
Happy Reading
********
Irsyad kaget ketika melihat istrinya pingsan setelah menjawab salam Irsyad. Irsyad membuang ransel yang dia bawa dan berlari menghampiri istrinya yang terkulai lemas di depan pintu rumah.
Untung Irsyad segera menangkap tubuh istrinya sebelum mencium tanah.
"Ya Allah dek ada apa ini."ucap Irsyad dengan menepuk pipi Salma bergantian karena khawatir.
"Suh tante Salma kenapa ini?" Tanya Irfan yang terkejut melihat Salma. Dia juga baru pulang dari pelatihan seperti Irsyad.
"Nggak tau suh,tiba-tiba istriku langsung pingsan." Jawab Irsyad yang masih gemetar.
"Ya Allah selamatkan istriku ta Allah,jangan Engkau ambil lagi."Ucap Irsyad dalam hatinya. Dia trauma dengan kejadian dimana almarhumah Istrinya yang meninggal karena sakit. Apalagi setelah melihat wajah istrinya yang pucat pasi.
"Ya udah suh bawa masuk saja." Ajak Irfan.
"Ya suh tolong bukakan pintunya."Pinta Irsyad.
Irfan membukakan pintu rumah Irsyad. Dsn Irsyad pun menggendong istrinya masuk menuju ke kamarnya. Karena selalu latihan,tubuh Irsyad menjadi kekar sehingga dengan mudahnya mengangkat tubuh istrinya yang kecil.
"Suh biar aku panggilkan dokter jaga di depan."
"Terimakasih suh,maaf merepotkan."Jawab Irsyad.
"Nggak suj,ya udah aku keluar dulu."Pamit Irfan.
Irfan pun keluar rumah Irsyad dan menuju klinik depan untuk mengajak dokter jaga memeriksa Salma. Di asrama terdapat klinik khusus anggota dan keluarga. Jadi itu memudahkan penghuni asrama ketika sakit.
"Dek...bangun dek."Pinta Irsyad. Dia juga menggosokkan minyak kayu putih di hidung istrinya.
Selang beberapa menit,Salma pun mulai membuka matanya.
"Alhamdulillah dek,akhirnya kamu sadar. Apa yang kamu rasakan dan mana yang sakit."Ucap runtut Irsyad setelah melihat istrinya sadar.
"Mas,Salma dimana."Ucap Salma setelah membuka matanya.
"Tadi kamu pingsan du depan dek,terus mas gendong adik ke dalam. Kamu sakit apa dek ?"
"Dari kemarin memang badan Salma agak lemas dan pusing saja kok mas. Mas nggak usah khawatir Salma nggak pa-pa." Jawab Salma meyakinkan suaminya.
"Pasti kamu kelelahan.Kalau emang capek nggak usah di paksain dek untuk bersih-bersih."Saran Irsyad.
"Mas buatin teh hangat dulu ya biar badan kamu enakan."Tawar Irsyad.
Salma pun menganggukkan kepala dengan lemas tak bertenaga. Dia hanya ingin tidur saja. Rasanya badannya seperti jely yang tak mampu berdiri.
__ADS_1
"Ini dek di minum dulu mumpung masih hangat."Ucap Irsyad dengan menyodorkan teh yang baru dia buat.
"Terimakasih mas." Jawab Salma setelah meminum teh buatan suaminya dengan kepala bersandar di kepala ranjang.
Irsyad pun mengelus lembut pipi istrinya. Dia berdoa semoga tidak terjadi apa-apa dengan dang istri. Tak berselang lama,ada suara salam dari depan. Irsyad pun menghampiri nya.
"Assalamualaikum."Ucap Irfan dan Dokter Khadijah.
"Waalaikumsalam salam."Jawab Irsyad dengan menghampiri mereka.
"Maaf ya dokter Khadijah telah merepotkan dokter."Tambah Irsyad.
"Tidak kok pak Irsyad,kalau boleh tahu istrinya di mana biar segera saya periksa."Jawab doktet Khadijah dengan senyum ramahnya.
"Di kamar dok,mari saya antarm"Jawab Irsyad.
"Ya udah suh karena dokter Khadijah sudah disini,aku pamit dulu ya semoga tante segera sehat" Pamit Irfan.
"Amin,terimakasih suh atas bantuannya.'
Irfan keluar dari rumah Irsyad setelah pamit.Sedangkan Irsyad dan dokter Khadijah masuk ke dalam kamar.
"Assalamualaikum bu Irsyad,apa yang di keluhkan?" Tanya dokter Khadijah ramah kepada Salma. Diapum menghampiri Salma di ranjang.
"Waalaikum salam dokter,badan saya terasa lemas dan pusing.Tadi habis sholat tahajud juga saya muntah-muntah."Jawab Salma dengan lemas.
"Saya periksa ya bu." Ucap dokter Khadijah dengan memeriksa detak jantung Salma dengan stetoskop. Dia juga menaruhnya di perut Salma.
"Maaf sebelumnya bu,kapan terakhir ibu kedatangan tamu bulanan?"
"Saya biasanya setiap tanggal 10 bu tiap bulannya dan......ya Allah mas sekarang tanggal berapa?" jawab Salma dengan kaget.
"Sekarang tanggal 27 dek." Jawab Irsyad yang masih belum paham akan situasi.
"Jadi dokter......"Tambah Salma dengan menjeda ucapannya.
"Ya kalau prediksi saya ibu sekarang sedang mengandung.Tapi ibu coba tes dahulu dengan testpack untuk memastikan baru di rujuk ke dokter specialis obygin." dokter Khadijah memberikan penjelasan dengan ramah.
"Maksud dokter istri saya hamil ?"Tanya Irsyad yang masih kaget.
"Iya pak Irsyad,tapi coba di cek dulu takutnya hanya telat saja."
"Ya Allah semoga disini sudah berkembang adiknya Aira ya sayang."Ucap Irsyad dengan mengelus perut rata Salma penuh harap.
"Iya mas semoga."Jawab Salma dengan tak kalah bahagia.
"Ya udah pak dan bu Irsyad saya kasih resep vitamin saja yang bisa bapak beli di apotek dan jangan lupa belikan testpack juga biar ibu segera mengeceknya."Tambah dokter Khadijah dengan memberikan resep kepada Irsyad.
__ADS_1
"Terima kasih dokter."Ucap Salma.
"Sama-sama bu,kalau begitu saya permisi dulu."Pamit dokter Khadijah.
"Silahkan dokter."Jawab Salma dengan masih berbaring di ranjang.
"Dek,mas antar dokter Khadijah dulu ya sekalian beli vitamin."Pamit Irsyad.
"Ya mas,hati-hati."
Irsyad dan dokter Khadijah pun keluar dari kamar. Irsyad mengantarkan dokter Khadijah kembali ke klinik dan sekalian dia membeli vitamin dan testpack di apotek depan dekat klinik.
Setelah 10 menit,Irsyad sudah sampai di rumah nya kembali dengan membawa kantong berisi vitamin dan testpack untuk istrinya. Ketika di apotek,dia di goda petugas apotek karena Irsyad membeli testpack. Irsyad hanya tersenyum menanggapi nya.
"Dek,ayo mas bantu ke kamar mandi buat cek."Ajak Irsyad dengan antusias.
"Iya mas."Jawab Salma dengan mencoba bangun dari tidurnya.
Irsyad yang melihat istrinya lemas,berinisiatif untuk menggendongnya.
"Mas,turunin Salma. Salma bisa jalan kok."Ucap Salma yang kaget ketika suaminya spontan menggendongnya.
"Sudah kamu masih lemas biar mas gendong saja."Jawab Irsyad dengan berjalan menggendong Salma menuju kamar mandi.
Salma pun menurut. Dia mengalungkan kedua lengannya ke leher suaminya agar tidak terjatuh. Setelah sampai,Irsyad menurunkan Salma di dalam kamar mandi.
"Adik sekarang coba cek,apa biar mas bantu?" Ucap Irsyad menggoda istrinya dengan menaik turunkan alisnya.
"Salma bisa sendiri mas,sekarang mas tunggu di luar."Tolak Salma dengan malu-malu.
Irsyad hanya tersenyum dan keluar dari kamar mandi.Dia menunggu istrinya di depan pintu kamar mandi. Meskipun badannya lelah karena kegiatan selama satu minggu kemarin,setelah mendengar keadaan istrinya membuat dia lupa akan rasa lelahnya.
Setelah beberapa menit Salma pun keluar dengan membawa 2 testpack di genggamannya.
Ceklek.........
"Bagaimana dek?" Tanya Irsyad yang penasaran.
Salmapun menyodorkan kedua benda pipih yang berbeda merk itu di hadapan sang suami.Irsyad mengambilnya dan mulai melihatnya.
Deg.......
"Alhamdulillah dek........"
**Note:
Hayo tadi siapa yang minta tambahan up hari ini. Akhirnya bisa nambah episode lagi ya malam ini. Semoga part ini bisa di terima kakak-kakak Reader 😇😇😇😇**
__ADS_1