Bunda Untuk Aira

Bunda Untuk Aira
Salah


__ADS_3

Happy Reading


❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤


Salma berteriak histeris ketika mendengar suara hantaman dan disusul tidak mendengarkan lagi suara suaminya di telpon. Dia panik dan takut terjadi apa-apa dengan suaminya.


Rosa yang baru saja kembali berbelanja terkejut dengan teriakan Salma yang tidak biasanya. Diapun menaruh belanjaannya sembarangan dan berlari menuju rumah Salma.


"Ya Allah,kenapa mbak Salma teriak histeris seperti itu." Ucap Rosa dengan berlari.


Rosapun masuk ke dalam rumah. Untung rumah Salma pintunya terbuka sehingga membuat dia mudah masuk ke dalam rumah.


"Ya Allah mbak ada apa?" Tanya Rosa ketika melihat Salma duduk di bawah lantai sambil menangis terisak.


"Mbak mas Ir.....syad mbak...." Jawab Salma dengan terisak.


"Ada apa dengan om Irsyad mbak?" Tambah Rosa yang belum paham maksud Salma.


"Tadi mas Irsyad telpon saya dan pamit mau menyebrang jalan dan kemudian...hiks...hiks..." Jawab Salma dengan terisak.


"Kemudian apa mbak?"


"Tadi saya mendengar suara hantaman dan suara mas Irsyad hilang. Hiks....hiks."


"Sabat mbak,positif thinking dulu mbak. Kita berdo'a semoga om tidak kenapa-napa." Ucap Rosa menenangkan.


"Hiks.....mbak,saya takut mas Irsyad kenapa-napa mbak."


"Mbak tenang dulu jangan stress."


"Au.....mbak....sakit mbak.....perut saya sakit..hiks....hiks.....,tolong mbak perut saya sakit." Salma merasa perutnya kram.


"Ya Allah mbak,gimana ini." Ucap Rosa yang kebingungan.


"Ada apa ini mbak?" Tanya Nita yang baru saja masuk ke dalam rumah. Setelah membantu suaminya memakai pakaian,Nita menuju rumah Salma karena juga mendengar teriakan Salma.


"Sa...kit mbak.Hiks.." Salma merintih memegang perutnya.


"Mbak Salma mo melahirkan mbak Rosa. Ini ketubannya sudah pecah. Kita harus segera bawa dia ke rumah sakit."Ucap Nita setelah melihat gamis Salma basah.


"Ayo mbak segera bawa mbak Salma ke rumah sakit." Pinta Rosa yang sama gugupnya.


"Bawa mobil saya aja mbak,bentar saya akan pamit mas Randi dan ambil kunci mobil." Ucap Nita berlari menuju rumahnya.


Setelah mengambil kunci dan pamit ke suaminya,Nita kembali ke rumah Salma. Di depan dia melihat om Bani yang sedang melintas.

__ADS_1


"Om Bani,tolong bantuin angkat mbak Salma ke mobil saya. Dia mo melahirkan." Ajak Nita.


"Baik tante." Jawab Bani sambil berjalan menuju rumah Salma.


Salmapun di gendong Bani masuk ke dalam mobil di ikuti Rosa. Sedangkan Nita berjalan menuju pintu pengemudi.


"Om Randi,tolong nanti titip pesan buat mas Irfan untuk jemput Rio dan Aira." Pesan Rosa.


"Iya mbak Rosa,nanti saya sampaikan."Jawab Randi di depan teras rumahnya. Saat ini dia sudah bisa berjalan menggunakan kruk. Perkembangan yang pesat untuk dia karena Nita selalu menemaninya terapi.


"Mas,Nita ke rumah sakit dulu. Mas di rumah hati-hati ya."Ucap Nita kepada sang suami.


Setelah selesai berpamitan,Nita menjalankan mobilnya menuju rumah sakit dengan cepat. Salma yang merasakan sakit di perutnya hanya merintih dan menangis membayangkan keadaan suaminya yang belum mengabarinya.


"Istighfar mbak,mbak harus kuat." Ucap Rosa menenangkan Salma dengan ikut mengusap-usap perut Salma.


Nita sesekali melihat Salma yang sedang merintih dari spion depan. Dia ikut mengeluarkan keringat dingin melihat kondisi Salma.


💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓


Dirumah sakit,setelah sampai di rumah sakit di turun tergesa-gesa untuk meminta pertolongan suster membawa seorang bapak paruh baya yang mengalami kecelakaan.


Ya,ketika ia ingin menyebrang jalan untuk membelikan bakso pesanan sang istri,ada kejadian kecelakaan di depan matanya. Dia melihat seorang bapak paruh baya yang juga ingin menyebrang jalan di tabrak sebuah sepeda motor dengan kecepatan penuh.


Irsyad kaget dan langsung menaruh Hpnya di saku tanpa pamit ke sang istri. Dia panik dan sigap langsung membantu si bapak yang terlupa parah.Dia langsung membawanya ke rumah sakit dengan bantuan pengemudi mobil yang sedang lewat di sana.


"Baik pak." Jawab 2 suster yang langsung mendorong bangker menuju ke mobil tyang membawa korban.


Setelah korban diangkat dan di taruh ke bangker,kedua suster mendorong menuju ke ruang IGD di ikuti Irsyad di belakangnya.


Tak berselang lama, Nita juga telah sampai ke depan rumah sakit. Dia turun dan memanggil perawat untuk membawa bangker untuk membawa Salma ke dalam.


"Mbak,sakit mbak. Ya Allah. Ibu maafin Salma." Rintih Salma yang merasa kesakitan.


"Ya mbak,ini kita sudah sampai di rumah sakit." Jawab Rosa.


Salmapun di dorong menuju ke ruang bersalin di ikuti Nita dan Rosa di belakangnya. Mereka melewati ruang IGD untuk menuju ruang bersalin. Di sana ada seorang laki-laki yang sedang berjalan mondar-mandir karena khawatir dengan keadaan korban yang ia tolong.


"Loh mbak Nita." Ucap Irsyad setelah melihat Nita.


"Ooommm....Irsyad. Om nggak pa-pakan?" Tanya Nita yang kaget melihat Irsyad yang sehat wal afiat.Ketika di mobil Rosa sudah bercerita apa penyebab Salma kontraksi. Tadi Nita menuju ke ruang administrasi terlebih dahulu. Sedangkan Rosa menemani Salma.


"Ya mbak saya baik-baik saja. Mbak Nita kenapa ada disini?"


"I...tu om,mbak Salma mau melahirkan. Dia tadi histeris karena mendengar suara hantaman waktu telpon om sehingga membuat mbak Salma kontraksi." Jelas Nita.

__ADS_1


"Ya Allah,sekarang istri saya mana mbak." Tanya Irsyad yang sudah panik mendengar keadaan istrinya.


"Sekarang di ruang bersalin mas,mari kita kesana." Ajak Nita.


"Ya mbak,bentar saya pamit ke suster dulu." Jawab Irsyad.


Setelah berpesan ke salah satu suster untuk menangani terlebih dahulu si bapak,Irsyad berlari menuju ke ruang bersalin.


"Sus,bolehkah saya menemani istri saya melahirkan?" Tanya Irsyad ketika melihat salah satu suster keluar dari ruang bersalin.


"Silahkan pak." Ajak Sang suster kepada Irsyad untuk masuk ke dalam.


"Loh itu om Irsyad kok nggak pa-pa mbak." Tanya Rosa yang kaget melihat Irsyad.


"Nanti saja kita tanya mbak.Sekarang biar om Irsyad nemani mbak Salma dulu." Pinta Nita. Mereka berdua menunggu di depan pintu bersalin sambil berdo'a untuk keselamatan Salma beserta calon buah hatinya.


"Ya Allah dek,adek harus kuat demi anak kita." Ucap Irsyad kepada sang istri setelah mendekatinya.


"Mas Irsyad. Ini beneran mas kan?" Tanya Salma yang kaget melihat sang suami. Di sela rintihannya,dia mengucapkan syukur melihat keadaan sang suami yang sehat.


"Iya dek,ini mas. Adek harus kuat,mas akan menemani adik." Ucap Irsyad dengan mengusap lembut kepala Salma yang tertutup hijab dan tidak lupa dia juga mencium dahi sang istri.


"Sa....kit mas." Rintih Salma.


"Adek kuat,adik boleh mencakar mas atau menggit tangan mas untuk ngilangin rasa sakit adik."


"Ibu,pembukaan sudah lengkap. Sekarang ibu tarik napas pelan-pelan dan keluarkan." Aba-aba seorang dokter perempuan kepada Salma.


"Uh.....ah..........,ya Allah." Teriak Salma sambil mencangkar tangan Irsyad untuk pelampiasan.


Irsyad pun hanya pasrah ketika tangan dan rambutnya menjadi sasaran sang istri yang sedang merasakan kesakitan.


"Ayo bu,terus ini kepalanya sudah terlihat." Ucap sang dokter memberikan semangat untuk Salma


"Ah............." Teriak Salma di ikuti tangisin seorang bayi yang baru saja dia lahirkan.


"Oek..........oek...............


❤❤❤❤❤❤❤❤❤


**To be Continue.....


Note :


Hayo siapa kemarin yang menebak Irsyad kecelakaan 😀😀😀😀😀

__ADS_1


Nah ini author udah baik hati kan buat Irsyad sehat wal afiat. Sekarang giliran kakak-kakak buat dukung Aira dengan ngasih vote dan like nya. Biar Airanya ikut bahagia 😀😀😀🤣🤣🤣🤣 (Ini sih authornya yang ngarep 🤣🤣🤣🤣)


Ada yang mau nyumbang nama buat adiknya Aira. Silahkan tulis di kolom komentarnya ya.🤗🤗**


__ADS_2