
Happy Reading ya......
**********
Kamar yang akan di tempati Aira tampak berserakan karena sedang Salma bersihkan. Ruang yang berukuran 2x3 ini akan menjadi kamar Aira. Salma mulai menata nya dari membersihkan almari kecil dari kayu yang akan di jadikan tempat menaruh pakaian Aira dan membersihkan kasur dan ranjangnya.
"Bunda,nanti Aila mau kamal ini di cat bilu ya kayak baju Elsa." Ucap Aira yang sedang melihat bundanya membersihkan calon kamar Aira.
"Siap princess,nanti kalau ayah sudah pulang kita beli cat nya ya sekalian nanti beli meja belajar buat Aira." Jawab Salma dengan masih membersihkan debu di almari.
"Aila kapan bunda sekolahnya ?" Lanjut Aira yang duduk dengan memperhatikan bundanya.
"Mungkin minggu depan sayang,biar semua bersih dulu. Tapi tadi ayah juga sudah bilang sama bunda buat nemuin kepala sekolah di sekolah Aira besok." Jelas Salma.
"Hole.....nanti Aila bisa punya teman lagi ya bunda." Ucap Aira dengan antusias.
"Tentu sayang,tapi ingat pesan bunda nggak boleh nakal sama temannya ya.."
"Ok bunda." Jawab Aira dengan membentuk huruf o di jarinya.
"Bunda Aila haus mau minum susu.." Pinta Aira.
"Ya udah Aira tunggu disini dulu biar bunda buatkan."
Salma berhenti sejenak untuk membersihkan kamar Aira. Dia pergi ke dapur untuk membuatkan susu untuk putrinya. Sedangkan Aira masih setia menunggu bundanya dengan duduk di kursi yang diambilkan Salma di ruang tamu tidak lupa membawa bonekah Elsa kesukaannya di pangkuannya.
Setelah beberapa menit,susu yang di pesan Aira pun telah di bawakan Salma ke kamar Aira.
"Silahkan princess bunda,susunya sudah siap." Ucap Salma dengan menaruh susu di meja kecil disana.
"Telimakasih bunda." Jawab Aira dengan mengambil susu yang diambilkan bundanya.
"Sama-sama sayang,bunda lanjut bersih-bersih dulu ya." Jawab Salma dengan senyum.
Karena susu yang di buatkan Salma tidak terlalu panas,sehingga Aira bisa langsung meminumnya.
Salma pun kembali membersihkan kamar Aira. Tidak lupa dia juga mengganti sprei baru berkarakter princess Elsa di kasur nya. Sebelum Irsyad menjemput istri dan anaknya,dia sudah membeli bed kasur untuk dirinya dan Aira.
Setelah selesai semuanya,dia menaruh barang yang tidak berguna ke dalam kardus.Dia menyapu lantai dan juga mengepelnya. Setelah semuanya bersih dan rapi,Salma mengajak putrinya ke ruang depan untuk menunggu suaminya pulang.
"Sayang,ayo kita kedepan biar lantainya kering dulu. Nanti malam princess bunda sudah bisa bobok disini." Ajak Salma kepada putrinya dengan senyum karena puas dengan kerjanya hari ini.
"Ayo bunda,Aira juga mau nonton kaltun lagi." Jawab Aira.
Merekapun berjalan bersama menuju ruang tamu. Karena ukuran rumah yang kecil,membuat Salma tidak kerepotan untuk membersihkan rumahnya. Apalagi suaminya yang sejak tadi belum pulang,dia memakluminya mungkin suaminya sedang sibuk karena kemarin sudah banyak cuti.
"Aira tunggu di sini dulu ya,bunda mau buang sampah di depan dulu."
"Iya bunda."Jawab Aira yang sedang fokus melihat TV.
Salma keluar rumah untuk membuang sampah yang sudah dia taruh di plastik yang lumayan besar. Tidak lupa dia mengambil sweter untuk menutupi daster lengan pendeknya dan memakai kerudung instan.
*****************
__ADS_1
Salma membuang sampah di depan rumah. Disana sudah disediakan tempat sampah yang secara rutin di ambil oleh petugas disana secara bergantian.
Ketika akan masuk ke dalam rumah,pintu rumah di sampingnya terbuka. Karena setiap rumah dibangun secara berdampingan hanya ada pembatas pagar setengah di sampingnya,maka setiap penghuni rumah bisa mengetahui penghuni lainnya.
"Selamat siang mbak" Sapa Salma ramah dengan senyum ketika melihat ada perempuan mungkin usianya lebih dari dia 2 tahun.
"Selamat mbak, mbak baru ya di sini?" Jawab dia.
"Oh iya mbak, perkenalkan saya Salma istri dari mas Irsyad."Salma pun memperkenalkan dirinya setelah menghampiri perempuan tersebut di depan rumahnya.
"Oalah istrinya om Irsyad,perkenalkan saya Rosa mbak istri dari mas Irfan satu angkatan sama om Irsyad."Jawab mbak Rosa.
"Ya mbak,senang bisa berkenalan dengan mbak. Maaf belum bisa bertamu ke rumah mbak soalnya baru bersih-bersih."Jelas Salma.
"Nggak pa-pa mbak,jadi benar ya mbak om kemarin pulang karena mo menikah. Saya kira hanya kabar burung saja."Ucap mbak Rosa dengan senyum.
"Iya mbak,kami baru menikah 5 hari yang lalu."
"Bunda........bunda......"Teriak Aira mencari Salma.
"Iya sayang,bunda di sini."Jawab Salma menghampiri putrinya.
"Bunda lagi apa?"
"Ini sayang bunda lagi berkenalan dengan tante Rosa,ayo salim dulu sama tante." Ajak Salma.
"Halo cantik,siapa namanya in?" Sapa Rosa.
"Aila tante."Jawab Aira dengan mencium tangan Rosa.
"Bukan Aila tante tapi Ai....la."Protes Aira karena Rosa salah menyebutkan namanya.
"Oh Aira,maaf sayang."Ucap Rosa dengan mencubit pipi Aira karena gemas.
Aira pun menganggukkan kepalanya.
"Maaf ya mbak."Ucap Salma yang merasa tidak enak.
"Nggak pa-pa kok mbak namanya juga anak-anak,oh ya kalau boleh tahu ini putrinya om Irsyad ya ?"
"Iya mbak,ini putrinya mas Irsyad tapi sekarng jadi putri saya juga." Jelas Salma dengan memeluk putrinya.
"Wah sepertinya kalian sangat dekat ya."
"Iya mbak,sebelum saya kenal sama suami saya sudah kenal terlebih dahulu dengan Aira." Jelas Salma.
"Nanti Aira maen sama anak tante ya namanya Rio,dia sekarang masih sekolah. Kalau sudah pulang nanti tante kenalkan."
"Siap tante,nanti Aila maen ke lumah tante ya ..."
"Rio kelas berapa mbak?"
"Dia kelas TK B mbak,dia sekolah di yayasan sini. Oh ya besok Aira juga sekolah di sana kan?"
__ADS_1
"Insyaallah iya mbak,inu tadi mas Irsyad baru nemuin kepala sekolahnya."
"Besok kita bisa antar jemput mereka bareng mbak."
"Iya mbak,semoga Aira bisa beradaptasi dengan lingkungan ini segera."
"Semoga saja mbak,oh ya mbak sudah ke rumah Danyon belum?"
"Rencananya nanti malam mbak mau berkunjung disana sekalian ke Wadanyon dan tetangga di sekitar sini juga untuk perkenalan."Jelas Salma. Merekapun duduk di depan rumah Rosa dengan Aira yang duduk di pangkuan Salma.
"Lebih cepat lebih baik mbak,masukan aja ya mbak. Disini kan orang banyak,nanti kalau ada suara yang nggak ngenakin apalagi menyangkut om Irsyad atau mbak jangan di masukin di hati ya. Kan kita tidak tahu mana yang baik sama kita atau tidak. Dulu saya juga gitu mbak,awal tinggal disini harus tahan banting mbak apalagi suami saya dulu terkenal playboy jadi ya gitu banyak ibu-ibu sini yang jodohin saudaranya ataupun temannya sama dia. Eh waktu suami nikahin saya,ada beberapa ibu yang sentimen sama saya."Jelas Rosa kepada Salma. Meskipun baru pertama berkenalan,Rosa dan Salma sudah mulai cocok. Dengan bawaan Rosa ya easy going membuat Salma nyaman ngobrol dengannya.
"Tapi tenang mbak,om ini di kenal baik disini mbak.Nggak aneh-aneh dan sholeh tapi ya gitu banyak ibu-ibu yang menjodohkannya apalagi ketika tahu dulu status om masih duren." Tambah Rosa dengan terkekeh.
"Mbak Rosa bisa saja,tapi terimakasih lo mbak masukannya. Karena saya juga belum pernah hidup di lingkungan ini,ya mohon arahan dari mbak Rosa yang sudah lama tinggal disini." Jawab Salma.
"Insya Allah saya akan bantu mbak kok. Nanti saya kenalin juga dengan ibu-ibu Persit yang lainnya. Ini mbak nggak kerja kan?"
"Nggak mbak,saya dulu kerja tapi setelah menikah mas Irsyad menyuruh saya di rumah saja."
"Berarti kita sama mbak,sekarang saya hanya di rumah mbak. Nanti siap-siap ya pasti mbak di minta bantu organisasi di Persit."
"Insyaallah saya siap mbak yang penting suami Ridho dan tidak mengganggu waktu saya dengan keluarga."
"Nggak ganggu kok mbak,kegiatan ini nanti bagus juga buat kita sendiri." Jawab Rosa.
"Bunda,Aila mau nonton TV lagi."Rengek Aira.
"Ya sayang,tapi pamit tante Rosa dulu ya."jawab Salma.
"Ya udah mbak saya masuk dulu,nanti kita lanjut lagi karena saya ingin minta bimbingan mbak Rosa nanti."
"Siap mbak,pokoknya kalau ada apa-apa tanya saja nanti saya bantu jawab.Ini juga saya mau jemput Rio dulu."Jawab Rosa.
"Bentar mbak,tunggu disini dulu saya antar Aira masuk sebentar."
Salma masuk kedalam mengantar Aira dan juga mengambil sekotak roti yang akan di berikan ke Rosa.
"Sayang lihat TV bentar ya,bunda ngasih ini dulu ke tante Rosa." Pamit Salma
"Ok bunda,tapi jangan lama-lama" Jawab Aira.
"Siap princess." Ucap Salma dengan mencium pipi Aira.
Salma keluar untuk menemui arosa yang masih menunggu Salma di depan rumahnya.
"Mbak ini ada sedikit oleh-_oleh buat mbak dan keluarga." Ucap Salma dengan memberikan sekotak roti melalui pagar pembatas rumah mereka.
"Terimakasih lo mbak,malah merepotkan." Jawab Rosa dengan menerima oleh-oleh dari Salma.
"Nggak kok mbak,saya malah senang bisa berkenalan sama mbak."Jelas Salma dengan senyum.
"Kalau begitu saya masuk dulu ya mbak." Pamit Salma.
__ADS_1
"Silahkan mbak,ini saya juga mau jemput Rio. Nanti kita sambung lagi ya...."
Salma pun menganggukkan kepalanya dengan senyum. Dia masuk kembali ke dalam rumah untuk menemani putrinya menonton TV..