Bunda Untuk Aira

Bunda Untuk Aira
Timezone


__ADS_3

Setelah selesai merapikan hijabnya, Salma keluar dari kamarnya untuk menemui Irsyad dan Aira yang sudah menunggu di ruang tamu. Hari ini Salma memakai tunik putih yang bermotif bunga di bawah lutut yang di padu padankan dengan rok plisket berwarna peach. Tidak lupa memakai kerudung yang sama warnanya dengan rok nya. Ia juga memakai sepatu kets berwarna putih. Salma memakai riasan tipis di wajahnya dengan menambahkan sedikit blush on peach agar wajahnya tampak fresh. Di tambah pemakaian lipstik peach senada yang senada, membuat Salma terlihat cantik natural.


Sebelum turun ke ruang tamu, Ia juga memakai tas slempang warna hitam. Setelah semuanya siap, Salma turun menuju ke ruang tamu. Di sana nampak Irsyad yang sedang mengobrol dengan ayahnya. Sedangkan Aira berada di pangkuan ibunya.


"Maaf mas, lama nunggu Salma". Ucap Salma." Ucap Salma dengan suara lembutnya.


Irsyad terkesima dengan penampilan Salma,Ia memandang Salma sebenyar sebelum menjawab. "Tidak apa-apa kok , ini juga di ajak ngobrol om Handoko."Jawab Irsyad.


"Nak, Aira ini temannya Aina ya ?" Tanya bu Murni kepada Salma dengan masih memangku Aira.


"Ya bu, ini temannya Aina yang kemarin di ceritain mbak Arini." Jawab Salma dengan senyumnya.


"Nak Irsyad katanya kerja di luar daerah, kalau boleh tau kerja dimana nak ?" Tanya bu Murni kepada Irsyad dengan nada lembut.


"Iya tante, saya memang kerja di luar daerah sebagai seorang tentara. " Jawab Irsyad.


"Sudah lama nak jadi seorang tentara?" Tanya pak Handoko kepada Irsyad.


"Alhamdulillah sudah lumayan lama om, hampir sebelas tahun."


"Lumayan lama juga ya nak, kalau kamu tugas disana Aira di rumah sama siapa nak ? " Bu Murni ikut menambahi.


"Ada orang tua saya tante dan adik-adik saya."


"Eh kita malah asyik ngobrol, silahkan di minum nak Irsyad dan di coba kuenya." Pinta bu Murni.


"Terimakasih tante." Irsyad minum teh yang di buat bu Murni dan mencicipi kue yang dihidangkan.


"Sama-sama nak Irsyad. Jawab bu Murni


"Ini kalian mau ke mana ?" Pak Handoko bertanya kepada putrinya dan Irsyad.


"Ini yah, Aira mau maen ke Timezone . Kemarin Salma sudah berjanji sama Aira untuk menemani." Jawab Salma yang beralih memangku Aira. Sedangkan Aira masih asyik nyemil.


"Ya om tante, maaf kalau hari libur ini saya dan putri saya merepotkan Salma." Ucap Irsyad menambahi.

__ADS_1


"Ndak papa nak Irsyad, biasanya juga Salma kalau libur hanya di rumah saja." Bu Murni ikut menimpali dengan suara lembutnya.


"Onty nanti Aila mo maen banyak boleh?"


"Boleh sayang, nanti onty nemenin Aira sampai puas." Jawab Salma .


"Kok nenek nggak di ajak nak ?" Ucap bu Muni untuk menggoda ayah.


"Ayah, nenek boleh ikut ?"Tanya Aira dengan polosnya .


Dan irsyad menganggukkan kepalanya dengan tersenyum.


"Hole..... bolek nenek, nanti pelgi baleng Aira cama ayah ma onty."


"Nggak kok sayang, nenek cuma bercanda. Sekarang Aira pergi dulu sama ayah sama onty Salma. Kapan-kapan Aira boleh juga lo maen ke rumah nenek sama kakek. Nanti Aina maen kesini juga loh."Ajak bu Murni kepada Aira."Aku melihat kebahagiaan dari pancaran wajah anakku, Apa sebenarnya hubungan Salma dengan Irsyad ? " Tanya bu Murni di dalam hatinya.


Setelah Salma melihat Irsyad menghabiskan minumannya, Salma pamit kepada orang tuanya untuk pergi ke salah satu Mal terbesar di kotanya. Di sana ada Timezone yang lengkap dengan berbagai mainan untuk anak-anak.


"Ayah,ibu karena waktu sudah mulai siang, Salma mas Irsyad dan Aira berangkat dulu ya?" Pamit Salma kepada orangtuanya.


"Ya nak, terimakasih sudah berkunjung kerumah kami." Pak Handoko menjawab dengan ramah.


"Itu kuenya yang buat Salma kok nak, kalau mau nanti bawa saja nak di kulkas masih."


"Eh tidak usah kok tan." tolak Irsyad. Kalau begitu kami pamit dulu. Aira ayo sayang pamit sama kakek nenek dulu." Ucap Irsyad dengan melambaikan tangan kepada anaknya.


"Ciap ayah," Jawab Aira dengan tanda hormat. Aira turun dari pangkuan Salma dan mendekati pak Handoko dan bu Murni untuk bersalaman. " Kakek,nenek Aila pelgi dulu ya, becok kalau libul Aila boleh maen kecini lagi ?" Tanya Aira kepada pak Handoko dan bu Ronah.


"Boloh dong, kalau liburan Aira boleh maen kesini lagi tapi Aira harus rajin belajar biar pinter ya." Pak Handoko menjawab Aira dengan lembut.


"Ciap kakek."


Salma dan Irsyad bergantian bersalaman dengan pak Handoko dan bu Murni untuk berpamitan. Setelah itu, mereka keluar rumah menuju ke mobilnya yang di antar pak Handoko dan bu Murni ke depan pintu rumah.


Irsyad membukakan pintu depan pengemudi untuk Salma. Sedangkan Aira ingin di pangku oleh Salma. Awalnya Irsyad keberatan karena takut Salma capek jika harus memangku Aira, tapi karena Aira merengek dan Salma pun meyakinkan akhirnya Irsyad mengijinkannya. Setelah menutup pintu mobil, Irsyad berbalik arah menuju pintu mengemudi membukanya dan duduk dengan tenang. Tidak lupa Irsyad dan Salma memakai set belt nya.

__ADS_1


Irsyad mengemudikan mobilnya dengan kecepatan ringan. Di dalam mobil, Aira dan Salma tidak berhenti bercanda terkadang mereka juga bernyanyi bersama. Aira bernyanyi yang di sambung oleh Salma. Terkadang Irsyad juga ikut menimpali. Mereka tampak bahagia ketika di dalam mobil. Hingga tanpa mereka sadari perjalan yang lumayan jauh hampir di tempuh 1 jam terasa sangat cepat. Irsyad masuk ke parkiran Mal. Setelah mendapatkan parkir untuk mobilnya, Irsyad memarkirkannya.


Salma turun dari mobil dengan menggendong Aira. Di ikuti Irsyad. Setelah Irsyad turun menuju tempat dimana Salma berdiri, Irsyad memindahkan Aira ke gendongannya. Mereka berjalan beriringan masuk kedalam Mal menuju lantai 3 khusus food court dan permainan anak-anak. Banyak mata pengunjung yang melihat mereka, karena Irsyad,Salma dan Aira tampak sebagai keluarga yang bahagia. Irsyad yang gagah dan tampan, Salma yang anggun dan cantik seperti pasangan yang sangat cocok. Di tambah dengan Aira yang cantik seperti Salma.


"Ayah, nanti habis maen Aila boleh beli es clem ya.." Tanya Aira membujuk Irsyad dengan wajah dibuat memelas.


"Ehmmmm......boleh nggak ya.....?" Irsyad menjawab dengan mencoba menggoda Aira.


"Boleh ya yah, boleh ya yah.."Rengek Aira.


"Ya udah boleh, tapi ada syaratnya loh...."


"Apa yah Calatnya ?"


"Cium ayah dulu dong disini ". Jawab Irsyad menyodorkan pipi sebelah kanannya.


Aira pun mencium pipi irsyad. " Yang sebelah sini nanti ngambek lo nak " Irsyad merajuk kepada putrinya.


"Ciap ayah..." Jawab Aira dengan mencium kembali pipi ayahnya sebelah kiri.


Salma tersenyum mengamati interaksi ayah dengan putrinya. Ia sangat bahagia melihat pemandangan tersebut.


"onty iri ni nggak dapat ciuman dari Aira." Salma ikut merajuk untuk menggoda Aira dengan mengerucutkan bibirnya.


" yah, belhenti dulu." Ucap Aira


Irsyad berhenti. Aira pun menggeser tubuhnya ke arah Salma meskipun masih dalam gendongan Irsyad. Aira Mulan mencium pipi Salma.


"Terima kasih sayang..."Ucap Salma.


Mereka naik menuju ke lantai 3 dengan escalator. Di perjalanan, mereka masih asyik becanda dan menggoda Aira.


******


Maaf baru bisa update karena baru banyak pekerjaan. Semoga hari ini bisa up lebih dari satu. Terimakasih untuk para reader yang sudah memberi vote dan like nya. Mohon kritik dan sarannya agar ceritanya lebih bagus lagi 😇😇🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2