Bunda Untuk Aira

Bunda Untuk Aira
Permintaan Aira


__ADS_3

Setelah menyelesaikan menyantap makanan pesanan mereka, Irsyad Salma dan Aira keluar dari Restauran setelah Irsyad membayar tagihan makanannya. Mereka berjalan ke lantai dasar untuk menuju parkiran di mana mobil Irsyad berada.


Setelah sampai, seperti biasa Irsyad membukakan pintu depan dekat kursi pengemudi untuk Salma dan Aira. Di susul Irsyad yang berbalik arah untuk masuk ke pintu pengemudi. Setelah siap, Irsyad menjalankan mobilnya menuju rumah Salma.


Di Perjalan, Aira masih berceloteh tak henti-hentinya. Ia tampak tidak kelelahan dengan aktifitas bermainnya. Hingga Irsyad menggelengkan kepala ketika melihat celoteh Aira dan tampak sangat manja dengan Salma.


"Ayah....." Panggil Aira kepada ayahnya.


"Ya sayang." Jawab Irsyad menoleh ke arah putrinya sebentar sambil masih fokus dalam menyetir.


"Emmm... Aila boleh maem es clem nggak ?" Tanya Aira.


"Emmm... boleh nggak ya...." Jawab Irsyad menggoda dengan senyum jahilnya.


"Boleh dong yah..." Aira merengek kepada ayah nya.


"Ya udah boleh tapi nggak boleh banyak-banyak ya."


"Hole....hole. Yah nanti belinya di tempat favolit Aila ya." Aira mencoba membujuk Irsyad dengan puppy eyes nya.


Irsyad menganggukkan kepalanya tanda setuju dan masih fokus mengemudi. Kadang-kadang Ia juga mencuri pandang ke arah Aira terutama Salma. Ia masih melihat interaksi kedua perempuan berbeda usia di dekatnya.


"Telimacih ayah, Aila cayang cekali cama ayah." Ucap Aira dengan bahagia.


"Kalau ada maunya aja ni bilang sayang ma ayah."


"Nggak dong ayah, Aila cayang benelan cama ayah dan onty cantik."


"Ayah percaya kok putri ayah yang cantik ini sayang banget sama ayah." Irsyad tersenyum menjawab putrinya.


Irsyad mengendarai mobilnya menuju tempat makan Ice cream favorite Aira, yaitu di dekat taman di mana Aira pertama kali bertemu dengan Salma.


Setelah setengah jam perjalanan, mereka telah sampai di kedai ice cream depan taman. Banyak pengunjung yang mengunjungi kedai ini. Meskipun tidak terlalu besar, tetapi kedai itu banyak di minati karena rasa ice cream nya yang enak dan tempat nongkrong nya yang cocok untuk anak-anak muda. Di sana juga ada tempat khusus untuk orang tua yang mengajak anak-anaknya. Ada plosotan kecil di dekat area khusus anak-anak. Corak ruangan yang bercat pink dengan gambar frozen dan bus Tayo kartun yang sedang di gandrungi anak-anak menambah tempat yang asyik untuk anak-anak menikmati ice cream.


Setelah memarkirkan mobilnya, mereka masuk ke kedai beriringan. Mereka langsung menuju ruangan khusus anak-anak. Setelah masuk ruangan, mereka mencari bangku kosong. Karena hari ini hari libur, banyak pengunjung yang mengajak putra putri nya menikmati liburan di kedai ini. Setelah Irsyad mencari, Irsyad melihat meja kosong di belakang dekat jendela luar.


"Sayang, kita duduk di sana saja ya." Ajak Irsyad dengan menunjuk meja yang kosong.


"Iya ayah." Jawab Aira yang masih dalam genggaman Salma.

__ADS_1


"Ayo Ma kita kesana. " Ucap Irsyad.


"Baik mas." Jawab Salma.


Merekapun berjalan bersama-sama menuju meja yang kosong. Setelah sampai ada pelayan yang memakai pakaian ala-ala kerajaan seperti negeri dongeng tang menghampiri mereka.


"Selamat siang, bapak ibu dan adik yang cantik mau pesan apa ?" Ucap Pelayan yang telah sigap membawa buku catatan dan bolpen.


"Selamat siang, " Jawab Irsyad. "Aira mau pesan apa sayang ? " Ucap Irsyad menawarkan menu kepada putrinya.


"Aila mo pecan es clem coklat cama stobeli ." Jawab Aira.


"Kamu mau rasa apa Ma ?"


"emmmm, vanila saja mas." Jawab Salma.


"Saya pesan Ice cream rasa vanila 1, combinasi coklat stroberi 1 dan 1 hot cappuccino."


"Ada yang lain pak, mungkin seperti snack?" Tawar pelayan sambil mencatat pesanan.


"Tidak ini saja mbak." Jawab Irsyad.


Menunggu pesanan datang, Aira mengamati sekiling mejanya. Banyak anak yang datang dengan ayah dan bundanya. Membuat Aira iri kepada mereka dan tiba-tiba mata Aira be kaca-kaca.


Melihat Aira yang berkaca-kaca, Salma yang sedang menghadap Aira menjadi panik.


"Sayang, kok Aira mo menangis. Ada apa sayang ?" Tanya Salma yang panik melihat Aira. Sedangkan Irsyad yang mendengar perkataan Salma ikut melihat ke arah Aira setelah membalas pesan dari ibunya.


"Ada apa sayang, kok anak ayah mo menangis ? Apa Aira tidak suka tempat ini sayang ?"


"A......ila cuka a...yah ". Jawab Aira dengan terbata-bata.


Salmapun langsung memeluk Aira.


"Terus kenapa kok Aira menangis ?" Tambah Salma yang penasan.


"A....ila ili cama meleka ayah onty." Jawab Aira sambil menunjuk anak-anak kecil yang sedang asyik bercengkrama dengan orang tuanya.


"Lo kenapa Aira kok iri sama mereka ?" Tanya Irsyad kepada putrinya yang masih berada di dalam pelukan Salma.

__ADS_1


"Meleka bica maen cama olang tuanya setiap hali, tapi Aila nggak bica ayak kalena Aila nggak punya bunda." Ucap Aira di sela isak tangisnya.


Deg....


Irsyad semakin terenyuh dengan perkataan putrinya.


"Tapi kan Aira masih punya ayah, oma, opa, om Maulana, Tante Sinta. tante Nadira dan ok Frans yang sayang sama Aira sayang. " Bujuk Irsyad untuk menenangkan putrinya.


"Ada onty Salma juga sayang yang akan Slalu sayang Aira." Tambah Salma dengan mengeratkan pelukannya.


"Emmmmm..... Aila boleh meminta sesuatu nggak cama onty ?" Ucap Aira dengan mendongakkan kepalanya menghadap ke wajah Aira.


"Apa sayang....?" Jawab Salma.


"Emmm..... Onty mau tidak jadi bundanya Aila ?"Pinta Aila dengan polosnya.


Deg...deg......


Irsyad dan Salma saling berpandangan. Salma bingung mau menjawab apa. Jika menolak, Salma takut menyakiti Aira . Jika menjawab Iya, iya juga merasa tidak enak dengan Irsyad.


"Emmm, gimana ya sayang......" Jawab Aira dengan ragu-ragu sambil melihat ke arah Irsyad.


" Pasti onty tidak mau ya..." Ucap Aira dengan nada sedihnya.


Salma merasa bersalah melihat kesedihan di wajah Aira. Masih memandang Irsyad, Irsyad yang di pandangpun memberikan anggukan untuk menerima permintaan Aira. Dia sangat sedih melihat putrinya.


"Gini aja sayang, Aira boleh kok manggil onty Salma dengan sebutan bunda." Pinta Salma dengan Senyumnya.


"Benelan onty...eh bunda?????" Jawab Aira dengan menutup mulutnya.


Salma menganggukkan kepalanya tanda setuju.


"Hole.....hole.... Aila punya bunda...." Jawab Aira dengan nada kegirangan. Ada beberapa keluarga yang juga melihat ke arah mereka karena kaget teriakan Aira yang bahagia.


Irsyad yang melihat keceriaan Aira merasa sedih sampai menitikkan air matanya. Meskipun badannya yang gagah, tapi iya tetap seorang ayah yang sangat menyayangi putrinya. Iya akan tampak rapuh jika melihat putri kesayangan merasa sedih. Secepat mungkin Irsyad menghapus air matanya agar tidak terlihat Putri tercintanya.


Salma tidak sengaja melihat Irsyad yang menitikkan air matanya. Membuat hatinya menjadi terenyuh. "Baru kali ini ya Allah. Aku melihat seorang laki-laki yang sampai menitikkan air matanya untuk orang yang disayangi. Bahagia sekali bundanya Aira dapat di cintai sosok laki-laki seperti mas Irsyad."Batin Salma.


Setelah adanya adegan yang membuat mereka sedih, pesanan mereka pun telah sampai. Aira yang sangat bahagia dapat memanggil Salma dengan sebutan bunda dengan lahapnya menghabiskan ice cream nya dengan di suapin Salma. Sedangkan Irsyad tampak tak berminat meminum pesanannya. Dia masih terniang dengan permintaan Aira." Sebentar lagi aku kembali bertugas, bagaimana aku bisa tenang meninggalkan Aira bertugas dengan perkataan Aira tadi. " Ucap Irsyad di dalam hatinya sambil melihat interaksi putrinya dengan Salma.

__ADS_1


__ADS_2