
Happy Reading....
🌹🌹🌹🌹
"Wah enak ni baru makan siang. " Ucap orang tersebut membuyarkan Tisha dan Adyan.
Tisha pun menoleh dan tersenyum lebar setelah tahu siapa yang datang.
"Kak Dion." Panggil Tisha dengan menghampiri orang tersebut dan berhambur ke pelukannya.
. Adyan yang melihat Tisha memeluk seorang laki-laki itu pun merasa panas dan rasanya tak rela.
"Siapa sih laki-laki itu? "Batin Adyan dengan kilatan rasa cemburu di rongga dadanya.
Rasanya ia tak rela Tisha memeluk laki-laki lain di hadapan nya.
" Ehem.... "Adyan pun berpura-pura berdehem untuk mengganggu Tisha dan laki-laki tersebut.
Tisha pun melepaskan pelukannya dari si laki-laki.
" Kak Dion ayo duduk dulu. "Ajak Tisha dengan menarik tangan laki-laki tersebut yang di panggil Dion oleh Tisha.
" Nggak berubah kamu Sha, masih cerewet aja. "Jawab Dion dengan mengacak kerudung Tisha.
" Ih... kak Dion nggak asyik banget sih. "Balas Tisha dengan cemberut karena kerudungnya harus rusak karena ulah Dion.
" Tapi kamu tambah cantik pakai baju kayak ginian. "Puji Dion dengan mengamati mengamati penampilan Tisha.
"Ya harus dong, Tisha gitu loh. " Jawab Tisha dengan bangga.
Dion pun sadar jika ada orang lain di ruangan Tisha. Dia pun memainkan alisnya untuk meminta penjelasan siapa laki-laki yang sedang makan.
Tisha pun sadar dan paham maksud dari Dion.
. "Oh ya kak, kenalin ini abang Adyan. Dia di suruh papa untuk menjaga aku. " Ucap Tisha memperkenalkan Adyan ke Dion.
"Oh jadi dia bawahan papamu." Balas Dion dengan memperhatikan Adyan. Dia pun tersenyum tipis dengan penuh arti.
"Oh apa ini laki-laki yang sering di ceritakan Tisha sampai menangis? "Ucap Dion dalam hatinya.
Deg....
Hati Adyan pun berhenti berdetak ketika mendengar ucapan Tisha yang memperkenalkan dirinya sebagai pengawal dirinya. Ada sedikit rasa tak rela di hatinya. Entah apa yang sedang ia rasakan. Dia pun masih belum memahaminya.
__ADS_1
"Adyan." Ucap Adyan dengan menyodorkan tangannya sebagai tanda perkenalan.
"Dion." Balas Dion dengan menerima uluran tangan Adyan.
"Siapa sebenarnya laki-laki ini. " Adyan pun penasaran dengan laki-laki di depannya.
"Oh ya kak ayo makan. " Ajak Tisha menarik tangan Dion untuk duduk di sampingnya setelah sesi perkenalan.
"Wah enak ni. " Ucap Dion yang melihat makanan Tisha.
"Buka mulutnya. " Pinta Tisha dengan menyodorkan sendok yang berisi nasi ke mulut Dion.
Dion pun membuka mulutnya dan menerima suapan dari Tisha. Sedangkan Adyan, hanya memperhatikan nya dengan hati yang sudah memanas.
Dion yang melihat perubahan wajah Adyan yang masam, mempunyai ide untuk mengerjainya.
"Coba sini gantian aku yang nyuapin kamu. " Dion pun menarik sendok dari tangan Tisha dan mulai mengambil nasi untuk menyuapi Tisha.
Tisha yang belum paham pun hanya menerima suapan dari Dion.
"Ehem.. " Adyan pun berdehem untuk membuyarkan suasana romantis antara Dion dan Tisha. Dia pun menjadi sangat panas karena melihat Tisha dan Dion saling bersuap-suapan.
Ruangan ber-Ac tak membuat tubuh Adyan dingin karena rasa tak sukanya.
Tisha pun melongo melihat perubahan wajah Adyan. Dia pun hanya menganggukan kepalanya. Adyan pun keluar dari ruangan Tisha menuju ke parkiran dimana mobil berada.
"Mending gue di mobil aja dari pada lihat keromantisan mereka. " Ucap Adyan ketika berjalan.
"Huh... kenapa ni hatiku rasanya kok panas sekali nggak seperti biasanya. " Tambah Adyan yang merasa aneh.
Adyan pun tetap melangkahkan kakinya untuk bergegas menuju ke parkiran.
Sedangkan di ruangan Tisha, Dion tertawa puas melihat wajah Adyan yang masam.
"Kenapa sih kak. Ketawa kayak orang gila. " Ucap Tisha yang melihat Dion dengan aneh.
"Kamu nggak lihat tu, kayaknya pengawak dirimu itu sedang cemburu lihat kamu nyuapin aku. " Jelas Dion.
"Masak sih kak? " Tisha pun masih belum percaya dengan ucapan Dion. Dia sudah lama kenal dengan Adyan dan berulang kali di tolak Adyan. Jadi dia tak merasa jika Adyan tertarik dengannya.
"Ngakunya punya butik gedhe, anak kuliahan lagi. Masak lihat gesture orang nggak bisa. " Dion pun mengolok-olok Tisha.
"La memang apa hubungannya punya butik dengan lihat gesture seseorang, nggak nyambung kali. " Balas Tisha yang tak mau kalah.
__ADS_1
"Iya.. iya apa hubungannya. " Dion pun merasa jadi oon.
"Tapi benar deh, aku lihat kayaknya dia cemburu banget tu ma kamu. "
"Dan aku bisa lihat itu semua dari pandangan dia ke kamu. Apa dia Adyan yang selalu kamu ceritain ke aku Sha, yang buat kamu nangis karena di tolak? " Tanya Dion memastikan.
Tisha pun menganggukkan kepalanya mengiyakan ucapan Dion.
"Iya kak, dia memang abang Adyan yang dulu nolak Tisha. Makanya sekarang Tisha nggak yakin kalau dia suka sama aku. " Jawab Tisha.
"Gue berani taruhan deh sama kamu Tish, kalau dia benar-benar suka sama kamu. " Ucap Dion kembali.
"Okey siapa takut, nanti kalau memang benar aku beliin sepeda Pacific Foster 5.0Â buat kakak, tapi kalau kakak salah, kakak harus beliin aku Apple iPhone 11 Pro Max. " Tawar Tisha dengan semangat.
"Okey baik lah. deal yah. " Mereka berdua puan saling bersalaman untuk ber deal tentang taruhan mereka.
"Dan aku punya rencana kak. " Ucap Tisha.
"Apa? " Jawab Dion dengan mengunyah kripik kentang di meja Tisha.
"Kan kata kakak, bang Adyan cemburu ni kak sama kak Dion. Jadi, gimana kalau kita pura-pura lagi PDKT gitu kak untuk memastikan aja benar nggak sih dia suka ma Tisha. " Tisha pun mengeluarkan idenya.
"Okey." Jawab Dion dengan bersemangat karena memang ada maunya.
Tisha pun membayangkan jika memang benar Adyan mulai menyukainya, pasti berbunga-bunga hatinya. Tisha pun tersenyum sendiri.
"Dek, sejak kapan ni kamu berhijab seperti ini? " Tanya Dion yang penasaran dengan perubahan Tisha.
"Sejak kejadian kemarin. " Balas Tisha berubah murung.
Tisha pun menjelaskan apa yang sudah terjadi pada dirinya hingga dia bisa merubah penampilan nya.
"Kalau gue yang ada disana udah gue tebas tu masa depannya. " Ucap Dion dengan bersungut-sungut.
"Dia juga udah dapat karmanya. " Balas Tisha yang sudah tidak merasakan sakit mengingat kejadian kemarin.
Dion Arion Wijaya, Putra dari Amelia putri Wijaya kakak kandung dari Nita Wijaya. Dia adalah sepupu dari Nita. Dari banyaknya sepupu Nita, hanya Dion lah yang sangat dekat dengan Tisha. Bahkan banyak orang yang mengira jika mereka pacaran.
Dulu ketika dia di tolak oleh Adyan, Tisha menumpahkannya kepada Dion. Hingga tak ada rahasia antara mereka. Usia mereka yang hanya terpaut 1 tahun membuat mereka nyambung dalam setiap hal. Hanya saja mereka harus terpisah ketika Dion memutuskan untuk kuliah ke luar negeri. Dia mengambil business Management di Australia. Berbeda jalur dengan kebanyakan keluarga besar dari kakeknya yang berkecimbung di dunia militer. Dia yang cerdas membuat dia bisa menyelesaikan S1 dan S2 nya hanya dalam waktu 4 tahun.
🌿🌿🌿🌿
Nah terjawab juga kan siapa itu Dion🤣🤣🤣🤣
__ADS_1
Bagaimana ya reaksi Adyan dengan rencana yang di susun Tisha????