
Happy Reading......
***********
Setelah kejujuran yang Salma ungkapkan kepada Irsyad, Irsyad menjadi yakin dengan keputusan nya untuk segera mempersunting Salma. Menjadikan dia wanita satu-satunya yang menjadi istri dan bunda untuk putri kecilnya.
Tak di pungkiri jika Irsyad sudah menerima kehadiran Salma di hatinya. Dia sangat takjub ketika melihat kehadiran Salma di asramanya setelah 1 minggu dia diamkan. Kegigihannya untuk menjelaskan permasalahan yang mereka hadapi menjadi nilai plus buat Salma di mata Irsyad. Dia sangat bahagia bahwasanya perempuan yang akan menjadi istrinya ternyata memendam rasa bertahun-tahun yang lalu.
Ah jodoh memang tidak bisa di duga, Irsyad yang sangat mencintai almarhumah istrinya dan mereka cukup lama berpacaran hanya berjodoh sebentar karena terpisahkan oleh maut. Dan Salma yang hampir menuju pernikahannya juga gagal karena terkhianati. Dan do'a yang dulu pernah dia panjatkan kepada Sang Maha Agung terhadap laki-laki yang pertama kali mengganggu pikirannya, saat ini menghantarkannya bertemu kembali dengan laki-laki tersebut dengan status yang berbeda.
Dulu dia di uji Allah untuk tidak mengenal ataupun tahu namanya, dan saat ini, sebentar lagi akan di persatukan dalam hubungan mahligai pernikahan.
"Mas.....",panggil Salma yang saat ini masih setia duduk di cafe bersama Irsyad untuk saling terbuka. " Bolehkah Salma bertanya sesuatu ?"
"Mau tanya apa dek, silahkan mas akan jawab apapun yang kamu tanya. Mari kita buka hubungan kita dengan sebuah keterbukaan dan saling percaya. " Jawab Irsyad yang menatap intens wajah ayu calon istrinya.
"Dulu setelah pertemuan kita di bus yang terakhir dan tanpa mas tahu, kok setelah itu mas menghilang ?" Tanya Salma yang penasaran tentang keberadaan Irsyad yang tidak diketahui nya setelah itu.
"Oh itu, mas di tugaskan di daerah perbatasan dek. Mas hanya mendapat cuti 1 minggu untuk pulang ke rumah dan untuk bertemu dengan bundanya Aira." Jelas Irsyad dan sedikit lirih ketika menyebut nama almarhumah istrinya agar tidak membuat Salma salah paham.
"Mbak Aisyah akan selalu di hati mas dan Aira. Beliau tidak akan hilang dari ingatan kita mas. Beliau juga sangat berjasa pada karir mas. Malah Salma yang harus berterima sama mbak Aisyah yang sudah menitipkan mas kepada Salma dan telah melahirkan putri cantik seperti Aira." Salma menjelaskannya dengan tersenyum. Dia sadar jika Irsyad tidak mungkin menghilangkan rasa cintanya begitu saja kepada almarhumah. Apalagi pengorbanan dan lama mereka berpacaran. Salma menerimanya.
"Terimakasih ya dek sudah mau menerima mas apa adanya, mau menerima masa lalu mas. Mas beruntung kenal kamu." Jawab Irsyad dengan tersenyum lebar."
"Harusnya Salma yang berterima kasih kepada mas yang mau menerima Salma yang pernah gagal ini." Ucap Salma.
"Kamu perempuan yang sempurna baguw mas dek. Mulai saat ini kita akan membuka lembaran untuk hidup kita kedepannya dek." Jelas Irsyad.
"Amin mas."
"Kamu di sini sampai kapan dek ?" Tanya Irsyad setelah menyesap minuman yang dia pesan beserta memasukkan potongan kecil cake yang dia pesan.
"Insyaallah besok Salma pulang mas, kan masalah kita sudah selesai dan Salma juga sudah plong setelah menjelaskan ke salah pahaman ini."
"Nggak mau lama gitu dek di sini nya?" Rajuk Irsyad yang terdengar manja.
"Hehhe, mas kangen ya ma Salma ?, kalau kangen kenapa gitu menghindar dari Salma seminggu ini?" Salma mencoba menggoda Irsyad.
__ADS_1
" Kan mas cemburu dek." Jawab Irsyad dengan sedikit menahan malu.
" Yang bener mas cemburu sama Salma ?"
"Memangnya nggak boleh cemburu dengan calon istrinya mas ?"
" Ya boleh mas dan Salma sangat bahagia di cemburui mas, berarti mas sudah mulai ada rasa sama Salma."
"Entah sejak kapan mas mulai cinta sama kamu dek, tapi ketika melihat ketulusan kamu menyayangi Aira. Mas semakin yakin terhadap kamu." Irsyad meyakinkan Salma.
"Mas hari ini nggak ada giat ?"
"Nanti malam baru ada apel malam dek, kenapa? Mo di ajak jalan-jalan keliling kota ini ?" Goda Irsyad.
Blush..... Wajah Salma memerah setelah mendengar godaan Irsyad.
"Maunya juga gitu mas mumpung Salma di sini, tapi Salma takut mengganggu waktu mas." Jawab Salma lirih.
" Besok kalau kita sudah nikah mas ajakin kamu dan Aira deh jalan-jalan sepuasnya berkeliling kota ini." Ucap Irsyad.
"Iya mas, disini cuacanya lumayan panas ya mas?" Tanya Salma.
"Dimanapun mas tinggal, setelah kita menikah Salma akan selalu ikut mas dan Aira. Karena itu sudah kewajiban sebagai seorang istri mas." Jelas Salma.
" Dan satu lagi dek, besok kamu harus siap kapanpun itu jika mas ada panggilan tugas dimanapun kamu harus rela mas tinggal. Kamu juga paham kan bagi mas, panggilan negara itu yang utama."
"Insyaallah Salma ikhlas dan akan selalu menunggu mas pulang ketika negara memanggil mas." Jawab Salma dengan tenang.
"Ya udah sekarang kamu habiskan cake dan minumannya, nanti mas antar ke hotel. Takutnya nanti mas ada yang nyari karena kita sudah lama disini." Ajak Irsyad.
"Jika mas sibuk, biar Salma ke hotel naik gojek mas seperti tadi." Jawab Salma setelah menelan cake yang dia makan.
"Nggak boleh, masak calon istri mas naik motor sama cowok lain." Tolak Salma dengan mulai mengeluarkan ke posesifannya.
"Ya Allah mas, Salma juga nggak akan pegangan ke abang ojeknya mas. Salma cuma takut jika Mas sedang sibuk dan tambah lama jika harus ngantar Salma duku ke hotel." Bujuk Salma.
"Mas nggak merasa keberatan nganterin kamu, toh letak hotel juga nggak jauh dari sini. Kita kan baru mulai memperbaiki hubungan kita. Jadi lebih baik mas yang antar calon istri cantik mas ini. Takutnya nanti kalau adek naik ojek, tukang ojeknya naksir sama adek lagi." Goda Irsyad dengan senyum, dia mulai senang jika melihat pipi blushing Salma.
__ADS_1
Blush..... Pipi Salmapun memerah mendengar godaan Irsyad.
"Mas kok sekarang pinter gombal sih, padahal dulu waktu awal kita kenal mas biasa saja sama Salma."
" Kan gombalin calon istri nggak ada yang larang kan?, udah ayo mas antar ke hotel. Kamu tunggu dulu mas bayar ini dulu." Ucap Irsyad dan kemudian berdiri berjalan ke kasir untuk membayar makanannya.
Setelah membayarnya,Irsyad mengajak Salma keluar cafe menuju parkiran dimana sepeda motor Irsyad parkir. Disini, Irsyad hanya menggunakan sepeda motor yang dipinjami dari kantor untuk membantu pekerjaannya. Jika yang lain membeli mobil, Irsyad saat ini belum memerlukannya karena dia hanya tinggal sendiri. Berbeda jika besok dia menikah dan Aira ikut tinggal disana, dia akan membeli mobil untuk keluarga kecilnya.
"Dek pakai helmnya." Pinta Irsyad dengan menyerahkan helm ke Salma."
Salma memakainya dan mulai naik ke atas sepeda. Irsyad menjalankan sepedanya dengan kecepatan sedang. Diperjalanan menuju hotel dimana Salma menginap, Irsyad dan Salma kembali bercengkrama. Mereka tampak seperti ABG yang sedang di mabuk cinta.
Irsyad menghentikan sepeda motornya pas di depan hotel.
"Dek, nanti hubungi mas kamu pulang jam berapa biar mas antar ke bandara." Pinta Irsyad kepada Salma setelah Salma mengembalikan helm yang sudah dia copot.
"Mas nggak sibuk ?" Tanya Salma yang takut jika memberatkan Irsyad.
"Buat calon istri mas ini tidak ada kata tidak untuk mengantar." Jawab Irsyad dengan menggoda.
"Kan mulai lagi kan gombal nya."
"Hahha.... ya kan mas lagi bahagia."
"Di iyain aja dech, nanti Salma hubungi mas kalau sudah pesan tiket pesawat. Yang penting nggak ganggu kegiatan mas."
"Siap dek, ya udah sekarang kamu masuk ke dalam. Mas juga mau segera ke asrama." Pamit Irsyad.
"Hati-hati ya mas dan terimakasih udah mau ngajak Salma jalan hari ini." Ucap Salma dengan senyum bahagia.
"Sama- sam dek, mas juga bahagia. Ya udah mas pamit. Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam mas." Jawab Salma.
Irsyad mulai mengendarai sepeda motornya menjauh dari hotel. Salma menunggu sampai Irsyad tidak terlihat, kemudian dia masuk ke dalam hotel menuju kamarnya. Salma menampilkan senyuman yang selalu mengembang di wajahnya ketika menelusuri hotel untuk menuju ke kamarnya. Dia merasakan kebahagiaan yang tak terhingga. Awalnya dia pasrah jika Irsyad tida mau melanjutkan hubungan mereka. Setelah mendengar keputusan Salma, dia menjadi kembali ke ABG yang sedang merasakan jatuh cinta.
**NOTE :
__ADS_1
Akhirnya bisa up lagi, waktu nulis ini author ikut meleleh.hahha.......
Semoga episode ini bisa di terima reader semuanya. Jangan lupa ya vote, like nya biar author bersemangat kembali dalam menulis. Happy monday ya.......🤗🤗🤗🤗**