
Penerbangan pesawat yang di naiki Irsyad beserta keluarganya pun take off pukul 20.00 WIB. Mereka mendapat kursi penumpang yang berdampingan sehingga mudahkan mereka menjaga Aira. Tidak ada kemewahan yanh di tunjukan Irsyad, malam ini mereka hanya menaiki pesawat dengan kelas ekonomi saja. Bukannya Irsyad pelit terhadap anak dan istrinya, karena sisa tiket hanya tinggal ekonomi saja. Apalagi perjalanan hanya di tempuh 2 jam perjalanan saja.
Salma mengusap-usap rambut Aira yang tertutup kerudung dengan sayang. Perlahan-lahan Airapun tertidur. Mungkin karena dia kelemahan dengan aktifitas sejak pagi bermain dengan sepupunya yang datang ke rumah Pak Jaka sejak pagi.
"Sudah tidur dek princess kita?" Tanya Irsyad ketika melihat Salma memindahkan kepala putrinya di bahunya.
"Sudah mas, mungkin dia capek karena sejak pagi sudah bermain dengan Pradip,Bayu dan Raihan apalagi tadi di tambah kedatangan Adam dan Aina." Jawab Salma.
"Semoga dia bisa cepat adaptasi disana ya dek." Ucap Irsyad dengan menggenggam tangan istrinya.
"Insya Allah mas, putri kita kan anak yang mudah bergaul jadi pasti nanti disana dia cepat punya teman.Tinggal kita saja yang mengarahkan." Jelas Salma kepada suaminya.
"Mas yakin kamu bisa ngajarin putri kita." Jawab Irsyad dengan tersenyum dan menghadap istrinya. Tidak lupa dia juga mencuri cium pipu Salma.
Salma yang mendadak dicium suaminya pun hanya tertunduk malu dengan pipi merona, karena baru kali ini suaminya bertindak romantis di khalayak umum, meskipun para penumpang lainnya sedang fokus sendiri.
"Ih malu mas, ini kan tempat umum." Rajuk Salma.
"nggak papa dek kita kan suami istri toh mas juga hanya mencium pipi kamu, atau jangan-jangan adek mau di cium disini." Goda Irsyad dengan menunjuk bibirnya. Dia sangat senang menggoda istrinya yang lugu ini. Apalagi Melihat Salma dengan pipi merah merona karena malu. Wajahnya yang putih bersih memudahkan orang melihat wajah semu kemerahan di pipinya.
"Mas mesum ih."
"Hahaha, biarin. Ya udah adek tidur dulu saja, nanti kalau sudah mo landing mas bang ini." Pinta Irsyad.
Salma pun mulai memejamkan matanya dengan bersandar di kursi penumpang. Tidak lupa Irsyad menyelimuti putri dan istrinya dengan selimut tipis yang sudah mereka siapkan dari rumah.
Irsyad memandang teduh istri dan anaknya yang sedang tidur nyenyak disampingnya. Ada rasa bahagia dan haru yang dia rasa.
"Ya Allah seperti mimpi, kemarin berangkat sendiri sekarang di temani perempuan-perempuan cantik yang akan memberikan semangat untukku." Ucap Irsyad dalam hatinya dengan senyum mengembang menghadap ke arah istri dan anak yang berada di sampingnya.
**************
Penerbangan pun sudah berlangsung 2 jam, pramugari memberikan informasi kepada penumpang bahwasanya pesawat akan lamding ke Bandara S di kota P. Irsyad mulai membangunkan istrinya.
"Sayang bangun, kita sudah mo sampai." Ucap Irsyad dengan menepuk pipi Salma dengan lembut.
"Ehm......."Guman Salma yang mulai membuka matanya dan mengumpulkan seluruh nyawanya setelah merasakan tepukan lembut di pipinya.
"Mas, sudah sampai ya." Tambah Irsyad setelah nyawanya terkumpul seluruhnya.
__ADS_1
"Iya dek, sekarang bangunin Aira dulu." Pinta Irsyad.
Salma menganggukkan kepalanya, dia mulai membangunkan putrinya dengan pelan agar tidak membuat Aira marah.
"Aira sayang, princess bunda dan ayah bangun yuk,..." Pinta Salma dengan menepuk lembut pipi Aira dengan lembut.
"Emm......dah sampai ya bunda." Jawab Aira setelah membuka matanya.
"Sudah sayang, putri cantik bunda pinter nggak rewel." Puji Salma setelah melihat putrinya tidak rewel ketika bangun tidur. Apalagi jam sudah menunjukkan pukul 10 malam.
"Hebat dong kan putri cantik ayah." Balas Irsyad menambahkan.
Akhirnya pesawat landing dengan aman, setelah mendapat pengarahan dari petugas Irsyad yang menggendong Aira beserta Salma disampingnya turun dari pesawat setelah pintu pesawat di buka.
Tidak lupa mereka mengambil barang di bagasi setelah menunjukkan tiket mereka. Setelah semua siap, mereka berjalan menuju ke pintu kedatangan.
"Mas, nanti kita naik taxi online atau bagaimana ?" Tanya Salma yang mengganti menggendong Aira karena Irsyad mendorong barang bawaan mereka dan berjalan.
"Tadi sore mas sudah meminta om Aryo (bawahan Irsyad) untuk jemput memakai mobil dinas." Jawab Irsyad.
Setelah keluar dari pintu kedatangan, Irsyad bertengak-tengok mencari Aryo. Setelah beberapa saat, dia melihat pemuda yang memakai baju tugasnya melambaikan tangan kearahnya. Irsyad mengajak istrinya menuju ke arah pemuda tersebut.
"Izin selamat malam Dan." Sapa Aryo.
"Sama-sama Dan, ini sudah tugas saya. Selamat malam ibu selamat datang di kota P." Tambah Aryo kemudian menyapa Salma.
"Malam om, terimakasih." Jawab Salma dengan tersenyum.
"Kalau begitu, mari menuju luar nanti komandan dan istri tunggu di depan saja terlebih dahulu biar saya ambil mobil di parkiran." Ucap Aryo.
"Terimakasih yo." Jawab Irsyad.
"Siap Dan, mari saya bantu bawa kopernya." Tawar Aryo.
Akhirnya merekapun berjalan keluar ke pintu masuk bandara. Irsyad dan Salma beserta Aira yang masih setia berada di gendongan Salma menunggu di depan sedangkan Aryo menuju ke parkiran untuk mengambil mobil.
Kurang lebih 7 menit, mobil yang di kendarai Aryo sampai di depan Irsyad. Dia turun untuk membantu komandannya untuk memasukkan koper ke bagasi.
Setelah masuk semua, merekapun masuk ke dalam mobil untuk melanjutkan perjalanan ke tempat tugas Irsyad. Jarak antara bandara dan tempat tugas Irsyad lumayan jauh, mereka harus menempuh jarak 1 jam perjalanan.
__ADS_1
Irsyad menemani Aryo untuk duduk di depan karena suasana sudah malam agar Aryo tidak mengantuk saat mengemudi. Mereka saling mengobrol untuk mengurangi rasa kantuk dal perjalanan. Sedangkan Salma beserta Aira duduk di belakang.
Aira mulai tertidur kembali setelah Salma menidurkannya. Karena masih ngantuk dan waktu sudah malam, diapun mudah untuk tertidur. Salma menaruh kepala Aira di pahanya.Tidak lupa dia juga menepuk pelan punggung Aira.
"Dek kamu juga istirahat dulu, perjalan masih panjang pasti kamu juga capek." Ucap Irsyad kepada istrinya dengan menengok ke belakang.
" Ya mas." Jawab Salma.
"Dan, di samping masih ada pemuda jomblo yang iri lo dengan kemesraan komandan." Ucap Aryo untuk menggoda atasannya.
"Makanya cepetan nikah yo, masih nunggu apa lagi itu pangkat nya juga sudah nambah satu." Jawab Irsyad yang balik menggoda Aryo.
"Maunya gitu Dan, tapi apalah daya tidak ada cewek yang mau sama saya." Ucap Aryo dengan wajah memelas.
"Bukannya tidak mau, tapi kamunya aja yang milih-milih, paling milihnya juga yang cantik."
"Hahaha, tau aja komandan."
"Kalau saran saya Yo, jangan hanya mencari yang cantik saja. Tapi yang sholehah dan berbakti sama suami. Apalagi tugas kita yang sewaktu-waktu pergi keluar meninggalkan keluarga kita, yang setia itu yang utama." Nasehat Irsyad kepada Aryo.
"Siap Dan, saya akan masukkan nasehat komandan ke otak saya."
"Jangan hanya di masukkan, tapi juga di laksanakan."
"Hehhe, iya....iya Dan. Kalau boleh tau ibu sudah berapa lama kenal sama komandan Irsyad?,kami kaget lo bu waktu dengar kabar komandan menikah padahal kami tidak pernah mendengar komandan dekat sama perempuan." Tanya Aryo kepada Salma tang dari tadi mendengar percakapan suami dan bawahannya.
"Baru kok om, kita hanya kenal tidak sampai 1 bulan." Jawab Salma.
"Serius Dan? " Tanya Aryo yang tidak percaya.
"Ya gitulah jodoh Yo, mo lama kenal kalau nggak jodoh ya tidak bakalan menyatu. Tapi meskipun baru kenal beberapa hari jika itu memang sudah jodoh kita, pasti Allah akan menyatukannya. Sebenarnya juga dulu kita pernah tidak sengaja bertemu, tapi sudah lama sekali." Jelas Irsyad.
"Maksudnya Dan?"
"Ya begitulah." Jawab Irsyad dengan melihat istrinya lewat spion depan.
Salma hanya tersenyum mengingat ucapan suaminya. Inilah takdir dari-Nya, sejauh kita mengejar jika memang bukan jodoh kita, kitapun tidak akan pernah dipersatukan. Diapun mengingat pertemuan awal dia dengan suami, dia dipertemukan dengannya kembali di waktu yang tepat dan menghantarkan nya menjadi seorang istri dari Irsyad Syahputra. Sosok lelaki yang sejak dulu dia kagumi dan pernah ada dalam doanya. Dia percaya, bahwasanya Allah akan mengabulkan dan menjawab do'a kita disaat waktu yang tepat dan kita siap untuk mendapatkannya.
"Terimakasih ya Allah, Engkau telah mengabulkan do'a hambamu di waktu yang tepat. Lindungi kami dan payungi kami dengan kebahagian dalam menjalankan rumah tangga kami. Welcome to kota P,selamat datang kota baru dan selamat datang kehidupan baru............
__ADS_1
**Note :
Assalsmualaikum, selamat malam para reader setia Bunda untuk Aira.Mohon maaf up telat ya,karena kesibukan author untuk mengolah nilai jadi tidak fokus untuk mencari ide dalam menulis. Semoga kalian selalu setia menunggu ya 😇😇😇**