
Happy Reading...
πΏπΏπΏπΏ
"Mbak, saya sama bang Adyan pergi dulu ya. Tolong nanti mbak kunci butik nya " Pamit Tisha kepada mbak Fitri.
"Baik mbak. " Balas Fitri.
"Abang Adyan titip mbak Tisha ya. Jagain mbak Tisha loh. " Ucap mbak Fitri kepada Adyan.
"Beres mbak. " Adyan menjawab dengan memberikan dua jempol ke Fitri sebagai tanda setuju.
Adyan dan Tisha pun berjalan keluar butik menuju ke mobil Adyan.
"Sudah siap Sha? " Tanya Adyan kepada Tisha yang sudah duduk manis di kursi penumpang samping Adyan.
"Sudah bang. " Jawab Tisha dengan senyuman yang tak pernah hilang di wajah cantiknya.
"Kalau gitu, Let's Go. " Ucap Adyan kembali dan kemudian ia menekan pedal gas untuk menjalankan mobilnya.
Setelah 30 menit perjalanan, mereka berdua sudah sampai di salah satu restaurant yang cukup terkenal di kota Y. Adyanpun segera memarkirkan mobilnya dan mereka berdua turun bersama.
"Pegang tanganku Sha. " Pinta Adyan dengan menaruh tangan kiri Tisha di lengan tangan kanannya. Adyan yang biasanya pribadi yang dingin dan datar, saat ini mau berubah menjadi laki-laki yang romantis.
Tisha pun kaget dan menengok ke arah Adyan. Karena tingginya hanya sebatas telinga Adyan yang tingginya kurang lebih 170 an, Tisha harus mendongakkan kepalanya. Tisha pun tersenyum dan menyambut gandengan tangan Adyan dengan bahagia.
"Tumben abang bin cabe berubah seromantis ini. " Batin Tisha yang merasa aneh dengan perubahan sikap Adyan. ( Waktu sikapnya dingin bingung, dan sekarang berubah romantis juga bingung. Dasar Tisha yang aneh. π π π .
Mereka berdua akhirnya berjalan bergandengan bersama untuk masuk di dalam. Tampak banyak tamu yang mendatangi restauran ini karena memang terkenal dengan masakannya yang enak dan harga terjangkau. Di sana juga ada privasi room sehingga bisa di serve untuk acara privat.
"Selamat malam mbak dan mas di Restaurant *********, bisa saya bantu? " Sapa seorang pelayan yang berada di depan pintu untuk menyambut kedatangan tamu.
"Malam mbak, saya sudah memesan meja atas nama Adyan. " Jawab Adyan kepada pelayan.
__ADS_1
"Baik mas, sebentar saya tanya di dalam dulu. " Ucap pelayan perempuan itu lagi.
Pelayan itupun berjalan masuk untuk bertanya meja yang sudah di pesan Adyan. Setelah bertanya dengan temannya, dan sudah tahu mana meja yang sudah di pesan Adyan, diapun segera kembali ke Adyan dan Tidua berada.
"Mari mas dan mbak saya antar ke meja anda. " Ucap pelayan itu kembali.
"Iya mbak, Terima kasih. " Jawab Adyan dan Tisha bersama.
Adyan dan Tisha berjalan mengikuti si pelayan dari belakang menuju ke meja yang Adyan pesan. Tisha mengerutkan dahinya karena si mbaknya nggak berhenti berjalan di salah satu meja di depan. Si mbaknya menuju ke ruang tengah dimana ada ruangan yang tertutup dan privasi.
"Silahkan mbak dan mas, ini ruangannya " Ucap si pelayan kembali setelah membuka pintu tersebut.
"Terimakasih mbak. " Adyan pun menjawab dan tidak lupa memberikan tips untuk mbaknya.
Setelah itu, pelayan itupun pamit untuk ke depan kembali untuk menyapa tamu kembali.
Deg.......
Tisha kaget setelah masuk ke dalam. Ada meja yang sudah di hias dengan romantisnya. Seperti dua lilin serta bunga mawar merah tertata rapi di atas meja.
"Kamu suka Sha? " tanya Adyan dengan menuntun Tisha duduk di kursi.
Tisha pun mengangguk. " Iya bang Tisha sangat suka. Tisha nggak menyangka abang bisa seperti ini. " Jawab Tisha dengan mata berkaca-kaca.
Baru kali ini dia mendapat kejutan dinner yang romantis. Apalagi dari orang yang sudah lama ia cintai. Dia tidak menyangka orang yang dingin dengan mulut pedas sepedas boncabe level 30 ini, dan dulu selalu angkuh kepadanya bisa berubah seromantis ini.
"Alhamdulillah Sha kalau kamu suka. Aku cuma takut jika kamu tidak suka. " Ucap Adyan yang merasa lega setelah apa yang ia lakukan membuat perempuan yang ia cintai menyukainya.
"Nggak sia-sia juga aku dengerin nasehat Roman. " Batin Adyan.
"Terima kasih Ya Allah, Engkau telah merubah abang Adyan menjadi seperti ini. " Tishapun mensyukuri apa yang Allah berikan pada dirinya saat ini. Tidak ada sia-sia baginya menunggu Adyan, akhirnya perubahan penampilannya membukakan hati Adyan juga untuk dirinya.
Tak berselang lama, ada 2 pelayan yang membawakan makanan dan minuman pesanan Adyan.
__ADS_1
"Maaf Sha, udah aku pesanin makan biar tidak menunggu lama. " Ucap Adyan kepada Tisha.
"Nggak papa kok Bang. Ini juga makanan kesukaan Tisha. " Jawab Adyan dengan melihat wajah sang pujaan hati dengan wajah tersenyum.
Pelayan tersebut meletakkan 2 steak Tenderloin yang terkenal di restauran ini serta dua jus jeruk untuk menetralisir daging tersebut. Tenderloin dikenal juga sebagai red fillet atau fillet mignon yang merupakan daging khas dalam yang terletak pada bagian tengah sapi, dagingnya yang juice di padu padan kan dengan saus steak rahasia dari restauran membuat cita rasa steak kesukaan Tisha menjadi enak untuk di santap.
"Makasih mbak. " Ucap Adyan setelah kedua pelayan menaruh semua pesanan di atas meja.
"Sama-sama Kak. Silahkan menikmati memulai dari restauran kami. " Jawab salah satu pelayan tersebut dengan ramah. Kedua pelayan itupun segera pamit setelah menaruh semua pesanan dan memastikan jika pesanan sudah berada di meja semua.
"Abang kok tahu makanan kesukaan aku. " Ucap Tisha setelah melihat makanan yang terhidang disana. Bahkan ada desert yang juga kesukaan Tisha.
"Tahu dong, siapa dulu. " Jawab Adyan dengan menyombongkan dirinya.
"Idih sombongnya abang bon cabe ku. " Ucap Tisha kembali karena gemas dengan Adyan.
"Oh ya bang, ini abang dapat ide dari mana kok bisa berubah seromantis ini. "
"Memangnya kamu nggak suka pa Sha dengan aku yang seperti ini? "
"Bukan begitu abang. Aku suka banget abang yang seperti ini dari pada yang dulu dingin dan selalu berbicara pedas pada Tisha. " Jawab Tisha dengan mengingat kembali perlakuan Adyan kepadanya.
"Maafin aku yang dulu Sha, dulu aku memang laki-laki yang egois tanpa memikirkan perasaanmu. Tapi mulai sekarang aku akan merubah sikap ku lebih baih lagi. " Adyan meminta maaf kepada Tisha dengan memegang kedua tangan Tisha.
"Jadi abang juga mau bersikap seperti ini kepada cewek lain? " Tisha berpura-pura cemberut.
"Ya nggak dong Sha. Aku bersikap seperti ini cuma sama kamu dan keluarga abang. Abang tidak pernah bersikap seperti ini kepada perempuan lain karena abang tahu jika abang bersikap ramah pasti mereka akan beranggapan beda dengan abang. " Jawab Adyan meyakinkan Tisha.
"Masak sih? "
"Apa perlu abang membawa kedua orang tua abang malam ini ke rumahmu untuk bertemu om Randy dan tante Nita untuk meyakinkan mu? "....
__ADS_1
πΏπΏπΏπΏ
Abang Adyan datang lagi Mohon koreksinya ya jika ada tulisan yang salah. Terimakasih πππ