Bunda Untuk Aira

Bunda Untuk Aira
Adyan Rafif Putra Almair


__ADS_3

Happy Reading......


❤❤❤❤❤❤❤


"Oek......oek.......oek..........." Bayi laki- laki itupun menangis setelah melihat dunia.


"Alhamdulillah.....alhamdulillah,terimakasih sayang." Ucap Syukur Irsyad dengan mencium dahi istrinya. Tak terasa air mata tanda haru bahagia tertetes di pipinya.


Salma pun hanya menganggukkan kepalanya tanda bahagia akhirnya putra yang dia dan suaminya tunggu,telah lahir dengan sehat. Salma tak bisa berkata-kata apapun karena dia sudah kehilangan banyak tenaga karena menangis dan berjuang melahirkan sang buah hati.


"Selamat bapak dan ibu anaknya cowok dan alhamdulillah dalam keadaan sehat." Ucapan selamat sang dokter yang membantu persalinan Salma.


"Terimakasih dokter atas bantuannya."Jawab Irsyad dengan memeluk sang istri yang baru saja mendapat penanganan setelah melahirkan.


"Silahkan di adzani terlebih dahulu pak." Ucap dokter dengan memberikan si baby kepada Irsyad.


Irsyad pun mengumandangkan adzan di telinga sang putra dengan menitikkan air mata bahagia. Dia bersyukur bisa melihat langsung proses persalinan sang istri serta dapat mengadzani nya. Ada rasa menyesal yang hinggap di hatinya karena dulu ketika Aira lahir,dia tidak bisa menemani almarhumah Aisyah karena dia sedang bertugas.


"Kami bersihan dulu ya bapak dan ibu bayinya." Pamit perawat dengan menggendong putra Irsyad kembali setelah diadzani dan masih berlumuran darah.


"Silahkan sus."


Putra Irsyad pun di bawa suster untuk dibersihkan dan observasi lainnya. Setelah bersih,suster akan membawanya kembali untuk dilakukan inisiasi menyusui dini (IMD).


Tak berselang lama,mbak Rosa dan mbak Nita masuk ke dalam perawatan Salma setelah dia di pindahkan pasca melahirkan.


"Ceklek...." Pintu terbuka.


"Alhamdulillah,selamat mbak Salma akhirnya si baby sudah lahir."Ucap Rosa mendekati Salma yang berbaring di bed rumah sakit.


"Awalnya tadi kami panik waktu mbak Salma nangis dan mengalami kontraksi."Tambah Rosa.


"Iya mbak alhamdulillah untung ada mbak Rosa dan mbak Nita. Saya tidak tahu apa yang terjadi sama saya jika tidak ada kalian."Jawab Salma.


"Yang terpenting sekarang mbak dan si baby sehat mbak." Ucap Nita.


"Iya mbak,alhamdulillah kami sangat bersyukur dengan kelancaran persalinan saya. Dan saya sangat bahagia bisa di dampingi mas Irsyad." Tambah Sama dengan memegang lengan suaminya.


"Kok adik bisa kontraksi dadakan dek?" Tanya Irsyad yang belum tahu kejadian yang menimpa istrinya.


Salma pun menceritakan bagaimana dia kaget dan histeris serta berfikir negatif dengan keadaan sang suami sehingga membuat dia mengalami kontraksi.


"Ya Allah dek,maafin mas. Tadi mas panik waktu mau menyebrang buat membeli bakso pesananan adik ada bapak-bapak yang tertabrak jadi mas reflek dan menaruh Hp mas di kantong untuk membantu beliau. Maafin mas ya dek gara-gara mas malah jadi kayak gini." Pinta Irsyad dengan raut wajah sedih.

__ADS_1


"Nggak pa-pa mas,yang terpenting sekarang Salma dan bayi kita selamat. Dan mas juga bisa menemani Salma." Jawab Salma lembut menenangkan sang suami.


Pintu kamar Salma di buka dan menampilkan sang suster yang membawa putra Irsyad dan Salma yang sudah di bersihkan.


"IMD dulu ya bu." Ucap suster dengan menaruh si baby di dada Salma agar si baby secara alami dapat mencari sendiri AsI dan menyusu.


"Baik Sus." Jawab Salma dengan membuka bajunya dan menampangkan buah **** nya. Untung di dalam hanya ada sang suami dan mbak Rosa juga mbak Nita. Jadi Salma tidak merasa sungkan.


Salma merasakan haru ketika sang putra menemukan pabrik makanannya dan mulai menyusu. Meskipun awalnya dia merasa sakit di p*****nya yang di sedot sang putra,tapi semua terbayarkan ketika melihat wajah sang putra yang begitu tampan seperti ayahnya.


Adapun beberapa manfaat IMD bagi ibu dan bayi, antara lain :


* Meningkatkan kesempatan bayi memperoleh kolostrum


Kolostrum adalah tetes ASI pertama ibu yang kaya nutrisi dan membantu mencegah penyakit. Cairan pertama dari ASI ini biasanya berwarna kuning, sangat kental dan hanya sebanyak kira-kira satu sendok teh.


* Mendukung keberhasilan ASI eksklusi


Inisiasi menyusui dini diketahui menunjang keberhasilan ASI eksklusif hingga bayi berusia 4 bulan.


* Memperkuat hubungan ibu dan bayi


Bukti menunjukkan bahwa kulit bayi yang bersentuhan langsung dengan kulit ibunya (skin-to-skin contact) segera setelah lahir,  dapat menciptakan keintiman yang lebih dalam dengan sang ibu. Lebih jauh, kulit tubuh bayi yang bersentuhan langsung dengan kulit tubuh ibunya merupakan cara efektif untuk menenangkan bayi sakit, yang dapat dilakukan kapan saja. Hal ini juga membuat sang ibu lebih nyaman.


Inisiasi menyusui dini dapat mengurangi angka kematian bayi baru lahir. Selain itu, dapat meningkatkan kesehatan, tumbuh kembang, dan membantu membangun daya tahan tubuh bayi. Kemudian, ASI juga sangat baik untuk kesehatan sistem pencernaan bayi.


Itulah beberapa manfaat IMD bayi ibu dan anak.


💓💓💓💓💓💓💓


"Boleh saya menggendongnya sus?" Tanya Irsyad setelah melihat sang putra berhenti menyusu.


"Silahkan pak." Jawab Sang suster.


Irsyad menimang-nimang sang putra. Dia melihat mata,hidung dan seluruh tubuh sang putra dengan ucap syukur tak terhingga.


"Wah ganteng banget om putranya." Puji Rosa ketika melihat si baby dalam gendongan Irsyad.


"Tentu dong ganteng kan mewarisi kegantengan ayah dan kecantikan bundanya." Jawab Nita yang juga memuji Salma dan Irsyad.


Salma dan Irsyad hanya tersenyum mendengar pujian dari tetangganya.


"Mo si kasih nama siapa ni om si baby?"Tanya Rosa.

__ADS_1


"Adyan Rafif Putra Almair." Jawab Irsyad dengan lantang.


"Bunda suka kah?" Tanya Irsyad kepada sang istri.


"Iya yah bunda suka." Jawab Salma.


"Nama yang indah om. Kalau boleh tahu artinya apa om?" Tanya Nita.


"Anak sholeh yang berbudi baik putra dari Salma dan Irsyad. Semoga kelak dia akan menjadi laki-laki yang sholeh dan selalu berbudi baik dan sopan terhadap orang lain." Irsyad menjelaskan arti nama sang putra.


"Alhamdulillah,nama dan arti yang bagus. Semoga jadi anak yang sholeh ya sayang." Ucap Nita dengan menoel pipi Adyan.


"Terimakasih tante." Jawab Irsyad menirukan suara anak kecil.


Semua yang berada di dalam kamar perawatan Salma pun sangat bahagia dengan kehadiran Adyan di tengah-tengah mereka. Rasa syukur mereka ucapkan untuk kelahiran Adyan.


"Oh ya om tadi aku dah telpon mas Irfan. Dia udah jemput Aira dan Rio. Nanti mereka akan kesini." Ucap Rosa.


"Iya mbak terimakasih banyak,mbak Rosa dan mbak Nita sudah membantu banyak kelurga kami. Kami tidak bisa membalasnya." Jawab Irsyad.


"Sudah seharusnya kita saling tolong menolong om,apalagi kita di sini sama merantau dan jauh dari keluarga. Ya kita-kita ini yang akan menjadi keluarga." Jelas Rosa.


"Benar om,aku juga bersyukur bisa mengenal kalian. Tanpa kalian mungkin saat ini aku masih jadi orang yang angkuh dan tidak berperikemanusiaan." Tambah Nita dengan wajah sendu ketika mengingat sikap buruknya yang dulu.


"Yang penting sekarang mbak sudah menjadi pribadi yang baik." Ucap Rosa menenangkan Nita dengan menepuk lembut pundaknya.


"Benar mbak,yang kemarin buat pelajaran kita dan sekarang kita tatap masa depan dengan sikap yang lebih baik lago dari yang kemarin mbak." Tambah Salma dengan duduk bersandar di head bed.


Merekapun saling tersenyum bahagia. Tak ada kata terlambat untuk berubah menjadi lebih baik dari sebelumnya jika kita mau berusaha.


"Mbak,rasanya kok perut aku nggak enak ya." Ucap Nita yang merasakan mual di perutnya dengan tiba-tiba.


"Ada aoa mbak?" Tanya Rosa dengan mendekati Nita yang wajahnya tampak pucat.


"Hoek..................


**Note :


Ye....akhirnya bisa ngasih adiknya Aira. Dari semalem bingung nyari nama,dan tadi pagi tiba-tiba muncul nama itu dan ada sumbangan nama dari salah satu pembaca di sini. Jangan lupa tetap vote dan like nya ya. Dan mohon selalu koreksinya......


❤Welcome Adyan Rafif Putra Almair ❤


❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤**

__ADS_1


__ADS_2