
Happy Reading
**********
Akhirnya semua tahapan persyaratan pernikahan Irsyad dan Salma telah mereka lalui. Semua berjalan dengan lancar tanpa ada halangan apapun.
Irsyad juga mengajak Salma untuk berkunjung ke rumah Danyon Wadanyon untuk memperkenalkan Salma sebagai calon istri Irsyad. Ini pengalaman baru bagi Salma dimana dia harus berinteraksi di lingkungan militer.
Ada banyak hal yang harus Salma pahami ketika berinteraksi di lingkungan asmara, salah satunya jika bertemu dengan istri atasan Irsyad, Salma harus meminta izin ketika ingin menyapa ataupun berbicara.
Salma dan Irsyad mendapatkan wejangan dari atasan Irsyad..Banyak ilmu yang di dapat Salma. Seperti bagaimana sikap yang harus di miliki Salma di saat berada di asrama dan dia harus menjaga nama baik suaminya. Harus menjadi istri yang tegar dan ikhlas jika sewaktu-waktu negara memanggilnya.
Salma mencatat semua wejangan yang di berikan kepadanya di memori otaknya. Dia akan berusaha semaksimal mungkin untuk menjalankan kodratnya sebagai istri anggota. Apalagi dia akan ikut suaminya, sehingga dia akan melepaskan pekerjaannya yang menjadi cita-citanya sejak kecil.
"Tante sebagai istri prajurit, tante harus siap lo tan apa lagi tante akan tinggal di asrama ini di mana banyak orang yang berbagai daerah tinggal disi. Jadi kita harus saling memahami." Bu Danyon memberi wejangan untuk Salma.
"Izin bu, mohon nasehat dan bimbingan ibu." Jawab Salma.
"Ya tan, kalau ada apa-apa bisa bertanya kepada yang senior. Dan jangan lupa om Irsyad di sini adalah seorang Danki jadi tante harus benar-benar menjaga nama baik om Irsyad disini." Tambah bunda Danyon.
"Izin bu, Insyaallah saya akan melaksanakannya."
"Besok setelah menikah tante masih bekerja atau di rumah saja ?"
"Izin bu, Saya akan di rumah bu merawat putri kami."
"Bagus kalau gitu, besok tante bisa membantu ibu-ibu yang lain dalam menjalankan organisasi Persit di sini."
"izin bu, Insyaallah saya siap dan mohon bimbingannya."
"Izin bapak dan ibu Danyon, karena waktu semakin sore kami mohon pamit." Pamit Irsyad sopan.
__ADS_1
"Silahkan om tante, dan untuk tante jangan sungkan-sungkan bertanya jika ada kendala di awal tinggal disini."
"Siap bu, saya akan selalu ingat nasehat ibu dan bapak."
"kalau begitu bapak ibu kami pamit, Assalamualaikum." Tambah Irsyad.
Salma dan Irsyad berpamitan untuk pulang ke hotel di mana Salma tinggal. Hampir satu minggu Salma berada di kota K. Dia telah menyelesaikan semua tahapan. Salma dan Irsyad berjalan beriringan. Mereka melewati beberapa rumah untuk menuju tempat tinggal Irsyad.
Salma menyapa beberapa ibu-ibu yang tinggal disana. Ada yang menyapa Salma balik dan ada yang memandang Salma dengan tatapan yang sulit di artikan.
Sebelumnya, Salma sempat bertemu dan di perkenalkan Irsyad dengan teman-teman Irsyad di sini. Jadi Salma tidak kaget ketika ada beberapa ibu-ibu yang memandang Salma dengan tatapan yang sulit di artikan. Menurut om Joni, salah satu teman Irsyad. Irsyad terkenal dengan duda keren di rumah komplek asrama. Banyak ibu-ibu yang menjodohkan nya dengan adik maupun saudaranya. Tapi tidak pernah ditanggapi Irsyad dengan serius. Tanpa kabar ataupun apa setelah Irsyad kembali dari cuti liburnya, komplek asrama menjadi gempar setelah sang duda di kabarkan akan menikah.
" Mas coba dech lihat ibu-ibu itu sepertinya tidak menyukai Salma." Ucap Salma setelah melihat tatapan tak biasa beberapa ibu yang di temui nya.
"Nggak usah di ambil hati dek, di sini banyak orang yang berbagai daerah dan mempunyai sifat yang berbeda-beda. Jika ada yang memandang adek dengan tidak suka, pasti masih banyak kok yang suka dengan adek." Jawab Irsyad menenangkan.
"Iya mas."
"Yang penting adek harus tetap rendah hati dan tidak perlu rendah diri."
"Tentunya dek, mas akan selalu membimbing kamu dan semoga Aira juga mudah beradaptasi dengan lingkungan ini." Jawab Irsyad dengan senyum.
"Amin mas, besok Insyaallah Salma jadi pulang ya mas. Salma tadi malam sudah jadi pesan tiket. Nggak enak juga mas Salma sudah banyak cuti."
"Ya dek, kemarin mas juga sudah telpon orang tua mas. Dan ternyata beliau juga sudah berbicara dengan ayah dan ibu adek untuk membicarakan pernikahan kita. Kata beliau kita akan menikah 2 minggu lagi."
"Yang bener mas?, kok ayah dan ibu belum bilang sama Salma." Jawab Salma kaget dengan informasi yang baru dia terima.
"Mungkin ayah dan ibu ingin memberi kejutan sama kamu dek. Apa kamu nggak seneng bisa menikah cepat dengan mas ?" Ucap Irsyad sedikit kecewa.
"Bukan seperti itu mas, Salma senang malah senang sekali jika kita segera menikah. Tadi Salma hanya kaget saja soalnya ayah dan ibu belum bilang apa-apa sama Salma." Salma memberi penjelasan setelah melihat raut muka Irsyad tang sedikit meredup.
__ADS_1
"Alhamdulillah kalau kamu senang dek. Tapi ada satu hal yang ingin mas bicarakan sama kamu."
"Apa itu mas ?"
"Apa adek tidak keberatan jika kita menikah dengan sederhana dahulu, mungkin setelah ijab ada pesta sederhana. Bukan karena gimana-gimana, tapi adek tahu sendiri mas nggak enak jika harus mengambil cuti lagi."
"Bagi Salma mau sederhana atau besar yang paling utama adalah kesakralannya mas. Salma malah ingin acara kita diadakan sederhana saja, cukup di hadiri oleh keluarga besar kita."
" Terimakasih dek sudah mendukung mas. Mas memang nggak salah memilih kamu."Ucap Irsyad bahagia.
"Salma yang harus berterima kasih karena daru banyaknya perempuan yang mendekati mas, Salma lah yang di pilih mas untuk di jadikan pendamping dan bunda untuk Aira." Jawab Salma dengan tak kalah bahagia.
"Ya udah sekarang mas antar adek untuk ke hotel, pasti kamu sangat lelah karena hari ini banyak kegiatan yang harus kita lakukan dan besok juga kamu harus pulang." Ucap Salma setelah sampai di depan rumah dinas Irsyad.
"Iya mas, Salma memang sedikit lelah tapi Salma juga bahagia sudah bisa menyelesaikan tahapan ini."
"Iya dek, besok mas akan antar kamu ke bandara. Nanti mas akan pinjam mobil ke bang Joni soalnya mas tadi juga sudah bilang sama dia."
Iya mas, mas sendiri akan pulang kapan ?"
"Mungkin kurang lebih satu minggu sebelum hari H mas akan pulang. Tunggu mas ya, sebentar lagi mas akan mempersunting kamu." Ucap Irsyad dengan sedikit menggoda Salma sehingga membuat wajah ayu Salma merona.
"Salma akan selalu menunggu mas."Jawab Salma dengan sedikit malu-malu.
"Ayo mas antar adek pulang ." Irsyad mengajak Salma setelah mereka memasang helm di kepala mereka.
Irsyad menggonceng Salma dengan sepeda motornya keluar dari rumah dinasnya menuju hotel. Hari ini banyak hal dan pengetahuan yang di dapat Salma dari senior calon suaminya di asrama. Salma tidak pernah sekalipun melepas senyuman di wajahnya ketika berjalan menuju ke hotel. Ada rasa bahagia yang membuncah di hatinya, akhirnya kesabaran dan keikhlasan selama ini menghantarkan dia kepada cinta pertamanya.
*********
**NOTE :
__ADS_1
Akhirnya selesai juga. Tetap semangat buat reader yang menjalankan puasa. Tinggal beberapa hari lagi kita menuju hari kemenangan, meskipun dalam masa pendemi ini tetap semangat ya......🤗🤗🤗
Jangan lupa untuk tetap memberikan vote dan like nya. Maaf jika author memaksa 🤓🤓**