
Happy reading
*******
Setelah sampai di tempat permainan, Aira menarik Salma untuk bermain mandi bola.Irsyad hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah putrinya sambil tersenyum. Salma menggesek power card tersebut ke swiper . Setelah itu Aira masuk kedalam untuk bermain bola sedangkan Salma dan Irsyad menunggu di bangku depan untuk mengawasi Aira.
"Terimakasih ya,sudah mau mengantar Aira bermain." Ucap Irsyad kepada Salma.
"Sama-sama mas."Salma pin menjawabnya dengan senyuman dan masih fokus mengawasi Aira.
Aira tampak bahagia, sesekali Ia melambaikan tangannya kepada ayah dan Salma. Aira asyik bermain papan seluncur yang ada di wahana mandi bola. Terkadang Ia juga melempar bola.
"Setiap liburan, biasanya kamu pergi kemana ?"
"Kadang di rumah saja mas, atau ke rumah kakak saya." Jawab Salma yang jantungnya ikut berdetak kencang ketika dekat dengan Irsyad. Salma masih bisa mengontrolnya.
"Kakak kamu apakah orang tua dari temannya Aira ? "
"Iya mas, dia ibu dari Aina temannya Aira. Kemarin yang ketemu di sekolah."
"Saya kira kemarin itu emmm.....anak kamu".
"Hehhe, bukan mas saya juga belum menikah mana mungkin sudah punya anak." Jawab Salma masih dengan senyuman tipis di bibirnya.
"Hehhe, maaf saya tidak tahu." Irsyad merasa tidak enak karena bertanya tentang privasi Salma.
Salma hanya menganggukkan kepalanya sambil tersenyum untuk.
Irsyad merasa nyaman ketika mengobrol dengan Salma. Salma adalah sosok wanita ketiga yang membuat nyaman untuk berbincang yaitu ibu dan almarhumah istrinya. Tetapi dia masih belum menyadari bagaimana perasaan dia sebenarnya.
Sedangkan Salma,menutupi kegugupannya dengan berdiri dan terkadang mendekat ke pembatas tempat Aira bermain.
"Onty......"Teriak Aira memanggil Salma. Aira sedang asyik bermain bola.
Salma pun melambaikan tangannya dengan tersenyum. Irsyad memperhatikan interaksi putrinya dengan Salma. Ada rasa hangat yang menjalar di hatinya.
"Melihatmu bahagia seperti ini membuat bahagia nak, Ayah akan berusaha semaksimal ayah untuk selalu membuat mu tersenyum seperti ini. Apa ayah harus mencoba membuka hati ayah untuk mencoba membuka hati ayah untuk onty kesayangan kamu nak ?" Ucap Irsyad si dalam hatinya.
"Ayah Aila sudah capek." Aira bersuara dengan suara terengah-engah karena sudah capek bermain di mandi bola.
__ADS_1
"Kalau sudah capek ayo Aira keluar kita cari makan dulu." Jawab Irsyad dengan melambaikan tangannya untuk mengajak Aira keluar.
"Ciap ayah...." Jawab Aira dengan senyum bahagia.
Aira mengambil sepatunya dan berjalan ke luar menuju Ke beradaan ayahnya dan Salma.
"Sayang ayo..." Ajak Salma setelah Aira keluar dari tempat bermain dengan menggandeng tangan Aira.
"Kita mau makan siang di mana ni, Aira mau makan apa sayang ?" Tanya Irsyad kepada putrinya.
"Aila mo maem udang goleng ayah cama cumi." Jawab Aira
"Kalau kamu mau makan apa Salma ?" Irsyad pun bertanya kepada Salma.
"Sama saja mas." Jawab Salma lembut dan tidak lupa di sertai senyuman tipis.
"Tapi kamu tidak alergi seefood kan ?" Irsyad bertanya kembali di sebelah kiri Aira dan menggandeng tangan Aira sedangkan Salma di sebelah kanan.
Orang-orang pasti melihat mereka seperti keluarga yang sangat bahagia. Apalagi banyak pengunjung wanita yang secara terang-terangan melirik Irsyad. Pada siang ini Irsyad terlihat sangat tampan dan lebih muda dari usianya. Ia memakai kaos putih POLO dan celana jeans panjang dan memakai sepatu sport putih. Dengan potongan rambut cepak khas militer menambah kegagahan Irsyad. Wajar jika banyak mata wanita yang memandang dirinya. Salma sedikit cemburu ketika melihat beberapa wanita yang secara terang-terangan melihat ke arah Irsyad. " Ya Allah kenapa hatiku panas sekali ketika melihat mas Irsyad di lirik wanita-wanita di sini. Apakah mengagumi mas Irsyad secara diam hanya membuat diriku sakit." Ucap Salma di dalam hatinya dengan menunduk menyembunyikan wajah sedihnya.
Ketika Salma menunduk menyembunyikan raut sedih wajahnya, dari arah berlawanan ada sepasang perempuan dan laki-laki remaja yang sedang asyik mengobrol. Karena mereka fokus sendiri tidak sengaja menabrak Salma. Salma pun hampir terjatuh jika tidak ada tangan kekar yang menahan Salma. Salma hanya menutup matanya, "Mengapa kok tidak sakit ya." Guman Salma.
Deg...
Jantung Salma berdetak kencang, Seperti akan keluar dari tubuhnya. "Ya Allah kenapa jantungku ini."
Irsyad pun sama iya juga merasa gugup ketika berdekatan dengan Salma, sekian detik mereka asyik dengan pikiran masing-masing dan saling bertatatap muka hingga ada suara yang menyadarkan mereka.
"ma...af om tante kami tadi sedang asyik mengobrol." Pemuda tersebut meminta maaf kepada Irsyad dan Salma dengan rasa takut.
Setelah sadar, Irsyad melepaskan pegangan tangannya dari pinggang Salma dan membantu Salma berdiri.
"Tidak apa-apa kok dek, itu tadi juga salah saya." Jawab Salma dengan ramah.
"Terimakasih om tante, kalau begitu kami pergi dulu."Pamit kedua pemuda tersebut.
Salma pun mempersilahkan kedua pemuda tersebut pergi. Salma, Aira dan Irsyad melanjutkan perjalanan menuju ke restaurant yang satu lantai dengan Timezone. Mereka berjalan dengan rasa canggung antara Irsyad dan Salma. Hanya celoteh dari Aira yang
ditanggapi mereka. Setelah sampai di seefood restauran, mereka memilik tempat duduk di pojokan. Ada 4 kursi, 2 kursi saling berhadapan. Aira duduk di sebelah Salma sedangkan Irsyad duduk di depan Salma. Irsyad memanggil pelayan dengan melambaikan tangannya. Setelah beberapa saat, Pelayan menghampiri meja mereka.
__ADS_1
"Mbak saya pesan udang dan cumi goreng tepung 1 dan minumnya orange juice." Ucap Irsyad." Kamu mau pesan apa Ma ?"Tanya Irsyad kepada Salma.
"Sa...ya pesan Seefood pan Fried Noodle saja mas." Jawab Salma.
"Minumnya ?"
"Emmmmm... di samain saja sama Aira".
"Baik, mbak jadinya udang dan cumi goreng 1 jangan lupa sayur nya chicken soup 1, orange juice 2, hot moccacinonya 1 dan Seefood pan fried noodlenya dua."Irsyad memesan makanan sesuai keinginan mereka."
Pelayan mencatat pesanan mereka dan mengulangi nya.
"Baik pak, apakah ada lagi yang ingin di pesan ?" Tanya pelayan dengan ramah."
"Tidak cukup ini saja." Jawab Irsyad.
"Baik pak bu saya silahkan tunggu sebentar, kami akan degera mengantar pesanan bapak dan ibu." Ucap pelayan yang di angguki Salma dan Irsyad. Pelayanpun berjalan menuju dapur restauran.
"Ayah, onty makacih ya udah ngajak Aila beljalan-jalan." Ucap Aira denga gembira.
"Sama-sama sayang, Aira seneng nggak ?" Tanya Salma kepada Aura.
"Aila ceneng buangeet... bica jalan cama ayah cama onty. Jadi Aila juga bica melasakan jalan kayak teman Aila yang di temani olang tuanya. "Jawab Aira dengan polosnya. Hingga membuat kedua orang dewasa di dekat Aira tersentuh dengan kata-kata Aira.
"Ayah juga seneng sayang bisa melihat putri ayah bahagia."Ucap Irsyad dengan nada sedikit sedih dengan penuturan Aira. Dia merasa tercabik cabik hatinya ketika mendengar putri semata wayangnya ternyata selama ini merasa sangat kesepian. Ia merasa menjadi ayah yang tak berguna.
"Sayang, kapanpun jika Aira ingin pergi jalan-jalan pasti nanti onty antar jika onty libur. Sekarang nggak boleh sedih lagi ya.." Ucap Salma sambil memeluk Aira.
"Telimakacih onty, Aila cayang buanget cama onty..." Aira membalas pelukan Salma dengan tangan mungil nya.
"Sama-sama sayang, onty juga sayaaang sekali dengan Aira." Ucap Salma dengan senyuman.
"Jadi sayangnya sama onty saja ni, sama ayah nggak ni." Goda Irsyad kepada putrinya.
"Aila juga cayang ayah kok." Jawab Aira dengan melepaskan pelukan dari Salma.
"Nggak kok sayang, ayah cuma bercanda." Ucap Irsyad.
Pembicaraan merekapun berhenti setelah pesanan mereka di antar oleh pelayan. Salma menyuapi Aira dengan makanan kesukaannya udang dan cumi goreng tepung tidak lupa di tambah chicken soup. Karena keluarga Irsyad selalu membiasakan Aira untuk makan sayuran. Salma menyuapi Aira dengan sangat telaten. Tanpa di Sadari Salma, Irsyad memperhatikannya ketika menyuapi putrinya seperti interaksi antara seorang ibu dengan putrinya."Apa Salma cocok menggantikan mu sayang, apakah dia cocok menjadi bunda untuk putri kita ? " Ucap Irsyad di hatinya Sambil makan makanan pesanannya dalam diam.
__ADS_1