
Marsya, gadis ayu berlesung pipi pasti membuat laki-laki manapun akan terpesona ketika pandangan pertama. Tapi siapa sangka dibalik wajahnya yang ayu, Marsya menyimpan duka hingga membuat dia dingin terhadap lelaki. pengkhianatan ketika di bangku sekolah menengah atas, dia menjadi pribadi yang dingin dan tak tersentuh terhadap laki-laki. Kecuali ketika ia bersama sahabatnya, Tisha. Dia akan berubah menjadi pribadi yang ceria. Tisha adalah sahabatnya yang sangat ia percaya. Pengalaman mengajarkannya untuk lebih memilih sahabat, dan Tisha adalah sahabat yang sangat ia sayangi. Dia terlahir dari keluarga sederhana. Ayahnya seorang PNS dan ibunya hanya seorang ibu rumah tangga. Dia anak pertama dari 3 bersaudara. Sehingga dia harus hidup mandiri untuk membiayai kuliahnya. Dia bekerja part-time untuk membiayai kuliah serta untuk biaya sehari-harinya. Dia tidak ingin membebani kedua orang tuanya karena sadar masih ada kedua adiknya yang juga membutuhkan biaya sekolah.
Melihat perjuangan ayahnya, membuat ia lebih fokus untuk menyelesaikan kuliahnya agar bisa membantu kedua orang tuanya dalam membiayai sekolah adik-adiknya. Hingga suatu hari ia bertemu dengan seorang yang centil dan kalangan yang diatasnya. Marsya lebih nyaman berteman dengan Tisha, bukan karena dia dari kalangan diatasnya, tetapi meskipun penampilan Tisha yang centil, dia adalah sosok sahabat yang apa adanya dan tidak pernah memandang kasta seseorang. Berbeda dengan temannya yang terdahulu, selalu tampil baik di depan tetapi menusuk di belakang.
Persahabatan mereka di uji ketika Tisha mendapatkan musibah. Bukan menghakiminya karena penampilan Tisha dahulu, Marsya selalu mendukung dan memberikan semangat untuk sahabatnya dalam menghadapi musibah yang ia dapatkan. Sehingga keluarga Tisha pun sangat menyayanginya seperti anak mereka sendiri. Termasuk soso lelaki berwibawa dan susah untuk di jangkau oleh wanita. Sosok pria maskulin dan gila kerja, ia adalah sepupu Tisha. Dion adalah laki-laki perfect dengan segudang prestasi di usia muda. Meskipun masih muda, ia bisa menjalankan bisnis keluarganya menuju kesuksesan.
Awal yang sangat tidak disangka, pertemuan bagai seekor kucing dan tikus dapat membuat hubungan Dion dan Marsya berubah menjadi hubungan yang lebih serius. Tak disangka oleh Marsya, sosok yang ia anggap perfect untuk di sentuh, ternyata dapat ia gapai.
"Eh bocil diem deh nggak usah banyak ngomong " Ucap Dion saat itu ketika mendengar rentetan kata yang keluar dari mulut cerewet Marsya disaat menghibur Tisha.
"Eh Mr. perfect yang terhormat, yang sok cool. Yang kamu bilang bocil ini udah bisa menghasilkan bocil. Mau nyoba? " Tantang Marsya yang merasa jengkel selalu di ajak ribut ketika bertemu dengan Dion.
__ADS_1
Tisha yang melihat pertentangan kedua orang yang ia sayangi merasa terhibur. "Berantem melulu, Lama-lama kalian berjodoh loh. " Canda Tisha kepada Dion dan Marsya.
"Amit-amit dech. " Ucap kompak kedua orang tersebut.
Tisha pun tertawa melihat tingkah kedua pasang manusia yang berbeda jenis ke***** tersebut. menjadi sebuah hiburan untuk dirinya di tengah-tengah musibah yang ia alami.
Ternyata benar adanya sebuah pepatah yang sering kita dengar. "Janganlah terlalu membenci karena antara benci dan cinta itu beda tipis. "
Awal yang tidak mereka sangka . Persamaan pernah di khianati. Dan menjadi pacar pura-pura dari Dion, karena rasa nyaman tersebut mereka menjadi pasangan yang nyata.
"Ngapain loe Mr. perfect kesini, ngikutin gue ya? " Ucap Marsya ketika tidak sengaja bertemu Dion di sebuah Cafe langganannya di saat suntuk. Biasanya ia dan Tisha akan nongkrong bersama, tetapi karena temannya sedang down, membuat ia datang sendiri.
__ADS_1
"Ke-PD-an banget loe. Emangnya ini tempat milik nenek moyang loe dan hanya loe saja yang boleh datang kesini? Jawab Dion sewot hingga, membuang muka
Raut muka Dion berubah mengeras ketika melihat sepasang kekasih yang baru saja masuk kedalam Cafe. Dengan cepat ia mendekati Marsya dan membisikkan sesuatu. "Bantu gue sekarang, berapapun akan gue bayar tetapi sekarang loe bantu gue " Ucap Dion sambil duduk di depan Marsya tidak lupa ia memegang kedua tangan Marsya.
. Awalnya Marsya kaget dan mengerutkan dahinya. Hingga ia melihat ke arah yang di lihat oleh Dion. Baru ia paham dengan situasi ini.
"Wah loe disini juga On," Ucap mantan sahabat Dion yang tega menusuknya dari belakang. Sedangkan perempuan yang notabennya dulu pacar Dion hanya melirik sekilas ke arahnya beserta Marsya dengan mangapit tangan cowoknya. Cewek tersebut memindai penampilan Marsya dari ujung bawah ke atas. Sedangkan Marsya hanya melirik malas. Ia bisa menyimpulkan bagaimana sikap cewek tersebur.
"Masalah buat Loe gue disini. Suka-suka gue lah mo dimana saja. Ini juga tempat umum. " Jawab Dion ketus.
####################################
__ADS_1