Bunda Untuk Aira

Bunda Untuk Aira
Semakin Dekat


__ADS_3

Happy Reading ...


******


Setelah mendengar penjelasan kedua orang tua nya tentang niatan Irsyad kepada dirinya, Setelah sholat Isya Salma bergegas mengambil Hp nya di atas nakas samping tempat tidurnya untuk menghubungi Irsyad lewat WA.


"Assalamualaikum mas..." Salma mengirim pesan ke Irsyad.


Salma menunggu balasan dengan menggenggam Hpnya, Leboh dari 30 menit belum ada balasan Salmapun menaruh Hp nya ke atas naskas kembali.


"Emm mungkin mas Irsyad sedang sibu". Ucap Salma.


Karena di rasa belum ada balasan, Salma mengambil kumpulan kertas tugas dari siswanya. Sambil menunggu balasan di mengoreksi ulangan muridnya yang tadi di bawanya pulang.


Ketika asyik mengoreksi, Hp Salma bergetar dan berbunyi menandakan ada pesan masuk.


Drrrr.....drrrr........


"Waalaikumsalam, maaf baru balas Ma tadi baru menina bobok kan Aira."


"Ya mas tidak apa-apa, malah seharusnya Salma yang meminta maaf karena mengganggu mas."


"Tidak kok Ma, santai saja. Emmmm gimana hasilnya Ma, apa kamu sudah bilang sama orang tua kamu ?"


"Alhamdulillah sudah mas, dan orang tua saya merestui niat baik mas Irsyad kepada saya."


"Alhamdulilah, terimakasih Salma sudah mau menerima saya dan putri saya. Apakah boleh saya dan keluarga saya bersilaturahmi ke rumah kamu besok malam minggu ?"


Deg....


"Kenapa mas Irsyad mo datang kerumah ya." Ucap Salma dalam hati.


Salma pun membalas pesan Irsyad karena penasaran dengan keinginan Irsyad untuk bersilaturahmi ke rumahnya.


"Kalau boleh tau mas dan keluarga ada apa ya kerumah besok malam minggu ?"


"Karena 4 hari lagi saya akan kembali bertugas, maka dari itu sebelum saya berangkat saya ingin melamar kamu terlebih dahulu. Tapi jika kamu memang keberatan saya akan mengundurnya."


"Apa mas yakin akan melamar saya besok lusa, apa tidak terlalu cepat mas dan bagaimana dengan om dan tente ?" Balas Salma, yang sebenarnya bahagia ketika mendengar Irsyad akan melamarnya, tapi dia bertanya untuk memastikannya sekali lagi.


"Alhamdulillah orang tua saya sudah setuju sama kamu Ma, Aira juga. Tinggal kamu bagaimana saya ikut saja."


Salmapun berfikir sejenak mempertimbangkan pesan yang di tulis Irsyad. Setelah memantapkan dirinya, dan membaca doa Salmapun membalas pesan dari Irsyad.


"Bismillah jika ini keinginan mas dan keluarga dan jika ini yang terbaik untuk kita. Salma menerima lamaran dari mas Irsyad."

__ADS_1


"Alhamdulillah terima kasih Ma, sudah menerima saya. Saya akan segera berbicara kepada orang tua saya untuk mempersiapkan lamaran saya ke kamu besok lusa."


"Ya mas, Salma juga senang mas mau menerima Salma."


Setelah membalas pesan dari Irsyad, Salma menghentikan sejenak mengkoreksi tugas dari murid-muridnya. Dia menaruh Hpnya di nakas dan berjalan keluar menuju ke ruang keluarga untuk mencari orang tuanya yang sedang asyik menonton televisi.


Tok...tokk...tokk.(Suara sandal Salma yang beradu Dengn lantai)


"Lo nak, kenapa kamu lari larian ?"Tanya bu Murti melihat ke arah putrinya.


Salma duduk di samping ibunya untuk mengatur nafas. Setelah di rasa sedikit tenang, dia mulai berbicara dengan orang tuanya.


"Yah, bu tadi Salma sudah menghubungi mas Irsyad untuk memberi tahu restu ayah dan ibu tentang hubungan kami.." Salma berhenti sejenak untuk mengambil nafas.


"Terus ?" Lanjut bu Murti yang tidak sabar mendengar penjelasan Salma. Sedangkan pak Handoko hanya mengamati putrinya dengan wajah yang berbinar.


"Mas Irsyad ingin melamar Salma besok lusa yah, bu. Mas Irsyad dan keluarganya akan kerumah kita besok malam minggu." Salma melanjutkan ceritanya.


"Alhamdulillah nak, yang benar itu nak ?" Ucap syukur bu Murti kepada putrinya.


Salma pun menganggukkan kepala nya tanda setuju.


"Ayah bahagia nak, akhirnya putri ayah bisa membuka hatinya kembali." Ucap pak Handoko dengan menarik putrinya kepelukannya.


"Alhamdulillah ya Allah, hamba bahagia melihat putri hamba bahagia. Biarkanlah senyuman selalu mengembang di wajah putri hamba." Doa bu Murti di hatinya sambil menghapus air mata bahagianya.


"Sudah-sudah, nanti kamu juga hubungi kakakmu nak untuk memberitahu kabar ini. Biar ayah dan ibu yang menyiapkan semua ini."


"Ya nak, nanti ayah juga akan menghubungi pakde Jono untuk datang kesini." Tambah pak Handoko setelah melepaskan pelukannya dari putrinya.


Pakde Jono adalah kakak tertua pak Handoko. Rumahnya tidak terlalu jauh dari rumah pak Handoko. Kurang lebih 45 menit perjalanan menuju ke rumahnya. Pak Handoko selalu melibatkan pakde Jono jika ada acara di keluarganya. Apalagi ini acara yang sangat di tunggu oleh mereka, lamaran untuk putri bungsu mereka.


********


Rumah Irsyad


Setelah mendapatkan kabar dari Salma, Irsyad pun bergegas menemui orang tuanya untuk membahas persiapan lamaran nya kepada Salma. Pak Jaka dan bu Ronah masih berada di ruang tamu. Irsyad turun dari lantai atas untuk menemui orang tuanya.


"Yah, bu." Panggil Irsyad kepada ayah dan ibunya.


"Lo belum tidur nak." Tanya bu Ronah yang sedang asyik berselonjor menonton film komedi di stasiun TV.


"Belum bu, ini Irsyad mau bicara dengan ayah dan ibu."


"Sini kamu duduk sini." Pak Jaka menepuk kursi sebelahnya untuk mempersilahkan Irsyad duduk disana.

__ADS_1


"Mau bicara apa kamu nak ?" Tanya pak Jaka kepada putranya.


"Yah,bu sesuai dengan nasehat ibu kemarin, tadi sore Irsyad bertemu Salma untuk membicarakan keinginan Irsyad melamar Salma."


"Yang bener nak kamu nemuin Salma ?" Bu Ronah bertanya kepada putranya karena tidak percaya dengan apa yang dilakukan putranya.


"Benar bu, kami bertemu di cafe Florist. Di sana saya meminta Salma untuk menjadi.bunda untuk Aira, awalnya dia ragu tapi setelah saya meyakinkan nya akhirnya dia bersedia tetapi dia minta waktu untuk berbicara dengan orang tuanya." Jelas Irsyad.


"Terus bagaimana dengan orang tuanya nak?, Secara status kamu bukan seorang lajang apa orang tua nak Salma mau menerima kamu ?" Pak Jaka bertanya kepada putranya.


"Saya sempat bertemu sekali dengan orang tuanya yah waktu Aira ngajak bermain ke Timezone, dan orang tuanya juga welcome dengan kehadiran kami. Terus tadi Salma juga sudah menghubungi Irsyad untuk mengabari jika orang tuanya sudah merestui kami. Apa ayah dan ibu juga mau merestui kami ?" Tanya Irsyad kepada orang tuanya.


"Alhamdulillah nak, ayah dan ibu bahagia akhirnya kamu mau menikah lagi." Ucap Pak Jaka.


"Emm .... sebenarnya, kemarin ayah dan ibu juga ingin menjodohkan kalian berdua. Tapi ibu takut kalau kamu tidak suka nak." Ucap lirih bu Ronah.


"Hahaha, masak sih bu?"


"Iya nak, dari awal ibumu sudah ngebet ingin ngenalin kamu sama nak Salma. Eh malah kamu duluan yang mendekati dia." Pak Jaka membantu istrinya untuk menjawab pertanyaan putranya.


"Ibu mau nanya, aku kamu sudah mencintai nak Salma nak ?, ibu nggak mau jika kamu ingin melamar nak Salma hanya karena keinginan putrimu." Nasehat bu Ronah kepada Irsyad.


Irsyad diam sejenak untuk memikirkan jawaban untuk ibunya.


"Sebenarnya memang Irsyad belum cinta bu dengan Salma, tapi Irsyad merasa nyaman jika dekat dengan Salma. Tapi meskipun begitu Irsyad akan berusaha membuka hati Irsyad untuk Salma." Jelas Irsyad.


"Yang penting jangan sakiti dia nak, nak Salma perempuan yang baik. Dan berusahalah untuk mencintai dia."


"Terus kamu mau melamar nak Salma kapan nak ?" Tanya pak Jaka.


"Insyaallah malam Minggu besok yah, menurut ayah dan ibu bagaimana rencana Irsyad?"


"Kalau kami lebih cepat lebih baik nak, apa nikah sekalian saja ?" Pak Jaka menggoda putranya.


"Ayah kan sudah tahu bagaimana prosedurnya jika seorang abdi negara seperti Irsyad ini menikah. Banyak surat-surat yang harus kami urus. Insyaallah setelah lamaran Irsyad akan segera mengurus berkas-berkas untuk pengajuan pernikahan yah bu."


"Kalau ayah mana yang terbaik saja buat kamu dan Aira."


"Kalau begitu, besok ibu akan ajak adik kamu Nadira untuk berbelanja berbagai macam hantaran yang akan kita bawa ke rumah nak Salma." Tambah bu Ronah.


"Terimakasih yah, bu, Maaf jika Irsyad selalu merepotkan ayah dan ibu."


"Kamu bicara apa nak, kamu anak kami jadi kamipun bahagia jika kamu juga bahagia."Ucap Pak Jaka tegas kepada putranya.


Merekapun berbicara membahas apa saja yang akan di bawa sebagai hantaran tanpa melihat jam karena rasa bahagia. Dan tidak terasa jam menunjukkan pukul 11 malam. Pak Jaka dan bu Ronah bergegas masuk ke kamar mereka untuk beristirahat. Di susul Irsyad yang juga berjalan menuju kamarnya untuk tidur di samping Aira.

__ADS_1


__ADS_2