Bunda Untuk Aira

Bunda Untuk Aira
A great Man...


__ADS_3

Happy Reading.....


******


berlenggok seperti bak Model profesional, Tisha berjalan masuk ke dalam butik miliknya. Ya, sehabis Tisha kuliah dia akan melanjutkan kegiatannya untuk menyambangi butik kepunyaannya.


Meskipun uang saku yang di berikan kedua orang tuanya, tak membuat Tisha berpangku tangan. Dia tumbuh menjadi gadis yang mandiri karena bisa menghasilkan uang sendiri dengan usaha yang ia tekuni.


Ia masih ingat kata-kata seseorang yang memacu dia menjadi seorang gadis mandiri.


"Aku tak suka cewek yang manja dan cengeng sepertimu." Kata seseorang yang membuat dia bersemangat untuk mematahkan perkataan nya.


FlashBack


Pagi yang cerah tampak menghiasi bumi di pagi ini. Ikut menyambut acara Prasetya Prawira (Praspa) dan sumpah Perwira yaitu upacara pelantikan para taruna Akabri (Angkatan Darat, Laut dan Udara).  Acara diadakan di Istana Merdeka dan di hadiri Presiden RI.


Tisha, dengan berbalut kebaya brokat modern berwarna hijau toska dan rok batik selutut juga menghadiri acara. Dia di ajak sang papa yang juga salah satu petinggi TNI dan di temani mamanya.


Mereka tak hanya datang karena undangan jabatan dari papanya, mereka hadir juga untuk memberikan ucapan selamat untuk anak sahabatnya yang juga mengikuti upacara kelulusan. Ya dia adalah Adyan Rafif Al Mair putra dari Irsyad dan Salma.


Tak menyia-nyiakan kesempatan, Tisha berdandan cantik untuk bertemu sang pujaan hati. Meskipun selalu di pandang biasa oleh Adyan, tak mematahkan semangat Tisha untuk selalu mendekati Adyan cinta pertamanya.


Sejak kecil, terbiasa bermain bersama karena persahabatan antara kedua orang tua mereka membuat mereka dekat sejak kecil.


Tapi kedekatan mereka berubah di saat usia remaja, ketika SMA Tisha mulai merasakan jatuh cinta untuk pertama kalinya kepada sahabat masa kecilnya.


Sikap Adyan yang dingin dan tak tersentuh, apalagi ambisinya untuk dapat meneruskan perjuangan sang ayah membuat Adyan tak berminat untuk memikirkan hal-hal seperti itu. Banyak perempuan yang mendekatinya, tak terkecuali Tisha yang pantang menyerah.


"Abang Ian, Tisha cinta sama abang. " Ucap Tisha yang mengungkapkan perasaannya kepada Adyan ketika mereka sedang berada di kantin sekolah bangku menengah atas.


"Kamu bicara apa Tisha? " Tanya Adyan yang masih tak paham dengan penyataan perasaan Tisha kepadanya.


"Abang Tisha cinta sama sayang sama abang bukan sebagai seorang adik sama Abang nyanyi, tapi perasaan perempuan kepada laki-laki. " Jelas Tisha.

__ADS_1


"Huh...., Adyan menghela napas karena kaget dengar perkataan Tisha.


" Maaf Tish, aku lagi nggak mikirin hal-hal seperti itu. Yang aku prioritaskan saat ini adalah persiapanku untuk masuk ke pendidikan militer impianku. Dan kamu bukan tipe cewek yang aku suka. " Ucap Adyan tanpa berfikir sudah menyakiti hati Tisha.


Setelah mengatakan itu, Adyan pergi meninggalkan Tisha seorang diri. Hari selanjutnya pun Adyan lebih memilih menghindari Tisha.


Meskipun seperti itu, hati Tisha tak pernah berubah di hatinya masih sama hanya ada 1 nama yang tak pernah hilang dari dasar hatinya.


"Ayo sayang, ke sana nemuin om dan tante. " Ajak Nita dengan menarik lengan sang putri.


"Okey ma, Tisha udah nggak sabar nemuin si abang. " Jawab Tisha dengan membawa sebuket bunga mawar cantik untuk Adyan.


Dari jauh, mereka sudah melihat keluarga Irsyad dan Salma. Ada Aira dan sang suami beserta Maira putri cantik Aira dan Mario yang saat itu baru berusia 1 tahun. Tidak lupa adik bungsu Adyan dan Aira Shakilla yang juga menemani acara kelulusan Adyan.


Tampak mereka sedang tersenyum bahagia merayakan kelulusan Adyan sebagai lulusan terbaik di tahun ini. Kecerdasan, kegigihan dan pengorbanannya dalam latihan di bayar dengan penghargaan dan prestasi yang ia dapat saat ini.


Tisha dan sang mama berjalan menuju di mana keluarga Adyan berkumpul. Sedangkan papa Tisha sedang menemui pejabat yang lain.


"Terimakasih ucapannya. " Balas Adyan dengan senyuman tipis.


"Selamat ya Adyan, tante bangga dengan prestasi yang kamu capai. " Ucap Nita.


"Terimakasih tante, terimakasih atas ucapan dan kedatangan tante disini. " Balas Adyan dengan sopan. Berbeda ketika ucapan Terima kasih yang ia sampaikan kepada Tisha yang datar meskipun dia tersenyum simpul.


"Ayo kak Tisha foto dong sama kak abang. " Ajak Shakilla kepada Tisha. Sejak lama dia tahu jika Tisha menyukai sang kakak, tapi sang abang saja yang tak pernah peka.


"Oh ya. " Jawab Tisha dengan bahagia. Dia bagai mendapatkan lotre karena bisa berfoto dengan Adyan.


Tisha pun berfoto berdampingan dengan Adyan dengan Shakilla yang memotonya. Setelah sesi berfoto, para orang tua sedang melanjutkan bercengkrana bersama, sedangkan Aira sedang menemani suaminya untuk menemui rekannya yang datang disana.


"Selamat ya abang akhirnya cita-citanya tercapai. " Ucap Tisha kembali dengan gaya centilnya. Dia berharap mendapatkan pujian dari Adyan akan penampilannya saat ini.


"Terimakasih." Ucap Adyan datar.

__ADS_1


"Abang kenapa sih masih jutek banget sama Tisha padahal ini udah 4 tahun bang. " Rengek Tisha.


"Kamu juga tahu jawaban saya. " Balas Adyan.


"Mo bagaimanapun kamu saat ini, kamu masih lah sama seorang cewek manja dan merepotkan. " Ucap Adyan kembali sebelum meninggalkan Tisha seperti dulu.


Deg....


Tisha yang kuat dan ceria, saat ini bisa tumbang dengan perkataan orang yang di cintainya. Dia pun meneteskan air matanya karena ada sesak di dadanya.


Dia segera menghapus air matanya sebelum orang lain melihatnya. Kemudian dia berbaur kembali dengan yang lain dengan bersikap ceria seperti biasanya.


Flashback End.


"Aku udah buktikan jika aku bukan cewek manja kan bang, Tisha bisa meraih semua ini. " Ucap Tisha dengan memandang foto 3R kenangan manis dan sedihnya.


"Entah mengapa aku tak bisa membencimu, meskipun banyak perkataan sadis yang kamu lontarkan kepadaku. " Tambah Tisha.


"Sekarang, aku udah jadi wanita kuat dan mandiri tak seperti ucapanmu yang terdahulu.


" Aku dengar kamu juga sudah menjadi perwira yang hebat akan prestasimu Seperti impianmu dahulu. " Ucap Tisha kembali dengan mengelus wajah Adyan di foto. Yang gagah dengan seragam kebanggannya dan kulit eksotis hadiah dari pendidikan dan latihan menambah ketampanannya.


Hanya foto ini yang menjadi kenangan terakhir sebelum Tisha dan Adyan memutus hubungan mereka.


"Entah apa yang jadi dengan esok, rencana Tuhan lebih indah dari pada rencana manusia. "


Setelah puas memandangi foto dirinya dan Adyan, Tisha memasukkan kembali foto 3R tersebut kedalam laci meja kerjanya.


Meskipun ada rasa sedih di hatinya karena cinta yang tak terbalas, Tisha tak pernah menunjukkan kesedihannya di halayak umum. Cukup dia saja yang tahu akan rasa sakit di hatinya.


*********


Terimakasih buat dukungan kakak2 dengan tulisan saya, karena dukungan dan masukan kakak2 untuk cerita Adya dan Tisha maka Author akan melanjutkan cerita ini. Semoga bisa up rutin bersama cerita Cinta monyetku. 😇😇😇

__ADS_1


__ADS_2