
"Pa.....pa." Sapa Nita dengan gugup karena melihat papanya datang ke rumahnya.
"Dimana Randi." Tanya pak Wijaya dengan raut muka merah padam.
"Pa,mas Randi baru istirahat pa." Jawab Nita dengan gugup.
"Kenapa kamu tidak bicara sama papa masalah mu?,kamu anggap apa papa dan mamamu ?" Bentak pak Wijaya kepada putrinya.
"Ma...maafin Nita pa,bukan maksud Nita menyembunyikan masalah Nita kepada papa dan mama."Jawab Nita dengan berlinang air mata.
Nita tahu bagaimana sifat papa nya yang tegas dan keras kepala. Dia tidak segan-segan melakukan apapun untuk kebahagiaan keluarganya apalagi jika dia tahu ada orang yang menyakiti putrinya,dengan wibawa dan kekuasaannya dia akan melakukan cara apapun untuk membela anaknya.
"Pa,sudah pa kasihan putri kita."Bujuk Bu Rahma kepada suaminya.Dia merasa kasihan dengan putrinya. Tampak lingkaran hitam di bawah matanya mungkin karena masalah yang sedang dia hadapi. Bu Rahma mendekati Nita dan memeluknya yang sedang terisak dengan sayang.
"Ada siapa yang......" Teriak Randi dari dalam kamar. Dia mendengar keributan di luar ketika sedang memejamkan matanya karena pengaruh obat.
Pak Wijaya berjalan menuju kamar Nita setelah mendengar teriakan Randi dari dalam.
"Pa,tolong pa biarkan mas Randi istirahat."Pinta Nita ketika melihat papanya nyelonong masuk ke kamar nya.
"Kamu diam disana,biar papa urus laki-laki b****** itu. Yang sudah berani-beraninya nyakitin putri papa."Ucap pak Wijaya dengan emosi.
Brakkkk......
Suara pintu di buka kasar oleh pak Wijaya. Randi terkejut karena mendengar pintu terbuka dan deg......,jantungnya seperti berhenti berdetak ketika melihat papa mertuanya masuk kedalam dengan wajah metah padam dengan di ikuti istrinya yang menangis di dampingi ibu mertuanya.
"Dasar laki-laki kurang ajar dan b****** beraninya kamu nyakitin putri saya. Kami orang tuanya membesarkan dia dengan sejuta kasih sayang dan kamu......berani-beraninya mengkhianati anak saya."Ucap pak Wijaya dengan menampar pipi Randi. Dia juga menuding-nuding muka Randi dengan jari telunjuknya.
Randi hanya pasrah karena memang ini adalah kesalahannya. Dia tertunduk denga muka lesu.
"Harusnya dari dulu saya tidak akan menikahkan kamu dengan putri saya."Tambah pak Wijaya dengan memukul wajah Randi sebagai lupakan kemarahannya.
"Pa...berhenti pa,hiks...hiks.Kasihan mas Randi pa dia baru sembuh."Pinta Nita untuk menghentikan kebrutalan ayahnya.
Nitapun memeluk sang suami agar ayahnya berhenti memukuli Randi.Sedangkan bu Rahma membujuk suaminya dengan menarik lembut tangannya.
"Kamu masih saja membela laki-laki seperti dia." Tunjuk pak Wijaya.
__ADS_1
"Ini juga salah Nita pa yang dulu merebut mas Randi dari Mona. Nita yang salah pa yang tidak tau hubungan mereka dan merengek kepada papa agar Nita bisa nikah sama mas Randi."Bela Nita dengan terisak.
"Sekarang kamu pulang ikut papa,biar si B******* ini urus hidupnya sendiri. Mending kamu pisah sama laki-laki yang sudah tak berguna ini karena kamu masih cantik dan banyak laki-laki yang mau sama kamu." Ucap pak Wijaya dengan menarik kasar tangan Nita.
"Jangan pa,Nita cinta sama mas Randi. Hiks...hiks. Nita mau merawat suami Nita pa." Tolak Nita.
"Pa,maafin Randi pa. Randi berjanji akan berubah dan mencintai putri papa." Ucap Randi yang sudah tidak tega melihat istrinya menangis.
"Apa kamu bilang,mencintai?,jadi selama ini kamu tidak pernah mencintai putri saya dan setelah keadaan kamu seperti ini baru kamu mencintai putri saya?"
"Memangnya putri saya kamu anggap apa?" Tambah pak Wijaya dengan emosi.
"Sekarang kamu ikut papa pulang kerumah." Bentak pak Wijaya dengan menyeret putrinya.
Nitapun melepaskan tangannya dari seretan pak Wijaya.
"Pa,Nita mohon biarkan Nita bersama mas Randi. Rinda cinta suami Nita pa. Nita nggak mau pisah sama suami Nita." Bujuk Nita dengan bersimpuh di kaki papanya dengan wajah yang penuh piluh air mata.
"Pa,biarkan putri kita bersama suaminya pa. Mama yakin semua ini adalah cobaan keluarga mereka dan buat pelajaran mereka di masa akan datang." Bu Rahma ikut membujuk suaminya. Sebagai seorang ibu,dia merasakan perasaan sang putri yang begitu sangat mencintai suaminya meskipun sudah ada luka yang tertoreh di hatinya.
"Lihat kamu...lihat ini,istri yang kamu sakiti selama ini rela bersimpuh di kaki saya hanya untuk membela lelaki bejad seperti kamu." Ucap pak Wijaya dengan mengangkat tubuh putrinya dari persimpuhan.
"Ok,papa biarkan kamu bersama laki-laki itu sekali lagi. Tapi jika kamu berani menyakiti anak saya lagi,saya tidak akan segan-segan memisahkan kalian dan untuk kamu saya akan buang kamu ke pengasingan dan jangan lupa saya akan hancurkan karir kamu." Ancam pak Wijaya.
"Ingat,saya akan selalu memata-matai setiap gerak-gerak kamu." Tambah pak Wijaya dan berjalan meninggalkan rumah Nita.
"Sayang,kamu yang sabar ya. Mama akan mencoba membujuk papa. Jika memang ini pilihan kamu untuk bertahan,mama akan selalu mendukung kamu. Sekarang mama pulang dulu ya."Ucap bu Rahma menenangkan putrinya. Beliau juga memeluk dan mencium dahi putrinya.
Nitapun menganggukkan kepalanya. Kemudian bu Rahma keluar rumah mengikuti sang suami yang sudah masuk ke dalam mobil. Di sana sudah ada ajudan suaminya yang sedang berdiri di depan pintu mobil menunggu bu Rahma masuk.
❤❤❤❤❤❤❤❤❤
"Bunda.....bunda."Teriak Aira yang masuk tergesa-gesa ke dalam rumahnya.
"Iya sayang,ada apa kok putri bunda tergesa-gesa masuk ke rumah."Jawab Salma menghampiri putrinya. Dia mematikan kompor dan bergegas menyusul Aira.
"Tadi ada opa opa malah-malah di lumah tante Nita. Aila takut bunda."Ucap Aira yang gemetar. Aira tidak pernah mendengar ayah,bunda ataupun keluarganya mengeluarkan kata-kata kasar atau membentak,sehingga ketika mendengar orang berbicara berteriak membuat dia takut.
__ADS_1
"Nggak pa-pa sayang,paling opanya tadi sedang ingin berlatih bernyanyi jadi beliau mengeluarkan suaranya keras."Bujuk Salma menenangkan putrinya. Padahal dia juga merasa cemas terhadap Nita.
"Sekarang Aira lihat kartun saja ya." Ajak Salma dengan menuntun putrinya menuju ruang tamu untuk menonton kartun.
"Iya bunda." Jawab Aira sedikit tenang.
Setelah memastikan putrinya tidak merasa ketakutan, Salma mencoba mengintip apa yang sebenarnya terjadi di rumah Nita.
"Dek....."Sapa Irsyad.
"Astagfirullah Al-adzim,mas ngagetin saja."Jawab Salma yang kaget.
"Dek,ayo kita masuk." Ajak Irsyad. Dia tahu jika saat ini pak Wijaya sedang berkunjung ke rumah Randi.
Salmapun pasrah dan mengikuti Irsyad masuk ke rumah.
"Mas,mereka siapa kok bapak-bapak tadi marah-marah sama mbak Nita."Tanya Salma yang tadi sedikit mencuri dengar pembicaraan mereka dari luar.
"Beliau orang tuanya mbak Nita dek,kita jangan ikut campur masalah mereka. Cukup do'akan saja untuk kebaikan keluarga mereka."Jawab Irsyad.
"Tapi kasihan mbak Nita mas,pasti dia sangat tertekan dengan masalah ini.Salma ingin menghibur mbak Nita."Ucap Salma dengan wajah sedih.
"Nanti setelah orang tua mbak Nita pulanh,adek bisa nenangin mbak Nita. Tapi sekarang kita tunggu dulu."Ajak Irsyad menenangkan istrinya. Dia tahu jika sang istri sangatlah perhatian dengan tetangganya yang sedang tertimpa musibah. Apalagi dengan Nita yang saat ini sudah dia anggap sebagai saudara.
"Mas nggak akan ninggalin Salma kan?" Ucap Salma spontan mengingat masalah yang menimpa keluarga Randi.
"Kenapa adik berfikir seperti itu? Apa adek nggak percaya sama mas?"
"Bukan gitu mas,tapi Salma takut setelah Salma melahirkan pasti tubuh Salma jadi melebar dan itu tidak akan menarik lagi di hadapan mas."
"Jika memang mas adalah laki-laki nggak benar,setelah meninggalnya almarhumah pasti mas akan segera mendapat gantinya atau mas akan berganti-ganti cewek. Tapi apa,mas masih setia sama mama Aira sampai bertemu adek. Bagi mas,sampai kapanpun adek tetaplah mempesona di mata mas. Mas tidak memikirkan bagaimana bentuk tubuh adek setelah melahirkan,yang paling utama adalah keselamatan adek dan jagoan kita."Jawab Irsyad menenangkan istrinya. Wajar jika istrinya merasa ketakutan. Apalagi setelah tahu masalah keluarga Randi. Nita yang begitu sempurna bisa di khianati. Itulah ujian hidup yang harus di jalani setiap manusia. Pasti banyak cobaan yang berbeda-beda yang mereka hadapi.
"Terimakasih mas,Salma sangat mencintai mas dan Aira. Entah apa jadinya hidup Salma jika tidak bersama kalian."Ucap Salma dengan memeluk suaminya. Mereka sedang berada di ruang tamu. Dan Aira tertidur setelah menonton kartun.
"kami juga sangat mencintai bunda dan jagoan di perut bunda." Jawab Irsyad dengan membalas memeluk Salma. Irsyad juga mencium dahi Salma dengan lembut.
"Ya Allah,lindungi keluarga kami dari godaan yang dapat menghancurkan keutuhan keluarga kami."Doa Irsyad dalam hatinya.
__ADS_1
💓💓💓💓💓💓
To be continue.......