Bunda Untuk Aira

Bunda Untuk Aira
Menggetarkan...


__ADS_3

Happy Reading....


🍁🍁🍁


Setelah melihat kepergian mobil patroli serta mobil Tisha yang mengekor di belakangnya, Adyan pun berjalan kembali untuk mendekat ke arah Tisha.


"Ayo pulang. " Ajak Adyan dengan suara datar kemudian berjalan untuk menuju ke mobilnya.


Tisha pun mengangguk dan mengikuti langkah Adyan dalam diam.


Adyan pun membuka kan pintu mobil di kursi samping pengemudi untuk Tisha. Tisha pun masuk masih tanpa bersuara.


Setelah memastikan Tisha masuk, Adyan berjalan berlawan arah untuk membuka pintu pengemudi. Dia pun masuk dan duduk. Tidak lupa dia pun memakai seatbeltnya.


Melihat sekilas kearah Tisha yang masih menunduk, untuk memastikan apakah Tisha sudah memakai seatbeltnya juga. Dan ternyata Tisha sudah memakainya.


"Perbaiki cara berpakaianmu agar tak mengundang syahwat lelaki untuk berbuat tak baik seperti tadi kembali. " Ucap Adyan tegas tanpa melihat ke Arah Tisha.


Deg.....


Bagaikan sebuah belati yang menancap di ulu hatinya, Tisha pun kaget dengan apa yang di ucapkan Adyan kepadanya. Baru kali ini ada seseorang yang menilai penampilannya.


Ada getaran di dalam hatinya. Dia pun selama ini sadar jika sering berpenampilan seksi, tapi baru kali ini dia mendapat perlakukan tak senonoh dari seorang laki-laki yang ternyata satu kampus dengannya.


Jimmy adalah salah satu mahasiswa satu angkatan dengan Tisha tetapi beda fakultas. Sudah beberapa kali dia menembak Tisha untuk di jadikan pacarnya, tapi Tisha tahu jika Jimmy adalah seorang playboy dan sering mempermainkan perempuan. Sehingga Tisha pun menolak Jimmy. Dan Tisha pun nggak sadar jika penolakannya itu membuat Jimmy sakit hati dan berbuat tak senonoh kepadanya. Untuk masih ada Adyan yang menolongnya, jika tidak apa yang akan terjadi pada Tisha dan bagaimana cara dia menjalani kehidupan selanjutnya.


Tisha pun menunduk dan tak berani menatap Adyan. Tak seperti biasanya yang saling berantem atau Tisha akan menyanggah perkataan Adyan, tapi sekarang dua hanya diam.


"Seorang wanita akan terlihat lebih bermartabat jika menutup auratnya. Seperti sebuah permen, akan tampak mahal jika masih ada dalam bungkusan berbeda ketika sudah terbuka maka akan ada banyak semut yang mengkrubunginya. Seperti seorang perempuan yang suka memakai baju terbuka, pasti banyak lelaki yang mendekatinya karena penasaran. Apalagi seorang anak perempuan akan menyeret sang ayah ke neraka hanya karena sebuah pakaian. "Nasehat Adyan dengan masih fokus menyetir mobilnya.


Tisha pun mendengarkan tanpa mau menjawab perkataan Adyan. Dia merasa malu dengan apa yang sudah terjadi padanya.


" Pakai ini. "Ucap Adyan dengan menyodorkan sapu tangannya yang ia ambil dalan saku celana jinsnya. Adyan tahu jika Tisha menangis dalam diam.


Tisha pun mendongakkan kepalanya dan menoleh ke arah Adyan.


" Pakailah untuk menghapus air matamu. "Pintar Adyan kembali.


Tisha dengan ragu-ragu mengambil sapu tangan tersebut dan langsung ia gunakan untuk menghapus air matanya.

__ADS_1


Adyan pun masih hanya melirik nya. Bukannya ia tak kasihan, tapi ia ingin Tisha bisa belajar dari kejadian yang baru saja ia alami.


Setelah menempuh perjalanan lebih dari 30 menit, Adyan pun sampai di rumah Tisha. Dia masih ingat rumah Tisha karena duru sering menghantar ibunya untuk bertemu tante Nita.


Gerbang pun di buka setelah Adyan membunyikan klakson mobilnya. Setelah terbuka Adyan masuk dan menyapa sekilas para penjaga di sana. Kemudian dia melanjutkan untuk masuk dan segera memarkirkan mobilnya di tepat depan pintu rumah Tisha.


Di depan sudah nampak om Randy dan tante Nita yang berdiri dengan wajah khawatir. Adyan sempat menghubungi om Randy setelah Adyan mengurus si brengsek Jimmy. Dan meminta om Randy untuk tidak ke tempat kejadian karena sudah di urus oleh Adyan. Karena sebagai seorang ayah dari anak satu-satunya pun, dia sangat mengkhawatirkan putrinya. Dengan wajah geram, om Randy pun pamit untuk meninggalkan rapat untuk segera pulang dan memberitahukan kepada istrinya.


Adyan membukakan pintu samping pengemudi untuk Tisha. Tisha dengan ragu menatap Adyan sekilas, dia juga ragu untuk turun dari mobil Adyan.


Adyan yang paham pun menyodorkan tangannya untuk di pegang Tisha.


"Ayo, everything is going to okey. " Ucap Adyan dengan tersenyum.


Tisha pun meraih tangan Adyan setelah mengangguk. Mereka berdua pun keluar dari mobil untuk segera masuk.


Tap.. tap... tap...


Bunyi langkah kaki Tisha karena sepatu boatsnya.


"Sayang hiks....... " Panggil tante Nita yang berlari untuk menghampiri putrinya. Dia sangat prihatin dengan penampilan Tisha. Dengan wajah sembab dan rambut acak-acak kan. Dan tidak lupa ada luka sedikit di sudut bibirnya.


"Hiks... mama... " Tisha pun menjawab panggilan mamanya dengan terisak. Dia pun menumpahkan perasaannya yang hancur kepada sang mama.


"Jangan nangis lagi nak. Papa akan mengurus ini semua. Dan papa akan pastikan si brengsek itu mendapatkan hukuman yang setimpal. " Tambah Randya dengan membelai rambut putrinya. Dia sangat geram ketika melihat keadaan sang putri. Apalagi dengan memakai kemeja yang kedodoran dan dipastikan jika kemeja itu milik Adyan. Bisa di lihat jika pakaian dang putri sudah sempat di tanggalkan oleh si pria brengsek itu.


"Mah, ajak Tisha masuk dan istirahat dulu." Pinta om Randy kepada istrinya.


"Iya pah, mama masuk dulu. " Pamit tante Nita.


"Nak Adyan tante masuk dulu ya, dan Terima kasih atas bantuannya. " Ucap tante Nita kepada Adyan.


"Iya tante silahkan. Pasti Tisha juga butuh istirahat. " Jawab Adyan dengan memperhatikan Tisha yang masih berada dalam pelukan sang Mama.


Tisha pun menengok sekilas Adyan sebelum masuk kedalam rumah. Meskipun tanpa berucap kata apapun, dari sorotan matanya menunjukkan ucapan "Terimakasih ya. " Yang ia tunjukkan kepada Adyan.


Adyan yang paham pun, menganggukkan kepalanya dengan tersenyum tipis.


Tante Nita membawa sang putri yang masih shock untuk masuk kedalam rumah. Sedangkan Om Randy dan Adyan duduk di kursi yang ada di teras.

__ADS_1


"Duduk dulu Adyan. " Ajak om Randy kepada Adyan.


"Siap om. " Balas Adyan yang memanggil sebutan om ketika mereka berada di lingkungan rumah. Berbeda jika dia berada di luar.


"Bisa kamu ceritakan apa yang terjadi? " Om Randy pun meminta penjelasan apa yang terjadi pada putrinya.


Dan Adyan pun mulai bercerita mengapa dia bisa berada di tempat kejadian dan menolong Tisha.


Flashback


*Siang itu, Adyan sedang ada kepentingan di salah satu Kafe di kota Y. Karena dia sudah di tunggu salah satu rekannya di tempat pendidikan untuk membahas rencana bisnis yang akan mereka buat, Adyan memilih jalan pintas yang mempercepat perjalannya menuju tempat yang di rencanakan.


Memang tempatnya sedikit sepi. Hanya ramai di waktu-waktu tertentu saja. Di pertengahan jalan, dia melihat ada dua buah mobil yang berhenti di bahu jalan. Awalnya dia tidak mau melihat itu. tapi ketika melihat mobil kedua yang berada di belakang mobil pertama, dia merasa familiar dengan mobil tersebut.


"Itu ada kejadian apa? " Ucap Adyan yang penasaran.


"Kok sepertinya aku familiar dengan mobil tersebut. " Guman Adyan kembali.


Ketika melihat ada kaca yang pecah, Adyan pun penasaran dan menghentikan mobilnya di sebrang jalan berlawanan dengan kedua mobil terhenti.


Perasaan Adyan semakin tak tenang dan ia pun segera turun dan bergegas melihat apakah ada orang disana. Setelah sampai di dekat kedua mobil, Adyan mendengar suara tangisan dan is akan dari seorang gadis.


"To... long jangan hiks.. " Ucap Sang gadis dengan suara bergetar.


Adyan yang semakin penasaran, semakin mendekati tempat tersebut. Apalagi dia mendengar suara seseorang yang menangis dan Adyan sangat familiar dengan suara tersebut.


Dengan perlahan-lahan, Adyan pun mencari sumber suara dan Hap..... Dia melihat ada seorang lelaki yang ingin berbuat asusila dan yang ia kaget, dia dapat melihat sekilas siapa perempuan yang ingin di lecehkan. Dan


Bug......


Adyan pun memukul si lelaki dengan membabi buta. Ada rasa nyeri di hatinya ketika tahu siapa perempuan tersebut. Dia pun melampiaskan kegegeramannya kepada si lelaki. Adyan semakin teriris ketika melihat penampilan Tisha. Adyan semakin menggila untuk memukul si lelaki. Jika tak di cegah Tisha yang memeluknya dari belakang, lelaki tersebut pun akan tewas di tangan Adyan.


Flash End*.


Om Randy yang mendengar cerita itu pun sangat geram dan terpukul. Putri satu-satunya yang ia selalu jaga dengan penuh kasih sayang, harus mengalami kejadian yang memilukan. Sebagai seorang ayah, dia sangat gagal tak bisa memberikan perlindungan kepada putrinya. Padahal ia punya banyak ajudan yang bekerja kepadanya.


"*Ya Allah, mengapa Engkau harus menghukum perbuatanku yang terdahulu kepada putri ku. "...


🍀🍀

__ADS_1


Yeah*.. Ada banyak yang benar menyebutkan nama orang yang menolong Tisha. ☺☺☺


Ayo beri dukungan vote dan hadiahnya serta likenya untuk cerita Adyan ya. Jangan lupa juga dukung karya author lainnya. Selamat hari Kamis. 😇😇😇


__ADS_2