
***Happy Reading....
🌿🌿🌿🌿🌿***
Tishapun tertawa melihat lelaki di sampingnya cemberut. Dia tidak menyangka penantian yang lama pun terbayar sudah. Allah sudah menjawab do'anya dengan membukakan dan meluluhkan hati lelaki yang ia cintai.
"*Terimakasih ya Allah Engkau telah kabulkan do'a hamba yang masih penuh dosa ini. " Batin Tisha.
"Ayo dong Sha, jelasin dong siapa itu si Dion. " Adyan pun merajuk seperti anak kecil. Tampang yang selalu cool dan dingin setiap hari berubah menjadi manja yang membuat Tisha terkekeh melihatnya.
"Kak Dion itu kakak sepupu kak. Dia anak dari mama. Dia kan tinggalnya di luar kota jadi kalau berkumpul jika ada acara keluarga atau lebaran di rumah opa. Apalagi dulu dia kuliah di Ausy, jadi ya jarang ketemu. " Tisha pun menjelaskan sebenarnya hubungan antara dia dan Dion.
"Tapi kalian kok bisa mesra seperti itu. " Ucap Adyan kembali dengan masih fokus menyetir.
"Tapi jangan marah dulu ya bang, emmm.. " Suara Tisha terjeda.
"Sebenarnya apa? " Adyanpun penasaran.
"Kak Dion sudah menduga jika abang sudah mulai mencintai Tisha. Karena memang kami dekat dan tidak ada yang kita sembunyikan, kami sering curhat masalah kami seperti waktu abang nolak aku terus menerus. " ucap Tisha kembali dengan mengkerucutkan bibirnya karena mengingat bagaimana Adyan selalu menolak kehadirannya.
"Ya maaf Sha, dulu kan yang aku utamakan adalah pendidikan ku. " Adyan pun merasa bersalah.
"Itu udah masa lalu bang. Yang penting sekarang abang udah cinta sama aku. " Tisha pun kembali ceria mengingat apa yang ia rasakan saat ini.
"Terus lanjutin dong ceritanya. " Adyan masih penasaran dengan kelanjutan cerita Tisha.
"Kak Dion mempunyai ide buat ngetes abang, benar nggak abang suka sama aku. Awalnya aku nggak percaya karena mengingat apa yang abang lakukan sama aku. Akhirnya ya kami buat kesepakatan, jika abang benar suka sama aku makan aku akan membelikan dia sepeda baru, tapi jika abang ternyata nggak suka maka kak Dion akan membelikan aku IPhone terbaru. " Tisha pun jujur kepada Adyan karena dia tidak ingin ada kesalah pahaman selanjutnya.
"Jadi, kamu buat saya taruhan gitu. " Adyan pun menggelengkan kepalanya. Dia tidak marah karena Tisha ma jujur sama dirinya.
"Ya maaf, kan aku niatnya bukan masalah taruhannya bang. Tapi aku ingin lihat kejujuran abang dengan hati abang. " Ucap Tisha kembali.
"Saya nggak marah kok Sha, saya malah senang soalnya kamu mau jujur sama saya. " Jawab Adyan dengan tersenyum.
__ADS_1
"Bang, bisa nggak jangan gunakan saya, saya gitu. Kesannya terlalu formal. Kayak mo menghadap ke komandan saja. " Protes Tisha.
"Hahaha, ya maaf Sha. Ini udah menjadi kebiasaan, jadi susah untuk dihilangkan. " Balas Adyan.
"Di coba ya bang. " Pinta Tisha dengan tersenyum manis.
"InsyaAllah." Jawab Adyan dengan tersenyum pula.
Mobil pun melaju kembali menuju ke kampus Tisha. Cuaca yang cerah menandakan dukungan kepada dua orang berbeda jenis kelamin ini yang sedang di mabuk cinta. Tidak ada wajah dingin lagi di wajah Adyan, mereka berdua tak pernah menghilangkan senyuman di wajah bahagia mereka.
"Nanti hubungi abang mo pulang jam berapa ya, ini saya ups maksudnya aku mo ke Batalyon dulu sebentar. " Ucap Adyan setelah berhenti di depan kampus Tisha.
Tisha pun tersenyum mendengar kecanggungan Adyan saat mengucap kata "aku".
"Iya bang, kalau memang abang nanti sibuk biar Tisha naik taxi online saja. " Putus Tisha tak mau mengganggu kesibukan Adyan.
"Nggak Sha, meskipun nanti aku sibuk biar aku nyuruh anak buahku buat jemput kamu. Aku nggak tenang jika kamu naik taxi online karena takut kejadian kemarin terulang lagi. " Balas Adyan yang mulai menunjukkan sifat keposesifannya.
"Ish senangnya hatiku. Akhirnya ada yang memperhatikan diriku. " Ucap Tisha dengan manja.
"Ya udah sana masuk, nanti terlambat lagi. " Ucap Adyan kembali.
"Siap komandan. " Jawab Tisha dengan memberikan sikap hormat.
"Do'ain Tisha biar cepat lulus dan segera di pinang sama abang. " Tambah Tisha.
"Amin. Semangat ya. " Jawab Adyan dengan menepuk lembut rambut Tisha yang tertutup hijab.
Setelah berpamitan, Tisha pun turun dari mobil. Tidak lupa dia melambaikan tangannya ke arah Adyan yang sudah membuka jendela mobil. Setelah puas, Tisha pun masuk kedalam dan di ikuti Adyan yang juga menjalankan mobilnya untuk meninggalkan kampus Tisha.
Di perjalanan menuju kelasnya, senyuman Tisha tidak pernah pudar di bibirnya. Dia merasa sangat bahagia di pagi ini. Sampai tak sadar dia sudah sampai di depan kelas. Tisha pun segera masuk ke dalam dan ternyata sudah ada beberpa mahasiswa yang adandi dalam.
"Sha." Panggil Marsya kepada Tisha dengan melambaikan tangannya.
__ADS_1
Tisha pun mengangguk dan berjalan menghampiri Marsya.
"Wuih lagi bahagia ni. " Ucap Marsya yang melihat senyuman Tisha
"Tahu aja. " Balas Tisha.
"Cerita dong. " Marsya pun penasaran dengan apa yang di alami sahabatnya.
"Gue lagi bahagia Sya, akhirnya penantian gue yang lama banget terkabul juga. " Jawab Tisha mengawali ceritanya.
"Maksudnya? " Marsya mengerutkan dahinya karena belum paham dengan apa yang di sampaikan Tisha.
"Cowok yang gue taksir sejak dulu, akhirnya bisa menerima gue dan menyatakan perasaannya. " Jawab Tisha kembali.
"Maksudnya abang bon cabe level 30 yang sering berantem waktu ketemu loh, kakaknya si Shakila kah? "
Tisha pun mengangguk tanda mengiyakan pernyataan Marsya
"What... " Marsyapun yang kaget sampai berteriak sehingga banyak anak yang memandangnya.
Marsyapun meminta maaf karena membuat keributan. Dia masih nggak menyangka akhirnya sang sahabat bisa mendapatkan kebahagiaannya.
"Kok bisa sih Tish?" Marsya masih penasaran.
Tishapun menceritakan semuanya dari Adyan yang merajuk dan cemburu dengan kakaknya, dan ketika Adyan menghentikan mobilnya di pinggir jalan dan mengutarakan isi hatinya hingga mereka bisa membuat komitmen untuk masa depan mereka.
"Wah, kakakmu itu hebat banget idenya Sha. Harusnya tidak hanya sepeda yang loe berikan buat dia, tapi kasih tu bonus liburan. " Ucap Marsya setelah mendengar semua cerita Tisha. Diapun ikut bahagia melihat temannya bahagia, kemarin dia sempat sedih ketika melihat keadaan Tisha yang sangat kacau akibat perbuatan Jimmy.
"Emang kakakku itu yang the best deh Sya, kamu mau nggak aku kenalin dia. Dia orangnya asyik loh dan nggak neko-neko. " Ucap Tisha yang mempromosikan Dion kepada Marsya. Dia tahu dulu gimana Marsya yang di khianati oleh mantannya kekasihnya yang selingkuh dengan teman Marsya. Setelah kejadian itu, Marsya sudah tak ingin menjalin kembali hubungan baru dengan lawan jenis.
"Kamu apaan sih Sha, mana mungkinlah kakakmu yang lulusan dari luar negeri mau sama aku yang hanya butiran debu ini. " Jawab Marsya.
"Kamu itu cantik Sya dan sangat baik, dan pasti ada kok cowok yang tulus yang akan mencintaimu. " Tishapun memberikan semangat untuk sahabatnya.
__ADS_1
"*Kak Dion sangat cocok sama kamu Sya, aku akan coba mendekatkan kalian. "
🌿🌿🌿🌿🌿*