Bunda Untuk Aira

Bunda Untuk Aira
Makasih....


__ADS_3

Happy Reading....


🌿🌿🌿🌿


"Assalamu'alaikum." Tisha mengucapkan salam ketika masuk rumah.


"Waalaikum salam. surprise......... "Teriak banyak orang yang sudah ada di rumah Tisha.


Disana sudah ada papa dan mama Tisha serta keluarga besar ayah Irsyad. Pelaku utama yang sejak tadi tak bisa di hubungi juga berada disana. Ya Adyan sudah ada di sana dengan membawa kue ulang tahun di tangannya. Dengan tersenyum, dia menghampiri Tisha yang sudah berkaca-kaca. Tisha lupa dengan hari ulang tahunnya karena kesibukan dia dengan skripsi dan mengelola butiknya. Apalagi sebentar lagi produk terbarunya akan lauching, sehingga banyak hal yang harus dia persiapkan.


"Abang kok jahat sih sama Tisha. " Ucap Tisha manja dengan mata berkaca-kaca. Dia tidak menyangka akan mendapat surprise seperti ini.


"Maaf Sya, kalau nggak kayak gini jadi nggak surprise. " Jawab Adyan dengan lembut. Sudah hilang sebutan abang es batu. sekarang, Adyan sudah berubah menjadi sosok yang hangat dan lembut. Hanya kepada keluarga dan Tisha saja.


"Tiup lilinnya dulu ya. " Ucap Adyan kembali dengan mendekatkan kue ulang tahun yang sudah di hidupkan lilinnya.


Tisha pun menganggukkan kepalanya. Dia pun segera menutup matanya dan memanjatkan doa.


"Terimakasih ya Allah sudah memberikan kebahagian buatku. Izinkan semua yang sudah aku rencanakan berjalan dengan lancar dan berikan selalu kebahagian untuk orang-orang di sekelilingku. " Dow Tisha di dalam hatinya.


"Eits. mesra-mesraannya nanti kalau udah halal. Sekarang bersabar dulu ya. " Shakila yang usil pun membuyarkan keromantisan sepasang kekasih ini.


"Adek mengganggu saja. " Jawab Adyan dengan cemberut.


Shakila pun hanya cengengesan tanpa merasa bersalah. Sedang orang-orang dewasa disana tersenyum melihat semuanya.


"Ayo kesana, bunda sama ayah sudah menunggu. " Ucap Adyan mengajak Tisha ke ruang tamu.


. "Tisha pun melihat ke arah ruang tamu. Dengan malu diapun segera menghampiri kedua orang tuanya dan orang tua Adyan.


" Selamat ulang tahun sayang. Semoga selalu di berikan kesehatan dan kebahagiaan. " Ucap tante Nita dengan memeluk dan mencium putrinya setelah Tisha sampai di ruang tamu.


"Terimakasih ma, maaf jika selama ini Tisha belum bisa membahagiakan mama dan papa. " Jawab Tisha.


"Kamu udah jadi yang terbaik buat papa dan mama sayang. " Ucap tante Nita kembali dengan melepas pelukannya.


"Selamat bertambah usia ya anak papa yang bawel ini. Tidak terasa kamu sekarang udah dewasa dan bentar lagi papa akan melepaskan tanggung jawab apa kepada lelaki lain. " Ucap om Randy dengan mata berkaca-kaca. Beliau memeluk erat putrinya yang masih beliau anggap kecil.


"Makasih papa. Papa akan selalu menjadi cinta pertama Tisha." Balas Tisha yang ikut berkaca-kaca di pelukan papanya.

__ADS_1


Setelah beberapa saat, mereka pun melepaskan pelukannya.


Tisha melihat ke arah bunda Salma. Beliau pun ikut mendekati Tisha dan ikut mengucapkan selamat kepada calon mantunya ini. Wanita paruh baya ini sangat bahagia akhirnya putranya akan mempersunting anak dari sahabatnya. Sama seperti Aira yang menikah dengan anak almarhum sahabatnya, tante Rosa.


"Selamat bertambah usia sayang, tante berdoa untuk kebahagian dan kesehatan kamu. " Ucap bunda Salma tulus.


"Terimakasih tante, doa baik juga buat tante dan om Irsyad. " Balas Tisha dengan memeluk bunda Salma.


Tak tertinggal ayah Irsyad juga ikut memberikan selamat kepada Tisha. Serta si bawel Shakila. Dia memeluk erat Tisha.


"Selamat ulang tahun kakak ipar. Jangan lupa ya kasih produk baru ke Illa, adik ipar yang cantik ini. " Ucap Shakila dengan centilnya.


"Modus..... " Ucap Adyan kepada Adiknya.


"Biarin wek, pingin ya meluk kak Tisha. Kasihan nggak bisa meluk wek.... " Shakila pun meledek Adyan.


Adyan hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan tengil adiknya.


"Sudah-sudah kalian berdua itu kalau bersama selalu berantem. Kamu juga Adyan udah mau nikah juga malah masih kayak anak kecil, malu itu di depan calon istrimu. " Nasehat bunda Salma.


Blush.....


"Cie... cie.... kedua pipi kak Tisha jadi merah itu. Pasti seneng ya di panggil calon istri sama bunda. " Shakila pun menggoda Tisha.


"Apaan sih La. " Tisha pun bertingkah malu-malu.


"Udah-udah ayo sekarang kita duduk dulu. " Instruksi tante Nita menyelamatkan putrinya.


Mereka pun segera duduk kembali di ruang tamu.


"Ehem.... " Ayah Irsyad berdehem untuk membuka pembicaraan.


"Alhamdulillah sekarang nak Tisha sudah datang. Jadi maksud kami datang kesini bisa kami utarakan. " Ucap ayah Irsyad.


"Sudah Suh, nggak usah formal-formal kayak sama siapa saja. " Om Randy pun mencoba mencairkan suasana. Dia juga ikut sedikit menggoda sahabatnya.


"Namanya juga mau melamar anak orang Suh, jadi harus formal dahulu. " Balas ayah Irsyad.


Tisha pun kaget. Dia tidak menyangka jika secepat ini Adyan melamarnya.

__ADS_1


"Sudah saya lanjut dulu. "


"Nak Tisha, pasti kamu sudah paham dengan maksud kedatangan kami ke sini."


"Iya om. " Balas Tisha dengan menganggukkan kepalanya.


"Jadi, kedatangan kami kesini ingin melamar putri sahabatku Randy dan mbak Nita untuk putra satu-satunya kami Adyan. "


"Baik Terima kasih atas kedatangan Irsyad dan keluarga ke rumah kami. Suatu kehormatan buat kami kedatangan tamu agung seperti bapak Irsyad ini. " Om Randy juga ikut mengeluarkan humor untuk mencairkan suasana. Dia bisa melihat calon menantunya Adyan yang sedang gugup menunggu jawaban dari dirinya.


"Lamaran bapak Irsyad dan keluarga saya terima. Tapi, semua keputusan saya serahkan kepada putri mata sewayang kami Tisha. Karena yang akan menjalankan biduk rumah tangga ini adalah dia. Jadi sebagai orang tua kami serahkan kepada dirinya. " Ucap om Randy kembali dengan melihat ke putrinya yang menunduk.


"Tisha, putri kesayangan papa. Silahkan kamu jawab permintaan om Irsyad dan keluarga yang sudah datang kesini. "


Tisha yang di panggil pun segera menegok ke arah ayahnya.


"Baik pa. "


"Huh....... " Tisha menarik napas dalam-dalam.


Dia menengok ke arah Adyan yang juga sedang melirik ke arahnya dengan menunggu jawaban darinya.


"Bismillah......, Terimakasih atas kedatangan om Irsyad, tante Salma, abang dan Illa ke rumah kami. Saya sangat kaget dengan surprise yang sudah kalian berikan kepada saya. Padahal saya sendiri lupa hari ulang tahun saya." Ucap Tisha mengawali perkataannya.


"Dan, saya kemarin sudah membuat janji dengan abang tentang masalah lamaran ini setelah saya lulus kuliah. Saya tidak menyangka akan secepat ini. "


Deg.....


Adyan menatap dalam Tisha. Dia menjadi was-was dengan perkataan Tisha yang kedua.


"Jangan tegang bang. Wajahnya semakin seram kalau seperti itu. " Shakila berbisik di telinga Adyan untuk menggodanya.


"Dan... saya Terima lamaran abang Adyan kepada saya. "


"Alhamdulillah....... "


🌿🌿🌿🌿🌿


Assalamu'alaikum semuanya. Mohon maaf baru bisa lanjut ceritanya. Maaf kemarin masih menggantungkan ceritanya karena kesibukan author di dunia nyata. Semoga masih ada yang menunggu ceritanya ya.

__ADS_1


πŸ˜‡πŸ˜‡πŸ˜‡πŸ˜‡


__ADS_2