Bunda Untuk Aira

Bunda Untuk Aira
Berkumpul


__ADS_3

*****


Kediaman Irsyad


Setelah selesai berbelanja dan kembali ke rumah, bu Ronah bersiap-siap memasak makanan kesukaan anak-anak beserta cucunya. Iya bu Ronah membuat Rawon. Setiap berkumpul keluarga, pasti menu ini tak tertinggal. Sup daging sapi berkuah hitam yang di beri bumbu rempah dan tidak lupa bumbu ciri khas Rawon yaitu kluwak dan asem jawa. Tidak lupa bahan pelengkap seperti toge rebus, telur asin dan tidak lupa emping. Tidak ketinggalan sambel khas buatan bu Ronah menambah cita rasa yang menggugah selera.



Dan menu tambahan ayam bakar. Tidak lupa bu Ronah juga membuat makanan penutup puding mix buah beserta brownies kesukaan cucunya.




Setelah masakan matang semua, bu Ronah menatanya di meja makan yang di bantu bik Imah. Setelah menyiapkan menu makanan untuk menyambut kedatangan anak, menantu beserta cucunya bu Ronah naik ke atas untuk membersihkan diri. Sedangkan Aira, Irsyad dan pak Jaka ada di taman samping rumah. Mereka sedang bercengkrama dan Aira asyik bermain bonekah.


Setelah beberapa saat, Maulana, Sinta, Pradit dan Bayu sampai di rumah Pak Jaka.


"Assalamualaikum." Ucap Mereka bersamaan.


"Waalaikum salam, eh cucu-cucu oma yang ganteng udah datang." Jawab bu Ronah sambil menghampiri Maulana beserta keluarganya.


"Iya bu, " Ucap Maulana sambil memcium tangan bu Ronah dan di ikuti istri dan anaknya mencium tangan bu Ronah.


"Bu, bagaimana kabarnya ?" Sintapun menanyakan kabar bu Ronah dan memeluk bu Ronah.


"Alhamdulillah ibu dan ayah sehat." Ucap bu Ronah sambil menerima pelukan Sinta.


"Alhamdulillah kalau ayah dan ibu sehat." Syukur Sinta karena melihat ibu mertuanya sehat.


"Ayah dan mas Irsyad kemana bu ?" Tanya Maulana.


"Itu di taman belakang,"Jawab bu Ronah. "Bayu,Pradit sana maen sama kak Aira di taman belakang " bujuk bu Ronah kepada kedua cucunya.


"Siap oma, Papa mama kakak dan adik maen kebelakang dulu ya " Pamit Bayu kepada papa dan mamanya.


Maulana dan sinta menganggukkan kepalanya tanda setuju. Bayu dan Pradit pun berlalu menuju ke taman belakang.


"Bu Maulana juga ke taman dulu ya mo nemuin ayah dan mas Irsyad ."


"Ya udah ibu mo ke dapur dulu buat minum."


"Mas, Sinta bantu ibu ke dapur dulu ya ?" Ucap Sinta kepada Maulana.


"Ya udah, aku ke taman dulu."


Bu Ronah dan Sinta pun berjalan menuju ke dapur untuk membuat minum. Sedangkan Maulana berjalan menuju ke taman.


Setelah 5 menit, bel rumah pak Jaka berbunyi kembali.

__ADS_1


ting....tong....ting.....tong...........


"Bu Sinta ke depan dulu ya, buka pintu." ucap Sinta.


"Iya nak." Jawab bu Ronah dengan tersenyum.


Sinta membukakan pintu dan ternyata Nadira, suami dan anaknya yang datang.


"Assalamualaikum mbak Sinta," Nadira mengucapkan salam dengan menghampiri Sinta dan memeluknya."


"Alhamdulillah dek, mbak dan masmu sehat. Kamu bagaimana kabarnya beserta keluarga ?"


"Alhamdulillah, kami baik mbak. Ayo Raihan salim sama tante Sinta." bujuk Nadira kepada anaknya.


"Assalamualaikum tante". Ucap Raihan


"Walaikumsalam keponakan tanten. wah tambah ganteng ya keponakannya tante." Jawab Sinta sambil mencium pipi keponakannya.


"Mbak, mas Maulana kemana ?" Tanya Frans yang mencari-mencari keberadaan kaka iparnya.


"Itu di taman belakang, di sana juga ada ayah dan mas Irsyad, Oh ya Raihan mas Bayu, Pradit dan mbak Aira juga di taman lo."


"Papa, ayo ke taman Raihan mo maen sama Kakak. " Ajak Raihan kepada Ayahnya.


"Mbak, mah saya ke taman dulu ya sama Raihan."


"Ayo mbak ke dalam, aku kangen sama ibu."


Sinta pun mengangguk. Frans dan anaknya berjalan ke taman sedangkan Sinta dan Nadira berjalan ke dapur.


"Assalamualaikum ibu." ucap Nadira yang berjalan menghampiri bu Ronah yang sedang membuat minuman."


"Ya Allah ngagetin ibu saja kamu nak, kebiasaan kamu itu teriak-teriak melulu." Ucap bu Ronah sambil membalikkan tubuhnya.


"Ih ibu, di jawab dulu deh salam Nadira." Rajuk Nadira kepada ibunya dengan memanyunkan bibirnya. Nadira ketika berada di rumah orang tuanya akan menjadi sangat manja karena memang dia anak bontok sehingga di manja keluarganya. Sinta yang melihat kemanjaan adik iparnya hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya. Ia tidak kaget dengan sifatadik iparnya.


"Waalaikumsalam anak ibu yang paling cantik." Sambil memeluk anaknya. Anak dan suamimu dimana." Ucap bu Ronah sambil melepaskan pelukannya.


"Di taman bu."


"Sin, itu minumnya di tambah 3 ya buat si manja ini dan suami anaknya." ledek bu Ronah kepada Nadira.


"Ih ibu........"


Sinta pun menuju pantry dan membuat minuman kembali. "Ibu mo kebelakang dulu mo nemuin mantu dan cucu ibu, nanti minuman dan cemilannya bawa kebelakang ya." Perintah bu Ronah kepada anak dan mantunya.


Sinta dan Nadira menganggukkan kepalanya. Bu Ronah berjalan menuju ke taman belakang.


Di Taman

__ADS_1


*****


"Assalamualaikum ayah, mas Irsyad dan mas Maulana " Ucap Frans dan menghampiri ayah dan kakak iparnya yang sedang bercengkrama di bangku yang berada di taman.


" Waalaikumsalam." Ucap pak Jaka beserta kedua putranya bersamaan.


"Loh kalian juga sudah datang " tanya pak Jaka beserta menerima uluran tangan Frans untuk bersalaman." Dimana istrimu ?"


"iya yah, barusan saja. Nadira sedang membantu ibu di dalam." Jawab Frans sambil melepaskan uluran tangannya.


"Oh begitu, bagaimana kabar kerjaan ?" tanya pak Jaka.


"Alhamdulillah lancar yah, " jawab Frans di sertai mendaratkan pantat di bangku. " Mas Irsyad bagaimana kabarnya, makin ganteng saja sekarang ." Canda Frans kepada kakak iparnya.


"Alhamdulillah baik dek, ah kamu bisa saja meledeknya." Jawab Irsyad.


"Eh cucu-cucu omah yang cantik dan ganteng." Bu Ronahpun menghampiri cucu-cucunya dan mencium pipi Raihan.


"Eh ibu, bagaimana kabar ibu ?" tanya Frans kepada ibu mertuanya dengan menghampiri.


"Alhamdulillah baik nak, kamu kok tambah gemukan ni." Ledek bu Ronah.


"Hehehhe, ibu ini. " Jawab Frans.


"Ayo anak-anak kesini,ni minuman dan cemilannya datang. " teriak Nadira yang membawa senampan minuman. Sedangkan Sinta mengekorinya di belakang dengan membawa cemilan.


"Hole...... teriak Aira kegirangan. Ayo minum dulu yuk." Ajak Aira kepada adik-adik sepupunya. Merekapun berjalan menuju ke orang tuanya.


"Ih keponakan onty kok tambah cantik sich,"ucap Nadira kepada Aira dengan mencium pipi Aira.


"Makacih onty." ucap Aira. Dan Aira pun mengambil minum.


""Eh ketemu masku yang ganteng ini, bagaiman kabarnya mas ?" ledek Nadira kepada Irsyad.


"Alhamdulillah baik dong adekku yang manja. Jawab Irsyad di ikuti mencubit pipi Nadira.


"Ih mas, sakit kali pipi Nadira. Mentang2 pipi Nadira sekarang cubby main cubit-cubit saja."


"Halah, si cengeng sok gaya." Maulana menambahi ledekan kepada Nadira dan ikut mencubit pipi Nadira.


"Ih mas Maulana ikut-ikutan saja sich." Nadira kesal kepada kedua kakaknya yang sering menjahilinya.


"Sudah-sudah kalian ini mesti kalau ketemu berantem melulu. malu itu ada istri dan suami kalian. "bujuk bu Ronah kepada anak-anaknya.


Sedangkan Frans, pak Jaka dan Sinta hanya menggelengkan kepala nya melihat tingkah laku kakak beradik tersebut jika berkumpul bersama.


Pak Jaka dan Bu Ronah adalah orang tua yang welcome dan dekat dengan anak mantunya, beliau tidak pernah menganggap mereka sebagai menantu tapi mengganggap mereka sebagai anak mereka. Sehingga anak mantu mereka dekat sekali denga mertua mereka. Mereka selalu bahu membahu saling tolon menolong jika ada salah satu dari mereka terkena musibah. Seperti ketika istri Irsyad, Aisyah meninggal setelah melahirkan mereka pun saling membantu untuk merawat Aira.


Mereka pun bercengkrama dan terkadang di selingi candaan bersama-sama. Terdengar suara tawa di taman. Dan nampak keluarga yang sangat bahagia.

__ADS_1


__ADS_2