
Happy Reading....
๐๐๐๐
"Dengerin aku, tak ada yang terlambat. Mari kita berdua saling memperbaiki diri kota untuk menjadi lebih baik. Aku sadar jika aku juga masih bolong-bolong dalam beribadah. Tapi dengan kejadian yang kamu alami membuatku sadar bahwa kita sebagai seorang muslim harus bisa menjaga pakaian kita. "
" Benar Sya, ayo kita saling memperbaiki diri untuk menjadi yang lebih baik lagi. " Tisha pun bertekad untuk get up dan memperbaiki dirinya untuk menjadi lebih baik lagi.
Tak ada kata terlambat jika kita ingin belajar untuk menjadi lebih baik. Allah saja selalu memaafkan hambanya dan selalu memberikan hidayah bagi umatnya untuk memperbaiki dirinya. Tisha pun sadar jika di balik musibah yang ia Terima adalah salah satu cara Allah untuk memberikan hidayah pada penampilan dirinya.
Adanya Marsya yang datang menjenguk Tisha, membuat Tisha menjadi lebih baik lagi. Sudah tak ada kesedihan ataupun lamunan kembali. Seperti malam ini, Tisha bersimpuh di hadapan yang Kuasa untuk memohon ampun di sepertiga malamnya. Biasanya ia jarang melaksanakannya, tapi sekarang ia ingin merubah kebiasaan yang baik ini menjadi candu untuk dirinya.
"Ya Allah, Engkau lah dzat yang menguasai dunia ini. Hamba hanyalah butiran debu yang tak tau berterimakasih kepada Engkau karena terkadang hamba selalu lalai menjalankan perintah Mu. Padahal Engkau Dzat yang telah memberikan hamba mu ini rizki ataupun kebahagiaan yang terhingga. Hamba sadar jika musibah yang hamba alami adalah salah satu teguranMu untukku, teguran akan cara berpakaian hamba yang tak mencerminkan sebagai seorang muslimah. Maka izinkan hamba memperbaiki diri hamba, tuntun dan bimbinglah hamba untuk menjadi yang lebih baik lagi. " Ucap Tisha dalam do'anya dengan tetesan air mata yang turun dari mata indahnya.
Dan kata orang, jika kita sedang menghadapi masalah maka curhat lah apa yang kamu rasakan kepada Allah, sehingga hatimu akan merasa damai. Itu pun yang Tisha rasakan. Hatinya semakin tenang setelah mengutarakan apa yang ia rasakan kepada Allah.
Setelah menunaikan ibadah sholat tahajud, Tisha pun melanjutkan untuk melantunkan ayat suci Al-Quran. Meskipun ia tak fasih, tapi ia bisa membaca nya karena dulu ia pernah mengaji dengan seorang ustadzah yang di datangkan oleh sang Mama.
Dengan khusuk dia pun membacanya. Hingga ia berderai air matanya ketika surah yang ia baca menyinggung tentang permasalahan yang ia alami.
Al Qur'an surat Al Ahzab ayat 59:
ููุขุฃููููููุง ุงููููุจูููู ููู ูุฃูุฒูููุงุฌููู ููุจูููุงุชููู ููููุณูุขุกู ุงููู ูุคูู ูููููู ููุฏูููููู ุนูููููููููู ู ูู ุฌููุงูุจููุจูููููู ุฐููููู ุฃูุฏูููู ุฃูู ููุนูุฑููููู
ูููุงู ููุคูุฐููููู ููููุงูู ุงูููู ุบููููุฑูุง ุฑููุญููู ูุง
Artinya:
โWahai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak wanitamu, dan istri-istri orang mukmin: โHendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.โ Yang demikian itu agar mereka lebih mudah untuk dikenali, sehingga mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun, lagi Maha Penyayang.โ
Tisha semakin teguh dengan pendiriannya untuk merubah cara berpenampilan. Entah hidayah sudah mengetuk pintu hatinya.
**
__ADS_1
Tap... tap.... tap..
Bunyi sepatu yang bergesekan dengan lantai marmer di rumah Tisha.
Om Randy dan tante Nita pun segera menengok ke sumber suara.
"MasyaAllah." Ucap tante Nita yang kaget melihat penampilan sang putri.
"Assalamu'alaikum mah, yah. "
Sapa Tisha kepada kedua orang tuanya yang sudah berada di meja makan. Tak lupa Tisha mencium pipi kedua orang tuanya dengan bergantian.
"Waalaikum salam nak." Jawab tante Nita dan om Randy dengan tersenyum bahagia.
Beliau sangat bahagia melihat putri mereka sudah mau turun ke bawah dan mereka juga di kagetkan dengan penampilan sang putri.
"Alhamdulillah nak, mama senang akhirnya kamu mau berhijab. Tambah cantik sekarang" Puji tante Nita dengan memeluk sang putri. Tante Nita pun berkaca-kaca karena bahagia.
"Terima kasih Ya Allah Engkau telah mengembalikan senyuman putriku kembali. " Ucap syukur om Randy kepada Allah yang telah memberikan kekuatan untuk putrinya. Sehingga putrinya dapat tersenyum kembali. Beliau pun menitikkan air mata.
Saat ini Tisha benar-benar merubah penampilan nya. Tak ada rok jins pendek, sekarang rok jins pendek itupun berubah menjadi rok jins panjang yang jarang Tisha pakai jika tak ada pengajian. Di padu pada kan dengan kemeja motif salur berwarna biru muda. Tak lupa ia memakai pasmina berwarna biru dongker untuk menutupi rambutnya.
"Kamu cantik nak. " Puji om Randy.
"Terima kasih pah. " Balas Tisha dengan tersenyum.
Mereka pun kembali untuk duduk dan menikmati menu sarapan yang sudah terhidang di atas meja.
"Nak, mulai hari ini kamu akan diantar salah satu ajudan papa terlebih dahulu sebelum papa bisa menemukan ajudan yang cocok untuk menemanimu kemanapun kamu pergi. " Ucap om Randy mengemukakan keputusannya.
"Baik Pah, Tisha ngikut apa keputusan papa. Pasti itu akan yang terbaik untukku. " Jawab Tisha tanpa bantahan. Biasanya, jika papa memutuskan sesuatu Tisha akan menolak tapi karena masih adanya trauma pada dirinya, dia mengikuti titah yang papanya berikan.
"Mama yakin pasti kamu bisa melewati ini semua. " Tante Nita pun memberikan semangat kepada putrinya dengan menggenggam tangannya. Tisha pun mengangguk dengan tersenyum.
__ADS_1
Setelah selesai bersarapan bersama, Tisha pun pamit untuk pergi kekampus nya. Sudah hampir 1 minggu ia absen dari kampusnya. Dan sekarang dia ingin masuk agar tidak banyak tertinggal apalagi sebentar lagi dia juga harus menyusun skripsi.
Dengan diantar salah satu ajudan sang papa, Tisha pun berangkat menuju kampusnya dengan memakai mobil mamanya karena mobil Tisha masih dalam perbaikan.
Kurang lebih 45 menit, Tisha pun sampai di pelataran kampusnya.
"Mbak, nanti kalau sudah selesai hubungi saya ya. Saya akan tunggu mbak di parkiran. " Ucap ban Haris, ajudan om Randy.
"Iya bang, nanti Tisha hubungi abang. " Balas Tisha sebelum membuka pintu penumpang.
"Kalau begitu aku masuk dulu bang. " Pamit Tisha setelah membuka pintu.
"Baik mbak. "
Tisha pun segera keluar dan berjalan menuju kelas. Marsya sudah menunggunya di sana. Tadi ketika masih dalam perjalanan Tisha memberitahu ke Marsya jika ia sudah berangkat. Dan Marsya pun sangat bahagia.
"Bismillah... " Ucap Tisha dengan menghembuskan napas sebelum berjalan masuk ke kelas.
Banyak pasang mata yang melihat Tisha saat ini. Mereka kaget dengan penampilan Tisha yang baru. Ada yang memuji dan ada juga yang menyindir karena berita tentang musibah yang di alami Tisha sudah menyebar.
"Habis kena musibah baru tobat tu anak. " Ucap salah satu mahasiswi.
"Iya bener banget itu. "
Tisha pun tak mengubrisnya. Tisha cuek dan berjalan terus agar cepat sampai ke kelas.
"Marsya.. " Panggil Tisha kepada Marsya yang sedang duduk di dalam kelas.
.
"Tish..... "
*****
__ADS_1