Bunda Untuk Aira

Bunda Untuk Aira
Istiqomah...


__ADS_3

Happy Reading....


🌾🌾🌾🌾


"Habis kena musibah baru tobat tu anak. " Ucap salah satu mahasiswi.


"Iya bener banget itu. "


Tisha pun tak mengubrisnya. Tisha cuek dan terus berjalan agar cepat sampai ke kelas. Untuk apa mendengarkan perkataan orang lain yang hanya membuat dirinya down. Lebih baik mendengarkan hal-hal yang lebih bermanfaat pikir Tisha.


"Marsya.. " Panggil Tisha kepada Marsya yang sedang duduk di dalam kelas.


.


"Tish..... " Ucap Marsya yang menjeda ucapannya karena kaget melihat sahabatnya.


"MasyaAllah... eleh-eleh cantik banget sih ini. " Puji Marsya yang mendekati Tisha. Tak lupa ia melihat penampilan Tisha dari bawah sampai atas.


"Nah gini dong beb, semakin cantik dan bersinar. " Puji Marsya dengan mencubit kedua pipi Tisha.


"Auu... sakit kali Sya. " Teriak Tisha ketika Marsya mencubit kedua pipinya.


"Heheheh..... soalnya aku gemes banget lihat kamu sekarang Tish. Aku ikut bahagia akhirnya kamu mau bangkit lagi. " Balas Marsya dengan tersenyum.


"Makasih Sha, oh ya kapan ni kamu mau ikut nutup aurat kamu. Padahal kamu loh yang udah ngasih semangat buat aku. " Ucap Tisha kepada Marsya.


"Hehehe... nanti Tish pasti aku akan segera menyusul kamu. Tapi aku mo perlahan-lahan dulu Tish, yang penting aku akan mulai dari cara berpakaian ku. " Jawab Marsya dengan cengengesan.


"Ya udah itu hak kamu Sya, tapi apapun itu aku akan selalu mendukungmu. " Ucap Tisha kembali yang memahami apa yang sahabatnya maksud.


"Oh ya Sya, aku jadi kepikiran untuk mo desain busana muslim ke butikku. Apalagi kan mulai hari ini InsyaAllah aku akan istiqomah dengan hijab ini, jadi nggak ada salahnya kan jika aku mendesain baju yang aku pakai juga akan aku jual di butik. " Tisha pun mempunyai ide cemerlang untuk butik nya. Jiwa bisnisnya pun muncul dengan sendirinya.


"Wah ide bagus itu Tish, apalagi jika lauching perdana baju itu aku dapat gratis. " Jiwa gratisan Marsya pun ikut muncul.

__ADS_1


"Kebiasaan pasti sukanya gratisan. " Ucap Tisha dengan menonyor kepala Marsya dengan pelan.


"Wajar dong beb. Yang gratisan itu yang paling di nanti. " Marsya pun cengengesan.


Tak berselang lama, dosen pun masuk kedalam kelas. Semua mahasiswa sudah masuk dan mulai memperhatikan materi yang disampaikan oleh dosen. Tidak ada yang mencela Tisha. Mereka sangat memahami Tisha dan ikut bahagia dengan perubahan penampilan Tisha saat ini. Apalagi selama ini Tisha terkenal dengan anak yang baik dan suka menolong antar sesama.


Mereka juga sangat prihatin dengan apa yang Tisha alami. Terlebih dengan apa yang dilakukan oleh Jimmy yang juga 1 kelas dengan mereka. Pria yang terkenal arogan dan selalu memamerkan kekayaan orang tuanya. Sehingga teman-teman sekelasnya pun menghujat dengan perbuatan tercela yang Jimmy lakukan. Teman Jimmy yang mengaku sahabatnya pun ikut menjauhinya karena malu dan tak ingin terlibat dengan apa yang dia lakukan. Itulah nasib Jimmy, di penjara dan di jauhi banyak orang karena perbuatannya.


"Habis ini kamu mau kemana beb? " Tanya Marsya kepada Tisha. Mereka saat ini sudah selesai mengikuti kuliah. Dan sekarang mereka pun bergegas untuk keluar dari kampus menuju parkiran.


"Biasa, gue mo lihat butik dulu. Dirimu kan tahu sudah 1 minggu ini aku nggak ngecek kesana. " Balas Tisha.


"Mau gue antar beb? " Marsya pun menawarkan tumpangan kepada Tisha.


"Nggak usah beb, papa gue udah menugaskan salah satu ajudannya untuk antar jemput gue. Jadi ya mulai hari ini, gue nggak bisa bawa kendaraan sendiri lagi. " Jawab Tisha dengan santai.


"Sabar beb, ini semua juga untuk keselamatan dirimu. " Marsya pun ikut menimpali.


"Iya beb. Gue paham kok maksud ortu gue. "


"Lihat aja sendiri. " Balas Tisha dengan melihat ke arah depan.


"Yah, nggak asyik kamu. " Marsya pun pura-pura cemberut.


Tisha pun hanya ketawa melihat sahabatnya mengerucutkan bibirnya. Mereka pun sudah sampai di parkiran. Tisha sebelum keluar dari kelas sudah mengirim pesan kepada bang Haris untuk mengabarkan bahwa dirinya sudah selesai.


Ternyata bang Haris pun sudah siap di depan mobil untuk melihat putri komandannya. Dengan baju hitam press body dan kaca mata hitam yang bertengger di hidung mancung nya, menambah ketampanan bang Haris. Banyak cewek-cewek yang melirik kearahnya.


"Sudah selesai mbak? " Ucap bang Haris setelah Tisha dan Marsya mendekatinya.


"Udah bang. " Balas Tisha ramah.


. "Eleh.. eleh.. tu ajudan bokap loh kok cakep pisan oi, kenalin dong. " Bisik Marsya kepada Tisha.

__ADS_1


"Kenalan sendiri aja gih, dia juga masih jomblo loh. " Tisha pun menjawab dengan bisikan juga.


Karena dapat angin segar dari Tisha, Marsya pun mencari perhatian.


"Ehemmm..... halo bang. Kenalin namaku Marsya temannya Tisha. " Marsya pun dengan PDnya memperkenalkan dirinya kepada bang Haris.


"Siap mbak, salam kenal juga nama saya Haris. " Balas Haris yang juga memperkenalkan dirinya.


Tisha pun hanya memperhatikan perkenalan Marsya dan Haris tanpa menyela. Karena Tisha tahu sang sahabatpun saat ini masih sendiri setelah di selingkuhi mantan pacarnya.


Setelah perkenalan dengan Haris, Marsya pun berpamitan untuk segera pulang. Dia akan membantu mamanya di toko roti kepunyaan sang mama. Sedangkan Tisha, saat ini sudah masuk ke dalam mobilnya.


"Habis ini mau kemana mbak? "


"Ke butik saya bang. Tapi sebentar aja untuk ngecek sana. Habis itu aku mo cepat pulang kerumah. "


"Baik mbak. " Balas Haris dengan mulai menjalankan mobil menuju ke butik Tisha.


Butuh 30 menit menjual ke butik Tisha. Untung jalanan tidak macet karena memang bukan jam pulang kerja.


Tisha pun segera bergegas masuk ke dalam butik yang ramai pengunjung untuk melihat pembukuan butik.


"Mbak Tisha... " Panggil Sari salah satu pegawai Tisha di butik hingga membuat pegawai lainnya ikut menengok ke arah Tisha. Mereka tersenyum melihat bos mereka akhirnya berkunjung ke butik kembali. Sama dengan teman Tisha yang lain, para pegawai Tisha pun juga ikut sedih mendengar musibah yang di alami bosnya.


Tisha tidak hanya sebagai bos mereka saja, tapi mereka sudah menganggap Tisha sebagai keluarga karena tanpa bantuan nya mereka tidak akan mendapatkan kehidupan yang layak dari sebelumnya.


"Alhamdulillah mbak Tisha kembali lagi. " Ucap syukur Sari.


"Iya mbak Sari, Tisha udah kangen dengan butik. "


"Kami juga kangen loh sama mbak. Dan MasyaAllah ini mbak lebih cantik loh memakai hijab. " Puji Sari yang notabennya sudah berhijab.


Pegawai yang lain ikut setuju dengan pendapat Sari akan penampilan Tisha saat ini. Tidak ada Tisha yang suka memakai rok pendek dan baju ketat, sekarang hanyalah Tisha yang sedang belajar berhijrah.

__ADS_1


"Terimakasih mbak. Mohon bimbingan mbak Sari ya agar Tisha lebih ber istiqomah. "


🌿🌿🌿🌿


__ADS_2