
Happy Reading.....
ππππ
"Kami juga kangen loh sama mbak. Dan MasyaAllah ini mbak lebih cantik loh memakai hijab. " Puji Sari yang notabennya sudah berhijab.
Pegawai yang lain ikut setuju dengan pendapat Sari akan penampilan Tisha saat ini. Tidak ada Tisha yang suka memakai rok pendek dan baju ketat, sekarang hanyalah Tisha yang sedang belajar berhijrah.
"Terimakasih mbak. Mohon bimbingan mbak Sari ya agar Tisha lebih ber istiqomah. " Jawab Tisha dengan tersenyum manis.
Tisha pun pamit ke ruangannya untuk mengecek data tentang keuangan butik setelah pamit ke karyawannya . Sebenarnya sebelum ia terkena musibah, ia I gin pergi ke butik untuk mengecek keuangan tiap bulannya.
"Mbak Sari, bagaimana keadaan butik waktu saya nggak kesini? " Tanya Tisha dengan mengecek lembaran kertas di hadapannya. Mbak Sari pun ikut menemani Tisha karena dia yang bertugas tentang pembuatan laporan keuangan butik.
"Alhamdulillah mbak, meskipun beberapa hari ini mbak nggak lihat butik, butik tetap ramai mbak. " Balas Sari menjelaskan keadaan butik selama di tinggal Tisha.
"Alhamdulillah mbak kalau rami. " Ucap Tisha dengan tersenyum.
"Oh ya mbak. Tisha punya rencana no mo buat brand baju muslimah yang bisa di pakai baik kalangan remaja sampai ibu-ibu. Apalagi sekarang kan aku udah mo pakai baju ini. Meskipun kita sudah ada brand muslimah tapi masih sedikit. Menurut mbak Sari bagaimana? " Tisha pun meminta pendapat kepada mbak Sari.
"Wah itu bagus mbak. Sekarang juga banyak anak muda yang berhijab. Nanti modelnya mbak Tisha pasti deh bajunya cepat laku. " Mbak Sari pun menyetujui rencana atasannya
"Kalau memang mbak juga setuju, nanti coba Tisha mau buat rancangannya. Aku juga pingin buat model baru yang belum ada di pasaran. "Otak Tisha yang memang cemerlang dalam mengembangkan bisnis pun tiba-tiba muncul. Wajar jika di usia yang masih muda, butik yang ia kelola sangatlah maju. Karena keuletan dan ide-idenya dalam mendesain dan merancang baju banyak di lirik konsumen di pasaran. Baju yang kekinian dan nggak pasaran itu menjadi ciri khas desain baju Tisha.
" Siap mbak. Pokoknya kami selalu mendukung desain mbak. Soalnya desain mbak pasti deh booming di pasaran. " Jawab mbak Sari dengan menunjukkan 2 jarinya sebagai tanda setuju dengan ide bosnya.
Tisha pun tersenyum dengan support yang ia dapat. Dia tidak menyangka jika dirinya di kelilingi oleh orang-orang baik.
"Oh ya mbak bahan kain dan lainnya masih cukup nggak mbak di produksi? "
"Masih mbak, kemarin mbak Reta sudah hubungi saya dan bilang bahan masih aman. "
"Emmm, alhamdulillah pendapatan bulan ini ada kenaikan 30% dari bulan kemarin, jadi nanti bisa ada bonus buat karyawan. " Ucap Tisha setelah meneliti laporan keuangan.
"Yang benar mbak kita mau dapat bonus? " Tanya mbak Sari yang kaget dengan keputusan Tisha.
__ADS_1
"InsyaAllah bener dong mbak, itung-itung bonus ini sebagai rasa berterima kasih aku sama mbak-mbak yang udah bantu aku mengembangkan butik ini. Tanpa kalian apalah butik aku ini mbak. " Jawab Tisha dengan menatap mbak Sari.
"Ya Allah Alhamdulillah mbak. Kami itu udah dapat gaji lumayan besar dari pada bekerja di butik lainnya, terus mbak juga sering ngasih bonus atau vocher buat kita. Semoga rejeki mbak semakin lancar dan mbak Tisha selalu di lindungi Allah. " Ucap mbak Sari yang merasa bahagia. Dia pun tulus mendoakan kebaikan untuk bosnya.
. "Amin... amin mbak. "
Setelah selesai meninjau butik dan terlibat langsung untuk melayani pengunjung, Tisha pun berpamitan kepada para karyawan untuk pulang ke rumah. Dia masih merasakan capek dengan permasalahan yang kemarin, hingga belum bisa full untuk bekerja. Sehingga di pukul 3 sore, Tisha pun pamit untuk pulang.
"Bang Haris, antar Tisha pulang ya. " Ucap Tisha kepada bang Haris.
"Siap mbak, ini nggak mau mampir ke mana lagi mbak? " Jawab Haris yang sudah standby di mobil. Meskipun tadi dia juga sempat keluar dari mobil untuk melihat-lihat pengunjung wanita muda yang datang ke butik. Sekali-kali cuci mata katanya.
"Nggak bang langsung pulang saja. " Balas Tisha dengan menyandarkan tubuh nya di jok mobil penumpang. Tisha merasa lelah karena kegiatan yang padat hari ini.
"Baik mbak. "
Bang Haris pun segera tancap gas untuk menjalankan mobil menuju rumah Tisha. Dari balik spion, dia melihat bahwa putri atasannya itu sedang kelelahan.
45 menit waktu yang di tempuh untuk sampai rumah Tisha. Jalanan yang padat dan sedikit macet, membuat perjalanan sedikit lama.
Tisha yang merasakan kelelahan pun sampai tertidur di kursi pengemudi. Bang Haris meminta penjaga untuk membuka kan gerbang. Setelah gerbang terbuka, bang Haris segera memarkirkan mobil di halaman depan.
Bang Haris pun membuka seatbelt dan kemudian turun dari mobil.
"Mbak... mbak bangun ini sudah sampai. " Bang Haris menggoyangkan lengan Tisha dengan pelan untuk membangunkannya.
"Huhh. " Tisha pun mengolet dan mulai membuka kedua mata indahnya.
"Eh maaf bang Haris, aku ketiduran. " Jawab Tisha setelah nyawanya terkumpul sempurna.
"Nggak papa mbak. '
Tisha segera keluar dari mobil agar bisa segera sampai di kamar. Badannya yang pegal dan capek membuat ia ingin segera mandi dengan berendam air panas di tambah parfum aromaterapi untuk membuat dirinya relax.
" Assalamu'alaikum. "Ucap Tisha setelah masuk kedalam rumah.
__ADS_1
" Waalaikum salah sayang. Udah pulang? " Jawab tante Nita dengan menghampiri putrinya.
"Iya ma, badanku capek banget jadi pingin cepat sampai rumah. " Balas Tisha dengan mencium tangan mamanya.
"Tapi kamu udah makan siang kan? "
"Alhamdulillah udah ma tadi waktu di butik Tisha sekalian makan siang dan mengecek laporan keuangan butik. " Jawab Tisha.
"Gimana kabar butik nak? "
"Alhamdulillah lancar ma, tadi aja pendapatan naik dari bukan kemarin. " Tisha pun sangat antusias menceritakan usahanya.
"Alhamdulillah kalau begitu sayang, nama sangat bangga dengan kamu. Meskipun nggak di bidang sama seperti mama, tapi kamu bisa sukses dengan keahlianmu. " Balas tante Nita dengan menggandeng putrinya masuk ke dalam.
"Iya, alhamdulillah ma, mungkin rejeki Tisha memang di bidang ini. "
"Oh ya, papa sudah pulang ya ma? " Tanya Tisha yang melihat mobil dinas ayahnya sudah terparkir di depan.
"Iya papaku udah pulang. Sekarang baru di ruang tamu. Sedang berbincang dengan ajudan pribadimu " Jawab tante Nita dengan senyuman tipis yang penuh arti.
"Benarkah ma? kan sudah ada bang Haris? " Tisha pun kaget dengan berita ini.
"Mulai minggu depan bang Haris sudah nggak jadi ajudan papamu. Dia akan kembali ke satuannya. Jadi, ya ayahmu mencari lagi ajudan baru dan yang ini khusus untuk mengawasi kamu " Jelas tante Nita.
dengan "Memangnya siapa dia ma? "
"Kalau kamu penasaran, ayo kita lihat dia di ruang tamu " Ajak tante Nita.
Tisha dan tante Nita pun berjalan menuju ruang tamu. Disana sudah ada pada dan seorang laki-laki yang memakai seragamnya duduk berhadapan dengan om Randy dan memunggungi Tisha.
"Assalamu'alaikum pa. " Teriak Tisha setelah sampai di ruang tamu.
"Waalaikum salam. " Balas kedua orang bersamaan.
Deg......
__ADS_1
πΏπΏπΏπΏ
Jangan lupa vote dan Like nya ya πππ₯°