Bunda Untuk Aira

Bunda Untuk Aira
Next Step


__ADS_3

Happy Reading.......


**********


Hari ini adalah hari di mana Salma akan mengunjungi kantor di mana Irsyad bertugas untuk melanjutkan tahapan selanjutnya. Setelah kemarin ada drama sedikit yang mengganggu hubungan mereka, tapi akhirnya di balik permasalahan kemarin ada hikmah yang dapat di petik oleh Irsyad dan Salma.


Karena permasalahan kemarin, Salma harus mengunjungi Irsyad di tempatnya bertugas untuk meluruskan permasalahannya. Dan hari ini seharusnya Salma kembali ke rumahnya, tetapi dia tidak mendapat tiket pesawat. Itulah jika takdir Allah yang berbicara. Sejauh apapun kau mengejar, jika Allah tidak berkehendak maka itu semuanya tak kan berjalan mulus.


"Alhamdulillah ya Allah, Engkau telah mempermudah urusan kami." Ucap Salma setelah selesai memakai hijabnya.


Salma sudah bersiap-siap diri untuk menghadap ke Kesatuan di mana Irsyad bertugas. Sebelum permasalahan kemarin terjadi, sebenarnya semua persyaratan pengajuan seperti dokumen-dokumen sudah lengkap tinggal menunggu waktu untuk menghadap ke kesatuan.


Salma berjalan menuju ke lobby hotel untuk menunggu kedatangan Irsyad. Setelah beberapa menit, dia melihat seorang laki-laki yang memakai baju PDH yang berjalan menghampirinya. Dia tampak gagah dan beribu-ribu tampan ketika tubuh atletisnya terbalut dengan baju kebesaran nya. Banyak pasang mata yang melihat ke arah Irsyad. Membuat Salma cemburu melihatnya.


"Assalamualaikum dek, udah siap kah ?" Sapa Irsyad kepad Salma.


"Waalaikumsalam, udah mas." Jawab Salma dengan wajah cemberut.


"Loh kok adek cemberut, adek nggak seneng ya menghadap kesatuan bersama mas ?" Tanya Irsyad yang penasaran dengan melihat wajah Salma yang cemberut.


"Bukan seperti itu mas, Salma seneng kita menghadap ke kesatuan. Tapi coba deh lihat di sekeliling kita banyak wanita yang melihat ke arah mas." Jawab Salma dengan raut wajah cemburu.


"Ya Allah dek, mas kira adek nggak suka eh ternyata sedang cemburu." Ucap Salma dengan gemas melihat ke arah Salma. Rasanya Irsyad ingin mencubit pipi dan hidung Salma karena gemas, tapi apalah daya Irsyad sadar jika mereka belum sah menjadi sepasang suami istri. Masih ada batasan yang Irsyad terapkan.


" Wajar dong mas jika Salma cemburu melihat calon suaminya yang tampan ini dilihat oleh wanita lain, mending satu orang in hampir semua wanita di hotel ini melihat kearah mas apalagi mas memakai baju ini mas tampak lebih gagah dan beribu-ribu tampan." Ucap Salma dengan menunjuk ke baju yang dipakai Irsyad.


"He...., mas senang dek. Ternyata calon istri mas ini juga cemburuan loh." Goda Irsyad kepada Salma.


"Ih mas itu sekarang suka banget goda Salma." Rajuk Salma dengan manja.

__ADS_1


"Ya udah, sekarang dari pada kamu tambah cemburu melihat mereka melihat mas terus menerus kita mending berangkat ke kesatuan mas biar tidak telat." Ajak Irsyad kepada Salma.


Salma mengangguk kan kepalanya. Mereka berdua berjalan keluar dari lobby hotel untuk menuju parkiran di mana sepeda motor Irsyad terparkir.


Setelah Irsyad memakaikan helm ke kepala Salma, Irsyad pun memakai helmnya sendiri. Kemudian Irsyad melajukan sepeda motornya untuk menuju ke Kesatuan dengan kecepatan sedang.


Kurang lebih 10 menit perjalanan menuju ke Kesatuan dimana Irsyad bertugas. Salma dan Irsyad berjalan masuk ke dalam beriringan setelah memarkirkan sepeda motornya.


Tampak beberapa pasangan yang akan menghadap juga yang berbaris dengan rapi di depan halaman.


"Mas, Salma kok jadi gugup gini ya." Ucap Salma setelah masuk ke halaman dan melihat beberapa pasangan disana.


"Bismillah aja dek, kita berdo'a semoga di beri kemudahan. Dan yang penting kamu sudah belajar apa yang kemarin mas kasih tahu sama kamu." Jawab Irsyad untuk menenangkan Salma.


"Insyaallah Salma sudah belajar apa yang kemarin mas kasih tahu, dan Salma juga sudah mencari tahu referensi kepada teman Salma yang menikah dengan anggota dan referensi lainnya." Jawab Salma.


"La itu, yang penting kamu tenang dan jangan lupa berdo'a." Tambah Irsyad.


Banyak tahapan yang harus semua pasangan lalui. Tahapan awal adalah Calon istri akan diuji soal pengetahuan umum dan kewarganegaraan serta pandangan tentang organisasi ilegal di NKRI. Salma dapat menjawabnya dengan benar. Meskipun ada rasa gugup ketika berhadapan langsung dengan atasan Irsyad.


Tahap selanjutnya adalah pemeriksaan kesehatan atau medical check up untuk mengetahui kesehatan kedua pasangan.


Salma dan Irsyad melanjutkan ke pembinaan mental, dimana Kedua calon mempelai akan menghadap ke Disbintal TNI untuk mendapatkan pembinaan sebelum menikah. Mereka akan diberikan sejumlah pertanyaan soal kepribadian masing-masing hingga diuji pengetahuan agamanya.


Salma di suruh untuk membaca ayat suci Al -Quran sesuai dengan agama yang dia anut. Dan berbagai macam pengetahuan agama lainnya.Kemudian kedua mempelai juga akan mendapatkan nasihat dari petugas terkait bagaimana menjalani bahtera rumah tangga.


Salma yang awalnya merasa gugup, akhirnya bisa melalui tahapan ini dengan lancar. Salma dan Irsyad tampak bahagia meskipun lelah menghinggapi mereka.


Masih ada beberapa tahapan yang harus mereka lalui. Karena waktu sudah menunjukkan sore, tahapan selanjutnya akan di laksanakan keesokan harinya.

__ADS_1


Sebelum mengantar Salma kembali ke hotel, Irsyad mengajak Salma untuk makan. Dia mampir di warung sederhana dekat Kesatuan. Meskipun warung tampak sederhana, tapi makanan yang di jual cukup menarik pembeli. Irsyad sering makan di sini.


" Dek, gimana perasaan adek?" Tanya Irsyad setelah selesai menyantap makanannya.


"Alhamdulillah sedikit lega mas. Semoga tahapan selanjutnya kita di beri kemudahan ya mas." Jawab Salma dengan tersenyum.


"Alhamdulillah dek kalau kamu tidak merasa keberatan dengan banyaknya tahapan yang harus kita lalui."


" Salma ikhlas mas menjalankan semua tahapan ini."


"Adek sudah menghubungi ibu dan ayah ?"


"Sudah mas kemarin malam Salma langsung memberi tahu ibu dan ayah. Kemarin juga Salma sempat telpon Aira mas. Salma pingin cepat pulang karena kangen dengan Aira." Ucap Salma lirih.


"Mas bahagia dek karena adek mau menyayangi Aira seperti anak adek sendiri."


" Sebelum Salma bertemu mas, kan Salma sudah sayang duluan sama Aira." Jawab Salma dengan tenang.


"Alhamdulillah dek, mas bangga dengan kamu." Irsyad berucap dengan senyum bahagia." Adek udah selesai makannya ?" Tanya Irsyad.


"Sudah mas."


"Ya udah sekarang mas antar pulang ke hotel dulu. Biar besok adek fresh melanjutkan tahapan selanjutnya." Ajak Irsyad.


"Ayo mas..."


Irsyad menuju kasir untuk membayar makanan yang mereka makan. Setelah membayar, Irsyad menghampiri Salma untuk mengajak berjalan keluar warung makan.


Irsyad dan Salma menaiki sepeda motornya menuju ke hotel dimana Salma menginap. Di perjalanan, mereka asyik mengobrol. Sudah menjadi kebiasaan untuk mereka ketika berkendara. Meskipun Irsyad fokus berkendara, dia masih bisa menanggapi ucapan Salma.

__ADS_1


**Note :


Alhamdulillah bisa tambah lagi punya, sesuai dengan permintaan para reader. Author mo cerita sedikit, tadi sudah mengetik cukup banyak eh malah hilang dan harus mengulang lagi. Awalnya sempat nggak mo lanjutin nulisnya karena hilang, tapi karena komen para reader memberikan semangat author untuk menulis. Terimakasih untuk dukungan yang diberikan kepada Author. Jangan lupa ya vote dan like nya ......🤗😇😇😇😇**


__ADS_2