Bunda Untuk Aira

Bunda Untuk Aira
Randi


__ADS_3

**Happy Reading


💓💓💓💓💓💓💓💓💓**


Setelah 8 hari Randi berada di rumah sakit,hari ini dia sudah kembali ke rumah. Dengan di jemput Irsyad dan Irfan selaku tetangga mereka.


Hubungan antara Nita,Salma dan Rosapun semakin lama semakin membaik. Bahkan saat ini mereka menjadi tetangga yang saling support. Seperti ketika Randi masih di rawat,mereka saling bergantian untuk membawakan Nita makanan.


Untuk hubungan Nita dan Randi,mereka masih saling bungkam. Meskipun demikian,Nita masih menjalankan tanggungjawabnya sebagai istri yang merawat suami yang sedang sakit. Untuk orang tua Nita pun,Nita belum berikan informasi sepenuhnya tentang apa yang terjadi kepada sang suami. Dia takut jika ayahnya akan marah kepada sang suami. Meskipun ada rasa kecewa di hatinya terhadap Randi,tapi tak di pungkiri jika dia masih sangat mencintai suaminya.


"Kamu belum berangkat ke rumah sakit yang?" Tanya Randi yang berada di atas kursi roda setelah sarapan di rumah dinasnya. Dengan telaten Nita menyuapi dan merawat Randi.


"Aku cuti mas sampai kamu sembuh." Jawab Nita datar dengan masih fokus dengan sarapannya.


"Ya Allah inikah hati istriku yang sebenarnya yang telah aku sakiti?,sebegitu pedulikan dirimu Nita dengan suami yang sudah menyakiti hatimu." Batin Randi.


"Ma....afin aku yang,aku sudah menyakiti hati kamu." Ucap Randi terbata-bata kepada sang istri.


"Mas minum obat dulu,habis itu istirahat." Jawab Nita dengan mengalihkan pembicaraan.


Randi memandang istrinya dengan sendu. Ada rasa sesal di hatinya karena melihat raut muka Nita yang begitu sendu. Dia melihat betapa hancurnya hati Nita mengetahui perselingkuhan dia dengan sahabat yang sudah Nita anggap saudara sampai membuahkan janin yang tak berdosa.


Mungkin ini karma buat dia untuk berubah lebih baik. Harus kehilangan Mona dan janin yang sedang dia kandung dan dia harus menjadi cacat tak bisa berjalan karena ulah nya.


Flashback

__ADS_1


Siang itu,Setelah seharian dia menghabiskan waktunya bersama Mona di hotel yang jauh dari tempat tugasnya dengan berdebatan sengit dan kabar yang mengejutkan dari mona.


"Mas,kamu harus nikahin aku."Ucap Mona setelah mereka sampai dan masuk di hotel pesanannya.


"Maksud kamu,dari awal kita sudah sepakat tidak membahas masalah pernikahan karena kamu tahu sendiri jika aku menceraikan Nita secepat ini pasti berimbas dengan karirku." Jawab Randi.


"Tapi mas,mas harus nikahin aku segera karena saat ini aku sedang mengandung anakmu." Ucap Mona sedikit teriak dengan melempar bukti testpack di hadapan Randi.


"Ini nggak mungkin pasti kamu berbohong kan? kamu bilang kamu sudah KB,kenapa ini bisa terjadi?" Tanya Randi yang tidak percaya dengan perkataan Mona.


"Aku memang sudah minum pil KB,tapi aku sempat lupa dan sekarang aku sudah mengandung anakmu.Kamu harus tanggung jawab kalau tidak,sekarang juga aku bakal bilang sama Nita tentang hubungan kita." Jawab Mona dengan menantang Randi.


"Kamu jangan gila,kamu tahu kalau kamu bicara sama nita pasti berimbas dengan pekerjaanku.Kamu mau aku menjadi pengangguran?"Ucap Randi yang semakin emosi. Dia tidak menyangka semuanya akan berakibat seperti ini. Awalnya hari ini ia akan bersenang-senang dengan Mona karena rasa yang melelahkan sehabis tugas. Apalagi hubungan dia dengan Nita begitu hambar. Dia tidak pernah mencintai istrinya. Tapi dia juga tidak mau kehilangan Nita karena ada kekuasaan ayahnya yang pastinya berdampak buruk terhadap pekerjaannya.


"Sekarang kita pulang,aku jadi nggak mood." Tambah Randi dengan memakai jaketnya kembali yang tergeletak di sofa yang berada di kamar hotel.


"Pokoknya aku akan bilang Nita tentang masalah ini." Ucap Mona dengan sengit membuka obrolan.


"Kamu jangan gila,aku pasti akan nyari cara. Tapi tidak sekarang.'"Jawab Randi dengan sedikit emosi dan masih fokus dengan kemudinya.


"Sampai kapan? sampai perutku membesar dan orang-orang menertawakan aku yang hamil tanpa suami?" Tambah Mona dengan luapan emosi.


"Kamu tahu sendiri bagaimana keluargaku,dari kecil aku tidak di rawat ayahku dan sekarang kamu juga ingin melakukan itu kepada anakmu,darah dagingmu? " Tambah Mona dengan emosi. Dia memukul-mukul tangan Randi yangs sedang memegang setir dengan girasnya. Dia sangat marah dan kecewa dengan perlakuan laki-laki yang menganggapnya sangat mencintainya,tapi apa setelah semuanya terjadi dia malah menyuruh Mona bersabar.


"Berhenti,aku sedang nyetir. Kamu jangan gila kita bisa celaka." Ucap Randi kepada Mona agar Mona berhenti memukulinya. Tanpa di duga Mona malah tambah keras dan tak mau berhenti hingga Randi tidak bisa mengendalikan mobil yang dia kendarai dan terjadilah dimana mobil mereka oleng dan menabrak pembatas jalan.

__ADS_1


***Flash End


💓💓💓💓💓💓💓💓***


Randi dibantu Nita untuk masuk ke kamar dan berbaring. Dengan telaten,Nita mengangkat tubuh Randi yang besar untuk di baringkan di tempat tidur. Nita hanya diam tanpa berekspresi.


"Yang,maafin aku. Maafin semua kesalahanku kepadamu. Aku menyesal sudah menyakiti hatimu" Pinta Randi kembali dengan nada melasnya. Dia sangat menyesal dan baru sadar jika hati istrinya begitu tulus mencintai dirinya. Dan dia tidak pernah melihat itu.


"Mas istirahat dulu,aku mau membereskan bekas sarapan kita." Jawab Nita dengan berbalik arah menuju luar dan meninggalkan suaminya sendiri. Nita menahan tangisannnya. Dia berlari menuju kamar mandi untuk menangis sebagai rasa luapan sakit hati dan rasa kecewanya terhadap sang suami. Dia menangis terisak,meskipun di liar dia begitu tegar tapi sebenarnya dirinya sangatlah rapuh. Dia masih bersyukur mempunyai sahabat seperti Riri yang benar-benar tulus terhadapnya dan ada juga Salma dan Rosa tetangga yang dulu sempat dia musuhi untuk membela orang yang dulu dianggapnya sahabat dan sekarang malah sahabatnya itu yang menghancurkan Hidupnya sedangkan yang dia benci malah menghibur dalam keterpurukannya.


"Ya Allah,mengapa masih sesakit ini. Kenapa memaafkan tak semudah ini. aku masih sangat mencintai suamiku,tapi aku juga kamu kecewa dengan apa yang telah dia lakukan padaku." Ucap Nita diantara isakannya.


"Apa yang harus aku lakukan Ya Allah...hiks....hiks...."


Tok....tok.....tok........


Nita pun menghapus air matanya dan membasuh mukanya akan terlihat fresh. Setelah membasuh dan mengeringkan mukanya,Nita berjalan menuju pintu depan untuk membukakan pintu yang tadi dia dengar ada orang yang mengetuk.


Nita pun membuka pintu dan dia sangat terkejut dengan tamu tak terduga yang datang ke rumahnya.


"Pa.....pa...................


**To be continue......


💓💓💓💓💓💓💓💓**

__ADS_1


**Note:


Hai....hai kakak-kakak jangan lupa ya buat vote dan likenya biar author semakin semangat menuangakan idenya.🤗🤗🤗🤗**


__ADS_2