
"Kadang kala kita perlu merendah kepada orang yang mencaci kita,cukup do'akan dan tunjukkan jika kita tidak seperti yang mereka ucapkan terhadap dirimu."
***********
Sudah 3 bulan Irsyad dan Salma mengarungi hidup rumah tangga. Banyak cobaan yang harus mereka lalui dalam menjalankan kehidupan rumah tangga yang masih seumur jagung.
Salma sudah menganggap semua cacian Nita hanya sebagai angin lalu. Awalnya dia sempat terbakar dengan semua ucapan Nita,Mona dan Maya. Tapi lambat laun,semua hanya di anggap sebagai ujian dia dan suami. Apalagi disana,semua tindak tanduk istri anggota pasti di nilai dan mempengaruhi nama baik suaminya. Salma hanya diam dan berdo'a agar orang yang menyakitinya di berikan kesadaran dan kehidupan bahagia.
"Ya Allah hamba hanya makhlukku yang masih banyak kekurangan. Bimbinglah hamba agar menjadi manusia yang berakhlak baik dan selalu menjaga lisan dan sikap hamba untuk selalu takut adzab-Mu dalam bertindak. Lindungilah suami dan putri hamba dimanapun berada. Jadikanlah keluarga keluarga kecil hamba menjadi keluarga yang sakinah dan mawadah dan berikanlah kebahagian selalu untuk kami. Ya Allah ya Rahman berikanlah kesadaran bagi orang-orang yang memusuhi hamba,berikanlah kebahagian selalu untuk mereka dengan keluarga mereka.Robbana Aatina Fidzun Yaa hasanah wa fiil akhiroti hasanah wa qinna adzaa bannar. Walhamdulillah hi robbil a'lamin."Doa Salma di sepertiga malamnya.
Biasanya Salma akan berjama'ah sholat malam dengan suaminya,tapi malam ini Irsyad ada pelatihan sepekan di luar asrama. Ini malam ke 7 sang suami tak berada di rumah. Sehingga Salma menemani putrinya tidur di kamar Salma.
Setelah selesai sholat,Salma melipat mukena dan sajadahnya untuk di taruh di almari. Dia berjalan menuju ranjang dimana Aira tidur terlelap.
"Sayang,jadi anak sholehah ya. Bunda bangga mempunyai putri yang cantik seperti kamu.Semoga esok kamu akan jadi kakak yang dapat mengayomi adik-adikmu."Ucap Salma dengan membelai rambut Aira dan tidak lupa mencium keningnya.
Salma tidur kembali sampai menunggu datangnya subuh. Daru kemarin dia merasa tidak enak badan. Badannya terasa tak bertenaga. Biasanya setelah mengantar putrinya,dia akan membersihkan rumah. Tapi sejak kemarin Salma hanya menyelesaikannya di siang hari setelah Aira pulang sekolah. Sampai dia meminta mbak Rosa untuk membawa serta Aira pulang ketika dia menjemput Rio.
Untuk Irsyad,selama pelatihan dia tidak membawa alat komunikasi agar lebih fokus dalam berlatih. Baru 7 hari Salma berpisah dengan sang suami,ada rasa rindu yang dia rasakan. Hanya bisa memandang foto Irsyad du galery handphone nya.
Baru beberapa menit Salma membaringkan tubuhnya di ranjang,dia merasakan mual yang sangat dan tak tertahankan. Dia berdiri dan merlari menuju kamar mandi untuk memuntahkan apa yang ada di perutnya.
Aira yang kaget karena ranjang yang bergoyang,membuat dia membuka matanya dan mencari dimana keberadaan bundanya.
"Bunda.....bunda......"Teriak Aira yang turun dari ranjang dan mencari keberadaan Salma.
"Bentar sayang bunda lagi di kamar mandi."Sahut Salma ketika mendengan suara Aira memanggilnya.
Aira berjalan menuju kamar mandi setelah mendengar suara bundanya. Karena pintu kamar mandi yang tidak di tutup,membuat dia masuk ke dalam.
"Bunda kenapa,bunda sakit ya?" Tanya Aira yang melihat bundanya merunduk dan muntah.
"Hoek....Hoek...,sayang keluar dulu ya ini bunda lagi jorok."Ucap Salma setelah mengeluarkan seluruh idmsi dalam perutnya.
"Nggak mau,Aila mau temenin bunda."Jawab Aira.
Setelah memuntahkan semuanya,Salma bersandar di dinding kamar mandi untuk sejenak. Tubuhnya menjadi lemas dan tak bertenaga
"Ayo sayang kembali ke kamar,bunda nggak pa-pa kok."Ajak Salma kepada Aira setelah dia sedikit merasa lebih baik.
"Aila bandu ya bunda."Jawab Aira yang cemas dengan keadaan bundanya.
Dengan di tuntun Aira,Salma kembali ke kamarnya. Dia dan Aira mulai naik ke atas ranjang dan Salmapun bersandar di kepala ranjang.
"Bunda sakit ya,bial Aila pijitin. Kata Lio kalau mamanya sedang sakit,papanya selalu mijitin kaki mamanya."Ucap Aira sambil memijat kaki Salma.
"Bunda nggak sakit kok sayang,sekarang Aira bobok lagi aja ya ini masih petang."Jawab Salma. Dia terharu dengan sikap putrinya yang sangat peduli.
__ADS_1
"Aila udah nggak ngantuk bunda,Aila kacian bunda tadi muntah-muntah."Tambah Aira dengan raut muka sedih.
"Ya udah Aira boleh mijetin bunda tapu bentar saja ya,habis itu bobok lagi karena Aira harus ke sekolah."Ucap Salma kepada Aira.
"Ok bunda." Jawab Aira dengan semangat.
Airapun mulai memijat kedua kaki bundanya secara bergantian. Karena tangannya yang mungil,Salma tidak merasakan pijatan sang putri. Dia hanya tidak ingin melihat Aira bersedih jika dia menolak keinginan Aira.
Setelah selesai,Aira berbaring kembali dengan memeluk Salma. Salmapun mengusap lembut kepala putrinya agar Aira tidur kembali. Airapun tertidur setelah merasakan kenyamanan usapan bundanya. Setelah memastikan sang putri tidur,Salma juga ikut tidur karena merasakan tubuhnya yang tidak enak.
***********
Salma terbangun kesiangan setelah kejadian muntah di pagi setelah sholat malam. Dia bangun pukul 5 lebih 15 menit. Untung alarm hpnya berbunyi sehingga dia tidak terlalu kesiangan.
Dia membangunkan Aira untuk sholat subuh berjama'ah. Setelah Aira bangun,Salma mengajak Aira untuk mengambil wudhu dan sholat subuh.
Setelah selesai,Aira pamit untuk menonton kartun sebelum mandi sedangkan Salma mulai menyiapkan keperluan Aira sekolah dan sarapannya.
"Sayang,bunda ke dapur dulu ya."Pamit Salma.
"Ya bun,Aila mo salapan sama loti bakal coklat ya."Request Aira.
"Ok princess bunda,siap laksanakan."Jawab Salma dengan hormat.
Aira pun hanya ketawa melihat bundanya. Meskipun badannya masih lemas,Salma masih membuatkan sarapan untuk Aira.
Diapun mulai menyiapkan roti,mentega dan selai coklat untuk membuat roti bakar. Dia memakai teflon untuk membuat pesanan Aira. Setelah selesai,dia menaruhnya di meja makan. Tidak lupa dia juga mengajak Aira untuk bersiap-siap mandi. Aira pun mengikuti sang bunda. Dia masih dimandikan Salma. Setelah rapi dengan seragam dan tas sekolahnya,Sama menggendong Aira menuju meja makan. Disana sudah tersedia makanan pesanan Aira.
"Sayang duduk dulu bunda mo buatin susu. Dan maaf bunda haru ini nggak masak jadi Aira bawa bekal roti saja ya?"
"Nggak pa-pa bunda,bunda kan lagi sakit." Jawab Aira dengan mulai makan roti di depan nya.
Salma masuk kembali ke meja makan setelah membuatkan susu kesukaan Aira dan menyiapkan bekal di tempat makan. Tidak lupa Salma juga mengambilkan susu kemasan dari kulkas untuk dibawa Aira kesekolah.
"Ini sayang susunya."Ucap Salma dan menaruh segelas susu di depan Aira. "Dan ini nanti bekal buat Aira."Tambah Salma dengan memasukkan tepak dan susu kemasan di tas Aira. Dia juga menaruh sebotol kecil air putih.
"Telimakasih bunda."Jawab Aira dengan tersenyum.
Aira pun selesai sarapan. Salma,meskipun badannya lemah dia akan tetap mengantarkan putrinya ke sekolah. Mereka keluar bersama menuju depan rumah. Ternyata mbak Rosa dan Rio juga sudah siap menuju ke sekolah. Rosapun menghampiri Salma bersama Rio.
"Lo mbak kok mukanya pucet,mbak Sakit ya ?" Tanya Rosa yang melihat wajah Salma putih memucat.
"Sedikit kurang enak badan saja mbak,mungkin kecapean saja mbak"Jawab Salma dengan tersenyum ramah.
"Ya udah mbak di rumah saja biar aku yang nganterin Aira sekalian." Tawar Rosa yang merasa kasihan dengan Salma.
"Nggak usah mbak,nanti ngrepotin mbak." Tolak Salma.
__ADS_1
"Nggak ngrepotin kok mbak,mbak istirahat saja biar cepat sembuh." Bujuk Rosa.
"Aira sayang bareng tante Rosa sama Rio aja ya ke sekolahnya biar bunda istirahat dulu." Ajak Rosa.
"Iya tante,bunda bial Aila baleng tante Losa sama Lio saja. Bunda kan lagi sakit tadi malam saja bunda muntah-muntah." Ucap Aira.
"Ya udah Aira bareng Rio dan tante. Maafin bunda ya nak bunda nggak anterin Aira hari ini." Ucap Salma dengan rasa penyesalan.
"Nggak pa-pa bunda,Aila senang bisa baleng Lio ke sekolahnya." Jawab Aira dengan senyum.
"Terimakasih ya nak." Tambah Salma dengan mencium pipi Aira.
Tak beberapa lama Nita juga keluar dari rumahnya.
"Mentang-mentang suaminya nggak dirumah,pura-pura tuh sakit bilang saja nggak mau nganterin anak suaminya." Ucap Nita ketus.
Salma hanya tersenyum menanggapi ucapan Nita.
"Eh mbak Nita,mbak ini seorang dokter harusnya lihat ni mbak Salma pura-pura sakit apa tidak dengan wajah pucat pasi seperti ini. Semakin lama di diemin mbak Salma semakin menjadi saja,anda itu berpendidikan tapi cara tutur katanya saja lebih sopan dari ibu-ibu di pasar." Jawab Rosa yang gedek dengan perkataan Nita yang semakin lama semakin menjadi.
"Idih mulut mulut saya ngapain situ yang sewot,toh aku juga nggak ngatain kamu." Tambah Nita semakin sewot.
"Emang ya mbak nggak ngatain aku,yang mbak hina itu mbak Salma yang hanya diam mendengar hinaan mbak. Tapi aku sebagai temannya nggak suka temanku di hina dan semua hinaannya tak sesuai sebenarnya." Ucap Rosa dengan mengebu.
"Sudah mbak,nggak enak di lihat tetangga dan ini juga ada Rio dan Aira disini. Saya nggak pa-pa kok mbak."Ucap Salma menengahi.
"Benar mbak ngapain juga dengerin mulut orang yang ngakunya berpendidikan tetapi nol besar mending nganterin Rio dan Aira saja ke sekolah. Ayo sayang kita berangkat." Tambah Rosa dengan mengajak Aira dan Rio naik ke sepeda motor maticnya.
Aira dan Rio hanya melihat pertengkaran Rosa dan Nita karena mereka tidak paham dengan apa yang terjadi. Setelah Rosa naik ke sepeda motornya,Aira dan Rio juga mengikutinya.
Nita yang merasa kalah dengan ucapan Rosa,berlalu masuk ke mobilnya dengan perasaan tak suka.
"Ya Allah berikan kesabaran kepada hamba untuk menghadapi mbak Nita. Semoga Engkau segera menyadarkan nya agar tidak membenci hamba." Ucap Salma dalam hatinya.
Tak berselang lama setelah Rosa dan Nita pergi, Irsyad pun berjalan menuju ke rumahnya.
"Assalamualaikum dek." Sapa Irsyad setelah sampai di depan rumah dinasnya.
"Mas......"Jawab Salma dengan membalikkan tubuhnya ketika ingin masuk ke rumahnya. Pandangan Salma memburam dan.........
"Ya Allah dek..............."
**Note :
Alhamdulillah bisa up,kemarin mau up tapi karna MG lagi error jadi saya tunda. Semoga part ini bisa di terima kakak-kakak reader semuanya**.
Tetap jangan lupa like dan vote nya ya biar para author lebih semangat dalam menulis. 😇😇😇
__ADS_1