Bunda Untuk Aira

Bunda Untuk Aira
Night Times


__ADS_3

Happy Reading....


*******


Setelah acara resepsi selesai dan seluruh tamu meninggalkan rumah Salma, keluarga Irsyadpun juga sudah kembali kerumahnya kecuali Aira yang tidak mau lepas dari bundanya. Meskipun telah di bujuk oleh bu Ronah, Aira tetap kekeh untuk tinggal bersama bunda dan ayahnya.


Arin beserta suami dan kedua orangtuanya melanjutkan bercengkrama dan menggoda pengantin baru.


"Dek, nanti biar Aira bobok sama Aina, kamu kan mo malam pertama sama suamimu." Goda Arin.


Blush..... Pipi Salma memerah setelah mendengar kata malam pertama.


"Nggak pa-pa kok kak biarkan Aira bobok sama kita." Tolak Salma. Salma sadar jika dia menikah dengan laki-laki yang sudah mempunyai anak sehingga dia sadar jika dia tidak boleh egois apalagi rasa sayangnya kepada Aira yang sudah di anggap dia sebagai anak kandungnya.


Karena gemas dengan adiknya, Arin pun berinisiatif membujuk Aira secara langsung.


"Aira nanti bobok sama Aina ya, biar ayah dan bunda tidur berdua." Pinta Arin kepada Aira.


"Aina bobok disini tanten ?" Tanya Aira mendongakkan kepalanya di sela bermain dengan Aira dan Adam setelah namanya di panggil.


"Benar sayang, nanti Aina dan abang bobok sini juga. Nanti tante temenin ya." Jawab Arin dengan mengedipkan matanya ke arah suaminya untuk meminta persetujuan.


Arvan yang melihat istrinya, hanya mengedikkan bahunya.


"Biar nanti Aira cepat punya adek, jadi Aura punya teman nanti. Tapi jangan bilang bunda dulu ya. " Tambah Arin dengan berbisik.


Aira pun menganggukkan kepalanya tanda setuju dengan tantenya. Dia sangat antusias ketika Arin berbicara tentang adik. Dulu dia sangat iri ketika teman-temannya bercerita tentang adik yang baru di lahirkan oleh mamanya.


"Bunda, Aila mo bobok sama Aina dan tante Alin aja ya." Rengek Aira.


"Beneran Aira mo bobok sama Aina dan tante ?" Selidik Salma kepada Aira.


Aira menganggukkan kepalanya.


Sebenarnya Salma tahu pasti ini ulah dari kakaknya. Karena Salma melihat gelagat aneh kakaknya.


"Ya udah nak kamu ajak suami kamu untuk bersih-bersih dan istirahat di kamu kamu, pasti kalian juga capek seharian berdiri." Pinta bu Murti kepada Salma.

__ADS_1


"Bener kata ibu dek, kalian istirahat saja biar Aira kakak dan ibu yang jaga." Tambah Arin.


"Mas kita ke atas aja ya, soalnya kamar Salma di atas.


Irsyad menganggukkan kepalanya.


"Ayah dan bunda istirahat di atas dulu ya sayang, Aira tidak boleh nakal." Nasehat Irsyad kepada Aira.


Setelah memastikan putrinya tidak rewel, Irsyad mengikuti istrinya berjalan ke lantai atas menuju kamar Salma.


Di Dalam Kamar


*********


Salma membuka kamarnya, dan dia kaget ranjang Salma telah di hias bunga berbentuk hati yang bertuliskan "Happy Wedding". Padahal tadi pagi ketika Salma di rias, belum ada hiasan di ranjangnya.


Ceklek.....


Irsyad membuka pintu kamar Salma dan sekarang akan menjadi kamar mereka berdua. Irsyad juga terpukau dengan hiasan di ranjang Salma,meskipun ini bukan pertama untuknya tapi Irsyad masih juga merasa takjub dengan itu semua.


"Mas bersihin diri dan mandi dulu biar seger, Salma mau melepas aksesoris di kepala Salma dulu. " Pinta Salma.


Sebelum melepas hijab beserta aksesoris yang melekat di kepalanua, Salma menyiapkan pakaian suaminya di dalam koper yang sudah berada di kamarnya.


Salma membuka koper dan mengambil kaos, celana pendek beserta lainnya dan di taruh di atas ranjang. Kemudian, dia duduk di depan meja hias untuk membersihkan sisa make up dan melepas hijabnya.


Ketika Salma kesusahan membuka kerudung beserta aksesorisnya, Irsyad mendekat ke arah istrinya untuk membantunya.


"Mas gan....ti baju dulu sudah Salma siapkan di ranjang." Ucap Salma gugup melihat suaminya hanya memakai handuk yang melilit bagian bawahnya dan mendekati dirinya.


"Bentar dek, mas ganti baju dulu dan nanti mas bantu untuk mencopot kerudung adek, ini pasti susah kalau adik mencopotnya sendiri." Jawab Irsyad dengan mengambil pakaian yang disiapkan istrinya dan segera menuju kamar mandi.


"Ya Allah kenapa mas Irsyad harus memakai handuk saja sih." Hujan Salma dengan menetralkan detak jantungnya. Ini kali pertama Salma satu kamar dengan laki-laki dan melihatnya hanya memakai handuk saja.


"Ternyata suamiku beribu-ribu ganteng ketika habis mandi." Tambah Salma yang senyum sendiri memuji suaminya.


Irsyad pun keluar dari kamar mandi dengan pakaian lengkap. Dia mendekati istrinya untuk membantu melepaskan aksesoris di hijab Salma. Irsyad dengan telaten mencopot jarum pentul yang tersemat di kerudung Salma. Setelah semuanya di copot, Irsyad mulai membuka kerudung Salma.

__ADS_1


"Cantik." Puji Irsyad dengan senyum setelah melepas kerudung Salma. Dia bisa melihat rambut hitam panjang tergurai yang menambah kecantikan Salma.


Salma hanya tersipu malu dengan pujian suaminya.


"Sekarang adek bersihin bekas make up dan mandi biar tubuh adek segar. Habis itu kita sholat berjamaah dulu. Mas tunggu di sini " Pinta Irsyad.


Salma masuk ke kamar mandi dengan membawa baju tidur yang telah dia ambil di lemari bajunya.


"Ya Allah, apa malam ini aku harus melaksanakan kewajibanku terhadap mas Irsyad ?" Ucap Salma di dalam kamar mandinya.


"Bismillah, aku harus siap karena ini sudah kewajibanku." Tambah Salma.


Setelah selesai mandi dan memakai baju tidurnya, Salma keluar dengan sedikit gugup. Irsyad yang sedang duduk di tepi ranjang dan melihat istrinya keluar kamar mandi melambaikan tangannya agar Salma mendekat ke arahnya.


"Dek sini, ini mas sudah siapkan mukena buat adek. Tunggu sebentar mas mau ambil wudhu dulu."


Di samping ranjang sudah tersedia 2 sajadah yang sudah di gelar Irsyad.


"Dek kita sholat 2 rekaat dulu ya, biar Allah meridhoi pernikahan kita." Ucap Irsyad setelah selesai mengambil air wudhu.


"Iya mas." Jawab Salma patuh. Salma pun mengambil mukena dan memakainya.


sebelum Irsyad mulai memimpin sholat sunahnya, dia melihat kebelakang untuk melihat apakah istrinya sudah siap atau belum. Setelah melihat istrinya siap, ia mulai memimpin sholatnya.


"Assalamualaikum Warohmatullah, Assalamualaikum Warohmatullah."


Irsyad menengok kebelakang dan menyodorkan tangannya untuk di **** Salma. Salmapun menyambut uluran tangan suaminya dan mengecupnya. Ini kali kedua Salma mengecup punggung tangan Irsyad. Ada desiran di hatinya ketika tangannya menyentuh tangan suaminya.


Irsyad tersenyum ketika tangannya di kecup Salma, kemudian dia membacakan do'a di atas ubun-ubun istrinya agar pernikahannya di berkahi oleh Allah.


BISMILLAH ALLAHUMMA JANNIBNAASY SYAITHOONA WA JANNIBISY SYAITHOONA MAA ROZAQTANAA.


Artinya: ‘Dengan (menyebut) nama Allah, ya Allah jauhkanlah kami dari (gangguan) setan dan jauhkanlah setan dari rezki yang Engkau anugerahkan kepada kami”, kemudian jika Allah menakdirkan (lahirnya) anak dari hubungan ***** tersebut, maka setan tidak akan bisa mencelakakan anak tersebut selamanya.’ ” (HR. Bukhari, no. 6388; Muslim, no. 1434).


Irsyad mengakhirinya dengan kecupan lembut di dahi istrinya. Ada rasa bahagia yang membuncah di hatinya. Dia merasa sangat beruntung di pertemukan dengan wanita yang lembut dan sayang dengan putrinya.


Note :

__ADS_1


Jangan lupa untuk vote dan like ya untuk karya Bunda untuk Aira. 🤗🤗🤗


__ADS_2