
Happy Reading.......
💓💓💓💓💓💓💓💓
Selama 2 hari Salma berada di rumah sakit dan hari ini dia beserta Adyan sudah di perbolehkan pulang. Keadaan Salmapun sudah pulih pasca melahirkan. Dia sudah bisa beraktifitas kembali meskipun belum berat-berat.
Dan untuk keluarga Salma dan Irsyad sudah tahu tentang kelahiran Adyan yang maju dari perkiraan. Karena sudah ingin melihat keadaan Salma dan Adyan,akhirnya merekapun memutuskan mempercepat perjalanan menuju kota P.
Dan hari ini keluarga Salma dan Irsyad akan tiba. Tidak hanya Irsyad yang di sibukkan akan kehadiran keluarganya,Rosa dan Nitapum ikut membantu. Mereka sudah menganggap Salma dan Irsyad sebagai keluarga,sehingga keluarga Irsyad dan Salmapun mereka anggap sebagai keluarga juga.
Rosa dan Nita menawarkan rumah mereka untuk tempat tinggal keluarga Salma dan Irsyad sementara ketika singgah di sini. Wajar,karena rumah mereka hanya kecil. Jika semua keluarga besar Salma dan Irsyad tinggal di rumah Irsyad pastinya tidak akan tertampung.
Saat ini Salma sudah di temani Aira dan Adyan di dalam kamar. Di sana juga ada Rosa dan Nita beserta beberapa ibu komplek asrama yang membantu masak-masak untuk kedatangan keluarga besar Salma dan Irsyad dan juga ada acara syukuran kecil untuk kepulangan Salma dan Adyan dari rumah sakit.
Sedangkan Irsyad,Irfan dan Aryo membawa 3 mobil menuju bandara untuk menjemput rombongan.
"Mbak istirahat saja di kamar,Mbak kan baru pulang dari rumah sakit."Pinta Rosa yang melihat Salma menuju ke arah ibu-ibu yang sedang memasak.
"Bosen mbak di kamar terus,inu juga Adyan sama Aira malah bobok."Jawab Salma yanh sudah duduk di samping Rosa yang sedang sibuk memotong sayuran.
"Ya udah mbak duduk saja,masalah masak memasak serahkan pada kami."Ucap Rosa dengan tersenyum.
"Iya mbak dan ibu-ibu terimakasih atas bantuannya. Mohon maaf merepotkan."Jawab Salma.
"Sante saja bu Irsyad,biasanya ibu juga sering bantu-bantu kita waktu ada hajat,sekarang gantian bu kami yang membantu ibu."Jawab salah satu ibu komplek yang berbadan timbun.
"Iya bu,alhamdulillah saya senang tinggal di sini karena mempunyai tetangga seperti ibu-ibu ini."Puji Salma.
"Oh ya mbak Nita jangan capek-capek loh,jaga si dedek."Tambah Salma yang memperingatkan Nita.
"Santai mbak,ini nggak capek kok kan cuma bantu memotong sayur kacang." Jawab Nita dengan menunjukkan kacang panjang di tangannya.
Salmapun tersenyum. Salmapun bersyukur banyak tetangga yang mau membantu Salma. Itulah gunanya hidup bertetangga,jika kita mau saling tolong menolong pasti akhirnya kita juga akan di bantu.
Untuk Nita,setelah pulang dari rumah sakit yang di dampingi Rosa sedangkan Irfan dan Rio berada di mobil Irfan,Nita pulang dengan wajah sumpringah untuk bertemu dengan sang suami.
__ADS_1
Flashback
"Mbak Rosa,aku masuk dulu ya. Udah nggak sabar mo ngasih kejutan buat mas Randt."Pamit Nita setelah dia memperhentikan mobilnya di depan rumah dinas sang suami.
"Ship mbak,nanti kabari ya bagaimana hasilnya."Jawab Rosa dengan menunjukkan 2 ibu jari tangannya.
Nitapun masuk ke dalam rumah. Dia mencari keberadaan sang suami yang ternyata di dalam kamar sibuk dengan laptopnya. Setelah kejadian kecelakaan tang membuat dia tidak bisa berjalan,Randy sudah mulai bekerja meskipun dari rumah. Dia membuat laporan yang akan di kirim lewat email. Sehingga dia tidak akan merasa bosan.
"Assalamualaikum mas." Ucap Nita dengan mendekati sang suami. Tidak lupa dia mencium punggung tangan Randy. Sudah menjadi kebiasaanya saat ini.
"Waalaikum salam Yang,gimana keadaan mbak Salma?" Jawab Randy.
"Alhamdulillah mbak Salma dan dedek bayinya sehat dan juga ternyata tadi ada ke salah pahaman antara mbak Salma dan om Irsyad sehingga menyebabkan mbak Salma kontraksi. Untungnya om Irsyad baik-baik saja dan tadi kebetulan ada di rumah sakit jadi bisa nemenin mbak Salma lahiran." Cerita Nita.
"Alhamdulillah kalau begitu yang kalau keadaan mbak Salma dan bayinya sehat." Jawab Randy dengan mengelus rambut Salma yang barusan membuka hijabnya.
"Kamu istirahat dulu yang,pasti kamu capek."Tambah Randy.
"Iya mas,bentar lagi. Tapi aku punya kejutan buat mas."Ucap Nita dengan tersenyum tipis di bibirnya sehingga menambah keayuannya.
Nita beranjak dari ranjang menuju meja rias dimana tasnya dia taruh. Dia mengambil amplop dan menyerahkan kepada sang suami.
"Apa ini Yang?" Ucap Randy dengan menerima amplop pemberian sang istri.
"Buka saja mas."Jawab Nita.
Randy pun membuka pelan-pelan amplop pemberian sang istri. Dia sangar penasaran dengan isinya. Dia membukanya dan....
Tes..
Satu butir tetes air mata turun dari mata Randy. Diapun melihat kearah sang istri.
Nita paham maksud tatapan sang suami,diapun menganggukkan kepala nya tanda mengiyakan isi amplop tersebut.
Dengan merangkak,Randipun menggapai tubuh sang istri untuk memeluknya. Tidak lupa dia mencium seluruh wajah sang istri secara bergantian.
__ADS_1
"Terimakasih yang,terimakasih. Terimakasih sudah mau memaafkan suamimu yang berdosa ini dan sekarang mau mengandung anak kita."Ucap Randy di sela tangisan nya.
"Iya mas,aku sangat bahagia bisa mengandung anak kita."Jawab Nita dengan memeluk kembali sang suami.
"Pokoknya,mas harus bisa segera berjalan jadi biar bisa jaga kamu dan anak kita."Ucap Randy dengan semangat. Kabar kehamilan sang istri membuat dia lebih bersemangat kembali untuk cepat pulih.
Flash Off
*****************
"Oek.....oek." Suara Adyan pun terdengar.
"Iti sepertinya Adyan bangun mbak."Ucap Nita.
"Iya mbak,saya kedalam dulu ya."Pamit Salma dan melangkah untuk masuk ke dalam kamar. Sedangkan yang lainnya masih sibuk memasak.
"Anak bunda udah bangun ya."Ucap Salma setelah mendekati Adyan.
"Coba bunda cek,pasti adik pipis ya."Ucap Salma mengajak sang putra berbicara. Salma tidak merasa canggung ketika harus merawat Adyan. Dulu waktu Aina baru lahir,Salmapun ikut membantu kakaknya Arin untuk merawat Aina. Sehingga dia paham mengapa sang putra menangis. Kalau bukan karena merasa lapar,pasti dia pup atau pipis yanf membuat dia merasa tidak nyaman.
Setelah mengganti popok Adyan,Salma menyusui Adyan kembali. Dia berbaring di sisi kanan Adyan sedangkan Aira berada di sisi kanan Adyan.
Tak berselang lama,Adyanpun terlelap kembali menyusul sang kakak ke alam mimpi. Salmapun ikut terpejam. Hingga dia terbangun karena mendengar keramaian di luar. Dia mulai membuka matanya perlahan-lahan untuk melihat keramaian di depan.
Sebelum beranjak,ada beberapa orang yang masuk ke dalam kamar dengan tersenyum yang mengembang di bibir mereka.
"Ayah,ibu.............
**************
**Note:
Alhamdulillah bisa menulis kembali untuk melanjutkan cerita Aira.
Mohon maaf buat kaka2 baru bisa up hari ini. Karena kesibukan di dunia nyata apalagi setelah author harus bekerja kembali setelah libur panjang dan teknik baru dalam mengajar membuat author harus berbagi waktu. Sampai kemarin sempat drop karena saking pusingnya. Semoga ceritanya masih di tunggu ya 🤣🤣🤣🤣
__ADS_1
Dan untuk up selanjutnya,author tidak bisa berjanji untuk up setiap harinya. Lihat jeda waktunya. Sekali lagi mohon maaf ya. Mohon koreksinya selalu 😇😇😇😇😇🤗🤗**