Bunda Untuk Aira

Bunda Untuk Aira
Martabak


__ADS_3

Happy Reading


****************


Tidakterasa kandungan Salma saat ini sudah memasuki trisemester 2 tepatnya sudah menginjak 5 bulan. Dan seperti biasa Irsyad selalu setia menemani istrinya untuk mengantarkan periksa ke dokter Herlina tiap bulannya. Meskipun awalnya dia harus cemburu dengan keberadaan Mona yang praktek disana,dengan bujukan dan keyakinan yang diberikan Irsyad akhirnya Salmapun mengenyahkan pikiran cemburu di hatinya. Dan sebisa mungkin Irsyad juga menjaga hati sang istri.


Banyak perubahan Salma yang dia alami saat hamil,dari segimood yang tak menentu juga dari bentuk fisiknya. Seperti perubahan moodnya yang berbanding balik dengan sebelum dia hamils dari sosok yang bisa mengendalikan kecemburuannya tapi setelah hamil dia menjadi istri yang posesif terhadap sang suami. Irsyadpun sangat memahaminya dandia tidakpernah mempermasalahkan sifat istrinya. Sifat manjanya yang seperti Aira selalu Salmatynjukkan jika berada dekat sang,membuat Irsyad seperti merawat dua putri yang ada di rumah. Tubuh Salmapun berubah lebih berisi dibagian tertentu dengan perut membuncit yang menambah keseksiannya. Hingga Irsyad tak rela jika sang istri pergi ke rumah.


Untuk Aira,dia sangat bahagia setelah melihat langsung perkembangan adiknya diperut bundanya.Dia sangat antusias ketika kemarin di ajak ayah dan bundanya untuk memeriksakan kandungannya dirumah sakit. Karena usia kandungan Salmayang sudah memasuki usia 5 bulan,USGpun dapat dilaksanakan untuk mengetahui perkembangan calon bayi Irsyad dan Salma.


Flashback


Salma mengikut instruksi suster Siska untuk berbaring terlentang di bed rumah sakit.Setelah Salmaberbaribg,suster juga tidak lupa mengangkat ke atas blouse Salma untuk mengoles gel di perutnya.


“maaf ya bu,saya angkat sedikit bajunya untuk mengoles gel ini.” Pamit suster Siska kepada Salma dengan membawa botol gel di tangannya.


“Silahkan suster.”Jawab Salma yang sudah berbaring di bed.


”Ayah,kapan Aila bisa lihat adik bayi?” Tanya Aira yang sudah tidak sabar melihat adiknya di perut bundanya yang sudah sedikit membuncit.


”Bentar ya sayang,bentar lagi Aira bisa lihat dedek bayi.” Jelas dokter Herlina menenangkan Aira yang sudah tidak sabar.


“Tu,dengerin bu dokter bentar Aira lihat adik tapi Aira sabar dulu ya.”Tambah Irsyad menenangkan sang anak.


“Siap ayah.”Jawab Aira.


Dokter Herlina mulai memeriksa kandungan Salma dari menempelkan stetoskop untuk mengetahui detak jantung Salma dan juga siap meletakkan alat USG diperut Salmayang sudah di oleh gel oleh suster Siska. Gel ini, berguna untuk meningkatkan efisiensi alat USG, yaitu mengurangi gelombang yang masuk ke dalam tubuh ketika sedang mentransmisikan gelombang suara.


Kemudian dokter Herlina memulai menempelkan transduser pada permukaan perut untuk mendapatkan gambar yang maksimal. Prosedur ini biasanya akan memakan waktu beberapa menit, tergantung pada posisi janin yang sedang divisualisasikan. Prosedur ini tidak menimbulkan rasa sakit maupun tidak nyaman pada ibu hamil.


”Kandungan ibu perkembangannya sangat baik dan tidak ada kelainan apapun saat. Selalu jaga pola makan dan asupan gizinya ya bu Salma dan pak Irsyad.”Jelas dokter Salma dengan mengarahkan pandangan mereka ke monitor.


“Lalu untuk jenis kelaminannya bagaimana dokter.” Tanya Irsyad yang penasaran dengan jenis kelamin calon anaknya.


”Coba saya cek ya pak, Aira juga pasti penasaran ya sama adik Aira apakah cewek atau cowok?”Tanya dokter Herlina yang memperhatikan Aira. Saat ini Aira sedang memperhatikan monitor dengan di gendong ayahnya.Irsyad berdiri di sebelah kanan bed Salma.


”Iya bu doktel Aila kepingin tahu adik Aila.”Jawab Aira.


Irsyad yang gemas dengan putrinyapun,tah hentinya mencium pipi Aira bergantian.Sedangkan Salma tersenyum melihat ketidak sabaran Aira untuk mengetahui jenis kelamin adiknya.


”Selamat ya sayang,adik Aira adalah seorang jagoa,coba Aira lihat adik Aira tampak tampan .”Jelas dokter Herlina.


“Selamat ya buat bapakdan ibu.” Tambah dokter Herlina.

__ADS_1


“Adik Aila cowok ya yah,?” Tanya Aira.


”Iya sayang,adik Aira cowok seperti ayah besok kalau sudah besar adik bisa jaga kakak Aira.”Jelas Irsyad.


“Bunda kapan Aila bisa lihat dan gendong adik ?” Tambah Aira.


“Sebentar lagi sayang,kakak Aira bisa lihat dan gendong adik.”Jelas Salma yang sangat bahagia melihat antusias putrinya.


“terima kasih sayang sudah memberikan jagoan buat mas,Alhamdulillah hidup kita sudah lengkap dengan kehadiran sepasang putra dan putri kita.”Ucap Irsyad membungkuk untuk dapat mencium lembut kening istrinya.


Salmapun mengangguk dengan meneteskan air mata bahagianya. Dia bersyukur bisa di nikahi sosok laki-laki yang baik dan sangat menyayangi dan mencintai dia dengan tulus,


***************


Flash Off.


Malampun telah tiba. Menjadi kebiasaan Irsyad setelah istrinya hamil,dia tidak pernah berhenti melafalkan ayat-ayat Al-Qur’an dengan Salma di sampingnya. Irsyad melafadzkan surah Yusuf setelah mengetahui jenis kelamin sang anak. Sebelumnya, dia juga membacakan surah Maryam. Dia berharap putranya kelak akan terlahir sebagai pemuda yang tampan dan bijak seperti nabi Yusuf. Tidak hanya itu dengan membacakan Al-Qur’an juga mempengaruhi perkembangan janin di perut sang istri.


Mereka melaksanakan kegiatan rutin setelah Salma menidurkan putrinya.Meskipun saat ini Salma sedang mengandung putra kandungnya,rasa sayang dia tidak pernah berubah terhadap Aira. Dia selalu merawat putrinya dengan telaten. Bersikap lembut jika di hadapn Aira dan bersikap manja jika di hadapan sang suami.


“Shadaqallahul adzim.” Ucap Irsyad setelah menyelesaikan bacaan Al-Qur’an.


“Assalamualikum putra ayah,sehat-sehat ya di perut bunda. Jangan nakal.Ayah dan kakak sudah tidak sabar bertemu adik. Kelak jadilah anakyang sholeh ya sayang.”Ucap irsyad di depan perut istrinya. Dia mengelus lembut dan mencium perut Salmayang tertutup daster dan mengajak calon putranya berbicara.


Irsyad yang gemas dengan Salma,mencium istrinya tanpa henti hingga Salma merasa geli.


”Sudah dong mas,ini Salma geli.” Rengek Salma.


“Mas gemas sama adek,ya udah sekarang kita bobok ya sudah malam ini.” Ajak Irsyad setelah menghentikan tingkahnya mencium sang istri.


” Ya mas.” Jawab Salma dengan membantu suaminya membereskan perlengkapan untuk mengaji. Tidak lupa dia membuka kerudung instannya dan Irsyad mengganti baju koko dan sarung dengan kaos santai dan celana pendek untuk tidur,


Merekapun berbaring bersama di ranjang. Seperti biasanya, Salma mendekati sang suami untuk tidur bersandar di dadanya.Sedangkan Irsyad akan setia mengusap-usap rambut Salma agar sang istri segera tidur. Karena rasa nyaman dengan usapan sang suami,Salmapun tertidur dengan pulas.


“Selamat tidur bunda anak-anakku.”Ucap Irsyad dengan mencium kening sang istri setelah memastikan Salma tertidur. Dia mulai ikut memejamkan matanya dan akhirnya diapun tertidur dengan wajah yang bahagia.


***************


Salma terbangun dari tidurnya karena merasakan lapar. Diapun melihat jam yang tertempel di dinding dan menunjukkan pukul 11 malam.Salma membayangkan makanan yang ada dalam pikirannya.


“Sepertinya makan martabak telur enak deh.”Guman Salma dengan membayangkannya,


“ Mas,ayo bangun beliin martabak dong.Salma mo makan martabak.” Ucap Salma membangunkan sang suami di sampingnya. Dia mengguncangkan tubuh sang suami agar Irsyad segera bangun.

__ADS_1


Karena merasa tubuhnya di guncangkan,Irsyadpun dengan malas membuka matanya kembali.


“hah.......(Irsyad menguap karena memang masih merasa mengantuk,seprti baru sebentar dia tertidur) Ada apa sayang?” Tanya Irsyad yang sudah mengikuti sang istri bersandar di headbed.


“ Salma mo makan martabak mas, sepertinya enak.” Rengek Salma dengan manja.


“ Ini udah malamdek,kalau kita belinya besok saja bagaimana ?’”Jawab Irsyad yang melihat jam dinding dan mencoba bernegoisasi dengan sang istri.


“ Nggak mau mas, Salma mo maemnya sekarang titik nggak ada koma.” Jawab Salma dengan mata berkaca-kaca.


“ Jangan nangis dong dek,ya sudah mas akan coba cari apakah masih ada yang berjualan martabak di sekitar sini tapi adik di rumah saja ya.”Ucap Irsyad dengan memegang lembut pundak Salma untuk menenangkannya.


“Iya mas,terima kasih.Salma sayang sama mas.”Jawab Salma dengan memeluk sang suami setelah mau mewujudkan keinginannya.


“Sama-sama dek.Ya udah mas siap-siap dulu buat beli martabak.’


Akhirnya Irsyadpun memakai jaket dan mendobeli celananya dengan celana bahan panjang untuk pergi membelikan martabak pesanan sang istri.Meskipun kantuk menyerangnya,dia berusaha untuk mewujudkan nyidam sang istri. Dia pergi dengan sepeda motor setelah berpamitan dengan Salma yang juga mengantarnya di depan pintu.


Salma menunggu sang suami yang sedang mencari martabak di ruang tamu. Dia menselonjorkan kakinya sambil melihat acara di televisi. Setelah 1 jam,dia mendengar ada suara sepeda motor yang berhenti didepan rumahnya. Dengan tidak sabarnya,dia membuka pintu untuk memastikan suaminya sudah kembali.


“Mas,martabaknya sudah dapat?”tanya Salma antusias setelah menyambut kedatangan Irsyad.


“Alhamdulillah sudah dek.Tadi porsi martabak tinggal 1,untung masnya baik hati untuk memberikan pesanannya kepada mas.Ya akhirnya keinginan adik tercapai.”Jelas Irsyad tersenyum setelah mendapat pesanan dari sang istri dengan menunjukkan kantong plastik berisi martabak kepada Salma.


“Terimakasih mas,”Ucap Salma tersenyum dengan mengambil bumgkusan di tangan Irsyad.


Setelah memarkirkan motornya, Irsyad dan Salma masuk kembali di dalam rumah. Salma mengajak suaminya untukk menyantap martabak di ruang tamu. Salma membuka dan mulai menikmati martabaknya. Irsyad hanya melihat sang istri dengan bahagia.


“ Sudah mas, ayo kita tidur.” Ajak Salmasetelah makan 2 potong martabak.


“Lo,habiskan dulu dong dik.Tadi katanya mau martabak.” Ucap Irsyad.


“Kan Salma sudah makan mas, nanti taruh di kulkas dulu besok di lanjutkan makannya.” Jawab Salma dengan entengnya.


Irsyadpun hanya menggelengkan kepalanya.”Ini nih orang nyidam,baru juga 2potong dimakan sudah tidak mau makan lagi.Tadi aja merengek minta segera di belikan,setelah dapat hanay makan seberapa. Kudu sabar deh.”Ucap Irsyad dalam hatinya.


***************


Note :


Alhamdulillah akhirnya bisa up kembali.Mohon maaf buat kakak2 yang baru bisa up. Kemarin author sedang ada problem sehingga ide yang ada dalam otak author blank dan tidak bisa diajakberfikir.


Terimakasih buat kakak-kakak yang masih setia menunggu cerita Bunda Untuk Aira.

__ADS_1


__ADS_2