Bunda Untuk Aira

Bunda Untuk Aira
Waiting Day 2


__ADS_3

Akhirnya mereka sampai di butik tante Mutia setelah melewati jalan yang macet karena libur tanggal merah. Setelah memarkirkan mobilnya, Irsyad dan Salma beserta Aira turun beriringan.


Aira menolak untuk di gendong ayahnya, dia ingin berjalan sendiri dengan di gandeng ayah dan bundanya.


"Aila udah becal ayah, Aila mo jalan sendili dengan di gandeng ayah dan bunda." Ucap Aira dengan nada lucunya.


"Baiklah tuan putri." Jawab Irsyad dengan menurunkan Aira dari gendongannya.


"Habis dali cini nanti kita maen ke Timezone lagi ya yah bunda ?" Ajak Aira dengan menampilkan puppy eyes nya.


"Siap tuan putri, ayah dan bunda akan mewujudkan keinginan tuan putri." Jawab Irsyad seperti seorang pengawal kepada tuan putrinya.


Salma yang melihat interaksi antara ayah dan anak tersebut hanya tersenyum bahagianya. Dulu dia tak pernah berfikir jika akhirnya dia dapat bersatu dengan cinta pertamanya. Itulah takdir Allah.


"Bunda....bun..." Panggil Irsyad. Dia membiasakan memanggil Salma dengan sebutan bunda jika bersama putrinya.


"Eh iya yah,." Jawab Salma setelah asyik dengan pikirannya sendiri mengingat awal pertemuan mereka.


"Bunda ngalamun ya ?"


"Eng...gak kok yah, ya udah ayo kita masuk." Ajak Salma dengan menggandeng Aira.


Mereka masuk kedalam butik tante Mutia. Butik beliau sangat lah besar ada beberapa cabang yang didirikannya. Dan pusatnya ada disini jadi wajar jika butik ini lumayan ramai.


"Irsyad...." Panggil tante Mutia yang sudah menunggu di dalam.


"Assalamualaikum tan, " ucap Irsyad .


"Waalaikum, eh tambah ganteng aja kamu Syad. Apa karena mau nikah ya ?" Goda tante Mutia.


"He... tante bisa saja." Jawab Irsyad dengan tersenyum.


"Halo cucu oma yang cantik, " Sapa tante Mutia kepada Aira.


"Halo oma, oma Mutia Aila jadi di buatin baju kayak bunda kan?"


"Jadi dong, kan kemarin oma udah janji sama tuan putri." Jawab Tante Mutia dengan beralih menggandeng tangan Aira.


Kemarin ketika bu Ronah mengajak Salma dan Aira dan di temani Nadira untuk ukur baju, Aira merengek untuk di buatkan baju seperti bundanya karena ingin kembaran dengan bundanya. Akhirnya tante Mutia pun menyanggupi keinginan Aira.


"Ya udah sekarang kita ke lantai atas saja. Di sana juga ada kamar pas untuk mencoba." Ajak tante Mutia kepada Salma dan Irsyad.


Mereka pun berjalan menuju lantai atas untuk fitting baju.


"Salma ini coba kamu pakai kebaya yang kemarin tante desain." Pinta tante Mutia setelah sampai di lantai atas. Disana sudah tersedia kebaya dan jas yang akan di pakai Irsyad dan Salma ketika akad.


"Terimakasih tante,"ucap Salma. " Bunda coba ganti baju dulu ya sayang Aira nunggu di sini dulu sama oma dan Ayah. "


"Ciap bunda." Jawab Aira yang sedang asyik makan coklat tadi di beri oleh omanya.


Salma masuk ke dalam kamar pas untuk mencoba kebayanya.Sedangkan Irsyad bercanda dengan Aira dan tante Mutia.


Ceklek......Pintu kamar pas pun terbuka. Tampak semua mata tertuju ke sana. Irsyad terkesima melihat calon istrinya yang tampak cantik dengan kebaya buatan tantenya


__ADS_1


"Cantik." Ucap Irsyad.


"Ehem.....itu mulutnya di tutup Syad, nanti ada lalat baru tau rasa." Ledek tante Mutia ketika melihat Irsyad takjub melihat calon istrinya.


"Nggak papa tan, kan terkesima dengan calon istri sendiri." Jawab Irsyad.


"Bagaimana mas?" Tanya Salma kepada calon suaminya.


"Cantik bunda." Jawab Irsyad dan Aira bersama.


Salma pun tersenyum dengan pujian dari calon suami dan anaknya.


"Gimana Syad, kebayanya harus di rombak lagi atau nggak ?" Tawar tante Mutia.


"Udah pas tan, calon istri Irsyad jadi semakin cantik." Jawab Irsyad dengan memuji Salma.


Wajah Salma pun menjadi merona ketika di puji Salma.


"Mas seneng banget goda Salma."Ucap Salma." Sekarang gantian mas yang coba bajunya." Pinta Salma.


"Siap ibu ratu." Irsyad pun masuk kedalam kamar pas untuk mengganti bajunya denga tuxedo buatan tantenya.


Irsyad keluar dari kamar pas. Dan semua mata juga tertuju ke arah Irsyad.



Salma melihat tanpa berkedip.


"Bunda ayah juga tampan ya." Puji Aira kepada ayahnya. Teriakan Aira membuat Salma kembali ke dunia nyata.


"Aira juga cantik lo dengan baju kembaran bunda." Tambah Salma setelah tadi membantu Aira berganti baju.


"Terimakasih bunda."Jawab Aira dan Salma bersamaan.


"Gimana Syad, baju kamu perlu di rombak nggak ?"


"Udah pas ini tan, memang tante ter the best deh." Puji Irsyad dengan menunjukkan 2 jempol kepada tantenya.


"Tante Mutia gitu loh." Jawab tante Mutia.


"Coba tante foto dulu kalian nanti biar tante kirim ke grup keluarga."


Salma,Aira dan Irsyad berpose seperti keluarga bahagia. Mereka di foto oleh tante Mutia.Tante Mutia sangat bahagia melihat pemandangan kebahagiaan yang terpancar dari keponakan,putri dan calon istrinya.


Setelah selesai fitting baju, mereka berencana pergi ke Timezone sesuai dengan permintaan Aira. Apalagi besok Salma dan Irsyad sudah di pingit. Oleh karena itu, hari ini akan mereka gunakan untuk menghabiskan waktu bersama.


************


Irsyad,Aira dan Salma telah sampai di depan Mall terbesar di kota B. Mereka masuk kedalam menuju ke lantai teratas untuk menuju tempat permainan. Seperti biasa, Salma mengantarkan Aira masuk kedalam stand mandi bola. Sedangkan Irsyad menunggu di depan Stand.


"Kemarin kita kesini tanpa ikatan apa-apa, dan saat ini kita kesini kembali dengan status yang berbeda." Ucap Irsyad di dalam hatinya setelah melihat canda tawa Salma dan Aira di dalam.


"Ayah........" Teriak Aira memanggil ayahnya.


Karena stand hanya di tutup dengan dinding jaring, sehingga Irsyad mendengar teriakan putri kecilnya. Irsyad membalas teriakan putrinya dengan melambaikan tangan.

__ADS_1


Setelah 1 setengah jam bermain, Aira pun merasa kelelahan. Salma dan Aira keluar dari stand menghampiri Irsyad yang duduk di depan stand.


"Ayah ayo kita pulang." Ajak Aira dengan menarik tangan Irsyad.


"Ayo sayang, kita mampir beli makan dulu ya pasti kamu lapar." Ajak Irsyad kepada putri dan calon istrinya.


"Ayo ayah, bunda Aira mo maem burgers cama kentang goleng ya." Pinta Aira.


"Siap tuan putri tapi nggak boleh banyak-banyak ya." Nasehat Salma.


"Siap bunda."


Mereka berjalan beriringan dengan tangan Aira berada di genggaman Salma dan Irsyad.Mereka berjalan menampakkan kebahagiaan. Banyak mata yang tertuju ke arah mereka,karena menganggap mereka seperti keluarga yang bahagia.


"Coba deh lihat mereka, pantes anaknya cantik wong bundanya cantik dan ayahnya ganteng."Kasak-kusuk ibu yang berbelanja di sana.


Dari arah berlawanan, ada laki-laki yang beberapa minggu yang lalu membuat hubungan Salma dan Irsyad merenggang.


"Salma." Panggil Rahman.


Salma yang mendengar ada yang memanggil namanya pun mendongakkan wajahnya setelah tadi bercanda dengan Aira. Wajah Salma berubah menjadi datar. Irsyad melihat ke arah laki-laki yang memanggil calon istrinya dan bergantian melihat arah Salma. Dia melihat perubahan wajah Salma. Dia masih ingat betul wajah laki-laki yang ada di depan matanya sama dengan foto yang dikirim bawahannya.


"Salma saya ingin bicara sama kamu." Ucap Rahman tanpa melihat ke arah Irsyad dan Aira.


"Maaf anda mau bicara apa?" Jawab Salma datar.


"Kita bicara disana ya.." Pinta Rahman.


"Kalau anda ingin berbicara silahkan disini, karena saya tidak mau calon suami saya salah paham.


Rahman melihat ke arah laki-laki yang berada di samping Salma.


"Kamu nggak usah bercanda Ma, Aku yakin kamu berbohong. " Elak Rahman.


"Maaf anda berbicara apa, perkenalkan saya Irsyad calon suami Salma." Irsyad memyela Rahman dengan memperkenalkan dirinya sebagai calon suami Salma. Sedangkan Aira yang tidak mengerti pembicaraan orang dewasa hanya melihat tanpa mengerti.


"Mana mungkin kamu akan segera menikah, apalagi dengan laki-laki yang sudah mempunyai anak."


"Ha.... Saya lebih memilih mas Irsyad menjadi suami saya meskipun dia sudah punya anak di bandingkan anda. Jangan pernah menjelekkan calon suami saya sebelum anda tahu bagaimana sikapnya. Seharusnya anda berkaca diri apakah anda sudah lebih baik dari calon suami saya." Ucap Salma ber api-api.


"Dan satu lagi, mau anda percaya atau tidak bahwa saya akan segera menikah, itu bukan urusan saya." Tambah Salma.


"Sudah sayang, nggak enak banyak orang disini." Ucap Irsyad menenangkan.


"Maaf mas jika memang mas berkenan dan ingin tahu bahwa kami beneran nikah atau tidak silahkan datang ke acara pernikahan kami besok hari minggu." Tambah Irsyad.


Rahman pun memandang wanita yang di cintainya dengan wajah sendu setelah mendengar penjelasan Irsyad.


"Udah yuk mas kita pulang saja. Aira kita makan di rumah aja ya." Ajak Salma.


"Kalau begitu kami pamit dulu mas." Pamit Irsyad.


Irsyad, Aira dan Salma pun berjalan meninggalkan Rahman yang masih diam terpaku di tempatnya. Tampak kesedihan yang tergurat di wajahnya.


**Note :

__ADS_1


Akhirnya up lagi ni. Tinggal satu episode lagi ya untuk hari ini. Insyaallah malam baru up. Tetap ya vote dan like nya 😇😇😇😇😇**


__ADS_2