Bunda Untuk Aira

Bunda Untuk Aira
Bad Mood


__ADS_3

**Happy Reading......


❤❤❤❤❤❤❤❤**


Banyak orang bilang jika mood ibu hamil akan berubah-ubah dan tak bisa di prediksi,ya itu juga yang terjadi pada bumil ini. Ketika di ruang dokter Herlina,dia sangat bahagia melihat perkembangan janin di perutnya tapi saat ini moodnya berubah drastis setelah melihat Irsyad sedang bersama dengan perempuan yang selama ini selalu meguji kesabaran Salma.


Siapa lagi kalau bukan Mona,dokter muda sahabat dari tetanggaku yang bermulut pedas seperti nya. Ingin rasanya Salma mencabik-cabik wajah perempuan di samping suaminya. Apalagi kelakuannya yang ingin mendempel Irsyad. Membuat Salma tambah panas melihatnya.


Bagaimana perasaan Salma ketika kembali dari mengantar putrinya ke toilet dan ingin menemui suaminya yang sedang menebus vitamin di apotik,ternyata malah berduaan dengan Mona.


Entah mengapa dirinya saat ini tidak bisa mengontrol emosinya. Seperti bukan dirinya yang selalu sabar meskipun tertindas. Salma menggandeng Aira dan berjalan cepat untuk bergegas menemui suaminya agar tidak berlama-lamaan bersama mwona.


Tap......tap........ bunyi sepatu Salma yang bergesekan dengan lantai keramik rumah sakit.


"Mas,vitamin nya sudah di ambil?" Ucap Salma manja yang dia buat setelah mendekati Irsyad.


"Ini sudah dek."Jawab Irsyad dengan menunjukkan kresek berisi vitamin Salma.


"Ya sudah ayo pulang Salma capek dan ni Anak Kita di perut juga ingin cepat-cepat istirahat." Tambah Salma dengan menekankan kata anak di perut Salma untuk mamanas-manasi Mona.


Mona pun terkejut ketika Salma mengucapkan kata anak di perutnya. Dia tidak menyangka secepat itu Salma hamil. Kemudian dia bersikap biasa saja dengan sedikit tersenyum ke Salma.


"Eh ada mbak Mona,tugas disini ya mbak?" Sapa Salma dengan memegang lengan suaminya.


"Iya aku tugas di sini." Jawab Mona sedikit ramah tak seperti biasanya. Mungkin karena ada Irsyad jadi dia berpura-pura ramah kepada Salma.


"Ya udah ayo kita pulang." Ajak Irsyad dengan menggandeng alih Aira.


"Mari dokter Mona kami permisi dulu." Tambah Irsyad berpamitan dengan Mona.


Salma tersenyum tipis tanpa mau ikut berpamitan dengan Mona. Rasanya ia ingin mencabik-cabik suaminya yang bisa-bisanya masih berpamitan dengan Mona wanita yang pernah membuat dia salah paham dengan Irsyad di hadapannya.


"Silahkan mas Irsyad."Jawab Mona dengan manisnya. Rasanya Salma ingin menempol bibir perempuan itu.

__ADS_1


Irsyad beserta istri dan anaknya akhirnya meninggalkan rumah sakit untuk menuju rumah. Setelah mereka agak jauh dari pandangan Mona,Salmapun melepaskan gandengan tangan dari suaminya. Dia masih dongkol dengan keramahan Irsyad kepada Salma. Dia bergidik ngeri bagaimana jika Irsyad berpaling darinya ketika perutnya sudah membuncit dan badannya melebar seperti ibu-ibu yang tadi dilihatnya.


Salma berjalan cepat dan ingin segera sampai mobil.


"Dek pelan-pelan jalannya dek." Nasehat Irsyad ketika melihat Salma berjalan seperti akan berlari. Dia heran dengan sikap istrinya yang berubah.


Salmapun tak mengubris perkataan suaminya. Dia tetap melangkah cepat menuju dimana mobil mereka terpakir. Sedangkan Aira,dia sudah berada di gendongan ayahnya. Setelah Irsyad membuka pintu mobil bagian belakang dan menaruh Aira disana,Salmapun mengikuti untuk duduk bersama Aira.


"Loh dek kok duduk di belakang?" Tanya Irsyad yang heran dengan sikap istrinya.


"Lagi pingin di belakang." Jawab Salma ketus.


Akhirnya Irsyadpun mengalah. Dia membiarkan Salma untuk duduk di belakang tanpa berdebatan.


"Apa ini yang di jelaskan ibu kemarin bahwa mood ibu hamil akan berubah-ubah? ah rasanya baru tadi dia tersenyum bahagia dan sekarang dia seperti singa betina yang kelaparan. Apa ini juga yang terjadi pada Aisyah di saat hamil Aira. Ah maafkan aku Aisyah yang dulu tak bisa mendampingimu di saat masa kehamilan Aira karena harus tugas di luar. Mungkin banyak hal yang kamu lalui sendiri tanpa kehadiranku.Dan saat ini aku baru merasakan menghadapi istri yang sedang hamil."Ucap Irsyad lirih dalam hatinya.


Ya dulu ketika istri pertamanya hamil Aira,Irsyad tak bisa mendampinginya dari awal kehamilan hingga melahirkan dikarenakan dia harus Satgas di daerah konflik. Dimana mereka saling berjuang,Irsyad yang berjuang untuk dapat kembali lagi di karena kan tugasnya yang berat yang bisa saja menaruhkan nyawanya untuk menjaga NKRI dan Aisyah harus berjuang sendiri di masa kehamilan putrinya Aura. Meskipun ada keluarga Aira yang mendampingi,tapi kurang rasanya tidak ada sang suami yang mendampingi.


Itulah yang membuat penyesalan yang sangat besar untuk Irsyad. Dia tidak akan menyia-nyiakan waktu untuk mendampingi sang istri keduanya di kehamilan anak keduanya.


"Terserah." Satu kata yang terluncur dari bibir Salma yang berdalih masih fokus bercanda dengan Aira.


Irsyad pun hanya menghela napas.


"Ayah,bunda Aila mo maem bakso." Pinta Aira yang kepikiran untuk menikmati bakso di cuaca panas seperti ini.


"Sepertinya itu ide yang bagus princess,ya udah kita beli bakso di pak Kumis dulu baru pulang."Jawab Irsyad kegirangan. Rasanya dia juga ingin menikmati bakso. Sudah lama mereka tidak pernah beli bakso karena Salma selalu memasak makanan di rumah. Sebelum hamil,Salma selalu memasak makanan sehat untuk suami dan anaknya.


Sebenarnya Salma juga tertarik untuk memakan bakso. Setelah mendengar kata bakso yang di ucapkan Aira,dia membayangkan begitu nikmatnya. Tapu karena dia masih marah dengan Irsyad,dia pura-pura tak menjawab.


"Bunda gimana,kita makan bakso aja ya buat makan siang?" Tambah Irsyad mencoba membujuk Salma.


"Terserah." Kata yang sama terlontar dari bibir Salma.

__ADS_1


Irsyad pun mengendarai mobilnya menuju tukang bakso langganan mereka. Setelah 40 menit perjalanan,akhirnya mereka sampai di sana. Karena jam menunjukkan waktu istirahat,warung bakso pak Kumis begitu ramai. Banyak karyawan sekitar yang menyantap bakso untuk makan siang. Baksonya yang enak,tempat yang bersih dan nyaman serta pelayanan yang ramah membuat bakso ini banyak peminatnya.


Akhirnya Irsyad memesan bakso untuk di bawa pulang. Dia tidak ingin anak dan istrinya berdesakan di warung pak Kumis.Sedangkan Aira dan Salma hanya menunggu di dalam mobil.


"Ini pak Irsyad pesanannya."Ucap pak Kumis yang menyerahkan pesanan Irsyad di dalam kresek. Karena Irsyad berlangganan bakso disini,jadi pemilik warung hafal dengan Irsyad.


"Iya pak,ini uangnya." Jawab Irsyad dengan menerima pesanannya dan tidak lupa membayarnya.


Setelah membayar,Irsyad kembali kedalam mobil. Dia menaruh bakso di kursi samping pengemudi. Dia menjalankan kembali mobilnya menuju rumah dinasnya.


❤❤❤❤❤❤


Merekapun Sampai di rumah. Setelah Salma mengajak turn Aira,Irsyad menyusulnya dengan membawa bakso kedalam rumah. Dia menyuruh istri dan anaknya untuk duduk di ruang makan kemudian bergegas mengambil mangkok untuk menuang bakso.


Mereka menyantap bakso dengan keheningan antara Irsyad dan Salma. Hanya suara Aira yang terdengar. Setelah selesai, Aira pamit untuk menonton Tv.


"Dek,adek marah ya sama mas ?" Tanya Irsyad lembut.


"Kalau sudah tahu masih tanya." Jawab Salma ketus.


"Apa karena dokter Mona dek?"


"Apa ini alasan mas mengajak Salma periksa disana karena ada dokter Mona ?"


"Astagfirullah dek, bukan seperti itu dek. Tadi mas nggak sengaja ketemu dia waktu mas mo ambil vitamin adek.Untuk periksa di sana,itu juga saran dari dokter Khadijah. Kata beliau dokter Herlina adalah salah satu dokter kandungan yang terbaik jadi mas mengajak adik kesana. Dan mas juga nggak tahu dan tidak mau tahu dimana dokter Mona bertugas."Jelas Irsyad.


"Salma hanya takut mas kalau mas berpaling dari Salma apalagi sebentar lagi badan Sakma mengembang. Sedangkan dokter Mona,dia sangat cantik dan masih muda." Ucap Salma dengan menangis.


"Ya Allah dek,mas nggak seperti itu. Mas nggak ada niat untuk berpaling dari adik. Mau adik seperti apapun mas akan tetap cinta adik.Jadi hilangkan pikiran negatif itu." Jawab Irsyad yang kaget dengan ucapan Salma. Dia mendekati Salma dan menghapus air mata Salma dengan kedua tangannya. Irsyad sadar pasti ini perubahan mood istrinya yang Leboh sensitif dari biasanya. Dia akan berusaha tidak memancing emosi sang istri yang akan membahayakan calon anaknya.


Salma pun memeluk Irsyad menangis. Dia merasa tidak bisa jauh dari sang suami. Dan ternyata pelukan suaminya dan tepukan lembut di punggungnya adalah obat mujarab yang bisa menenangkan dia.


❤❤❤❤❤❤❤❤❤

__ADS_1


**Note :


Mohon koreksiannya ya jika ada Typo 😇😇😇😇**


__ADS_2