
"Mbak Salma.......Hiks....hiks......"Ucap Nita berlari menghampiri Salma. Sikap yang biasanya arogan ketika bertemu Salma pun hilang entah kemana. Yang ada hanya tangisan yang memilukan meratapi beban yang di pukul nya.
"Sabar ya mbak,pasti om Randi di berikan kesembuhan. Dan pasrahkam kepada Allah mbak,Ikhlas kan ini cobaan dari -Nya."Nasehat Salma menenangkan dengan memeluk Nita.
"Maafin aku mbak,selama ini udah nyakitin mbak. Hiks...hiks."Ucap Nita tulus dari relung hatinya.
"Salma udah maafin mbak kok. Kita kan saudara mbak,jadi tidak ada rasa sakit hati ataupun dendam di hati Salma buat mbak."Jawab Salma dengan menepuk lembut punggung Nita.
"Aku berdosa sama kamu mbak yang ingin menghancurkan rumah tangga mbak. Tapi Allah telah memberikan karma buat aku mbak."
"Sabar mbak,setiap cobaan yang Allah beri pasti ada hikmah yang tersimpan di dalamnya. Lebih mendekatkan diri lagi mbak sama Allah biar hati dan pikiran mbak menjadi tenang. Kami akan selalu di dekat mbak untuk selalu memberikan dukungan buat mbak Nita."Nasehat Salma.
"Benar mbak,kami akan selalu di samping mbak Nita. Kita lupakan yang kemarin mbak,setiap orang pasti pernah buat salah."Rosa menambahkan nasehat kepada Nita. Dia mendekati Nita yang sedang berada di pelukan Salma. Dia sangat prihatin melihat kondisi tetangganya saat ini. Biasanya tiap harinya nampak cantik dengan baju branded yang dia kenakan dan make up mahal menambah kecantikannya,tapi saat ini Nita lupa akan penampilannya. Hanya kekacauan yang tampak pada dirinya.
Sedangkan Irsyad dan Irfan setia memandangi istri-istri mereka yang sedang menghibur Nita.
"Mas bangga memilikimu dek,dengan kelembutan hatimu yang tak terhingga dan tak ada rasa dendam di dalamnya."Ucap Irsyad di hatinya dengan melihat Salma dengan lembut menenangkan Nita.
"Suh,aku nggak nyangka istriku yang biasa nya bar-bar bisa juga bicara bijak."Ucap Irfan kepada Irsyad.
"Apa papa bilang? mama barbar gitu. Enak saja cantik gini di bilang barbar. Awas nanti pa kalau sampai rumah."Jawab Rosa yang tidak terima dengan perkataan sang suami. Dia mendekati Irfan dan tidak lupa menjewer kuping Irfan seperti anak kecil.
"Aduh....ampun Ma. Ni telinga papa bisa putus kalau mama jewer kayak gini."Ucap Irfan yang kesakitan karena ulah sang istri.
"Makanya kalau bicara jangan sembarangan,awas saja nggak ada jatah sampai 1 minggu."Ancam Rosa.
"Jangan dong ma,masak papa harus puasa sih."Melas Irfan.
"Hahah,makanya suh kalau bicara di filter tu. Sekarang rasakan tu istri bu ngambek."Olok Irsyad.
"Ternyata istrimu mirip singa betina juga kalau lagi marah."Bisik Irsyad ke telinga Irfan.
"Puasin tu ketawa. Awas saja besok kalau istrimu sedang ngambek sama kamu,aku ketawain sampai puas."Ejek Irfan yang kesal kepada Irsyad.
__ADS_1
Nitapun sedikit terhibur dengan kedatangan tetangganya. Dia baru sadar jika tetangganya adalah orang-orang yang baik dan tidak membalas semua kelakuan dia kemarin. Dia sangat bersyukur masih di kelilingi tetangga yang penuh kasih sayang.
Akhirnya Salma,Nita,Rosa dan Riri duduk di kursi yang tersedia sambil memunggu operasi selesai.
"Dek,mas saya om Irfan ke depan dulu ya lihat anak-anak. Adek sama mbak Rosa di sini dulu. Biar kami yang jaga anak-anak."Pamit Irsyad. Dia ingin istrinya dan Rosa dapat sedikit menghibur dan memberikan semangat untuk Nita.
"Ya mas,Salma sama mbak Rosa di sini dulu."Jawab Salma.
"Pa,nanti anak-anak di ajak makan siang dulu sekalian. Biar mama dan tante Salma nyusul."Pinta Rosa.
"Siap Ma,tapi nanti papa nggak jadi puasa ya..ya...ya" Ucap Irfan dengan sikap konyol nya.
"Papa ini nggak tau malu saja,udah sana cepetan keluar nggak usah aneh-aneh deh. Kasihan Rio dan Aira yang nunggu lama di luar." Rosa pun kesal dengan sang suami yang selalu bersikap mesum dimanapun berada.
"Udah deh suh,nanti kalau mesra-mesraan di rumah saja." Ucap Irsyad dengan menarik paksa Irfan menuju Playground di mana anak-anak mereka berada.
"Mbak Salma,aku mo min...ta maaf. Dulu aku kira Mo..na adalah sahabatku yang baik sehingga aku dengan PD nya mau mengenalkan dia sama om Irsyad." Ucap Nita dengan menangis kembali setelah dia melihat Irfan dan Irsyad berjalan menjauh.
"Ternyata,orang yang aku anggap sahabat malah menusuk ku dari belakang dan berselingkuh dengan suamiku sampai ke hubungan yang tak semestinya,sedangkan mbak Salma dan Rosa yang selalu aku musuhi dan tidak pernah aku anggap tetangga,malah sangat peduli terhadap aku." Tambah Nita.
"I...ya mbak,suamiku dan Mona telah berselingkuh dari ku sampai kecelakaan inipun sebenarnya mereka sedang pergi bersama dan Mo...na meni...nggal beserta janin dalam kandungannya." Jawab Nita dengan terisak.
Riri mengambil tisu dan mengelap air mata yang menetes dari mata Nita dengan lembut. Dia sangat prihatin dengan keadaan sahabatnya.
"Astagfirullah hal adzim,sabar mbak. Ini ujian mbak,kami sudah memaafkan mbak kok. Dan sekarang kita buka lembaran baru. Kami akan selalu di samping mbak Nita. Jadi jangan sedih lagi ya mbak." Ucap Salma dengan memeluk kembali Nita.
"Benar yang tante Salma bilang,kami sudah memaafkan tante. Ini ujian pernikahan tante sama om Randi. Semoga setelah ini tante sama om lebih baik lagi hubungannya." Tambah Rosa. Sebenarnya dia kaget dan sangat marah dengan Randi yang teganya mengkhianati istrinya dengan berselingkuh dengan sahabat istrinya. Tapi ini waktu yang tidak pas untuk meluapkan amarahnya karena kondisi Randi dan Nita yang sangat terpukul.
"Benar Nit apa yang dikatakan mbak Salma dan mbak Rosa. Ini ujian pernikahan mu,tinggal besok bagaiman sikapmu selanjutkan terhadap Randi. Kami akan selalu mendukungmu." Tambah Riri.
"Entahlah Ri,aku sangat mencintai mas Randi. Rasanya aku belum rela untuk kehilangan dia." Ucap Nita.
"Itu hak kamu Nit,mau tetap bertahan atau melepaskan. Kami akan tetap mendukung apapun keputusan akhirmu." Jawab Riri dengan tenang.
__ADS_1
"Sekarang lebih baik mbak sholat Istikharah,minta petunjuk Allah mana yang terbaik buat mbak dan om Randi.Jangan gegabah mbak dalam mengambil keputusan dan akan kita sesali akhirnya." Nasehat Salma.
"Setiap orang pasti punya kesalahan mbak,tapi itu semua tergantung mbak Nita." Tambah Rosa.
"Mungkin ini juga teguran buat aku mbak,karena kesalahan ku yang terdahulu. Mbak Salma mau bantu aku kan agar aku bisa menjadi Leboh baik lagi." Pinta Nita.
"Insyaallah saya akan bantu mbak Nita,mari kita sama-sama belajar untuk menjadi istri yang lebih baik lagi." Jawab Salma dengan bijak.
"Terimakasih mbak Salma,mbak Rosa dan kamu Riri. Aku sangat bahagia masih mempunyai kalian di samping ku." Nita menangis tersedu-sedu dengan memeluk Salma,Rosa dan Riri yang berada di sampingnya.
Lampu di pintu masuk ruang operasi pun berganti warna hijau. Bertanda operasi telai selesai. Tak berselang lama,dokter dan suster memakai baju khusus operasi di ikuti beberapa perawat keluar dari ruangan.
"Bagaimana keadaan suami saya dok?" Tanya Nita yang sudah berdiri.
"Alhamdulillah operasi berhasil bu,tinggal masa pemulihan saja. Sebentar lagi pak Randi akan segera di pindahkan ke ruang observasi untuk memantau keadaan pak Randi pasca operasi. Setelah sadar baru kami akan memindahkan ke ruang perawatan."Jelas sang dokter.
"Terimakasih dok." Jawab Nita.
"Sama-sama bu,ini sudah menjadi tanggung jawab kami. Dan satu lagi bu,sebelumnya kami sudah memberi tahu ibu tentang kondisi pak Randi. Ibu harus sabar karena setelah pak Randi pulih,beliau harus memakai kursi roda karena keretakan yang sangat parah pada kaki pak Randi. Tapi ibu jangan khawatir,pak Randi akan bisa berjalan kembali jika dilakukan terapi rutin." Jawab Dokter laki-laki tersebut.
"Iya dok,terimakasih atas penjelasannya."
"Kalau begitu kami permisi dulu bu." Pamit pak dokter.
Dokter itupun berjalan meninggalkan ruang operasi. Dan beberapa suster mendorong banker Randi menuju ruang observasi. Nita,Salma,Rosa dan Riri pun mengikuti di belakang.
"Semoga Allah memberikan kesabaran buat kamu mbak Nita atas cobaan ini. Salma yakin mbak orang yang kuat dan semoga mbak akan berubah menjadi lebih baik lagidari sebelumnya." Doa Salma dalam hati untuk Nita.
To be Continue......
💓💓💓💓💓💓💓
**Note :
__ADS_1
Jangan lupa buat vote dan like nya ya. Dan maaf bab ini masih bahas tentang kisah Nita dan Randi. Semoga kakak2 tidak bosan ya dengan cerita ini 😇😇😇😇**