Bunda Untuk Aira

Bunda Untuk Aira
Big Family 2


__ADS_3

Happy Reading


❤❤❤❤❤❤❤❤


"Ayah,ibu." Ucap Salma ketika melihat ayah dan ibunya masuk kedalam kamar Salma dengan tersenyum. Dia perlahan-lahan bangkit dari tempat tidur setelah merapikan kancing dasternya setelah selesai menyusui Adyan.


"Assalamualaikum nak." Sapa bu Murti dan bu Ronah dengan senyum bahagia yang mengembang di bibir beliau.


"Waalaikum salam bu." Jawab Salma yang sudah berdiri dan menghampiri ibu dan ibu mertuanya. Tidak lupa Salma mencium punggung tangan beliau bergantian dan juga pak Handoko yang ikut menjenguk putri bungsunya.


"Cucu ayah sedang bobok ya." Ucap pak Handoko yang melihat Aira dan Adyan tertidur pulas di atas ranjang.


'Iya yah,ayah bagaimana kabarnya sehatkan?" Tanya Salma dengan mencium tangan pak Handoko sebagai tanda hormatnya sebagai anak.


"Alhamdulillah sehat nak." Jawab Pak Handoko dengan menepuk lembut kepala Salma.


"Ibu mo lihat cucu ibu dulu,ayo besan kita lihat cucu kita." Ajak bu Ronah kepada bu Murti.


"Ayo san." Jawab Bu Murti. Kedua ibu paruh baya itupun berjalan menuju ke ranjang. Dengan perlahan duduk untuk memperhatikan cucu baru mereka.


"Wah,gantengnya cucu kita San. Mirip Irsyad waktu bayi." Puji bu Ronah.


"Iya San,tapi ada perpaduan dari bundanya. Itu bentuk mata dan hidungnya."Tambah bu Murti.


Aira yang mendengar keramaian di dalam kamar orang tuanya pun,perlahan-lahan membuka matanya. Dia mengucek-ucek matanya untuk melihat siapa yang ada di dalam kamar.


Setelah terkumpul semua nyawanya,Aira bangun dan tersenyum bahagia melihat siapa yang datang.


"Oma,nenek." Ucap Aira dengan gembira.


"Iya sayang,Aira kebangun ya karena suara kami."Jawab bu Ronah yang menghampiri cucunya. Dia mencium pipi Aira karena kangen dengan cucunya.


"Aila kangen oma." Ucap Aira manja kepada omanya.


"Oma juga kangen Aira sayang." Jawab bu Ronah dengan mencium pipi gembil Aira.


"Sama nenek nggak kangen ini." Goda bu Murti dengan pura-pura ngambek.


"Kangen juga sama nenek dan kakek." Jawab Aira dengan bergantian memeluk dan mencium bu Murti.


"Kakak tidak ikut di peluk ni." Ucap pak Handoko mendekati Aira.


Airapun mendekati kakeknya dan memeluknya.

__ADS_1


"Nenek,Aina sama abang ikut tidak?" Tanya Aira.


"Ada sayang,coba kamu keluar disana ada abang dan Aina. Dan juga ada adik Bayu,Pradit dan Raihan sayang." Jawab bu Ronah.


"Ya udah,Aila mo kelual dulu ah." Ucap Aira dengan turun dari ranjang menuju ke luar untuk menemui sepupu-sepupu nya.


"Di kasih nama siapa ni nak cucu kita." Tanya bu Murti sambil memangku Adyan.


"Adyan Rafif putra Almair bu."Jawab Salma.


"Nama yang indah."Ucap pak Handoko.


"Kita bawa keluar aja yuk San,ajak bu Ronah kepada bu Murti.


Adyan pun akhirnya di bawa keluar. Di sana sudah ada Nadia,Frans,Maulana,Sinta dan Arin dan Arfan yang sedang bercengkrama dengan Irsyad. Irfan dan Randipun ikut bergabung dengan mereka.


"Wah,si ibu baru tambah cantik saja habis lahiran." Puji Nadira kepada kakak iparnya.


"Bisa saja kamu dek." Jawab Salma dengan duduk perlahan di atas kursi. Sedangkan yang lainnya duduk di bawah. Bukannya kurang sopan,tapi Salma belum bisa untuk duduk di bawah.


"Wah ini ponakan kami ya." Tanya Sinta sambil berdiri menengok Adyan di gendongan bu Murti.


"Wah ganteng banget sih ponakan onty." Tambah Sinta memuji Adyan. Adyanpun hanya mengolet tanpa terganggu dengan kehadiran keluarga besarnya. Dia tertidur kembali dengan tenang.


"Idih sok ganteng, Ni ponakan baruku ganteng bukannya mirip mas Maulana tapi mirip mas Irsyad ya." Ucap Nadira.


"Idih ni anak kecil,ngikut-ngikut saja lagi." Jawab Maulana dengan memencet hidung adiknya.


"Ih mas ini,kecil-kecil gini udah menghasilkan anak kecil ya." Jawab Nadira dengan kesal.


Dan yang lainnya hanya ketawa melihat kedua kakak beradik ini yang tidak pernah akur jika berkumpul.


"Mama,kakak Bayu punya adik kak Pradit,kak Aira punya adik.Raihan kapan punya adiknya ma?" Tanya Raihan dengan wajah sok sedihnya.


"Nah loh,kena kan sekarang." Ucap Maulana yang meledek adiknya.


"Awas aja kamu mas." Jawab Nadira pelan sambil melirik sebal kakaknya.


"Emmm,bentar lagi Raihan juga punya adik kok. Tapu sabar dulu ya.Ni mama sama papa bari usaha." Jawab Nadira menenangkan putranya.


Raihan pun mengangguk dan kembali lagi bermain dengan Bayu,Pradit,Adamdan Rio. Rio bisa berbaur dengan yang lainnya. Sedangkan Aira sudah bermain sama Aina. Mereka saling bercengkrama untuk menuntaskan rasa kangen mereka.


"Ini ni ganteng banget sih keponakan Budhe." Ucap Arin yang melihat Adyan.

__ADS_1


"Ya dong budhe,biar nemenin abang Adam gantengnya." Jawab Bu Murti dengan menirukan suara anak kecil.


"Kak Arin,Salma kangen." Ucap Salma dengan memeluk kakaknya.


"Kakak juga kangen dek,kamu tambah cantik deh dek." Tambah Arin memuji adiknya.


"Mas Arfan nggak sibuk pa mbak,kok bisa ikut kesini." Tanya Salma.


"Iya sebenarnya sibuk dek,tapi mbak yang maksa masak adik mbak yang cantik ini lahiran nggak ikut nengok." Ucap Arin.


"Makasih mbak, Salma bahagia banget bisa ngumpul bareng sama keluarga kita. Udah lama kami nggak mudik."Tambah Salma dengan tersenyum bahagia.


"Maaf bapak-bapak,ibu-ibu,mas dan mbak dan juga adik-adik. Makan siang sudah siap mari silahkan di nikmati." Ajak Rosa dengan membawa beberapa makanan dengan di bantu ibu-ibu menaruhnya di depan para tamu.


"Terimakasih loh mbak,maaf jika anak kami merepotkan mbak dan ibu-ibu disini." Ucap Bu Ronah dengan tersenyum ramah.


"Sama-sama bu,mbak Salma juga sering bantu-bantu kita waktu kami ada acara kok bu. Jadi sekarang gantian bu." Jawab Rosa dengan ramahnya.


Setelah menaruh makanan,Rosa dan lainnya masuk kembali di dalam.


Sedangkan Nita menunggu dengan duduk di ruang makan. Dia tidak di perbolehkan Rosa untuk membantu mengangkat makanan karena keadaanya yang sedang hamil muda.


Untuk Randi,sekarang dia sudah bisa sedikit berjalan dengan bantuan kruk. Semakin kesini perkembangan kesehatan Randy sangat bagus. Dan cintanya kepada sang istri ikut bertambah seiring waktu.


"Mbak, Mbak sama yang lainnya juga makan ya."Pinta Salma setelah menghampiri Rosa,Nita dan ibu-ibu.


"Santai saja mbak,nanti kita bantu habisin deh." Jawab Rosa.


"Mbak Nita jangan terlalu capek loh."Tambah Salma yang mengkhawatirkan Nita.


"Siap mbak,ni aja dari tadi hanya duduk." Jawab Nita dengan tersenyum.


Salmapun kembali ke ruang depan untuk berkumpul bersama keluarganya kembali. Mereka bersama-sama menyantap makanan yang sudah di hidangkan.


Suasana yang biasanya sepi,hari ini menjadi ramai dengan Kehadiran keluarga besar Irsyad.


Sampai kapanpun,keluarga adalah obat yang paling manjur di saat kita merasa lelah dengan semua kegiatan yang kita laksanakan.


**************


**Note :


Assalamualaikum,alhamdulillah bisa bertemu kembali. Mohon maaf baru bisa up karena memang sekarang kesibukan yang luar biasa di dunia nyata. Semoga kakak2 masih setia menunggu. Mungkin tinggal beberapa episode lagi akan end. Dan Insyaallah akan berlanjut dengan season 2 yang menceritakan perjalanan hidup Aira. 🤗**

__ADS_1


__ADS_2