Bunda Untuk Aira

Bunda Untuk Aira
Rio Aira


__ADS_3

Happy Reading......


Setelah keluar dari ruang koperasi,Irsyad dan Irfan berjalan beriringan menuju Playground dimana anak-anak mereka bermain.


Tampak Rio yang sedang asyik mengayun ayunan yang sedang di naiki Aira. Mereka tampak bahagia hanya dengan bermain ayunan. Tawa mereka membuat pengunjung yang lewat ikut tersenyum melihat keceriaan Aira dan Rio.


Irsyad dan Irfan duduk di bangku yang tersedia di sana sambil memantau putra dan putrinya. Dari kejauhan mereka mendengar percakapan antara Rio dan Aira.


"Aira besok kalau besar kita jadi pengantin kayak di TV-Tv yang di lihat mamaku ya." Ajak Rio. Padahal dia juga tidak tahu pengantin itu apa.


"Memangnya Pengantin itu apa Lio, Aila tidak tahu?" Tanya Aira dengan polosnya.


"Itu loh Ra,perempuan dan laki-laki duduk di kursi bagus dan kamu nanti di rias pakai baju bagus dan ada mahkota di kepala kamu. Dan nanti aku juga pakai baju yang bagus."Jawab Rio menjelaskan.


"Kayak putli Elsa yang seling Aila lihat ya Lio, Aila mau,Aila mau jadi pengantin sama Lio kan nanti Aila bisa pakai baju putli." Ucap Aira kegirangan karena mendengar kata putri seperti yang ia tonton di TV.


"Nanti kamu jadi putrinya dan aku jadi pangerannya ya." Tambah Rio dengan mengayun pelan ayunan yang di naiki Aira agar mereka bisa berbicara.


"Bushed dah Suh,tu anak masih kecil ngajak anak orang nikah. Tu beneran anak ku bukan ya suh?" Tanya Irfan yang heran dengan perkataan Rio.


"Ya anakmu lah suh, sama gesreknya kayak dirimu. Jadi wajar tu Rio bisa seperti itu wong bapaknya saja dirimu yang mesum dan playboy habis." Jawab Irsyad.


"Ha......ha...,masih ingat saja kamu suh. Wajarlah dulu aky playboy secara wajahku yang tampan ini mana mungkin tidak ada yang naksir sama diriku." Ucap Irfan dengan PD nya.


"Iya playboy,tapi ingat juga tu waktu di gampar mantan kamu di Mal di kota Y yang naasnya dirimu jalan sama cewek mu yang lain tapi malah ketahuan ,masih ingat nggak tu waktu IBL. Hahha....." Ledek Irsyad.


"Nggak usah ngingetin itu deh bikin badmood saja,gara-gara si cewek bar-bar itu ya,aku jadi di hukum waktu kembali ke asrama." Jawab Irfan dengan menerawang masa kesialan dia.

__ADS_1


"Ha..ha...,kalau nggak ada kejadian itu pasti saat ini sifat playboymu masih ada."


"Ada syukurnya juga sih aku di labrak sama mantan dan di hukum di asrama,aku kan jadi laki-laki alim." Ucap Irfan dengan tersenyum PDnya.


"Kan sekarang kamu sudah dapat pawang nya,beruntung tu suh dapat istri seperti mbak Rosa." Tambah Irsyad.


"La itu keberuntungan ku setelah insaf ketemu gadis cantik seperti istriku." Puji Irfan kepada istrinya.


"Tapi kamu juga beruntung loh suh dapat istri mbak Salma yang mau menerima kamu dan putrimu apa adanya." Tambah Irfan memuji Salma. Dulu Irfan tahu cerita cinta Irsyad dengan almarhumah istrinya Aisyah. Irsyad dari dulu sudah terkenal alim dan tidak neko-neko. Apalagi dulu banyak cewek-cewek yang mengejar mereka dengan seragam yang membuat mereka gagah ketika pendidikan. Tapi Irsyad,tidak pernah menggubris cewek-cewek tersebut. Hanya ada satu wanita yang ia cintai yaitu Aisyah.


"Ya suh,aku juga berfikir seperti itu. Aku sangat beruntung dapat istriku. Tidak hanya cantik,tapu dia juga sangat sholehah." Jawab Irsyad.


"Sifatnya pun hampir sama dengan Almarhumah istrimu suh. Sama-sama baik dan sabar. Beruntung nya dirimu." Tambah Irfan.


"Iya suh,awalnya aku nggak terlalu paham dengan sifat istriku. Semakin kesini,aku menjadi paham dan tahu sifat asli istriku. Bodoh orang yang pernah menyia-nyiakan dia sebelumnya,membuang berlian untuk mendapat seonggah batu. Tapi aku harus berterimakasih pada mantan istriku,kalau bukan karena dia mengkhianati istriku pasti saat ini aku tidak akan bersatu dengan istriku."


"Benar suh dulu sebelum kami menikah,istriku pernah di khianati sampai membuat dia menutup pintu hatinya untuk laki-laki. Makanya saat ini aku beruntung dapat dia." Jelas Irsyad.


"Itu cowok bodoh banget,padahal istrimu itu tidak hanya cantik dari luar tapi cantik juga dari dalam. Terus kenapa mbak Salma bisa buka hati untuk dirimu suh?" Tanya Irfan yang penasaran.


"Ternyata dulu sebelum aku kenal istriku,di masa lampau kita pernah ketemu dan dia sudah jatuh hati padaku saat pertama kali bertemu. Mungkin memang kita jodoh Suh,sejauh mana Allah memisahkan kita dengan waktu yang lama akhirnya bertemu kembali dengan ikatan yang di ridhoi Allah."Jelas Irsyad dengan tersenyum.


"Benar-benar jodoh kalau begitu suh." Jawab Irfan dengan menepuk pundak Irsyad.


Pembicaraan mereka terhenti setelah mendengar teriakan Rio dan Aira yang memanggil mereka.


"Papa,besok kalau besar Rio mau menikah sama Aira biar kayak papa dan mama." Lapor Rio setelah mendekati papanya.

__ADS_1


"Bused dah ni anak,he bocil masih kecil bilang-bilang nikah. Sekolah dulu tu yang pintar. Terus memangnya Aira mau sama Rio yang jail ini?" Jawab Irfan yang kaget dengan ucapan putranya.


"Kan Rio sudah sekolah pa,terus Rio juga sudah pinter." Jawab Rio dengan keras kepalanya. Sedangkan Aira hanya mendengarkan karena dia tidak paham dengan duduk di pangkuan ayahnya.


"Iya udah pintar gangguin anak orang." Jawab Irfan sengit.


"Ha....kalian itu anak sama bapak nggak ada bedanya. Yang besar tu harusnya ngalah sama anak-anak." Ucap Irsyad dengan tertawa melihat perdebatan antara anak dan bapak di sampingnya.


"Om Irsyad,besok kalau besar Rio mau dong nikah sama Aira." Rengek Rio kepada Irsyad.


"Boleh,tapi Rio harus sekolah dulu sampai Rio jadi kayak om dan Papa. Jadi nanti Rio bisa jaga Aira." Jawab Irsyad menenangkan Rio.


"Hore..... Rio boleh nikah sama Aira,tu pa dengerin, om aja ngebolehin nggak kayak papa yang nakal sama Rio."


"Aira besok Rio mo jadi kayak papa biar bisa jaga Aira dari anak-anak yang sering ganggu Aira ya." Tambah Rio memohon kepada Aira.


"Ya Lio,nanti Lio halus jadi kayak ayah sama om bial bisa jaga Aila." Jawab Aira.


"Sepertinya besok kita jadi besanan beneran deh suh,tu cebong ngebet banget sama anakmu." Ucap Irfan yang sebel dengan tingkah putranya. "Ni anak reseknya kok melebihi gue ya,emang benar-benar keturunan gue nih." Tambah Irfan di dalam hatinya.


"Yang penting tu Rio jangan sampai nurunin playboy kayak kamu." Jawab Irsyad.


"Ha...ha...,kalau itu aku nggak jamin Suh. Dirimu lihat Rio wajahnya yang tampan mewarisi kegantenganku. Jadi ya lihat saja besok." Kekeh Irfan.


"Terserah dah Suh,....." Jawab Irsyad.


**Note :

__ADS_1


Assalamualaikum kakak2,bagaimana kabarnya hari ini? Semoga sehat2 selalu ya. Mohon maaf sekarang author up nya tidak beraturan. Karena ada kesibukan lain yang harus author kerjakan jadi tidak janji untuk up tiap harinya. Semoga kakak2 mau setia menunggu kelanjutan cerita Aira ya. Terimakasih untuk dukungan sampai Saat ini. Author tidak menyangka jika cerita ini banyak mendapat dukungan dari kakak2 semuanya. 🤗😇😇😇😇**


__ADS_2