Bunda Untuk Aira

Bunda Untuk Aira
Sahabat Terbaik


__ADS_3

Jika ada pepatah Melayu mengatakan Dimana Bumi di Pijak,di Situ Langit di Junjung,itu juga yang dilakukan Salma. Dia berusaha mengikuti adat dan istiadat dimana dia tinggal. Dan diapun selalu bersikap sopan dan ramah dengan siapapun di sana meskipun sang suami mempunyai jabatan di tempatnya bertugas.


Begitu pula dengan para tetangga disana. Banyak yang menyukai Salma dengan sikap lemah lembutnya. Bahkan ada beberapa tetangga yang sering mengirim makanan untuk keluarga. Salah satunya mbak Rosa.


Apalagi setelah mendengar kabar jika Salma sedang hamil,orang yang paling heboh pertama adalah mbak Rosa Sampai di grup ibu-ibu pengurus Persitpun dia bersiaran langsung bahwa jangan memberikan beban kerja yang banyak untuk Salma.


Salmapun sangat tersanjung dan bahagia akan kebaikan yang diberikan mbak Rosa kepadanya. Disaat ada yang membencimu,disitu juga ada sahabat yang selalu menghibur dan mendukungmu.


Bagi Salma,mbak Rosa adalah sahabat yang sangat tulus pengganti Tania dan Intan yang saat ini jauh dari nya.


Bicara tentang Tania dan Intan,mereka telah di hubungi Salma untuk mengabarkan kehamilannya. Merekapun sangat bahagia dan menangis karena tidak bisa menemani Salma.


Flashback


Sore hari setelah acara ngambek Salma kepada Irsyad karena Mona,mood Salmapun sudah kembali ceria apalagi setelah mendapat sogokan soup buah dari Irsyad.


Ketika menikmati soup buah tersebut,Salma teringat dengan Tania yang dulu ketika hamil Brian dia pernah mengidam soup buah yang harus di buat oleh Salma. Sehingga Salmapun rela mendatangi rumah Tania yang jaraknya lumayan jauh dari rumahnya hanya untuk mewujudkan keinginan sang sahabat.


Salma pun tersenyum dan mengambil Hp nya. Dia ingin menghubungi Tania dan Intan. Mumpung Aira sedang bermain dengan Rio dan Irsyad sedang berolahraga.


Drr......derrtttr.....


"Assalamualaikum Tan."Sapa Salma setelah Videocall di angkat Tania.


"Waalaikumsalam,ye ibu Persit apa kabar ni. Udah lama kita nggak kontek2 kan. Apa dah lupa ni punya sahabat yang cantik seperti daku."Jawab Tania yang merajuk.


"Maaf Tan,bukannya daku lupa sama di kau di sana. Tapi maklumi lah daku yang masih harus beradaptasi dengan kegiatan di sini." Ucap Salma dengan bahasa sok seperti pujangga.


"Ye...ye gue tahu ibu Danki yang super sibuk.Maafkan daku yang tak tahu kesibukan ibu."Jawab Tania dengan memanyunkan bibirnya.


Salma pun hanya terkekeh melihatnya.


"Btw dimana ni kopanakanku ?" Tanya Salma yang tak melihat keberadaan Brian di samping Tania.


"Tu si kurcil sedang tidur,ampun dah gue tiap hari nggak bisa istirahat karena keaktifan dia yang super duper gemesin,mo gue jitak tu anak tapi kok anak gue."

__ADS_1


"Ha.hahahaha,makanya dulu kalau buat pakai bismillah jangan asal buat aja."Jawab Salma dengan terkekeh.


"Enak aja,gue dulu bikinnya juga udah pakai bismillah kali. Eh tapi nggak tau dech sama suami gue." Jawab Tania trocos tak ketulungan.


"Entar lo juga ngerasain sendiri kalau udah punya anak laki-laki Ma. Sekarang anakmukan cewek yang kalem aja." Tambah Tania.


"Tan bicara tentang anak,...... (Salma menjeda bicaranya sebentar. "Alhamdulillah aku dah positif Tan."Lanjut Salma.


"Beneran lo,sumpeh lo udah bunting Ma?" Tanya Tania untuk memastikan kabar yang ia terima.


Salmapun menganggukkan kepalanya.


"Alhamdulillah Ma,gue ikut bahagia akhirnya dikau menyusul juga untuk hamil."Tambah Tania dengan mata berkaca-kaca.


"Kok malah nangis sih Tan,dirimu nggak seneng ya dengar aku hamil?" Ucap Salma dengan sendu.


"Bukannya nggak seneng Ma,tapi gue sedih disaat lo hamil gue nggak ada di dekat mu. Padahal dulu gue sering ngrepotin dirimu waktu hamil Brian. Sekarang,gue nggak bisa menghibur dirimu."Jelas Tania.


"Aku kira diriku nggak seneng Tan,cukup do'ain aku aja biar diberikan kesehatan sampai melahirkan."


"Terimakasih ya Tan,dirimu memang the best."Ucap Salma dengan mengacungkang 2 ibu jarinya di layar.


"Btw lo udah kasih kabar si Intan belum?" Tanya Tania.


"Belum tadi sebenarnya mo aku gabungin panggilannya sama kamu tapu tadi aku telpon nggak di angkat dia."Jelas Salma.


"Ya udah kapan-kapan gue kabarin dia. Ya udah gue matiin dulu ya telponnya tu si kurcil dah teriak-teriak di kamar ."Pamit Tania


"Ya Tan,titip cium buat keponakanku yang ganteng ya.Assalsmualaikum."


"Siap,waalaikum salam."


Flash Off.


❤❤❤❤❤

__ADS_1


Seperti hari kemarin,hari ini Salma pun masih lemas tak berdaya karena mual dan muntah setiap bangun pagi. Yang katanya morning sickness bagi ibu hamil.Itu juga terjadi pada Salma,sampai dia tidak bisa membantu menyiapkan perlengkapan Aira ke sekolah.


Irsyad pun memakluminya. Dia membiarkan Salma untuk beristirahat. Dan dialah yang memandikan dan membantu menyiapkan perlengkapan Aira karena Salma yang tak bisa di ganggu. Awalnya Aira tidak mau jika bukan bundanya yang memandikannya. Setelah di beri pengertian dan melihat langsung keadaan ibunya,Aira pun menyetujui nya.Untuk sarapan,Irsyad juga yang menyiapkan karena sang istri kembali memuntahkan seluruh isi perutnya ketika mencium bau bawang yang menyengat. Akhirnya merekapun kembali membeli makanan dari kantin asrama.


Untuk berangkat,Irsyad bisa mengantar Aira ke sekolah.Sedangkan pulangnya,mbak Rosa menawarkan diri untuk menjemput Aira bersamaan dia menjemput Rio.


Mbak Rosa pun juga sangat pengertian dengan kondisi Salma saat ini. Tak jarang dia akan memberikan sayur maupun lauk yang dia masak untuk keluarga Irsyad. Seperti siang ini,mbak Rosa membawakan semangkok opor ayam beserta sayur soup.


Terkadang Salma sampai bingung bagaimana cara membalas kebaikan mbak Rosa terhadap keluarganya. Tanpa bantuan beliau,entah bagaimana Salma harus merawat Aira di saat keadaannya yang tak memungkinkan saat ini. Apalagi terkadang Irsyad juga harus tugas luar. Untung Rio dan Aira sangat akrab dan mereka tak pernah bosan untuk bermain bersama.


Apalagi Rio yang tampak sangat mengemong Aira bahkan melindungi Aira di saat ada anak-anak yang mengganggu Aira. Sampai Aira memanggilnya sebagai pangeran penyelamat.Itulah pemikiran anak-anak yang sering melihat dongeng dalam TV.


Setelah memastikan Aira tidur,Salma menghampiri Irsyad yang sudah anteng di atas ranjang kamarnya. Untuk Aira,Salma berusaha untuk menemani Aira sampai dia tertidur untuk menebus waktunya di pagi hari yang tidak bisa memandikan ataupun membuat sarapan untuk Aira.


"Mas,Salma bingung deh apa yang harus kita berikan buat mbak Rosa. Dia sering sekali memberi sayur bahkan lauk untuk kita. Apalagi setelah mengetahui keadaan Salma saat ini. Dia malah sering ngasih makanan buat kita."Curhat Salma kepada sang suami ketika akan tidur. Salma saat ini berada di dada Irsyad yang sedang memeluknya. Mereka membiasakan untuk saling bertukar cerita kejadian apa yang terjadi pada hari tersebut untuk menumbuhkan rasa kejujuran di dalam rumah tangga mereka.


"Kalau menurut mas,besok kalau kita jalan-jalan ke Mal coba adik belikan aja baju atau sepatu buat beliau dan Rio dek. Kalau makanan kan saat ini adik masih belum bisa masak."Saran Irsyad yang setia mengelus lembut rambut Salma.


"Boleh juga itu mas. Kalau makanan,entar kalau Salma bisa memberikan kalau keadaan Salma sudah baik. Tapi kalau baju kan bisa di pakai mbak Rosa. "Jawab Salma yang menyetujui usul sang suami.


"Ya udah pokoknya besok kalau keadaan adik sudah baik dan tidak muntah lagi,mas ajak adik dan Aira berjalan-jalan.Mas juga paham adik dan Aira juga butuh refresing biar nggak sumpek di rumah."Tambah Irsyad.


"Iya mas,makasih ya sudah mo ngertiin keadaan Salma."Ucap Salma dengan menyembunyikan wajahnya di dada bidang sang suami.


"Sama-sama dek,mas bahagia jika melihat adik dan princess kita juga bahagia. Apalagi saat ini ada ini di perut adik." Jawab Irsyad yang mengusap perut Salma.


"Sekarang sudah malam,kita tidur ya. Nggak baik ibu hamil tidur malam-malam."Nasehat Irsyad.


Salmapun menuruti keinginan suaminya. Di dalam dekapan Irsyad dan usapan lembut tangan Irsyad di rambut Salma,membuat kantuk di matanya hingga perlahan-lahan dia memejamkan matanya untuk berjalan ke alam mimpi.


"Terimakasih dek sudah menjadi istri dan bunda yang sholehah buat kami. Semoga keluarga kita selalu di berikan kebahagiaan oleh Sang Pencipta."Ucap Irsyad lirih setelah melihat istrinya tertidur pulas. Dia mencium kening sang istri dan mulai memejamkan matanya untuk menyusul Salma di alam mimpi.


❤❤❤❤❤❤❤


**Note :

__ADS_1


Terimakasih buat kakak-kakak reader yang sudah mendukung Bunda Untuk Aira. Yang alhamdulillah saat ini yang menyukai cerita ini semakin banyak. Semoga kakak 2 tidak bosan ya dengan alur cerita author yang masih amatir ini. 🙏🙏🙏🙏🙏**


__ADS_2