Bunda Untuk Aira

Bunda Untuk Aira
Berbeda


__ADS_3

Happy Reading.....


**********


"Assalamualaikum Dan, maaf mengganggu waktu komandan. Apakah ini calon istri komandan ?"


Bagaikan petir di siang boling, siang ini disaat Irsyad beristirahat sejenak dari latihannya ada anak buahnya mengirim foto yang membuat dia marah.


"Kenapa Salma melakukan ini ?, jika memang dia mencintai orang lain mengapa dia tidak bicara malah menyetujui saya untuk melamar dia. Apa karena dia kasihan dengan putriku. Dan kenapa saya harus semarah ini ?" Ucap Irsyad di hatinya.


Ya setelah Irsyad kembali bertugas, dia segera mengurus berkas pernikahannya ke kantor. Banyak rekan kerjanya yang kaget. Bagaimana tidak jika selama ini Irsyad tidak pernah terdengar dekat dengan wanita manapun. Tapi setelah kembali dari masa cuti nya, dia mengajukan berkas pernikahannya. Saking penasaran, rekan kerjanya melihat siapa gerangan wanita yang dapat meluluhkan hatinya.


Ketika melihat foto Salma, banyak rekan Irsyad yang memuji kecantikan dan kekaleman yang terpancar dari wajah Salma. Salah satunya adalah Imron anak buah Irsyad yang masih hafal betul wajah Salma yang dia lihat waktu Irsyad memperkenalkannya.


Awal Salma dan Rahman masuk ke dalan cafe, tidak sengaja Imron melihatnya. Dia pergi ke cafe untuk menemani anak dan istrinya disaat mereka mengunjungi rumah mertuanya yang satu kota dengan Irsyad.


Awal dia sedikit lupa dengan wajah Salma, karena penasaran dia mencoba mengingat-mengingat nya. Dan akhirnya dia sadar jika perempuan yang ada di hadapannya adalah calon istri atasannya.


Tanpa berfikir panjang dan rasa penasaran nya, membuat dia mengarahkan bidik kamera hpnya disaat melihat tangan Salma di pegang Rahman. Dia sudah lama mengenal Irsyad, dia tidak ingin jika atasannya salah memilih pasangan. Apalagi Irsyad terkenal sebagai atasan yang loyal dan baik terhadap bawahannya.


Irsyad mempunyai karir yang cemerlang. Dia sosok yang berprestasi dan dapat mengayomi bawahannya. Terkenal tegas jika berurusan tentang pekerjaannya dan menjadi sosok yang ramah ketika lepas dari tugasnya. Dia dipercaya menjadi Danki di tempat dia bertugas. Banyak bawahannya yang tidak sungkan untuk mengobrol dengan Irsyad karena keramahan terhadap siapapun yang dia jumpai.


"Ah coba saya tanya komandan saja." Guman Imron bersuara pelan.


"Kenapa yah dari tadi kok diam saja." Ucap Istri Imron yang sedang menyuapi putranya.


"Tidak apa-apa kok bun." Jawab Imron.


Imron mencoba mengirim pesan kepada atasannya.


"Assalamualaikum dan, maaf mengganggu waktu komandan. Apa ini calon istri komandan ?" Imron mengetik pesan dibawah foto yang dia ambil yang dia kirim kepada atasannya.


Beberapa menit kemudian pesan Imron di balas.


"Terimakasih Ron atas infonya." Jawab Irsyad.


"Maaf Dan, bukannya saya memanasi komandan. Saya tidak sengaja bertemu dengan calon komandan di cafe."


"*Tidak apa-apa saya malah berterima kasih dengan info yang kamu beri."


***************


Rumah Dinas*


Setelah mendapat kiriman foto dari bawahannya, hati Irsyad menjadi tidak menentu. Bagaimana tidak jika dia sudah mengajukan berkas pernikahannya, dia malah mendapat gambar yang membuat hatinya memanas.

__ADS_1


"Ya Allah apa yang harus hamba lakukan?" Ucap Irsyad yang frustasi.


"Jika memang kamu bilang dari awal saya tidak akan terburu-buru pengajuan."


"Saya kecewa sama kamu dek, setelah saya membuka hati saya kenapa kamu malah bersenang-senang dengan orang lain" Tambah Irsyad. " Saya harus menyelesaikan ini segera mungkin, jika memang dia ingin membatalkan pernikahan ini saya akan membatalkannya. Saya akan mencari cara untuk berbicara dengan Aira jika kemungkinan buruk terjadi. "


Irsyad melupakan sejenak beban pikiran nya untuk melanjutkan tugas yang ia emban. Dia berusaha untuk tidak mengingat-ngingat apa yang barusan dia lihat dengan latihan dan berbaur dengan bawahannya di rumah dinas untuk mengalihkan pikirannya.


Meskipun kecewa, saat ini dia ingin menenangkan diri dengan tidak menghubungi Salma terdahulu. Dia ingin memantapkan hatinya agar tidak salah melangkah.


Ting...... ( Bunyi notif pesan masuk di Hpnya )


"Assalamualaikum mas, mas Irsyad sedang apa?,ini tadi Salma sudah mengantar Aira pulang karena Aira mau di ajak mbak Nadira pergi."


Irsyad membuka Hpnya untuk mengetahui siapa yang mengirim pesan. Ketika tahu siapa yang mengirim pesan, dia hanya membaca sekilas tanpa ada keinginan membalasnya.


"Jika kamu hanya ingin membahagiakan putriku tidak perlu mengorbankan hatimu dek." Ucap Irsyad.


*************


Rumah Salma


Setelah kepulangannya dari cafe, mood Salma jadi berantakan. Dia membereskan barang belanjaannya dan langsung menuju kamarnya untuk menenangkan diri tanpa memperdulikan Aina dan Adam yang masih berada dirumahnya.


"Dari badmood ingat pertemuan yang tak di inginkan tadi, mending ngabarin mas Irsyad." Salma masih berbicara sendiri dengan senyum mengembang ketika mengingat calon suaminya.


Salma mengambil Hpnya dan mengetik pesan Whatsapp untuk di kirim ke Irsyad.


"Assalamualaikum, mas Irsyad sedang apa ?, ini tadi Salma mengantar Aira pulang karena Aira mau di ajak mbak Nadira pergi." Sending...


Salmapun menunggu balasan dari Irsyad dengan masih setia memegang Hpnya.


"Sudah di baca, kok belum di balas. Mungkin mas Irsyad sedang latihan." Pikir Salma positif thinking.


"Mending WA Tania saja mo curhat tentang tadi."


"Tan, aku mo cerita ni." Salma mengirim pesan kepada Tania.


Drr......drr........(Bunyi Hp Salma bergetar )


"Cerita apa calon nganten, mo curhat kalau dirimu dilanda rindu ?" Tsniapun membalasnya.


"Ish bukan itu kali, ini lebih dari serius."


"Yelah seserius apa sih sampai buat Tania cantik ini penasaran."

__ADS_1


"Lebay banget sih dirimu, inget tu udah punya buntut."


"*Meskipun udah punya buntut diriku masih aduhay bok.'


"😴😴"


"Udah deh lo mo curhat apa cepetan, mumpung anak gue lagi bobok ganteng*."


"Tadi aku ketemu Rahman Tan........."


"Terus?"


"Ih kok terus sih."


"kan gue nggak tahu lo ketemu dia dan bicara apa."


"Dia minta maaf dan minta aku ngasih kesempatan dia memperbaiki semuanya."


"Dan dirimu luluh gitu mi ngasih dia kesempatan ?"


"Ya nggak kali Tan, dirimu kan kenal diriku mana mungkin aky balikan lagi ma dia. Kamu tahu sendiri cintaku untuk siapa. Memang benar sih dulu aku pernah cinta ma dia sebelum dis nyakitin hati aku."


"La itu sudah jelas cintamu untuk siapa, udah jelas kamu nggak kan mungkin balikan sama dia karena dirimu cintanya sama abang Irsyad. Sekarang masalahnya apa ?"


"Maksud aku, aku mo minta pendapat kamu ni. Apa aku perlu bicara sama mas Irsyad tentang pertemuan tidak sengaja dengan dia ?"


"Kalau menurutku lo mending jujur deh dari pada suatu saat jadi bomerang untuk hubungan kalian. Kan kita tidak tau apa yang akan terjadi esok kepada kita."


"Aku juga berfikir gitu Tan, aku ingin memulai hubungan ini dengan kejujuran tanpa bayangan masa lalu. Apalagi saat ini aku udah menemukan kembali cinta pertama aku."


" Dan satu lagi, lo juga harus jujur jika dirimu sudah menjauh hati kepadanya sejak dulu.😛😛...."


"Hahhaha, kalau itu besok ada saatnya aku jujur tentang masa itu 😍."


"Ya udah ni Brian udah bangun, pokoknya aku akan slalu mendukung apa yang terbaik untuk mu beb..."


"Makasih ya, emang diri mu yang ter the best. 😘😘😘😘😘"


Salma meletakkan Hpnya di nakas samping ranjangnya setelah mengirim pesan terakhir untuk Tania.


Perasaan Salma sekarang lebih baik setelah mengeluarkan unek-unek nya kepada sahabat yang selalu ad untuknya.


**Note. :


Alhamdulillah pagi ini bisa up lagi. Nggak tahu habis sahur ide muncul begitu saja. Tetap semangat buat teman-teman yang sedang berpuasa dan menjalankan aktivitas nya di lagi ini. Jangan lupa Like, vote dan coment ya. Happy weekend 🤗🤗**

__ADS_1


__ADS_2