Bunda Untuk Aira

Bunda Untuk Aira
Kabar Gembira Nita


__ADS_3

Happy Reading


❤❤❤❤❤❤❤❤


"Hoek......hoek......" Nita berlari menuju kamar mandi di ruangan Salma di rawat. Dia merasakan mual rak tertahankan.


"Ya Allah mbak Nita,kenapa ini." Tanya Rosa yang ikut panik melihat keadaan Rosa,diapun memijat tengkuk Nita setelah dia mengikuti Nita ke kamar mandi.


"Nggak tau mbak,rasanya kok tiba-tiba mual banget mbak perut ku." Jawab Nita setelah selesai memuntahkan semua yang masuk di perutnya.


"Jangan.....jangan mbak...." Ucap Rosa menggantung.


"Jangan-jangan apa mbak?" Tanya Nita yang belum paham maksud Rosa.


"Jangan-jangan mbak Nita hamil." Jawab Rosa.


"Apa????" Ucap Nita yang kaget. meskipun dia seorang dokter,tapi dia bukanlah dokter kandungan. Jadi wajar jika di tidak tahu.


"Ya bisa saja,coba mbak ingat-ingat terakhir datang bulan kapan?"


"Coba aku cek di handphone ku,biasanya aku tandai di handphone." Jawab Nita dengan mengambil hp di tas.


Rosapun memperhatikan Nita yang sedang melihat handphone nya. Nita setelah suaminya mengalami kecelakaan,dia tidak pernah lagi mengurus dirinya. Dulu waktunya di gunakan untuk ke salon ataupun kumpul bersama temannya habis pulang kerja. Tapi sekarang yang hanya dia pikirkan hanya sang suami.Perawatan pun dia lakukan di rumah. Sehingga hubungan mereka lebih harmonis dan lebih dekat. Dan Randipun sudah mulai mencintai sang istri.


Deg........


Jantung Nita berdetuk kencang setelah melihat jadwal haidnya di kalender handphone nya. Raut wajahnya sedikit berubah cerah. Ada senyuman tipis yang tersungging di bibir tipisnya.


" Gimana mba?"Tanya Rosa yang penasaran.


"Ini mbak ternyata aku udah telat 2 minggu." Jawab Nita dengan menunjukkan handphonenya kepada Rosa.


"Alhamdulillah mbak,akhirnya. Ayo Nita sekalian priksa mumpung di sini." Ajak Rosa dengan menggeret tangan Nita keluar dari kamar mandi.


"Gimana mbak,mbak Nita nggak pa-pa kan?" Tanya Salma yang juga mengkhawatirkan keadaan Nita.


"Nggak pa-pa kok mbak." Jawab Nita tersenyum.


"Sepertinya ada kabar gembira ni." Ucap Irsyad yang melihat ke arah Nita yang tersenyum.


"Tebakan om benar ni." Jawab Rosa dengan ikut tersenyum ke arah Nita.


"Kabar apa itu?" Tanya Salma mencoba menggoda Nita. Sebenarnya dia tahu apa yang terjadi pada Nita.ciri-ciri nya sama dengan di saat awal kehamilan Adyan.


"Belum pasti mbak,semoga sesuai harapanku." Jawab Nita.

__ADS_1


"Sekarang mbak coba periksa saja biar diantar mbak Rosa.Mumpung di sini mbak." Saran Salma.


"Iya mbak. Ini aku juga mo periksa. Do'akan ya mbak semoga sesuai keinginanku." Do'a Nita dengan penuh harapan. Agar dia bisa merasakan juga mempunyai seorang buah hati. Pasti rumah dia akan ramai seperti rumah Salma dan Rosa.


"Semoga mbak,biar rumah kita tambah ramai." Jawab Salma dengan harapan yang sama dengan Nita. Dia bisa merasakan apa yang dialami Nita ketika melihat raut muka Nita yang sendu di saat melihat anak-anak berlarian.


"Ya udah sekarang ayo aku antar ke dokter kandungan." Ajak Rosa.


"Ayo mbak."Jawab Nita.


"Mbak Salma om Irsyad kami ke dokter kandungan dulu ya,nanti kalau sudah selesai kami kesini lagi." Pamit Nita.


"Nanti juga mas Irfan mau kesini,jadi ya kita kesini lagi." Tambah Rosa.


"Iya mbak silahkan. Semoga benar kabar bahagia ya." Jawab Salma dengan tersenyum.


Nita dan Rosa menganggukkan kepala. Mereka berjalan keluar untuk menuju ke ruang dokter kandungan praktek.


❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤


Setelah kepergian Rosa dan Nita, Irsyad masih setia merawat sang istri. Sedangkan Aydan sudah di bawa kembali perawat ke ruang inkubator.


"Sekarang maem dulu ya dek,pasti adik laper karena tadi adik harus mengurus tenaga banyak untuk melahirkan Aydan." Tawar Irsyad dengan mengangkat makanan yang di bawa perawat tadi.


"Iya mas." Jawab Salma.


Ditempat yang sama, ada seorang laki-laki yang baru saja turun dari mobilnya dengan membawa 2 orang anak yang sama aktifnya. Dia adalah Irfan. Dia di telpon sang istri untuk menjemput Aira dan Rio karena dia mengantar Salma ke rumah sakit.


Irfanpun menyanggupi dan menjemput kedua anak tersebut. Setelah mengatakan sang bunda sudah melahirkan,Aira merengek kepada Irfan untuk di antarkan ke rumah sakit. Dia ingin melihat bundanya dan tentunya adiknya yang sudah lama di nantikan kelahirannya.


Setelah mengajak kedua bocah itu makan,masih dengan seragamnya Irfan mengajak menjenguk bundanya. Dan sekarang mereka sudah sampai di depan rumah sakit.


"Om nanti wajah adik Aila kayak apa ya?"Tanya Aira yang penasaran.


"Tentunya mirip ayah,bunda dan Aira." Jawab Irfan.


"Tapi gantengan Rio pastinya." Tambah Rio dengan PDnya.


"Gantengan adik Aila." Bantah Aira dengan wajah sengit.


"Gantengan Rio dong." Jawab Rio yang juga tidak mau kalah. Rio tidak jika ada orang memuji anak cowok lainnya dengan kata ganteng. Entah sifat narsis siapa yang menular ke Rio.


"Hahahahha,adik Aira dan Rio ganteng kok kan cowok seperti papa." Ucap Irfan dengan tertawa terbahak-bahak karena melihat pertengkaran Aira dan Rio.


Irfan pun menuntun Aira dan Rio bersebelahan menuju bagian informasi untuk menanyakan keberadaan Salma. Setelah mengetahui, merekapun berjalan menuju ruang perawatan Salma.

__ADS_1


Ceklek...... Suara pintu kamar Salma di buka.


"Bunda...." Teriak Aira dan berlari menuju ke arah bundanya setelah tangan Aira di lepas Irfan.


"Halo sayang." Ucap Salma yang tersenyum melihat putrinya.


"Bunda adik sekarang dimana, Aila mo lihat." Tanya Aira setelah berada di bed sang bunda karena Irsyad mengangkatnya dan di taruh di atas bed.


"Masih di ruang inkubator sayang." Jawab Salma lembut dengan mengusap rambut Aira yang tertutup jilbab.


"Bentar biar ayah kesana untuk meminta suster membawa adik." Ucap Irsyad.


Irsyadpun keluar setelah pamit kepada putrinya.


"Selamat ya tante,akhirnya dedek nya keluar juga." Ucap Irfan.


"Terimakasih om. Alhamdulillah untung tadi ada mbak Rosa." Jawab Salma.


"Oh ya ini istri saya kemana kok nggak ada disini?"Tanya Irfan yang tidak melihat istrinya di sana.


"Baru mengantar tante Nita periksa om."


"Mbak Nita sakit apa Tan?"Tanya Irfan yang penasaran.


"Nggak sakit kok om,tapi sepertinya akan menyusul saya." Jawab Salma.


"Maksud mbak Salma,mbak Nita hamil?" Tanya Irfan.


"Semoga om. Karena tadi sudah ada tanda-tandanya."


"Semoga Tan,biar hubungan mereka lebih baik lagi dari sebelumnya dengan kehadiran sang buah hati." Ucap Irfan dengan harapan yang baik.


" Amin om. Semoga saja."


Tak berselang lama,Irsyadpun masuk kedalam ruangan Salma kembali dengan membawa Aydan.


"Dedek......,............


❤❤❤❤❤❤❤❤❤


**NOTE :


Assalamualaikum kakak2,maafkan author yang dari kemarin tidak bisa up. Karena sekarang author sudah mulai bekerja kembali dan banyak kesibukan di dunia nyata membuat saya tidak bisa up tepat waktu.


Mohon kakak2 memakluminya ya.........

__ADS_1


Agar lebih bersemangat lagi,jangan lupa dukung cerita Author dengan tetap kasih vote dan like nya. Apalagi di tambah komen menambah author lebih semangat lagi.🤗🤗🤗🤗**


__ADS_2