
Happy Reading .....
*******
"Simpanlah kerapuhanmu dengan do'a yang akan menghantarkanmu menuju sebuah kebahagiaan"
Setelah acara lamaran yang diadakan 2 hari yang lalu, hubungan Salma dan Irsyad menjadi semakin dekat. Mereka saling terbuka dan membangun komunikasi untuk mempererat hubungan mereka. Setiap hari mereka akan bertukar kabar dan Irsyad pun tidak sungkan untuk antar jemput Salma menuju ke tempat mengajar nya. Panggilan untuk merekapun berubah, jika dulu Irsyad memanggil Salma dengan sebutan nama sekarang merubahnya dengan tambahan dek untuk menghargai Salma sebagai calon istrinya.
Tok.....tokk.tokk........( Pintu rumah Salmapun di ketuk )
Bu Murti yang mendengar pintu rumahnya di ketuk pun menuju pintu depan untuk membukanya.
Ceklek.....
"Assalamualaikum bu." Ucap Irsyad dengan mencium tangan calon mertuanya.
"Waalaikum salam, eh nak Irsyad mo jemput Salma ya ?" Jawab bu Murti.
"Iya bu, ayo sayang salim dulu sama nenek." Pinta Irsyad kepada Aira yang pagi ini ikut menghantar Salma.
"Acalamualaikum nenek." Ucap Aira dengan mencium tangan bu Murti.
"Waalaikum salam sayang, ayo masuk sayang sekalian sarapan bareng ya." Pinta bu Murti kepada Irsyad dan Aira.
"Terimakasih bu, malah merepotkan."
Merekapun berjalan menuju ruang makan dimana disana sudah ada pak Handoko.
"Oh ada cucu kakek." Ucap pak Handoko yang menghampiri Aira.
"Acalamualaikum kakek." Airapun sama menghampiri pak Handoko untuk mencium tangannya dan diikuti oleh Irsyad di belakangnya.
"Ayo nak kita sarapan bareng." Ajak pak Handoko.
"Terimakasih yah."
"Bunda mana kakek ?" Tanya Aira.
"Bunda masih di kamar nak." Jawab pak Handoko.
"Kakek, ayah Aila boleh manggil bunda di kamal ? Pinta Aira dengan nada polosnya.
"Boleh sayang, ayo nenek antar !" Ajak Bu Murti kepada Aira.
Airapun berdiri diantar bu Murti yang telah selesai menyiapkan makanan untuk sarapan menuju kamar Salma. Tadi pagi Salma sudah membantu bu Murti untuk memasak, setelah selesai Salma menuju kamarnya untuk menyiapkan diri ke tempat mengajar.
Apalagi ketika Irsyad mengabarinya akan mengantarkannya ke sekolah bersama Aira, Salmapun bersemangat dan juga menyiapkan bekal untuk Aira dan Aina. Nasi, tumis brokoli dan chicken Teriyaki menjadi menu pilihan Salma untuk bekal Aira dan Aina pagi ini.
Aira di gandeng oleh bu Murti menuju lantai atas dimana kamar Salma berada.
"Nenek kamal bunda mana ?"
"Itu sayang yang ada gorden warna biru." Jawab bu Murti.
Setelah sampai depan pintu, Airapun mengetuk pintu kamar Salma.
Tok...tok...tok.....
"Acalamualaikum bunda "Teriak Salma di depan pintu kamar Salma.
__ADS_1
Karena mendengar teriakan suara Aia di depan, Salmapun berjalan menuju pintu untuk membukanya.
Ceklek......
"Waalaikum Salam, eh anak bunda udah datang ya." Jawab Salma dengan mensejajarkan tubuhnya setinggi Aira.
"Udah bunda." Jawab Aira dengan mencium tangan Salma. Salma pun membalasnya dengan mencium pipi Aira.
Bu Murti yang melihat interaksi putrinya dengan Aira merasa sangat bahagia. "Kamu tampak bahagia nak, ibu berharap akan selalu melihat senyum bahagiamu setiap hari nak." Do'a bu Murti didalam hati nya.
"Ya udah ibu ke bawah dulu ya, cepetan calon suami kamu sudah di meja makan."
"Baik bu, Salma mau pakai kerudung dulu "
"Sayang ayo masuk dulu bunda mau pakai kerudung dulu." Salma mengajak Aira masuk ke dalam kamarnya.
Aira menganggukkan kepalanya dan mengikuti Salma menuju ke dalam kamar. Sedangkan ibunya kembali ke meja makan.
"Sayang duduk disini dulu ya..."Pinta Salma dengan mendudukkan Aira di atas ranjangnya.
"Ciap bunda." Jawab Aira dengan memainkan kakinya.
Salmapun tersenyum mendengar jawaban Aira. Salma berdiri di depan kaca riasnya untuk melanjutkan memakai kerudung yang tertunda. Setelah selesai membenarkan kerudungnya, Salmapun mengajak Aira untuk turun ke bawah.
"Sayang, kita sekarang kebawah ya. "Ajak Salma yang sudah siap mencangklong tas kerjanya di belakang pundaknya.
Mengingat tentang tas punggung, Salma teringat dengan pertemuan awal dengan Irsyad. Salma tersenyum sendiri mengingat masa lalu tersebut.
"Bunda....bunda." Panggil Aira dengan menggoyangkan tubuh Salma.
Salma yang mendengar panggilan Salma, sadar atas lamunannya.
"Bunda kok diem saja tadi ."
"Bunda tadi lagi berfikir anak bunda kok cantik sich." Puji Salma untuk menyembunyikan dirinya yang tadi melamunkan masa lalunya. "Sekarang kita kebawah ya..".
Salma menggandeng Aira menuju ruang makan. Mereka tampak seperti sepasang ibu dan anak. Irsyad yang melihat kehadiran merekapun tampak bahagia.
"Maaf ya mas, mas jadi nunggu lama." Pinta Salma mendudukkan dirinya ke kursi sebelah kanan Irsyad setelah mendudukkan Aira di sampingnya.
"Nggak papa dek ini juga tadi di ajak ngobrol ayah." Jawab Irsyad.
"Nak, itu nak Irsyad ambilkan makanan dulu." Pinta bu Murti.
"Baik bu." Jawab Salma dengan mengangkat piring depan Irsyad dan mengisinya dengan nasi tumis brokoli dan ayam teriyaki yang dimasak Salma.
"Silahkan mas."
"Terimakasih dek." Jawab Irsyad.
Salmapun menjawab dengan senyuman. "Aira mau makan apa nak?" Tanya Salma kepada Aira.
"Mau loti stobeli bunda. " Jawab Aira.
"Siap tuan putri." Salma pun mengambil roti yang diolesi selai stroberi untuk Aira. Setelah melayani Aira dan Irsyad, Salmapun mengisi piring nya dengan makanan yang sama seperti Irsyad.
Pak Handoko yang melihat pemandangan di pagi hari ini sangatlah bahagia, beliau seperti melihat putri bungsunya yang sedang melayani suami dan anaknya.
"Sayang tadi bunda udah buatin bekal untuk Aira dan Aina seperti ini." ( Tunjuk Salma pada makanan yang ada di meja makan) Nanti di makan ya waktu istirahat."Pinta Salma.
__ADS_1
"Ciap bunda, Aila cayang bunda." Ucap Aira dengan memeluk Salma.
"Bunda juga sayang Aira." Salmapun membalas pelukan Aira. "Sekarang sarapannya di habisin dulu yu nanti terlambat lo ke sekolahnya." Ajak Salma.
Mereka menikmati sarapan pagi hari ini dengan sangat bahagia, terutama pak Handoko dan bu Murti beliau sangat senang dengan kehadiran Irsyad dan Aira di rumahnya membuat suasana rumah menjadi ramai. Setelah selesai dengan sarapan mereka, pak Handoko pamit untuk berangkat bekerja dan di susul oleh Irsyad, Salma dan Aira.
Sebelum mengantar Salma ke tempatnya mengantar, Irsyad mengantar putri kecilnya ke sekolah. Di dalam mobil, Aira tidak lepas dari Salma. Dia tidak mau duduk di kursi penumpang. Aira meminta untuk duduk dipangkuan Salma. Dengan senang hati Salmapun memangku Aira di kursi samping pengemudi.
Salma dan Aira tertawa dan bercanda ketika berada di perjalanan. Mobil menjadi ramai. Irsyad hanya menanggapi kecerewetan kedua wanita yang beda usia dengan senyuman yang selalu mengembang di bibirnya.
"Dek." Panggil Irsyad kepada Salma dengan masih fokus mengemudi.
"Ya mas." Jawab Salma dengan menengok ke arah Irsyad.
" Besok mas berangkat tugas kembali."
" Jam berapa mas berangkat ?"
"Mas berangkat habis dhuhur, apa adek bisa ngantar mas ke bandara ?" Pinta Irsyad.
"Emmmmm, Salma belum tahu mas. Tapi Insyaallah besok Salma minta izin pulang lebih awal mas." Jawab Salma.
"Terimakasih dek." Ucap Irsyad dengan senyum." Mas boleh minta tolong nggak dek ?" Lanjut Irsyad.
"Minta tolong apa mas ?"
"Ketika mas kembali bertugas, apa adek mau bantu mas merawat Aira?"
"Ya Allah mas, Salma kira minta tolong apa. Insyaallah Salma akan merawat Aira ketika mas bertugas. Karena sebelum Salma kenal mas pun, Salma udah sayang sama Aira mas." Jawab Salma dengan senyum.
"Terimakasih ya dek, mas bahagia mendengar ucapan adek."
Salma hanya membalas perkataan Irsyad dengan tersenyum. Tak terasa mobil pun telah sampai di depan gerbang sekolah Aira. Irsyad keluar dari mobil dahulu untuk membukakan pintu dimana Salma dan Aira duduk.
"Terimakasih mas." Ucap Salma.
Salma menurunkan Aira setelah sampai di depan pintu. Aira berjalan menuju ke kelasnya dengan di gandeng Irsyad dan Salma.
Banyak pasang mata dari orang tua murid yang melihat ke arah mereka. Mereka berkasak-kusuk yang biasanya hanya melihat Aira yang di antar oleh pengasuhnya atau ayahnya, hari ini diantar oleh ayah dan seorang wanita yang cantik. Mereka melihat mereka seperti keluarga yang bahagia.
"Bunda ayah telima kacih ya udah antal Aila. Aila bahagia bica di antal bunda dan ayah seperti teman-teman Aila." Ucap Aira.
Salma dan Irsyad yang mendengar pernyataan Aira sangat tersentuh. Mereka saling berpandangan.
"Sama-sama sayang. Bunda juga sangat bahagia sayang " Ucap Salma dengan mengelus lembut kepala Salma yang tertutup jilbab." Nanti jangan lupa ya sayang bekal yang dibuatin bunda dimakan ya, dan jangan lupa yang satu dikasih ke Aina ya?"
"Ciap bunda, nanti bekal nya Aila kacih ke Aina. Jawab Aira.
"Ya udah sekarang Aira masuk kelas dulu ya. Nanti ayah jemput." Pinta Irsyad." Ayah mau antar bunda dulu ketempat bunda mengajar."
"Ciap ayah bunda."
" Sekarang kis dulu dong bunda." Pinta Salma dengan menyodorkan pipi sebelah kanan Salma.
Aira pun mencium pipi Salma dan bergantian mencium pipi Irsyad. Setelah itu Aira pamit untuk masuk kelas.
"Dada ayah bunda, Aila macuk dulu. Acalamualaikum." Pamit Aira dengan melambaikan tangannya.
"Waalaikumsalam sayang." Jawab Irsyad dan Aira bersamaan dan diikuti melambaikan tangan.
__ADS_1
Setelah mastikan Aira masuk kelas, Salma dan Irsyad berjalan menuju mobil untuk melanjutkan perjalanan menuju ke tempat mengajar Salma.