
**Happy Reading.....
💓💓💓💓💓💓💓💓**
Pagi ini,setelah melaksanan Apel pagi dan meminta izin untuk Aira di sekolahnya Irsyad kembali ke rumahnya untuk menjemput istri dan anaknya. Sesuai rencana,mereka akan pergi ke rumah sakit untuk meriksakan kandungan Salma.
Aira sangat berantusias untuk melihat adiknya di perut sang bunda. Mereka akan menggunakan mobil untuk pergi ke rumah sakit. Setelah 1 bulan tinggal di asrama,Irsyad mewujudkan keinginanya untuk membeli mobil agar istri dan anaknya nyaman jika sedang bepergian. Hanya membeli mobil bekas saja,meskipun Irsyad bisa membeli mobil baru dengan uang tabungannya tapi Salma dan Irsyad sepakat untuk membeli mobil bekas yang masih bagus agar uang sisanya bisa untuk di tabung dan di gunakan sewaktu-waktu jika ada keperluan mendadak.
Mereka juga berencana membeli rumah untuk tempat tinggal mereka kelak,tidak selamanya mereka akan tinggal di asrama. Tak apalah mereka hidup dalam kesederhanaan tapi planing yang matang untuk masa depan anak-anaknya.
"Assalsmualaikum."Ucap Irsyad setelah masuk ke dalam rumah.
"Waalaikum salam mas,mas sudah selesai apelnya?" Jawab Salma yang mendekati suaminya dan tidak melupakan kebiasaan untuk mencium tangan sang suami tanda hormat.
"Sudah dek,tadi juga sudah ke sekolah Aira untuk memamitkan dia."Irsyad menjawab dengan mendudukkan dirinya di kursi ruang tamu.
"Aira mana dek ?" Tanya Irsyad yang tidak melihat kehadiran putrinya.
"Baru di kamar mas,barusan ganti baju dan sekarang baru memilih kerudung yang akan dia pakai." Jawab Salma yang mengikuti suaminya duduk disampingnya.
"Ya udah adik duduk saja biar mas susul Aira di kamar."Usul Irsyad yang tidak ingin membuat istrinya kelelahan. Apalagi tadi pagi jam 3,Salma merasa mual dan memuntahkan seluruh isi perutnya. Untung Irsyad sudah selesai melaksanakan sholat malamnya,sehingga bisa membantu Salma untuk memijat tengkuk sang istri.
"Ya mas sekalian ambilkan tas Salma di atas ranjang Aira ya,tadi sudah Salma bawa kesana."Pinta Salma. Wajah Salma masih sedikit pucat tidak menghalangi dia untuk menyiapkan dan memandikan Aira. Apalagi setelah dia tahu bahwa dirinya telah mengandung,dia akan berusaha untuk selalu memperhatikan Aira agar dia tidak merasa iri dengan calon adiknya.
"Ayo sayang kita berangkat."Ajak Irsyad setelah menyusul sang putri di kamarnya. Dia menggendong Aira dan membawakan tas Salma.
"Ayo mas."Jawab Salma dengan meraih tas yang di sodorkan Irsyad.
Mereka berjalan menuju ke mobil yang sudah diparkirkan di depan rumah. Tidak lupa Salma mengunci pintu rumah.
"Aira duduk di belakang ya,kasihan adik di perut nanti kalau Aira duduk di pangguan bunda."Nasehat Irsyad kepada Aira.
"Ok ayah,Aila di belakang saja bial bunda duduk depan."Jawab Aira dengan ramah. Meskipun masih kecil Aira sudah memahami keadaan bundanya apalagi tadi pagi ia mendengar bundanya yang muntah-muntah dan tampak pucat.
Irsyad membuka pintu penumpang untuk mendudukkan Aira dengan nyaman. Kemudian dia berjalan menuju pintu depan samping pengemudi untuk Salma dan berjalan berlawanan menuju pintu pengemudi.
Di perjalanan yang lumayan jauh mereka nikmati dengan celoteh Aira yang tak henti-hentinya bercerita tentang teman-teman nya di sekolah baru Aira. Kadang Salma dan Irsyad menyautinya agar Aira merasa di perhatikan.
**💓💓💓💓💓💓💓💓
Setelah** menempuh perjalanan hampir 1 jam,Irsyad beserta keluarga kecilnya sampai di RS. M di kota P. Di sini rumah sakitnya lengkap dan besar. Pelayanan yang memuaskan dan ramah terhadap pasien,membuat rumah sakit ini di minati banyak orang yang sedang sakit.
Setelah memarkirkan mobilnya,Irsyad menggandeng Salma serta Aira yang berada di gendongannya untuk masuk kedalam. Dia bertanya kepada petugas letak ruang praktek dokter obgyn.
Irsyad menyuruh istri dan anaknya duduk di kursi tunggu selagi dia mengambil nomor antrean. Kemudian dia menyusul istri dan putrinya setelah mengisi daftar pasien.
Sudah ada beberapa ibu hamil yang di dampingi sang suami menunggu antrean. Salma memperhatikan salah satu ibu yang perutnya membuncit.Dia membayangkan ketika perutnya juga sama seperti itu,apakah tubuhnya akan membundar dan apakah dia berjalan dengan baik.
__ADS_1
"Kenapa dek kok lihat ibu itu ?" Tanya Irsyad yang melihat arah pandang sang istri.
"Salma cuma membayangin kalau perut Salma segitu pasti badan Salma juga ikut bundar mas."Jawab Salma.
"Bagi mas,adek mo bundar apa tidak yang terpenting kesehatan adik dan dedek bayi di perut adik. Mas pasti akan tetap cinta sama adik apalagi tahu nanti bagaimana perjuangan adik."Ucap Irsyad untuk menenangkan sang istri.
Sama pun tersenyum mendengar nasehat sang suami.
"Nyonya Salma giliran masuk."Panggil suster.
"Sayang itu sudah di panggil."Ucap Irsyad kepada Salma.
"Ya mas ayo kita masuk."Jawab Salma.
Salma masuk dengan bergandengan tangan dan Aira masih setia di gendongan ayahnya.
"Silahkan duduk pak bu."Ucap dokter dengan ramah.
"Terimakasih dok."Jawab Salma dan Irsyad bersama. Mereka duduk berdampingan dengan Aira berada di pangkuan Irsyad.
"Wah adik ingin lihat dedek nya ya."Sapa dokter dengan name tag Herlina Wardani yang di taksir berusia 37an. Beliau sangat ramah.
"Iya doktel Aila mo lihat dedek yang di pelut bunda."Jawab Aira dengan antusias.
"Siap cantik nanti kita lihat dedek bayi melalui monitor di sana ya."Ucap dokter Herlina dengan menunjukkan monitor yang terpasang di samping bed.
"Ok doktel."
"Oh ya bu Salma,kalau boleh tahu ada keluhan apa?" Tanya dokter Herlina dengan ramah.
"Begini dokter kemarin saya sempat pusing dan muntah dan juga pingsan. Setelah di periksa dokter jaga di klinik tempat suami tugas,beliau menyarankan saya untuk testpack dan ketika saya coba ternyata ada tanda garis dua. Tapi saya juga ternyata sudah telat datang bulan sekitar 2 mingguan. "Jelas Salma.
"Untuk mengetahui berapa usia kandungan ibu,ibu bisa berbaring di bed nanti biar saya periksa."
Salma di tuntun suster untuk berbaring di bed. Suster juga menyiapkan alat untuk memeriksa Salma. Irsyad mengikuti istrinya dan dengan menggandeng Aira.
"Maaf ya bu saya oles gel dulu di perut ibu."Izin suster kepada Salma. Untung hari ini Salma memakai tunik panjang selutut sehingga memudahkan suster.
"Iya sus."Jawab Salma.
"Kita mulai ya bu pemeriksaannya."Ucap dokter dengan menaruh alat USG ke perut Salma dan sudah di hubungkan di layar monitor. Dokter pun menggerakkan alatnya untuk mengetahui letak kantung sepeeti biji kacang hijau di perut Salma.
"Silahkan di lihat ibu dan bapak,ini calon bayi bapak dan ibu. Ini masih berbentuk kantung kecil sebesar biji kacang hijau dan sudah membentuk embrio. Ukurannya sekitar 2 milimeter. Kemungkinan usia kandungan ibu sudah memasuki minggu ke 4." Jelas dokter Herlina.
"Kol dedek Aila bentuknya kayak itu bunda?" Tanya Aira dengan polosnya.
"Itu nanti berkembang menjadi dedek bayi sayang besok kalau perut bunda sudah membesar Aira ikut bunda periksa lagi nanti tante dokter perlihatkan wajah adik Aira." Dokter Herlina menjelaskan kebingungan Aira.
__ADS_1
"Iya sayang benar kata tente dokter,besok kalau perut bunda sudah membesar ayah dan bunda akan ajak lagi lihat perkembangan dedek bayi di perut bunda." Tambah Irsyad.
"Jadi nanti itu bisa belkembang jadi besal ya ?"
"Tentu sayang makanya Aira harus jaga bunda biar dedek bayi cepat tumbuh besar di perut bunda." Ucap dokter Herlina.
"Ok doktel nanti Aila akan jaga bunda dengan baik." Jawab Aira dengan semangat.
Salma dan Irsyad pun hanya tersenyum dengan ucapan sang putri.
"Ibu jangan lupa jaga pola makannya ya,makan makanan yang bergizi seperti sayur dan buah untuk menjaga perkembangan janin ibu. Dan jangan lupa juga mengkonsumsi makanan yang mengandung protein yang baik untuk perkembangan otak janin. Ibu juga bisa menambah mengkonsumsi susu hamil untuk kandungan kalsium. Asam folat bisa ibu dapatkan dengan mengkonsumsi brokoli,kacang polong,jeruk,bayam dan produk dari gandum.Ini juga sangat penting untuk mencegah keguguran pada trisemester 1 kehamilan."Jelas dokter Herlina. Dan bapak juga harus puasa terlebih dahulu karena awal kehamilan masih rentan sampai trisemester 2. "Tambah Dokter Herlina dengan tersenyum menggoda Irsyad.
Irsyad hanya menggaruk tengkuknya yang tidak merasa gatal.
"Apakah ada pantangan makanan bu yang harus saya hindari?"Tanya Salma.
"Kurangi kafein dan mengkonsumsi makanan yang mengandung alkohol bu karena itu sangat berbahaya untuk janin."
"Terimakasih bu atas penjelasannya." Ucap Salma.
"Sama-sama. Ini nanti saya kasih resep vitamin yang bisa bapak tebus di apotik. Dan jangan lupa ibu harus rutin memeriksakan kandungan ibu untuk mengetahui perkembangannya."
"Siap dokter,Insyaallah saya akan ajak istri saya untuk rutin periksa." Jawab Irsyad. Kalau begitu kami pamit dulu dok. Terimakasih sebelumnya."Pamit Irsyad.
"Silahkan bapak,ibu dan juga kakak cantik." Jawab dokter Herlina.
"Mari dok,sus." Pamit Salma setelah dia dan suami yang menggendong Aira berdiri untuk meninggalkan ruangan dokter Herlina.
"Hati-hati pak bu."
Salma dan Irsyad keliar dari ruangan dokter Herlina.
"Bunda Aila mo pipis." Rengek Aira yang kebelet pipis.
"Biar Salma saja mas yang anterin Aira ke kamar mandi. Mas tebus dulu aja resep yang di berikan dokter."Pinta Salma.
"Ya sudah dek mas tembus dulu vitamin nya di sana. Tapi adek hati-hati ya ketika di kamar mandi." Jawab Irsyad.
"Ya mas."
Salma menggandeng Aira menuju ke kamar mandi dekat dengan ruangan dokter Herlina. Setelah melihat istri dan putrinya pergi,Irsyadpun berjalan menuju apotik di ujung.
"Mas Irsyad............
**Note :
Akhirnya bisa up lagi,.......
__ADS_1
buat para reader jika ada salah ketik mohon koreksinya ya dan berikan saran dan masukan kepada penulis. Karena saya hanyalah seorang penulis amatir yang masih perlu banyak belajar 🤗🤗🤗🤗🤗
Jangan lupa vote dan like nya ya 😇😇😇😇**