
Happy Reading...
🌿🌿🌿🌿
"Bunda ayah abang beneran sedang kasmaran. Kemarin aja kayak kucing dan tikus tiap ketemu berantem melulu, eh sekarang ternyata mereka udah jadian ni sampai ngirim pesan mesra banget. " Ledek Shakila kepada Adyan.
"Wah bun, sepertinya kita jadi berbesanan dengan suh Randy dan mbak Nita. " Ucap ayah Irsyad yang bahagia mendengar kabar itu.
"Abang masuk kedalam dulu yah bun. " Pamit Adyan yang sudah malu karena di ledek keluarga. Sebelum benar-benar masuk ke dalam kamar, adiknya Shakila memeletkan lidahnya untuk meledek dirinya.
"Kalau bukan adik udah gue karungin terus gue tenggelamkan di Samudra Hindia. " Batin Adyan yang kesal dengan keusilan sang adik.Dengan langkah gontai, Adyanpun segera masuk. ke dalam kamarnya. Dia segera masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya dan juga untuk mengrefreshkan tubuhnya dari kesibukan rutinitas hari ini.
Setelah selesai, dia juga tidak lupa melaksanakan sholat Isyak sebelum merebahkan dirinya di kasur yang nyaman.
"Huh, apa Tisha udah tidur ya? " Ucap Adyan yang memandangi HPnya. Dia melirik jam dinding di atas dinding kamarnya. Dan jam menunjukkan pukul 9 malam.
"Padahal tadi udah WA nan. Tapi kok masih kangen saja. " Ucap Adyan kembali dengan senyum-senyum sendiri. (Kan bener abang Adyan udah mulai bucin sama TishaðŸ¤ðŸ¤ðŸ¤).
"Telpon, tidak, telpon tidak. " Adyan pun bimbang.
"Telpon ajalah dari pada nanti nggak bisa tidur nungguin kabar dia lagi. "
Adyan pun mencari nama Tisha di kontak HPnya dengan nama "Bidadariku."
Drrrrrr.....
Adyan pun menunggu telponnya di angkat. Dengan sabar, Adyan bersandar di head bed ranjangnya.
"Assalamu'alaikum, gimana bang? ". Tisha pun mengangkat telpon Adyan tidak lupa dia mengucapkan salam.
" Waalaikum salam. Nggak papa Sha. Kamu udah tidur ya, abang ganggu kamu? " Jawab Adyan dengan rentetan pertanyaan.
"Nggak kok Bang, Tisha habis selesai beberes desain baju baru. Dan ini udah aku simpan. " Jawab Tisha.
"Sekarang kamu lagi apa? " Tanya Adyan kembali.
"Baru rebahan ni bang di kasur, abang juga lagi apa? "
__ADS_1
"Sama, abang juga lagi rebahan. " Jawab Adyan dengan senyum bahagia meskipun tak bisa memperlihatkannya ke Tisha.
"Tadi kan kita barusan WA nan, ini kok tumben abang telpon. " Tisha mencoba mengetes jawaban Adyan. Sebenarnya dia juga merasa kangen dengan Adyan. Tapi biarlah Adyan dulu yang jujur dengan ucapannya.
"Kangen Sha. Memangnya nggak boleh ya kangen sama kamu. " Jawab Adyan jujur dengan suara manjanya. Tak seperti biasanya ia berbicara seperti itu. Biasanya yang ada hanya bicara datar tanpa ekspresi.
"Cie... abang bisa manja juga ya. Aku kira abang hanya bisa berbicara irit dan datar. " Tisha pun menjawab dengan kekehan karena akhirnya bisa tahu sikap Adyan yang lain.
"Memangnya nggak boleh manja sama kamu. " Adyanpun menjawab dengan memanyunkan bibirnya. Mungkin kalau Shakila melihat sikap kakaknya, pasti bibir Adyan di kucir tu sama adiknya.
"Hahah, ya boleh banget abangku sayang. Aku seneng deh akhirnya abang bisa berbicara jujur seperti ini. " Tisha pun ikut bahagia mendengar jawaban Adyan yang selalu di nanti sejak dulu. Dia tidak menyangka akhirnya do'anya terkabul dimana cowok yang selalu ada dalam doa nya, bisa mengungkapkan perasaannya juga.
"Besok abang jemput ya. InsyaAllah abang bisa antar kamu ke kampus." Ucap Adyan yang sekarang sudah berubah posisi dengan berbaring di ranjangnya dengan satu tangan sebagai bantalannya.
"Abang nggak sibuk? "
"Nggak kok Sha. Abang nggak sibuk. " Balas Adyan kembali.
"Siap besok pagi Tisha buatin sarapan sandwich deh buat abang. " Tisha pun berjanji kepada Adyan.
"Wah abang percaya sih, meskipun di rumah udah ada ART, Tisha kadang juga masak sendiri bang sesuai dengan makanan kesukaan aku. Itung-itung belajar menjadi ibu rumah tangga. " Jawab Tisha dengan kekehan kecil.
"Okey, boleh besok biar abang nilai masakan yang kamu buat. Hitung-hitung menyeleksi masakan calon bini. " Adyanpun ikut menjawab.
Blush.....
Tanpa Adyan tahu, pipi Tisha berubah merona ketika mendengar kata calon bini yang diucapkan oleh Adyan.
"Yang benar ni aku calon bininya abang. " Tishapun menggoda Adyan.
"Ya iya dong. Makanya cepat lulus biar aku bisa membuktikan ke kamu jika aku akan segera meminangmu. "
"Jangan hanya meminang dengan bismillah ya bang. " Tishapun terkekeh mengingat salah satu judul film religi yang ia tonton.
"Terus mo di pinang sama apa? "
"Tidak hanya bismillah, tapi juga seperangkat alat sholat serta perangkatnya dong. "
__ADS_1
Mereka pun malah berbicara ke arah yang lebih serius sampai tidak mereka lihat jika waktu sudah menunjukkan pukul 10 malam.
"Ya udah sekarang kamu istirahat dulu gih, besok biar bangun pagi dan buatin sarapan buat abang. " Akhirnya mereka mengakhiri perbincangan malam mereka.
"Siap abang, ini aku udah ngantuk. Abang juga istirahat. Jangan lupa buat jemput Tisha. Met malam. And have a nice dream abangku. Assalamu'alaikum" Ucap Tisha.
"Waalaikum salam. Have a nice dream too bidadariku. " Adyanpun menjawab dan kemudian mematikan telponnya. Adyan segera mematikan lampu kamarnya untuk bersiap merebahkan tubuhnya kembali di kasur.
Di lain tempat, Tisha pun sama. Dia mematikan handphone nya dengan wajah sumringah. Tisha meletakan handphone nya di atas nakas samping ranjang dan tidak lupa mematikan lampu utama dan ia ganti ke lampu tidur.
Tanpa Tisha tahu, ternyata sejak tadi anak seseorang yang menguping percakapan Tisha dan Adyan. Beliau adalah tante Nita. Beliau penasaran mengapa wajah putrinya berubah lebih cerah dan sumringah. Ternyata benar dugaannya, ternyata sang putri sedang merasakan jatuh cinta. Dan dia sempat mendengar nama Adyan di sebut sang putri.
"Mama ngapain di situ? " Suara om Randy mengagetkan tante Nita.
"Shut..... " Tante Nita pun memberikan tanda diam kepada om Randy.
"Jangan keras-keras pah. Nanti Tisha denger lagi jika mama sedang nguping dia. " Ucap tante Nita kembali. Tante Nita pun segera menarik tangan om Randy untuk masuk ke dalam kamar mereka. Om Randy pun hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah sang istri yang pernah ia sakiti dan sekarang sangat ia cintai.
"Tau nggak pah, kalau putri kita sedang jatuh cinta. " Ucap tante Nita kembali setelah mereka duduk di tepi ranjang.
Om Randy yang belum pahampun menaikkan alisnya.
"Maksud mama? " Om Randypun pura-pura tidak paham.
. "Ish nyebelin papa ini. " Gerutu om Nita
"Maksud mama, putri kita sekarang sedang dekat sama cowok dan tadi mama sempat dengar dia menyebut nama Adyan. Sepertinya Adyan sama Tisha sedang ada hubungan papa. " Akhirnya tante Nita pun menceritakan apa yang dia dengar tadi.
"Sudah papah duga, pasti Adyan ada rasa sama putri kita. " Om Randypun menjawab dengan tersenyum. Dua sudah menduga perasaan Adyan terhadap putrinya sejak Adyan dengan suka rela ingin menjadi bodyguard Tisha.
"Kok papah tahu? " Tante Nita pun penasaran karena sang suami sudah tahu terlebih dahulu.
Om Randypun menceritakan semuanya bagaimana Adyan yang merelakan dirinya pindah tugas hanya untuk menjaga Tisha.
"Semoga benar ya pah, mereka bisa sampai ke jenjang lebih serius. karena mama yakin jika Adyan lelaki yang pas dan cocok untuk putri kita.
🌿🌿🌿🌿
__ADS_1