
Happy Reading...
πΏπΏπΏπΏ
"Mana ada, tu yang buncin bukan gue tapi loe itu yang sampai nggak bisa tidur gara-gara di cuekin oleh Tiara. " Adyanpun mencoba mengelak.
"Lihat saja entar, pasti loe lebih bucin dari pada gue. " Balas Tomi kembali dengan semuman smirknya.
Adyanpun hanya mengedikkan bahunya dan segera berlalu meninggalkan Tomi untuk menyerahkan laporan ke atasannya.
Setelah selesai dengan pekerjaannya, Adyan segera pulang ke rumah orang tuanya. Dia ingin bertemu dengan keponakan lucunya Maira yang sedang di titipkan kakaknya Aira di rumah orang tuanya. Katanya, kakaknya sudah mendekati hari H persalinan keduanya. Jadi agar Maira ada yang mengawasi, untuk sementara Aira dan Mario menitipkan putri pertamanya ke rumah orang tua Aira. Karena selama ini Aira tidak menggunakan jasa baby sister untuk merawat sang putri. Dia merelakan melepas pekerjaannya hanya untuk merawat sang putri dan calon adik Maira sendiri dengan sang suami.
Adyan pun sudah sampai di depan rumah ayah Irsyad. Adyan segera mematikan mematikan mesin sepeda motor sport nya setelah ia masukkan ke dalam garasi.
"Assalamu'alaikum." Adyan mengucap salam setelah membuka pintu rumahnya.
"Waalaikum salam. " Jawab semua orang yang ada di ruang tamu. Disana ada ayah Irsyad, bunda Salma, Shakila dan tidak lupa si gadis kecil yang menggemaskan Maira. Di usia Maira yang masih 2 tahun setengah, tampak sangat menggemaskan. Apalagi wajahnya yang cantik perpaduan antara kakaknya Aira dan Mario, membuat gadis kecil itu selalu jadi rebutan antara Adyan dan Shakila ketika berada di rumah ayah Irsyad.
"Ayo sayang coba lihat itu yang datang siapa. " Ucap bunda Salma yang sedang memangku cucu pertamanya.
"Om Ian. " Ucap Maira dengan bahagia. Apalagi dia melihat sang paman membawa paperbag yang pastinya akan di berikan kepadanya.
"Selamat malam keponakan om Ian yang cantik. " Jawab Adyan dengan mendekati sang keponakan setelah mencium tangan kedua orang tuanya secara bergantian.
"Celamat malam om Ian. Om Ian bawa oleh-oleh buat Maila? " Ucap Maira menjawab Adyan. Tidak lupa ia bertanya tentang paperbag yang di bawa omnya.
"Bawa dong, ini buat Maira cantik. " Jawab Adyan dengan mengambil alih Maira untuk di duduk kan di pahanya. Tidak lupa dia menyerahkan paperbag itu kepada Maira. Sedangkan ayah Irsyad dan bunda Salma tersenyum mendengar interaksi antara anak dan cucunya.
__ADS_1
"Wah bonekah balbi. bonekahnya cantik om. Maila cuka. Telimakasih om. " Ucap Maira dengan memeluk Adyan.
"Sama-sama cantik. Alhamdulillah om senang kalau Maira suka. " Jawab Adyan dengan memeluk kembali Maira.
"Kok Maira saja yang di bawaain oleh-oleh, la untuk aku mana? " Shakila pun manyun karena tidak mendapat apa-apa.
"Kamu udah gede, jadi nggak ada tu oleh-oleh buatmu. " Jawab Adyan.
"Onti nanti maen balbi cama Maila saja, jadi onty Ila tidak sedih kalena tidak di belikan balby om Ian. " Maira pun berkata sangat bijak kepada Shakila. Gadis kecil ini menyangka jika ontynya sedih karena tidak mendapat barbie seperti dirinya. Jadi, karena ajaran ayah dan bundanya yang mengajarkan tentang berbagi, Maira mengajak Shakila untuk bermain bersama.
"Hehehehe. iya Maira nanti maen barbie sama onty. " Akhirnya Shakila pun menjawab dengan cengengesan.
Adyan pun menampakkan binar bahagia di raut wajahnya yang tak seperti biasanya. Meskipun jika Maira datang, Adyan memang selalu menampakkan sikap hangat ke keponakannya, tapi malam ini terasa beda. Shakila mengamati perubahan sikap dan wajah sang abang yang lebih friendly.
"Bunda, sepertinya ada yang sedang bahagia nih. " Shakila mencoba menggoda sang kakak.
"Siapa dek? " Tanya bunda Salma kepada putri bungsunya.
Bunda Salma dan ayah Irayadpun memandang Adyan bersamaan. Ayah Irsyad tersenyum melihat ke arah putranya.
"Bener kamu dek, sepertinya memang ada yang sedang bahagia. " Ayah Irsyad pun ikut menggoda Adyan setelah melihat sendiri perubahan wajah Adyan.
"Ayah dan adik apaan sih. " Adyanpun pura-pura cemberut karena di goda.
Bunda Salma pun ikut tersenyum ketika melihat sang putra yang malu. Baru kali ini beliau melihat Adyan bisa gerogi dan malu seperti ini.
"Sepertinya ada yang jatuh cinta ini yah dan Bun. Makanya tu wajah berseri-seri. " Shakilapun semakins menggoda sang kakak.
__ADS_1
"Adik udah berhenti deh. Awas saja masih godain abang." Adyanpun mencoba memberikan peringatan kepada adiknya.
"Alhamdulillah dong dek, jika abang sedang jatuh cinta. Biar hidupnya nggak monoton terus dek mikirin tugasnya, kalau abang jatuh cinta kan hidupnya jadi berwarna. " Ayah Irsyadpun ikut menimpali.
"Ayah adik jangan gangguin abang lagi, nanti abang cemberut tu dan pulang lagi ke asramanya. " Bunda Salma yang paham situasi sang putra pun mencoba membelanya. Mairapun hanya melihat bergantian sang opa, oma, tante dan omnya yang sedang berbicara. Dua hanya diam karena tidak mengerti apa yang orang dewasa di sana bicarakan.
"Benar bun. " Ucapan Adyan tertahan setelah dia mendengar handphone nya berbunyi.
"Bentar yang sayang, om ambil handphone om dulu. " Ucap Adyan dengan sedikit mengangkat tubuh Maira yang ada di pangkuannya agar Adyan bisa mengambil handphone di saku celananya.
Mairapun mengangguk dan masih fokus bermain dengan bonekah yang baru saja di belikan pamannya.
"Assalamu'alaikum abang udah sampai rumah? " Isi pesan yang ternyata dari Tisha.
Dengan tersenyum tipis di bibirnya , Adyan membalas pesan dari Tisha.
"Waalaikum salam Sha, abang baru saja sampai ini sedang maen sama Maira. Maaf ya tadi nggak bisa jemput kamu karena abang lagi nyelesain tugas abang. " Adyanpun mengirim balasan ke Tisha.
Tanpa Adyan sadari, Adiknya Shakila sudah berada di belakang kursi tempat Adyan duduk. Memberikan tanda jari telunjuk di bibirnya ke arah Maira, Shakila berdiri untuk mengintip siapa yang mengirim pesan ke kakaknya hingga membuat Adyan tersenyum. Bunda Salma dan ayah Irsyad hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah konyol sang putri.
"Cie.... cie.... yang baru kasmaran sama kak Tisha ni ye. " Suara Shakila yang cempreng dan keras mengagetkan Adyan.
"Astagfirullah adik. " Ucap Adyan yang kaget dan segera memasukkan kembali handphone ke dalam saku. Dia tidak menyangka sang adik akan mengintip isi pesannya.
"Bunda ayah abang beneran sedang kasmaran. Kemarin aja kayak kucing dan tikus tiap ketemu berantem melulu, eh sekarang ternyata mereka udah jadian ni sampai ngirim pesan mesra banget. " Ledek Shakila kepada Adyan.
"Wah bun, sepertinya kita jadi berbesanan dengan suh Randy dan mbak Nita. "
__ADS_1
πΏπΏπΏπΏ
Si Shakila resek banget ya bun, hehhehe. Kalau kalian punya adek seperti Illa mo di apaain ya πππ