
Happy reading...
**********
Kemarin malam setelah bu Ronah memberikan kabar jika Aira akan menginap, kurang lebih 1 jam Aira sudah sampai rumah Salma yang diantar mang Ujang. Bu Ronah tidak bisa mengantar cucunya dikarenakan beliau kedatangan tamu kerabatnya. Sehingga Aira hanya diantar mang Ujang.
Salmapun sudah bersiap menyambut kedatangan Aira. Dia menyiapkan cemilan untuk Aira dan juga Aina dan Adam yang akan berkunjung. Masih dengan pakaian kerjanya, Salma berkutat di dapur untuk membuat pudding buah kesukaan anak-anak.
Setelah selesai membuat pudding, Salma bergegas menuju kamar untuk membersihkan diri dan mengganti baju kerjanya menjadi gamis rumahan berbahan kaos.
Tok.....tok....tok....
Bu Murti menuju ruang depan setelah mendengan suara pintu di ketok.
Ceklek......
"Acalamualaikum nenek." Aira mengucap salam dengan meraih tangan bu Murti untuk di cium nya.
"Waalaikumsalam sayang, cucu oma datang juga." Jawab bu Murti bahagia.
"Maaf bu saya di suruh nyonya mengantar non Aira kesini." Ucap mang Ujang.
"Bu Ronah kok tidak ikut pak?" Tanya bu Murti yang tengak-tengok melihat keberadaan bu Ronah.
"Ibu tadi sebenarnya mau ke sini, tapi tadi ada kerabatnya yang datang jadi saya yang suruh antar. " Jelas mang Ujang.
"Ya udah mang masuk dulu,"pinta bu Murti. "Ayo sayang kita masuk kedalam."Ajak bu Murti dengan menggandeng tangan Aira.
"Maaf bu, saya langsung saja." Tolak mang Ujang.
"Loh nggak mampir dulu pak ?"
"Terimakasih bu, tapi saya sudah di tunggu bi Ijah untuk mengantar berbelanja."
"Ya udah pak, titip salam buat pak Jaka beserta keluarga dan sampaikan kami akan menjaga Aira dengan baik." Ucap bu Murti dengan tersenyum.
"Baik bu nanti saya sampaikan, kalau begitu saya pamit dulu Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam, hati-hati pak."
Mang Ujang berjalan menuju mobil untuk kembali kerumah. Setelah kepergian mang Ujang, bu Murti mengajak Aira masuk ke rumah.
"Nenek bunda kemana ya ?" Tanya Aira yang sudah duduk santai di ruang keluarga.
"Bunda masih di atas nak, bentar lagi juga ke bawah. Dia lagi ganti baju." Jawab bu Murti.
"Aina cama abang Adam belum kecini oma ?"
"Belum sayang paling bentar lagi sampai, Aira mau minum apa sayang ?" Tawar bu Murti.
"Aila mau minum olange jus nenek." Jawab Aira.
"Ya udah Aira tunggu di sini dulu ya, nenek ambilkan minuman dulu. Sambil nunggu bunda, Aira lihat kartun dulu." Bu Murti menyalakan TV dan mencari chanel kartun untuk Aira.
Aira pun mengangguk dan fokus dengan chanel kartun kesayangannya. Sedangkan bu Murti berjalan menuju dapur untuk mengambilkan minuman dan snack untuk Aira.
__ADS_1
Tap....tap....tap
Aira mendongakkan kepalanya ketika mendengar suara sandal yang turun dari lantai atas.
"loh anak bunda sudah datang." Sapa Salma yang langsung menghampiri Aira. Kemudian dia memcium gemas Aira.
"Heheh..... geli bunda." Ucap Aira.
"Aira kesini tadi sama siapa sayamg ?" Tanya Salma yang sudah melepas ciumannya di wajah Aira.
"Cama mang Ujang."
"Ini sayang minumannya." Ucap bu Murti yang datang dari arah dapur dan menyodorkan minuman dan snack di hadapan Aira.
"Telima kacih nenek." Jawab Aira yang masih dalam pelukan Salma.
"Sama-sama sayang."
"Bunda tadi juga buat pudding lo sayang, tapi nunggi dulu biar membeku nanti kita makan bersama Aina dan bang Adam kalau sampai." Tawar Salma.
"Ciap bunda."
Aira menikmati cemilan yang di sediakan bu Murti dengan menonton kartun. Salma mendampingi calon putrinya sambil mencoba menghubungi Irsyad.
"Assalamualaikum mas, apakah mas hari ini sibuk ?" Salma mengetik pesan whatsapp ke Irsyad. Setalah itu, dia menaruh kembali hpnya di meja.
Drr....drr.....drrr Hp Salmapun bergetar tanda pesan masuk.
"Waalaikum salam dek, ini habis apel giat. Sedang istirahat santai saja di barak."
"Salma mau bilang, kalau Aira hari ini nginap di rumah Salma mas."
"Salma seneng kok mas Aira bisa menginap di sini. Apalagi nanti juga ada Aina dan Adam rumah jadi ramai."
"Ya dek, mas pamit dulu istirahat sebentar ya. Nanti ada giat lagi."
" Ya udah met istirahat mas, jangan lupa makan dan jaga kesehatan."
"Siap bundanya Aira, Assalamualaikum 😘😘😘" Balas Irsyad dengan emoticon.
Salma yang membaca pesan terakhir Irsyad hanya tersenyum dan tidak berniat membalas.
Tok....tok...tok
"Nak itu pintu depan ada yang ngetuk, coba kamu buka." Pinta Bu Murti yang juga sedang menikmati tontonan kartun bersama Aira.
Salma bergegas ke depan dan membuka pintunya.
"Assalamualaikum onty." Ucap Adam dan Aina bersama setelah pintu terbuka.
"Waalaikumsalam sayang, keponakan onty sudah datang." Jawab Salma dengan mengandeng Aina.
"Ibu mana dek," Tanya Arin setelah dia dan kedua anaknya masuk kedalam rumah.
"Itu mbak di ruang keluarga lagi nonton TV sama Aira."
__ADS_1
"Loh Aira juga kesini pa ?"
"Iya mbak, tadi dia merengek sama oma nya untuk nginap disini. Apalagi dengar Adam dan Aina juga menginap, dia jadi semangat.
"Aina ,Adam gi ke ruang keluarga, Aira lagi nonton kartun tu...." Bujuk Salma.
"Aila juga ada di sini ontyn?" Tanya Aina.
"Iya sayang."
"Ye.... Aina bisa main cama Aila. Ayo abang kita kesana ." Ajak Aina dengan menyeret
abangnya ke dalam.
Bu Murti yang mendengar kegaduhan di depan, mencoba mencari tahu siapa yang datang.
"Bentar ya sayang nenek ke depan dulu."
"Iya nek." Jawab Aina yang masih fokus dengan kartun nya.
Ketika bu Murti mo beranjak dari duduknya, Aina dan Adam sudah sampai di ruang keluarga.
"Acalamulaikum nenek, Aila." Ucap Aina menghampiri neneknya.
"Walaikumsalam, eh cucu -cucu nenek sudah datang." Jawab Bu Murti.
" Aina, bang Adam." Teriak Aira yang melihat kehadiran Aina dan Adam.
Aina, Aira dan Adam pun menghabiskan waktunya bersama-sama. Mereka juga menikmati pudding yang di buat oleh Salma.
Aina dan Adam akan menginap juga di rumah Salma. Arin dan suaminya akan ke luar kota karena ada undangan dari klien nya. Karena tempatnya sangat jauh. dia menitipkan putra dan putrinya ke rumah orang tuanya.
Malam pun tiba, keluarga pak Handoko beserta cucu-cucunya di tambah kehadiran Aira menikmati makan malam bersama. Dengan kehadiran 3 cucunya menambah keramaian di rumah pak Handoko.
Irsyad juga menempati janjinya, setelah makan malam dia menghubungi Salma lewat video call. Dia melihat keadaan Aira dan juga melihat Salma yang sudah 1 minggu tidak bertemu. Kemarin hanya bisa bertukar pesan di karenakan kesibukan Irsyad setelah kembali bertugas.
Hanya 15 menit Irsyad menelpon Aira dan Salma. Di karenakan ada panggilan mendadak dari Danyon. Sehingga dia segera mengakhiri panggilan.
Aira, Aina dan adam bermain bersama di ruang keluarga. Mereka berceloteh bersama menambah keramaian di rumah pak Handoko. Adam yang laki-laki sendiri tidak sungkan untuk bergabung bermain dengan Aira dan Aina.
"Sayang, ayo kita sekarng bobok. Udah jam 9 malam lo."Ajak Salma kepada Aira,Aina dan Adam.
"Siap onty." Ucap Aina dan Adam.
"Ciap bunda." Lanjut Aira.
"Nenek adam bobok sama nenek dan kakek aja ya, biar adik dan Aira bobok sama onty." Bujuk Adam.
"Ya sayang, ayo kita ke kamar." Ajak bu Murti kepada cucu laki-laki nya.
"Aira dan Aina ikut onty ya ke atas. Kita bobok di kamar atas." Ajak Salma dengan menggandeng tangan Aira dan Aina.
Setelah Adam dan bu Murti masuk ke kamar dan di ikuti pak Handoko, Salma beserta Aira dan Aina juga berjalan naik ke lantai atas menuju kamar Salma. Sebelum tidur, Salma menggiring kedua bocah perempuan ini menuju kamar mandi untuk menggosok gigi dan mencuci wajah dan tangan kakinya.
Setelah itu, mereka mengganti baju santai mereka dengan piyama. Mereka menuju ke ranjang. Sebelum tidur, Salma membimbing Aina dan Aira untuk berdoa sebelum tidur. Setelah memastikan kedua bocah tersebut tidur, Salma mencium bergantian dahi Aira dan Aina. Dia mematikan lampu utama untuk digantikan lampu tidur sebelum menyusul Aura dan Aina ke alam mimpi.
__ADS_1
**Note :
Alhamdulillah bisa up lagi ya, tunggu bab selanjutnya mulai ada konflik ya**..........