
**Happy Reading
❤❤❤❤❤**
Tak terasa kandungan Salma sudah menginjak bulan ke sembilan. Perut Salmapun semakin membuncit. Ada perubahan pada beberapa bagian tubuh Salma. Hingga hampir semua bajunya yang bisanya longgar menjadi press tubuh.
Untung Dia selalu membeli baju yang longgar pada tubuhnya,sehingga masih bisa dia pakai. Perubahan juga tejadi pada aktifitas kesehariannya. Biasanya dia tidak pernah mengeluh di saat beberes rumah,tapi setelah perutnya membuncit dia merasakan tubuhnya susah untuk bergerak apalagi di ajak untuk bekerja,dia selalu kelelahan. Irsyad memakluminya,sebisa mungkin dia selalu membantu istrinya beberes dan tidak lupa selama kehamilan istrinya yang sebentar lagi masuk waktu lahiran,dia juga mengambil alih untuk mengurus Aira. Dan Irsyad sangat bersyukur karena putrinya mau memahaminya.
"Sayang,maafin bunda ya hari ini nggak bisa nyiapin bekal buat kakak." Pinta Salma ketika dia beserta suami dan anaknya sarapan nasi goreng buatan Irsyad.
"Nggak pa-pa kok bunda,kan ini udah di masakin ayah. Kacihan bunda kalau masak pasti nanti kecapean telus kaki bunda sakit sepelti kemalin. "Jawab Aira. Ya kemarin Salma sempat tidak bisa berjalan karena kedua kakinya bengkak akibat dia memaksakan dirinya untuk beberes rumah. Padahal Irsyad sudah menasehatinya,tetapi karena rasa bosan akibat dia hanya tidur dan nonton TV,dia memaksakan dirinya untuk beraktifitas dan paginya di tidak bisa berjalan.
"Iya sayang,terima kasih kakak sudah mengerti keadaan bunda." Ucap Salma dengan mengelus rambut Aira yang tertutup kerudung seragam sekolahnya.
"Oh ya bun,tadi ibu sama ayah telpon bahwa Insyaallah minggu besok beliau akan kesini sampai menunggu bunda lahiran. Apalagi HPL adik 1 minggu lagi." Ucap Irsyad setelah menghabiskan sarapannya.
"Oh ya mas,mbak Sinta dan mbak Nindi ikut nggak mas?" Tanya Salma.
"Belum tahu dek,kan mereka juga harus merawat anak-anak mereka sekolah. Apalagi Maulana dan Frans kan sangat sibuk. Jadi mereka harus melonggarkan waktunya jika mau berkunjung kesini."' Jelas Irsyad.
"Salma paham mas,Salma sangat bahagia jika waktu persalinan besok ada kedua orang tua kita yang nemenin Salma." Ucap Salma dengan senyuman tipis yang tersungging di bibirnya.
"Ayah Handoko dan ibu Murni kapan kesini dek?" Tanya Irsyad.
"Belum tahu mas,katanya sebelum Salma lahiran. Kemarin beliau bilang jika mo kesini sama mbak Arin,Aina,Adam dan mas Arvan juga mas." Jawab Salma.
"Mas Arvan dan ayah apa tidak sibuk dek?"
"Katanya beliau cuti mas. Maklum mereka juga kangen sama Aira mas."
"Bunda Aina dan abang mau kesini ya?" Tanya Aira memastikan.
"Iya sayang sama nenek dan kakek katanya kangen sama Aira." Jawab Salma.
__ADS_1
"Hole...... Aina sama abang akan datang. Nanti bisa maen baleng lagi. Nanti Aila juga ajak Lio bial lame." Ucap Aira kegirangan.Wajar jika dia sangat kangen Aina dan Adam. Apalagi hampir 1 tahun mereka tidak bertemu karena kesibukan Irsyad dan juga masa kehamilan Salma membuat Irsyad tidak pulang kampung. Dia takut terjadi apa-apa dengan istrinya. Apalagi dengan cuti nya yang tidak pasti.
"Iya sayang,Aira senang kan ?" Tanya Salma.
"Senang dong bunda,Aila kangen sama Aina dan abang." Ucap Aira.
Salma dan Irsyad tersenyum melihat ekspresi kegirangan Aira.
"Kakak sudah selesai sarapannya?" Tanya Irsyad.
"Udah yah. Ni salapan Aila tidak ada sisa." Jawab Aira sambil menunjukkan piring yang kosong bekas sarapannya.
"Hebat anak ayah." Puji Irsyad dengan menunjukkan kedua ibu jarinya untuk Aira.
Airapun tersenyum. Salma dan Irsyad selalu mengajari Aira untuk selalu menghabiskan makanannya. Mereka selalu berusaha mencontohkan rasa syukur terhadap makanan yan dia makan. Sehingga Airapun semakin lama paham akan didikan dari kedua orang tuanya.
"Kalau sudah selesai ayo princess ayah sekarang berangkat sekolah."Ajak Irsyad dengan posisi berdiri dan melambaikan tangannya untuk memanggil Aira.
"Siap ayah." Jawab Aira dengan mengangkat tasnya di punggung.
"Iya sayang,Aira belajar yang rajin ya biar jadi bu dokter seperti dokter Herlina." Jawab Salma dengan mencium pipi Aira.
"Ok bunda. Aila mo belajal lajin bial jadi doktel."Ucap Aira. " Adik sayang,kakak belangkat dulu ya adik nggak boleh nakal di pelut bunda bial bunda nggak kesakitan lagi." Tambah Aira pamit dengan adik yang ada di perut bundanya. Aira juga menciumnya sebagai tanda sayang.
"Siap kakak,adik nggak nakal kok nanti mo jaga bunda." Jawab Salma dengan menirukan suara anak kecil.
"Ha.....,bunda lucu sualanya kayak anak-anak."Ucap Aira dengan tertawa mendengar suara bundanya.
Salma dan Irsyadpun ikut tertawa bersama Aira. Setelah berpamitan,Irsyad mengajak Aira menaiki sepeda motor untuk menuju ke sekolah. Salma setia menunggu keberangkatan suami dan anaknya di depan pintu rumah.
"Da.....da bunda,Assalamualaikum."Pamit Aira melambaikan tangannya ke arah sang bunda ketika ayahnya mulai menghidupkan sepeda motornya.
"Da...da sayang,waalaikum salam."Jawab Salma dengan melambaikan tangannya.
__ADS_1
Irsyadpun membunyikan klakson motornya dan mulai melajukan sepeda motornya ke sekolah Aira. Setelah jarak suaminya menjauh,Salma masuk ke dalam rumah dengan berhati-hati. Dia sedikit kesusahan ketika berjalan.
"Beresin piring dulu ah." Ucap Salma ketika sampai di ruang makan. Salma mulai mengangkat piring kotor menuju dapur untuk dia cuci. Setelah selesai,dia menuju ruang tamu untuk menonton TV. Ini sekarang menjadi kebiasaan sehari-harinya setelah hamil tua.
Biasanya dia akan di temani mbak Rosa jika mbak Rosa sudah kembali setelah mengantar Rio dan beberes rumah. Sedangkan mbak Nita,pastinya dia akan mengurus suaminya dan mengantarnya untuk terapi agar kakinya segera pulih.
Semakin kesini hubungan mbak Nita dan suaminya sudah mulai membaik. Mereka tampak harmonis dan berbahagia. Kata mbak Nita,inilah momen dia untuk berpacaran kembali dan merekatkan hubungan mereka. Dan semoga setelah ini ada kabar yang membahagiakan untuk pasangan ini.
Tak terasa Salma sudah menonton TV selama 2 jam dengan menselonjorkan kakinya di kursi panjang. Hingga terasa kantuk di mata nya. Dia mulai memejamkan mata nya.
Drrrr.....drr.........(Hp Salma bergetar)
"Hah......" Salma menguap dan terbangun dari tidurnya karena mendengar HPnya berbunyi. "My hubby,"nama yang terpampang di layar.
"Assalamualaikum yah." Ucap salam Salma kepada suaminya.
"Waalaikum salam bunda,ini ayah di dekat warung pak Kumis. Bunda mau makan bakso nggak?" Jawab Irsyad menawarkan bakso kepada sang istri.
"Boleh yah,tapi mienya di pisah ya dan jangan lupa kasih tetelan."Ucap Salma.
"Siap bunda,sama pesan buah apa bun biar ayah belikan sekalian."Tanya Irsyad.
"Nggak usah yah,di rumah masih ada pisang,jeruk dan anggur. Besok aja kalau ibu dan ayah kesini."Tolak Salma.
"Ya sudah,ayah nyabrang dulu mau beli pesanan bunda." Pamit Irsyad.
"Iya yah,hati-hati." .
"Assala........ Suara Irsyadpun terhenti dan di susul dengan suara gaduh.
Brakk.................
"Astagfirullah al adzim,.........." Suara banyak orang bersahutan.
__ADS_1
"Yah.......ayah.................