
Happy Reading......
***************
Irsyad membawa Salma ke cafe yang tidak terlalu jauh dengan tempat tugas Irsyad. Dia berhenti di sebuah cafe yang tidak terlalu besar tetapi cukup nyaman untuk dijadikan tempat untuk hang out para remaja. Karena suasana masih sepi, pas buat Irsyad dan Salma untuk berbicara dari hati ke hati.
Irsyad memarkirkarn sepeda motornya didepan cafe. Dia mengajak Salma masuk. Dia juga mencari tempat di pojokan agar lebih leluasa berbicara.
"Kita duduk disana saja."Ucap Irsyad dengan wajah dingin dan datar menunjuk meja di pojok belakang.
"Baik mas." Ucap Salma lirih dan sedikit takut dengan wajah datar Irsyad.
Mereka berjalan beriringan menuju tempat yang di tunjuk. Setelah mendudukkan dirinya di kursi yang saling berhadapan, Irsyad memanggil pelayan untuk memesan makanan. Nggak enak saja jika kita duduk di cafe hanya mengobrol tanpa memesan makanan.
"Mas...." Panggil Irsyad ke pelayan.
"Selamat pagi bapak ibu di cafe xxxxx, mau pesan apa ?"
"Saya pesan Coffe latte dan chees cake,"ucap Irsyad." Kamu mau pesan apa dekn?" Tawar Irsyad dengan nada sedikit lembut.
"Emm Macha latte dan Red Velvet cake ".
"Silahkan tunggu sebentar, kami segera mengantarkan pesanan bapak dan ibu." Ucap pelayan setelah mencatat pesanan.
"Langsung saja kamu mau bicara apa ?" Ucap Irsyad datar untuk membuka pembicaraan setelah pelayan pamit ke belakang.
"Emmm....sebelumnya Salma ingin minta maaf kepada mas karena mengganggu waktu mad. Tapi Salma datang kesini ingin meluruskan apa yang sebenarnya terjadi."
"Setelah Salma menjelaskan ini semua, Salma ikhlas apapun keputusan mas. Salma serahkan semuanya kepada mas."Tambah Salma yang sedang menyusun kata-kata untuk memberi penjelasan. Dia berhenti sejenak untuk mengambil nafas untuk mengurangi rasa groginya.
"Terus.. " Ucap Irsyad yang masih dingin.
"Salma mau bercerita sedikit dahulu dengan mas sebelum Salma menjelaskan yang sebenarnya , Dulu mungkin kurang lebih 5 sampai 6 tahun yang lalu ada seorang perempuan yang berangkat kuliah dengan tergesa-gesa. Dia naik bus berdesakan di karenakan bus sudah penuh dan dia harus segera berangkat karena akan ada ujian. Dia teledor karena menaruh tas punggungnya di belakang. Tanpa dia sadari, setiap gerak-geriknya ada sepasang mata yang melihatnya."
Irsyad mengerutkan dahinya, dia seperti merasa dejavu dengan situasi yang di ceritakan Salma.
"Ketika perempuan itu turun di depan kampus, ada seorang pemuda yang mengikutinya. Si perempuan tidak sadar jika su pemuda itu tidak memanggilnya. Dan ternyata pemuda itu ingin mengembalikan dompetnya. Awal nya si perempuan nggak percaya dan menuduh si laki-laki jika dia yang mengambil dompet nya..."
"Sepertinya saya pernah tahu apa yang kamu ceritakan." Potong Irsyad yang mencoba mengingat situasi yang diceritakan Salma.
"Bukan tahu mas, tapi memang mas yang sedang Salma ceritakan." Jelas Salma.
"Maksudnya?" Tambah Irsyad yang masih belum paham.
" Ya sosok yang sedang Salma ceritakan adalah Salma dan mas. Mungkin mas udah lupa dengan kejadian itu, tapi untuk Salma kejadian itu akan selalu Salma ingat. Pada waktu itu mas mengikuti Salma turun di tepat depan gerbang kampus Salma, awalnya Salma nggak percaya dan menuduh mas mengambil dompet Salma tapi mas meyakinkan Salma dengan baju kebesaran mas ya baju loreng." Tambah Salma dengan tersenyum.
__ADS_1
"Oh ya saya ingat, itu kampus Universitas xxxxx kan ?" Irsyad memastikan.
"Ya benar mas."
" Terus hubungannya apa dengan masalah ini ?"
"Mas tahu, setelah pertemuan awal kita Salma langsung jatuh hati ke pada Mas,"ucap Salma lirih dengan wajah merona karena malu mengungkapkan perasaannya dan masih bisa di dengar oleh Irsyad.
Irsyad hanya mengerutkan dahi karena belum paham.
"Salma langsung jatuh hati dengan pemuda yang menolongnya di bus. Pertemuan itu telah menjungkar balikkan hidup Salma. Salma yang tidak pernah jatuh cinta dan terkenal tomboy, merasa sangat tidak karuan setelah pertemuan itu. Dulu Salma nggak seperti ini mas, Salma memang sudah memakai hijab tapi pakaian kebesaran Salma tetap jeans dan kaos atau kemeja kebesaran." jelas Salma dengan sesikit kekehan mengingat dirinya dimasa lalu. "Dan apa yang terjadi selanjutnya setelah pertemuan awal kita ?"
"Memangnya apa yang terjadi setelah itu ?"
"Salma menyesal karena belum mengetahui nama mas, akhirnya ke esokan harinya Salma mencoba naik bus sama dengan waktu yang sama agar bertemu dengan mas. Dan memang memang benar Salma bertemu dengan Mas tapi ajak kita terlalu jauh. Bus pun berdesakan dan posisi Mas di depan sedangkan Salma di belakang jadi Salma tidak bisa berbicara kembali dengan mas." Jelas Salma.
"Pasti kamu hanya memandang saya saja ya dari kejauhan ?" Tanya Irsyad yang diikuti kekehan. Wajah yang datar dan dinginnya berubah menjadi wajah yang ceria.
"Kok mas tahu ?"
"Hahahah, kan asal nebak."Jawab Irsyad dengan kekehan.
Salma pun tersenyum ketika melihat wajah calon suaminya yanh sudah bisa menyunggingkan senyuman.
"Malah tersenyum, ayo lanjutkan lagi ceritanya." Ucap Irsyad yang membuyarkan rasa kagum Salma kepada Irsyad.
"Hahha, ya Allah dek sampai segitunya kamu yang mengagumi mas. Jadi terharu mas." Ledek Irsyad.
"Kalai mas ledek Salma, Salma nggak mau ngelanjutin ceritanya loh." Ancam Salma bercanda.
"Ya...ya ya., mas diam sekarang. Lanjutkan dong, mas penasaran kelanjutannya."
"Ya gitu mas karena Salma frustasi nggak bisa nemuin mas lagi, Salma jadi putus asa dan mencoba melupakan mas. Dan saat itu mantan Salma mas Rahman yang ada di foto itu mendekati Salma lagi. Dia dari awal Salma masuk kuliah sudah mendekati Salma, karena Salma orangnya cuek dan nggak mikirin masalah pacaran ya Salma tolak. Salma mulai mencoba membuka hati untuk menerima mas Rahman. Apalagi ketika melihat perjuangan dia untuk mendekati Salma, Salma memberikan kesempatan untuk dia. Awalnya memang Salma belum cinta sama dia, tapi seiring waktu Salma mulai mencintai dia, lalu kejadian itu merubah segalanya......." Salma menjeda ceritanya untuk menetralkan hatinya yang berubah sendu.
"Jika kamu nggak mau membuka luka lama kamu, nggak lanjutkan ceritanya." Ucap Irsyad dengan memegang tangan Salma untuk memberikan ketenangan.
"Tidak mas, Salma akan menceritakan semuanya agar tidak ada salah paham lagi, awalnya hubungan kami berjalan sangat lancar sampai dia diterima di tempat ia bekerja dan mendapatkan jabatan yang bagus dia mulai berubah setelah bertemu dengan mantan pacarnya. Kata temannya dulu dia sempat jadian sama cewek ketika Salma terus menolak dia. Dan pas Salma putus asa nggak bisa nemuin mas dia juga baru putus sama cewek nya. Alesannya sih karena si cewek mau lanjut kuliah di luar kota, tapi kata temannya dia sudah berpacaran dengan orang yang lebih kaya dari mas Rahman. Eh ketika mas Rahman mendapat karir yang cemerlang dia muncul lagi untuk mendekatinya. Yang paling menyakitkan buat Salma, kenapa ketika kami sudah berkomitmen dan tinggal 3 bulan lagi menuju ke pernikahan malah dia mutusin Salma secara sepihak."
"Jadi ini yang membuat kamu tidak mau mempunyai hubungan dengan lawan jenis selama ini dek ?" Irsyad melepaskan genggaman tangannya setelah melihat wajah tenang Salma.
"Ya gitu mas, Salma jadi trauma dan takut untuk memulai hubungan kembali."
"Tapi kenapa kamu tidak takut menjalin hubungan dengan mas ?"
"Ya karena mas itu cinta pertama Salma." Jelas Salma dengan tersipu.
__ADS_1
"Hahahah.... padahal kamu belum tahu nama mas, tapi kamu langsung jatuh cinta ?"
"Ya kan memang cinta nggak punya logika mas kayak lagunya Agnes Monica ." Salma berhenti sejenak untuk minum karena tenggorokannya mulai mengering.
"Kamu ada-ada aja dek, terus bisa di jelasin maksud foto itu dimana kamu berpegangan tangan dengan dia ?"
"Setelah nganterin Aira pulang, memang Salma nggak lanjut pulang mas. Ibu minta Salma untuk belanja bulanan sekalian. Karena ponakan Salma ada di rumah dan ibu nggak bisa keluar akhirnya Salma yang belanja di supermarket. La disitu Salma bertemu dengan dia. Salma juga sudah mau menghindar, tapi dia menahan Salma dan memelas untuk bisa berbicara sebentar dengan Salma."
"Dan kamu bersedia berbicara berdua dengan dia kan?"
"Karena wajah sendu dia akhirnya Salma mau berbicara sama dia. Kata dia, dia menyesal udah ninggalin Salma dan meminta Kesempatan lagi agar Salma mau balikan ma dia. Dengan PDnya dia bilang kalau Salma masih cinta dia karena sampai saat ini Salma belum nikah. Ya Salma tolak dan Salma juga menegaskan kalau Salma akan segera menikah. Dianya tetap ngeyel. Akhirnya Salma tinggal aja dia di cafe."
"Bukan karena masih cinta sehingga kamu mau nemuin dia ?" Tanya Irsyad memastikan.
"Ya Allah mas beneran Salma sudah nggak cinta sama dia. Apalagi setelah pertemuan kedua kita di sekolah Aira, Salma kaget dan bahagia bisa ketemu mas kembali. Sejak dia menorehkan luka di hati Salma, Salmapun sudah mengikis rasa cinta Salma untuk dia." Jelas Salma kepada Irsyad."Tapi kok mas bisa dapat foto itu ?" Tanya Salma yang penasaran .
"Oh itu, salah satu bawahan mas kan rumah mertuanya di kota kita. Dan pada waktu dia di cafe dia melihat adegan kamu pegangan tangan ma dia." Jelas Irsyad.
"Tapi kok dia tahu mas kalau Salma calonnya mas ?"
"Ya karena setelah mas pengajuan nikah kita, anak-anak pada heboh. Baru pulang cuti beberapa hari kok langsung pengajuan apalagi mas nggak pernah dekat sama wanita lain setelah Almarhumah meninggal." Irsyad menjelaskan kepada Salma.
"Mas pasti sangat mencintai almarhumah." Tanya Salma dengan sedikit ada rasa cemburu di hatinya.
" Karena kita berpacaran dari jaman SMA dek, dia udah nemenin mas dari zaman mas belum jadi apa-apa dan meraih cita-cita mas. Sampai dia rela di langkahin adiknya menikah untuk menunggu mas."
"Beruntung ya mas mbak Aisyah bisa di cintai mas." Ucap Salma lirih dan ada rasa sendu.
Irsyad melihat perubahan wajah Salma.
"Mas memang tidak bisa melupakan almarhumah di hati emas, tapi saat ini hati mas juga sudah menerima kamu dek. Awalnya mas memungkiri tentang perasan mas pada kamu, tapi setelah kejadian foto kemarin mas sadar jika mas juga sudah mulai mencintai adek. Mas cemburu ketika tangan ini di pegang laki-laki lain." Ucap Irsyad dengan memegang tangan Salma.
"Terimakasih ya mas, sudah mau mencintai Salma." Jawab Salma dengan senyum bahagia di wajahnya.
" Pokoknya, kita harus saling jujur dan terbuka dek. Biar tidak ada salah paham lagi. Ini menjadi pelajaran kita." Tambah Irsyad.
"Jadi, keputusan mas ?"
"Kita tetap lanjut dek, mas tidak akan membatalkan pernikahan kita apalagi setelah mas tahu jika adek udah mencintai mas dari dulu." Jelas Irsyad dengan menggoda calon istrinya.
Wajah Salma menjadi blushing ketika mendengar ucapan Irsyad.
**Note :
Ini buat ngobatin rasa penasaran para reader, yang kemarin banyak komen ceritanya menggantung , hehehe......
__ADS_1
akhirnya author nepatin janjinya untuk tidak membuat masalah mereka berlarut2. Dan episode ini lumayan panjang buat author ngetiknya. Jangan lupa ya tetap like vote dan comment nya. Happy Sunday all......😇😇😎