Bunda Untuk Aira

Bunda Untuk Aira
Membuka Hati


__ADS_3

Happy Reading......


"Jangan bilang kamu ingin menjadikan nak Salma menjadi bunda beneran buat cucu ibu nak ?"Tanya bu Ronah dengan senyum. Tidak lupa bu Ronah juga melirik ke arah suaminya dengan mengedipkan matanya untuk memberikan kode.


"Kalau menurut ibu bagaimana?" Tanya Irsyad.


"Kalau ibu malah senang kalau kamu sama nak Salma nak, Dia anak yang baik keibuan dan sari sorot matanya menunjukkan sebuah ketulusan nak."


"Ayah juga setuju sama ibumu, meskipun ayah belum terlalu akrab dengan nak Salma tapi ayah punya keyakinan jika dia cocok mendampingimu dan Aira nak." Tambah pak Jaka.


"Sepertinya nak Salma juga suka sama kamu lo nak." Bu Ronah menyakinkan Irsyad.


"Benarkah bu, ibu tahu dari mana bu ?" Ucap Irsyad yang penasaran dengan pernyataan ibunya.


"Waktu kita bertemu dia di supermarket tempo hari, ibu memperhatikan sorot matanya yang melihat ke arah kamu nak."


"Ibu ini bisa saja mana mungkin Salma suka dengan duda seperti Irsyad bu."Sangkal Irsyad meskipun hatinya sedikit berbunga.


"Kalau menurut ayah, kamu coba dulu aja sama dia nak. Tapi pesan ayah jika memang kalian tidak cocok jangan sekali-kali kamu sakitin nak Salma." Pak Jaka memberikan nasehat kepada Irsyad.


"Betul kata ayah nak, coba kamu buka hati kamu untuk mengarungi kehidupan rumah tangga kembali nak. Ayah dan ibu nggak keberatan harus merawat anak kamu. Tapi putrimu semakin beranjak besar butuh sosok perempuan tang menjaga Aira dan merawatnya jika kamu bekerja. Apalagi tugasmu yang berpindah-pindah tempat, suatu saat pasti kamu akan mengajak putrimu untuk tinggal bersama. Jadi coba kamu dekat dengan nak Salma dulu. Kalau kami sudah setuju tinggal kamu bagaimana. Libatkanlah Allah nak untuk menentukan masa depanmu. Istikharah lah minta petunjuk kepada Allah yang terbaik untukmu. "Ucap bu Ronah panjang untuk Irsyad agar membuka hati anaknya.


"Baik yah bu, Irsyad akan mencoba buka hati Irsyad kembali. Irsyad akan beristikharoh dulu untuk menentukan masa depan Irsyad dan Aira. Semoga sebelum Irsyad kembali ketempat tugas, Saya sudah mendapat jawaban yang terbaik untuk saya dan Aira bu.


"Alhamdulillah, Ayah dan ibu senang nak dengan keputusanmu. Kami akan selalu mendukung untuk kebaikan kalian."


"Ini baru anak ayah." Pak Jaka menepuk pundak putra sulungnya sambil tersenyum.


"Ya udah ayah sama Irsyad lanjutkan ngobrol nya dulu, ibu mau bantu bi Ijah menyiapkan makan siang. Dan jangan lupa jemput putrimu." Pamit bu Ronah untuk pergi ke dapur.


"Ya bu." Pak Jaka dan Irsyad menjawab bersama.


Bu Ronah berjalan menuju dapur untuk mempersiapkan makanan untuk makan siang sedangkan Irsyad dan Pak Jaka melanjutkan obrolan kembali di selingi dengan candaan yang menambah kehangatan antara anak dan ayahnya. Tidak hanya membahas tentang pekerjaan Irsyad tetapi juga kemajuan restauran keluarga yang di kelola oleh Maulana putra kedua pak Jaka. Saat ini restauran sudah berkembang pesat. Ada beberapa cabang di beberapa daerah di Nusantara.


********


Hari ini adalah hari ke tiga setelah pembicaraan Irsyad dengan orang tuanya. Dia sudah melaksanakan shalat Istikharah untuk meminta petunjuk kepada Yang Kuasa mana yang terbaik untuk dia dan Aira.Apalagi banyak pertimbangan yang harus ia lakukan untuk mewujudkan keinginan Aira. Dan hari ini Irsyad berencana untuk menghubungi Salma. Dia akan mencoba bertemu dan berbicara tentang keinginan Aira. Karena baginya kebahagiaan putri kecilnya itulah kebahagiaan untuknya. Apalagi setelah dia bermimpi bertemu dengan almarhumah istrinya, dia menjadi lebih yakin untuk menemui Salma.

__ADS_1


Flashback


Setelah meminta pendapat kepada ayah dan ibu nya, pada malam harinya Irsyad menjalankan nasehat ibunya untuk meminta petunjuk kepada Allah. Meskipun bangun pada sepertiga malam sudah menjadi kebiasaan Irsyad untuk bermunajad kepada Sang Khalik, pada Sepertiga malam ini dia menambah shalat Istikharah.


drrrr....drrr.....drrrrr


Alarm handphone Irsyad berbunyi pada pukul 2 pagi. Dia segera mematikan nya agar tidak mengganggu putrinya yang sedang tidur nyenyak di sampingnya. Dia turun dari ranjang menuju kamar mandi untuk berwudhu. Setelah itu, ia mengganti pakaiannya menjadi baju koko dan sarung. Tidak lupa dia menggelar sajadah nya dan mulai melaksanakan shalat Tahajud kemudian melanjutkannya dengan Istikharah.


"Assalamualaikum wa Rahmatullah, Assalamualaikum Wa Rahmatullah". Irsyad membaca 2 salam setelah sholat.


"Ya Allah Engkau lah Dzat Yang Maha Agung, Engkau lah Dzat Yang Maha Berkuasa. Berikan petunjuk kepada hamba mana yang terbaik untuk hamba dan putri hamba. Jika memang Salma adalah wanita yang engkau kirimkan untuk menemani hamba dan putri hamba, mudahkanlah jalan kami ke jalan yang Engkau Ridhoi. Tapi jika memang dia bukan yang terbaik untuk kami, pertemukan lah hamba dengan sosok wanita yang dapat menyayangi putri hamba sepertinya putrinya. Robbana Aatina fii Dunya hasanah wa fil akhirotu khasanah wa qinnaa ada bannar. Amin...Amin Ya Robbal Alamin..... ." Irsyad pun berdo'a dengan khusuk sampai meneteskan air mata.


Setelah selesai shalat, Irsyad merapikan alat shalatnya ke dalam almari. Karena jam masih menunjukkan pukul 3 lebih 20 menit, dia merebahkan kembali tubuhnya di atas kasur. Biasanya dia akan melanjutkan untuk membaca aumyat suci Al-Quran, tapi karena dia merasa kurang tidak enak badan Irsyadpun melanjutkan tidurnya.


Irsyad berlari di sebuah taman yang indah, banyak bunga yang tumbuh di sana. Salah satunya adalah bunga favorit almarhum istrinya Aisyah. Tak jauh di sana ada sosok wanita yang anggun dengan gamis putih dan jilbab senada dengan gamisnya. Wajahnya yang berseri menambah kecantikan di wajahnya. Ia tersenyum dan menghampiri Irsyad.


"*Assalamualaikum mas, Alhamdulillah Aisyah baik disini mas. Mas juga harus baik ya disana. Aisyah ikhlas mas, jika mas membangun rumah tangga kembali. Mas coba ya buka hati mas untuk perempuan yang sangat sayang dengan putri kita. " Aisyah tersenyum lembut dan mendekati Irsyad.


"Aisyah pamit ya mas, sekarang Aisyah sudah lega melihat putri kita bisa tertawa bahagia. Mas dan Aira harus selalu bahagia. Dan Aisyah akan slalu di sini ( Aisyah mengarahkan tangannya ke dada Irsyad), Di hati mas. " Aisyah tersenyum kembali dan berbalik badan berjalan menjauh dari Irsyad dengan senyuman yang masih menempel si pipinya*.


"Astagfirullah hal adzim". Irsyad terbangun dari tidurnya karena bermimpi bertemu dengan Aisyah, diapun beristigfar.


"Ya Allah jika mimpi ini bertanda baik untuk hamda dan putri hamba, hamba akan mencoba nya."


"Allahu Akbar..... Allahu Akbar........"


Suara adzanpun berkumandang, Sebelum beranjak dari ranjang dia melihat ke arah putrinya yang masih tertidur nyaman di pelukan Irsyad. Irsyad dengan hati-hati mengelus pipi Aira dan bertubi-tubi mencium pipi putrinya.


" Sayang, berjanji akan mewujudkan impianmu untuk menjadikan bunda Salma menjadi bunda kamu nak. Do'ain ayah ya, semoga keinginanmu di sambut baik juga oleh bunda Salma." Irsyad berbicara lirih agar tidak membangunkan putrinya sambil mengelus rambut Aira dan mencium dahinya dengan sayang.


Irsyad turun dari ranjang menuju kamar mandi untuk berwudhu. Setelah sholat ia menuju ranjang untuk mencari handphonenya.


"Apa coba WA Salma saja ya, hahhhh. Bismillah dicoba saja." Irsyad bermonolog sendiri.


"Assalamualaikum..." Irsyad mengirim pesan ke Salma.


Sambil menunggu pesannya di balas, Irsyad menyempatkan diri untuk membaca Al-Quran sebelum melaksanakan rutinitasnya membangunkan Aira.

__ADS_1


Tak berselang lama handphonenya bergetar tanda notif pesan masuk. Irsyad menyelesaikan bacaannya dan membaca doa setelah membaca Al-Qur'an .Dia meraih Hp nya dan membuka pesan yang masuk.


"Waalaikum salam, maaf ada apa mas Irsyad ?" Salma membalas pesan dari Irsyad.


"Nanti siang pulang mengajar jam berapa Ma ?"


"Biasanya jam setengah 3 mas.Gimana mas ?"


"Apa nanti siang ada waktu sebentar untuk bertemu ?"


"Kalau boleh tahu ada apa ya mas ?"


"kalau kamu bisa nanti saya jelaskan jika kita bertemu."


"Insyaallah bisa mas."


"Nanti saya jemput di sekolah ya ." Irsyad membalas.


Ting... Beberapa menit kemudian Hp Irsyad berbunyi kembali.


"Tidak usah mas, Salma bawa sepeda motor kok." Tolak Salma.


"Ya udah nanti kita ketemu di Cafe Florist Jln. xxxxxxxx No.20 ya." Balas Irsyad.


Ting...


"Insyaallah mas, nanti ketemu di sana."


"Ya udah kalau begitu sampai jumpa nanti. Assalamualaikum." Pamit Irsyad.


Ting...


"Waalaikum salam."


Setelah mendapatkan balasan terakhir dari Salma, Irsyadpun tidak membalasnya kembali karena ia akan menyiapkan perlengkapan Aira ke sekolah.


Flash End.

__ADS_1


__ADS_2