Bunda Untuk Aira

Bunda Untuk Aira
Bertemu Kembali


__ADS_3

Setelah mengantar Aira sekolah, Irsyad kembali kerumah. Apalagi dia teringat pesan ibunya untuk mengantar berbelanja. Ketika sampai rumah, ternyata ada saudara ibunya yang berkunjung. Sehingga rencana belanjapun di tunda setelah menjemput Aira sekolah.


"Bu, ini kita jemput Aira dulu sebelum belanja ya.." ucap Irsyad setelah masuk ke mobilnya dan memakai setbelt.


"Ya kita jemput Aira dulu, kasihan nanti kalau nunggu kita Airanya. Belum tentu juga nanti kita belanjanya lama atau cepat. Bu Ronahpun menjawab Irsyad sambil memakai setbeltnya. Bu Ronah duduk di samping bangku pengemudi.


"Iya bu, ini juga masih 1 jam lagi Aira pulang. Kita tunggu di depan dulu saja."


Irsyad pun mengendarai mobilnya dengan kecepatan lambat agar tidak menunggu lama Aira ketika sampai di sekolahnya.


Setalah menempuh jalan jika biasanya hanya memakan waktu 15 sampai 20 menit, karena Irsyad mengendarai sangat lambat perjalanan pun di tempuh dengan 35menit.


"Ibu nunggu di mobil saja bu. biar Irsyad yang menunggu Aira di depan. " Ucap Irsyad sambil melepas setbelt setelah mobilnya berhenti di samping gerbang sekolah Aira.


"Iya nak, ibu nunggu saja di mobil."


Irsyad turun dari mobil dan menunggu Aura fi depan gerbang. Sambil menunggu Aira, Irsyad pun ngobrol dengan satpam yang menjaga sekolah. Beberapa menit kemudian sudah nampak anak - anak yang keluar dari kelas.


" Pak, saya kesana dulu ya mo nyari anak saya dulu." pamit Irsyad kepada Satpam


"Silahkan pak, kapan2 bisa ngobrol lagi pa jika bapak jemput pteinya. " Jawab Satapn dengan senyumnya.


Banyak orang tua yang berlalu lalang menjemput anaknya, dan ada beberapa ibu-ibu yang melirik Irsyad dan menunjukkan kekagumannya. Ada yang berbisik-bisik karena memang belum pernah bertemu Irsyad. Irsyad pun hanya cuek dan cuma memperhatikan putrinya. setelah beberapa saat Aira pun muncul dan berlari menuju Irsyad.


"Ayah.....ayah.....ayah......, teriak Aira .


"Anak ayah yang cantik." Jawab Irsyad Sambil menggendong Aira di depan. "


Airapun tertawa kegelian karena di ciumi ayahnya, apalagi rahang Irsyad sedikit brewokan sehingga membuat Aira kegelian.


"Ayo sayang kita pulang, kita sudah di tunggu oma di mobil." Ucap Irsyad sambil berjalan masih dengan menggendong Aira menuju mobil.


"Ciap ayah..." kok oma ikut jemput Aila yah ? Aira bertanya sambil mengalungkan tangannya di leher ayahnya.


"iya sayang, nanti kiyta mo belanja dulu di supermarket Karena.Nanti malam om Maulana , tante Sinta , tante Nadira , Om Frans , Bayu, Pradit dan Raihan mo rumah oma. "

__ADS_1


" Wah nanti lame ya yah lumah. Aila bica maen cama adik2 dan tante Sinta ma tante Nadila. "celoteh Aira.


"Iya sayang,makanya sekarang oma mo belanja dulu." ucap Irsyad dan berhenti setelah sampai mobil. Irsyad membukakan pintu mobil penumpang dan menaruh Aira di sana. Setelah itu pintu di tutup dan Irsyad berjalan menuju pintu kemudi dan masuk.


"Aduh cucu oma yang cantik, tadi belajar apa sayang ". ucap bu Ronah dengan menengok kebelakang.


"Tadi Aila belajal buat mainan dali platicin. Tadi Aila cama Aina buat bunga. bagus dech oma." celoteh Aira yang asyik menceritakan kegiatan hari ini dengan gembira.


"Aduh pinter nya cucu oma. " bu Ronah menggapai Aira dan mencium pipi Aira.


"Anak siapa dulu dong." ucap Irsyad dengan bangga.


"Anak ayah Icad ." jawab Aira dengan semangatnya.


Semua pun tertawa karena tingkah laku Aira. Setelah menempuh perjalanan 10 menit, merekapun sampai Supermarket yang di tuju. Irsyad memarkirkan mobilnya, bu Ronah keluar dari mobil dan membukakan pintu untuk Aira. Di ikuti Irsyad yang juga keluar dari mobil.Mereka berjalan bersama menuju Supermarket tidak lupa Irsyad mengambil troly dorong untuk berbelanja. Aina di naikkan kedalam troly. Bu Ronah bejalan menuju tempat sayur dan di ikuti Irsyad yang mendorong Troly.


*****


"Mbak Salma,.. " Panggil Intan


"Ya bu Intan ada apa ?" Jawab Salma yang lupa janjinya dengan Intan.


"Ih apaan sih dek, beneran dech aku lupa. kan dari tadi kamu lihat sendiri aku lagi sibuk rekap nilai. "Jawab Salma yang masih belum paham maksud Intan.


"Heh...., itu lo mbak, tadi katanya mbak mo cerita kenapa tadi pagi mbak senyum2 sendiri. Intan mpun masih sabar menjelaskan kepada Salma.


"Hehe...., maaf dek aku lupa. jawab Salma dengan cengengesan. "Ok aku akan cerita, dulu aku pernah cerita sama kamu kan dek tentang cowok yang nolongin aku waktu di bus ?"


"Oh yang itu ya mbak, abang berloreng ? "


"yupz betul."


"Terus apa hubungannya mbak senyum terus tadi pagi sama dia ? kan kata mbak, mbak sudah nggak pernah ketemu dia ." Intanpun masih belum jelas maksud Salma


"Atau........." Intan berfikir ." Jangan2 mbak tadi bertemu dia ya ? ucap Intan yang masih penasaran .

__ADS_1


Salma tersenyum tipis dan menganggukkan kepalanya.


"Yang bener mbak.... "teriak Intan yang sampai di bekap mulut nya oleh Salma karena mereka mengganggu rekan mereka.


"Pelan2 kali dek, nggak usah teriak-teriak." ucap Salma sedikit kesal dengan Intan.


"Ya maaf mbak, kan kaget aja. Kata mbak kan mbak nggak pernah bertemu lagia dia, terus gimana ceritanya tadi pagi mbak bisa bertemu ?? Atau jangan-jangan mbak tadi pagi kecopetan lagi, terus di tolong dia hihihi." ledek Intan.


"Sembarangan,"ucap Salma sambil mencubit tangan Intan."Doamu jelek banget."


"La terus, gimana mbak bertemu ??"


"Penasaran ya, mo tau atau mau tau banget ??? Goda Salma kepada Intan.


"Ih mbak, kalau cerita jangan setengah-setengah dech." Intan pun kesal dengan jawaban Salma. Intan memang berbeda dengan Tania, jika Tania anaknya selengekan, tapi Intan lebih serius dan rasa kepo nya yang tinggi. Meskipun kadang nggak sabaran, tapi Intan juga salah satu sahabat Salma yang paling ngertiin Salma.


"Ceritanya aku terusin besok aja dech. biar kamu tambah penasaran." goda Salma sambil membereskan kerjaannya. Dan mulai memasukkannya di dalam tas ranselnya.


"Mbak Salma jahat banget sih sama Intan, Intan kepo banget lo. " rengek Intan


"Besok deh aku lanjutin ceritanya, sekarang aku mo pulang dulu. mo ikut nggak ??" Ajak Salma


"Memangnya mo kemana mbak ?"


"Nanti mo mampir Supermarket dulu, biasa mo beli cemilan buat lembur nilai nanti."


"Mbak itu suka ngemil tapi kok nggak gemuk sich. Aq yang makannya dikit cepet gemuk."


"Haha, ya nggak tau dek udah dari sononya. Gimana jadi ikut nggak ??"


"Nggak dech mbak, nanti akuo di jemput ma Ian mo mampir ke rumah mertua." tolak Intan


"Ya udah, Aku duluan ya dek." Pamit Salma


"Mbak Salma hutang cerita lo sama aku," ucap Intan yang masih dengan rasa penasarannya.

__ADS_1


Salma pun mengacungkan 2 jempolnya tanda setuju. Salma berjalan keliar dari kantor menuju parkir sepeda motornya. Tidak lupa ia menyapa guru dan murid-murid yang berlalu lalang dengan ramahnya.


Setelah sampai parkiran, Salma menggunakan helm dan mengendarai sepeda motornya dengan kecepatan rendah menuju Supermarket yang lumayan dekat dengan sekolah tempat Ia mengajar.


__ADS_2