Kamu nggak usah bohong, pasti kamu hanya beralasan." Ucap Rahman dengan melepas tangan Salma.
"Terserah anda mau percaya atau tidak. Dan saya tidak akan memberikan kesempatan lagi untuk anda karena saya sudah mencintai orang lain yang perlu saya perjuangkan dan cintai." Ucap Salma dengan tegas dan lantang. " Karena sudah tidak ada lagi yang perlu kita bicarakan, saya permisi dan tolong jangan pernah ganggu saya lag." Salma membereskan belanjaannya dan meninggalkan Rahman di cafe.
Rahman hanya melihat kepergian Salma dengan wajah frustasi dan menyesal."Seandainya saya tidak bodoh, saat ini pasti kita sudah bahagia." Ucap Rahman di dalam hatinya.
Dia meratapi semua kesalahan di masa lalunya dengan sebuah penyesalan yang sangat dalam. Rahman beranjak dari empat duduknya setelah membayar apa yang dia pesan. Dia juga tak menyentuh minuman yang dia pesan. Semua terasa hambar......
Tanpa disadari Salma dan Rahman, di meja dekat mereka duduk ada sosok yang memperhatikan pembicaraan mereka dari awal.
"Assalamualaikum Dan, maaf mengganggu waktu komandan. Apakah ini calon istri anda ??......."
**Note :
Akhirnya hari ini bisa up 2 episode ya........
__ADS_1
Semoga menghibur🤗🤗**