Bunda Untuk Aira

Bunda Untuk Aira
Cobaan


__ADS_3

Sudah 2 minggu Salma dan Aira tinggal di rumah dinas Irsyad. Banyak hal dan pengalaman yang di dapat mereka. Salma sudah mulai bergabung dengan kegiatan-kegiatan yang diadakan ibu-ibu asrama disana. Dari senam baik senam aerobik,zumba dan senam bersama yang dilakukan setiap hari Jum'at bersama para bapak-bapak di lapangan.


Ada juga kegiatan olahraga yang di adakan di sore hari,Salma sangat antusias dengan kegiatan tersebut. Dia bisa belajar untuk menyesuaikan diri dan menggunakan waktu luang nya untuk kegiatan positif untuk dirinya. Meskipun dia sudah mulai mengikuti kegiatan,Salma tak melupakan kewajibannya sebagai seorang istri dan ibu.


Sebelumnya dia juga sudah mengikuti kegiatan rutin ibu-ibu Persit di asramanya. Yaitu rapat bulanan. Di sana Salma dan beberapa ibu-ibu yang baru tinggal di asrama untuk memperkenalkan dirinya dihadapan seluruh anggota agar saling mengenal.


Salma juga harus hafal NRP suaminya. Untung ada mbak Rosa teman barunya disana,beliau banyak memberikan arahan maupun motivasi untuk Salma. Meskipun usia Rosa lebih muda 1 tahun dari Salma,tapi pemikiran dia tampak dewasa dan mau berdekatan dengan Salma.


Pagi ini seperti biasa setelah mengantar Aira kesekolah, Salma pulang untuk membersihkan rumah dan menyiapkan masakan untuk makan siang bersama keluarga kecilnya.


Untuk Aira,dia sudah mulai aktif ke sekolah. Karena anaknya yang riang,dia mudah akrab dan kenal dengan teman baru. Terkadang dia juga bermain bersama dengan anak-anak di komplek asrama. Termasuk Rio anak mbak Rosa. Mereka semakin akrab bahkan terkadang Rio tidak mau pulang ke rumah sampai di jemput papanya.


"Eh mbak Nita baru pulang dinas ya?"Tanya Salma lembut meskipun dia tahu pasti hanya jawaban ketus yang di dapatkan.


"Iya dong,kita kan wanita karir ya kan Mona?" Jawab Nita ketus dengan menghadap seorang perempuan yang cantik mungkin satu profesi dengan dia.


"Iya lah Nit,kita kan memang bukan pengangguran. Eh Nit ini istrinya mas Irsyad yang kamu ceritain kemarin pa ?" Tanya teman Nita dengan wajah judasnya.


"Iya, betul dia iti istrinya mas Irsyad yang gue ceritain kemarin." Jawab Nita.


"Saya Salma mbak." Ucap Salma memperkenalkan dirinya dengan mengulurkan tangan kepada teman Nita.


Teman Nita pun hanya melirik sekilas Salma dan tidak lupa dia melihat penampilan Salma yang hanya menggunakan daster panjang dan tidak lupa sweater untuk menutupi lengan pendeknya dan tidak lupa kerudung yang senada dengan dasternya. Tampak sederhana karena dia memang tak memakai make up.


"Gue kira dia lebih cantik dari gue Nit,eh ternyata nggak ada apa-apanya dari gue." Ucap Mona dengan sinis.


Salma pun hanya menghela nafasnya karena cacian dari teman tetangga rumahnya. Dia tidak tahu apa kesalahan nya hingga Nita sangatlah benci dengan dia sejak awal dia tinggal disini.


Salma hanya bersabar. Dia ingat pesan dari bu Danyon jika kehormatan suami disini menjadi tanggung jawab dia. Jadi Salma hanya bersabar mendengarkan cacian yang terlontar dari mulut tamu tetangganya.


"Cantik-cantik tapi kok mulutnya jahat banget".Ucap Salma hanya di dalam hatinya.

__ADS_1


"Ya gitu deh Mon,padahal dirimu sangat cantik tapi nggak tahu kenapa mas Irsyad lebih memilih istri yang nggak ada apa-apanya dari kamu." Tambah Nita lebih judas.


"Maaf mbak Nita,maksud mbak apa ya saya tidak paham?" Tanya Salma dengan nada lembut karena penasaran dengan ucapan Nita.


"Asal mbak tahu ya,dulu sebelum mas Irsyad nikahin mbak, dia udah dekat duluan sama teman ku Mona. Ya yang sekarang di hadapan mbak. Tiap maen kesini pasti pulangnya di antar mas Irsyad. Eh tahu-tahu mas Irsyad kembali kesini membawa istrinya."


Deg......


Jantung Salmapun seperti berhenti berdetak setelah mendengar penjelasan dari Nita. Dia tidak pernah tahu tentang hubungan Mona bersama suaminya.


"Gue kira yang nakhlukin mas Irsyad lebih dari gue ternyata hanya perempuan biasa seperti kamu." Tunjuk Mona ke Salma.


"Udah deh Mon,kita masuk saja bentar lagi kita kan mo ke salon langganan kita nggak guna juga kita ngeladenin dia." Ucap Nita judes dengan menunjuk Salma.


Nita dan Monapun masuk ke rumah dinas suami Nita. Sedangkan Salma masih mematung di depan rumahnya setelah mendengar penjelasan Nita.


"Apakah ini yang membuat mbak Nita membenci saya,karena dia menganggap saya merebut mas Irsyad dari temannya?" Dan kenapa mas Irsyad tidak menjelaskan inis semua kepadaku?"Apa mas hanya menikahiku karena Aira?" Ucap Salma dalam hatinya dan tidak dia rasa air matanya pun turun membasahi pipinya.


Salma mengusap air matanya di pipinya. Kemudian dia masuk ke dalam rumah. Meskipun hatinya berkcambuk dengan pengakuan Nita,dia tetap menjalankan kewajibannya sebagai seorang istri. Dia mulai menyapu dan membersihkan rumah meskipun terkadang dia merenung dan melamun memikirkan perkataan Nita.


Ting.....


Handphone Salma pun berbunyi tanda pesan masuk yang membuyarkan lamunan nya. Salma mengbil Hp nya dan membukanya. Ada nama My Hubby tang mengirim pesan.


"Deg,nanti biar mas saja yang jemput Aira. Kamu tunggu di rumah saja. Nanti mas makan siang di rumah." Pesan dari Irsyad.


"Iya." Jawab Salma singkat karena entah kenapa dia merasa jengkel dengan suaminya setelah mendengar perkataan Nita.


Setelah selesai membersihkan rumah,Salma mulai memasak makanan untuk makan siang nanti. Dia akan masak sayur cap cay dan tidak lupa udang tepung kesukaan Aira. Dia juga membuat sambal sebagai pelengkap karena Salma tidak membuat cap cay yang pedas. Dia juga menyiapkan kerupuk,apalagi suaminya terbiasa makan dengan kerupuk.


Tak terasa waktu berjalan cepat, jam sudah menunjukkan pukul 11.30 WIB. Salma sudah menyelesaikan masakannya. Tidak lupa dia menatanya di ruang makan kecil dekat dapur. Kemarin Irsyad menata ruangan di rumah dinasnya kembali. Karena tidak ada ruang untuk makan,dia menyekat ruangan tamu sedikit dengan korden dan meletakkan kursi dan meja kayu sederhana yang di gunakan sebagai ruang makan.

__ADS_1


"Assalamualaikum dek." Sapa Irsyad yang terdengar dari ruang depan.


"Assalsmualaikum bunda Aila pulang." Tambah Aira dengan berteriak memanggil bundanya.


Salma pun berjalan ke ruang depan ketika mendengar suami dan anaknya pulang setelah menaruh semua masakannya di meja makan.


"Waalaikum salam." Ucap Salma dengan wajah sedikit sendu tak seperti biasanya. Tidak lupa dia juga mencium tangan suaminya meskipun ada rasa kecewa.


"Eh anak bunda sudah pulang,ayo nak ganti bajunya habis itu kita makan siang bersama. Bunda udah masak udah tepung loh kesukaan Aira." Ucap Salma menghampiri putrinya. Tidak lupa dia mengajak Aira untuk masuk ke dalam kamarnya untuk berganti pakaian.


Irsyad melihat ada raut kesedihan di wajah Salma tapi dia belum berani bertanya. "Tumben wajah istriku kok tampak sendu, ada apakah ? " Ucap Irsyad dalam hatinya.


Setelah selesai membantu Aira berganti baju,Salma mengajak Aira untuk pergi ke meja makan. Di sana sudah ada Irsyad yang duduk rapi.


Salma masih menampilkan wajah tersenyum di hadapan anaknya. Tapi ketika melayani suaminya,dia hanya diam ketika mengambilkan nasi dan sayur.


Irsyad mengamati istrinya yang tak seperti biasanya. Dia hanya mengamati gerak-gerik istrinya yang hanya tersenyum ketika melayani putrinya,dan hanya diam ketika melayani dirinya.


"Setelah selesai makan,akan aku coba bertanya kepada Salma apa yang sebenarnya terjadi. Kenapa dia berubah menjadi diam berbeda dengan tadi pagi?" Tanya Irsyad dalam hatinya.


"Bunda habis makan, Aila mau lihat kaltun ya?" Ucap Aira setelah menyelesaikan makannya.


"Ya sayang, ayo bunda antar ke depan."Jawab Salma tanpa melihat ke arah suaminya.


Karena gemas dengan istrinya yang sejak tadi dia pulang seperti mendiamkannua,Irsyad pun menghentikan makannya sejenak.


"Dek,habis antar Aira mas mau bicara sama adek." Ucap Irsyad.


Salma menghentikan jalannya sebentar dan melanjutkan mengantar Aira tanpa menjawab ucapan Irsyad.


**Note :

__ADS_1


Assalsmualaikum Reader,maaf ya baru up. Semoga kalian masih setia menunggu setiap episode Bunda Untuk Aira.


Boleh lo kasih masukan buat author untuk cerita ini dengan masuk grup ya. Terimakasih 🤗😇😇😇😇**


__ADS_2