
Happy Reading....
🌿🌿🌿🌿
Tisha pun mengerutkan dahinya karena merasa aneh dengan pertanyaan Adyan.
"Memangnya kenapa bang? " Tisha pun balas bertanya.
"Nggak, cuma tanya saja. " Balas Adyan yang masih belum mau jujur dengan hatinya.
"*Kenapa susah sekali untuk berbicara jujur dengan nya. "Batin Adyan yang sedang berperang dengan keraguannya.
" Oh aku kira ada apa. "Ucap Tisha kembali dengan wajah ketus nya. Dia pun kembali menengok hamparan pohon-pohon yang berjajar di bahu jalan.
" Emmmm, apa kalian ada hubungan? " Adyan pun mencoba kembali mengorek informasi.
"Ada." Balas Tisha pendek.
Deg....
"Apa benar mereka pacaran? " Pikiran Adyanpun melayang.
"Memangnya kenapa sih bang Adyan kepo banget dengan hubungan aku sama kak Dion. " Tisha pun mencoba bertanya kembali kepada Adyan. Meskipun sebenarnya di dalam hatinya sudah berbunga-bunga karena Adyan sedikit sudah menunjukkan perhatiannya kepada dirinya.
Adyanpun semakin tak berkutik untuk menjawab pertanyaan Tisha. Dia baru sadar jika saat ini dirinya sangat kepo dengan kehidupan wanita di sampingnya.
"Sha, saya tidak ingin berbasa-basi lagi. Saya hanya ingin bilang jika saya tidak suka kamu dekat dengan laki-laki lain. " Ucap Adyan telak mencoba jujur dengan perasaannya.
Deg....
Tisha pun kaget dengan perkataan Adyan. Dia tidak menyangka Adyan bisa berucap seperti itu.
"Loh, memangnya kenapa jika aku dekat ma cowok lain. Kan Tisha juga pingin menikah, kalau nggak dekat ma cowok bagaimana aku bisa mengenal mereka. " Tisha mencoba memancing kembali Adyan.
__ADS_1
"Ya, karena saya tidak ingin kejadian kemarin terulah lagi. " Jawab Adyan yang masih sedikit menyembunyikan perasaannya.
"Itu kan kemarin bang, sekarang kan akun udah ada yang jagain toh waktu aku pergi ma kak Dion juga abang ngikutin aku. Jadi, aku tidak akan takut kembali jika sewaktu-waktu jalan ma laki-laki. " Ucap Tisha santai.
"Pokoknya tidak ya tidak." Ucap Adyan kembali dengan nada sedikit tinggi.
"Loh kok abang marah sama Tisha, kan hak aku mo dekat sama siapa sapa. Memangnya abang itu siapa aku, pacar bukan, suami bukan tapi ngelarang-ngelarang aku dekat dengan cowok lain. " Tisha pun ikut kesal karena Adyan menjawab dengan suara tinggi kepadanya. Dengan berani diapun mencoba menjawab pertanyaan Adyan.
"Aku tahu bang, kamu sudah ada sedikit rasa untukku. " Ucap Tisha dalam hatinya yang di ikuti dengan senyuman tipis di bibirnya. Dia memalingkan mukanya di jendela agar Adyan tak melihatnya.
Chitt....
Adyan mengerem mobil Tisha dan berhenti di pinggir jalan.
"Loh kok berhenti sih? " Tisha pun protes.
"Sha." Panggil Adyan dengan menoleh ke arah Tisha.
Tisha yang di panggil pun menoleh ke arah Adyan. Pandangan mata mereka pun saling bertemu.
"Maksud abang? "
"Sha, aku tidak pernah merasakan jatuh cinta sebelumnya karena dulu yang menjadi prioritas ku adalah meraih mimpiku dengan berprestasi agar aku bisa membanggakan sebagai anak laki-laki satu-satunya ayah dan bunda. Tapi entah kapan perasaan ini muncul, aku tak bisa melihat kamu bersama laki-laki lain. Apakah ini karma untukku Sha, yang dulu sering menolakmu dengan kata-kata pedas ku? apa ini rasa hatimu ketika berulang-ulang aku tolak? aku baru merasakan Sha. " Adyan mengungkapkan kembali apa yang dia rasa.
Tisha pun terkesiap mendengar ungkapan hati laki-laki yang ia cintai sejak dulu. Dia tidak menyangka jika saat ini laki-laki tersebut bisa mengungkapkan perasaannya kepada dirinya.
"Abang serius dengan perkataan abang? Apa Tisha sedang nggak bermimpi? " Tisha pun berkaca-kaca karena bahagia.
"Iya Sha, aku serius dengan perasaanku. Terserah saat ini kamu belum yakin, tapi aku sudah jujur padamu. "
"Apa yang membuat abang berubah? karena sejak dulu abang seperti benci dengan Tisha. "
"Entah Sha, aku hanya marah ketika melihat kamu di lecehkan. Dan aku juga bahagia akhirnya kamu bisa berubah cara berpakaianmu. Karena dari dulu aku memang nggak suka ada wanita yang selalu memamerkan auratnya ke banyak orang. Apalagi setelah aku tahu siapa kamu sebenarnya, sikapmu yang bar-bar dan cara berpakaianmu yang terdahulu berbeda dengan cara dirimu menghargai dan menghormati orang lain. Itulah yang membuat aku tambah kagum denganmu. " Jawab jujur Adyan.
__ADS_1
"Abang mah tahu mengapa aku bisa berubah menjadi cewek mandiri, meskipun pastinya kedua orang tuaku mampu membahagiakan aku? "
"Itu semua karena abang, Tisha ingin menunjukkan ke abang jika Tisha bukanlah anak manja yang hanya mengandalkan biaya dari orang tua Tisha. Tisha juga ingin menunjukkan ke abang jika semua tuduhan yang abang berikan ke aku itu salah. Memang Tisha akui jika Tisha sangatlah manja, tapi Tisha juga bisa mandiri dengan berdiri di kaki Tisha sendiri. " Tisha pun ikut menjelaskan mengapa dia bisa berubah seperti ini.
"Maafin saya Sha, udah berburuk sangka dengan dirimu. Dulu aku hanya melihatmu sebelah mata saja tanpa mau mendalami sikapmu sebelumnya. Hanya bisa mengjudge dirimu saja. " Adyanpun menyesal dengan perlakuan ia terdahulu.
"Itu udah masa lalu bang, malah Tisha ingin mengucapkan terimakasih karena abang lah motivasi buat Tisha untuk berubah menjadi seperti ini. Apalagi ketika Tisha di lecehkan, Tisha sempat pasrah dan berharap ada yang menolong Tisha dan entah itu kebetulan atau memang sudah Takdir dari Allah, orang yang menolong Tisha adalah abang. Awalnya aku sangat malu dengan abang karena abang melihat aku seperti itu. Dan aku merasa jika abang jijik melihatmu. " Ucap Tisha dengan menundukkan kepalanya.
Adyanpun mengerutkan dahinya. Dia tidak menyangka sikap dinginnya ketika menolong Tisha membuat Tisha berfikir dia jijik dengannya.
"Semua itu tidak benar Sha, saya tidak pernah merasa jijik dengan apa yang saya lihat. Saya hanya kaget ternyata perempuan itu adalah kamu, dan jika saya terlambat sedikit tidak hanya kamu yang akan hancur pasti saya juga akan sangat menyesal. " Jujur Adyan.
"Jadi? " Tisha pun memancing Adyan kembali.
"Jadi apa? "
"Ish, nyebelin. " Gerutu Tisha karena jengah dengan sikap Adyan yang tidak paham dengan kode yang di berikan oleh dirinya.
"Jadi sekarang kita apa? " Tisha pun meminta kejelasan hubungan mereka.
"Kita jalani ya Sha, izinkan saya untuk mengenal kamu lebih jauh lagi. Saya tidak ingin berpacaran, tapi jika memang kamu sudah siap saya ingin langsung melamar kamu ke kedua orang tuamu. Agar kita selalu Terjaga. " Jawab Adyan dengan tersenyum sehingga membuat dia semakin tampan berkali-kali lipat.
"Tisha mau bang, jika abang tidak keberatan izinkan aku untuk menyelesaikan kuliahnya Tisha yang tinggal beberapa bulan lagi. " Pintar Tisha.
"Baik saya akan menunggu, tapi lebih baik saya akan memikat kamu agar tidak ada laki-laki lain yang mendekati kamu. " Ucap Adyan telak.
"Cemburu ya sama kaka Dion. " Goda Tisha kepada Adyan.
"Wajar dong jika aku cemburu. " Jawab Adyan yang berubah kembali dengan datar.
Tishapun tertawa melihat lelaki di sampingnya cemberut. Dia tidak menyangka penantian yang lama pun terbayar sudah. Allah sudah menjawab do'anya dengan membukakan dan meluluhkan hati lelaki yang ia cintai.
"*Terimakasih ya Allah Engkau telah kabulkan do'a hamba yang masih penuh dosa. "
__ADS_1
🌹🌹🌹🌹*