Bunda Untuk Aira

Bunda Untuk Aira
Perpisahan 1


__ADS_3

Happy Reading.......


Setelah selesai sarapan bersama, Pak Handoko beserta istri, anak dan menantunya melanjutkan pembicaraan di ruang keluarga. Sedangkan Aira,Adam dan Aina sedang asyik menonton kartun di TV yang ada di ruang keluarga. Anak-anak tidak berangkat sekolah di karenakan acara kemarin membuat mereka kelelahan. Sehingga meminta izin agar Adam,Aira dan Aina tidak berangkat sekolah.


"Yah,bu mbak Arin dan mas Arvan sebelumnya saya ingin berterima kasih karena keluarga ini telah menerima saya dan anak saya untuk menjadi bagian keluarga ini." Ucap Irsyad memulai pembicaraan.


"Kami juga bahagia kok nak Irsyad, keluarga kami menjadi ramai dengan kehadiran nak Irsyad dan Aira." Jawab pak Handoko.


"Ayah dan ibu hanya ingin berpesan titip anak bungsu kami, mungkin ketika sama nak Irsyad dan Aira dia tampak dewasa tapi jika di rumah seperti ini terkadang sifat manjanya keluar." Kekeh bu Murti dengan melihat ke arah putri bungsunya.


"Ibu kok jelekn Salma sih?" Protes Salma dengan bergelayut manja di lengan ibunya.


"La itu dek Irsyad coba kamu lihat, bener kan kata ibu, sifat manjanya keluar." Ledek Arin.


Semua keluarga terkekeh melihat sifat asli Salma. Irsyad hanya tersenyum melihat kemanjaan istrinya kepada ibunya.


"Mbak Arin juga malah nambah ngledek terus, wajar kalau Salma bermanja-manjaan sama ibu mumpung Salma masih di sini." Ucap Salma.


"Maksudnya dek ?" Tanya Arin.


"Ehem....(Irsyad berdehem untuk merangkai kata). " Sebenarnya tadi waktu sarapan saya meminta semua keluarga berkumpul disini karena ada hal yang penting yang ingin saya sampaikan."


"Silahkan nak Irsyad, mau bicara apa ?" Jawab pak Handoko yang penasaran dengan apa yang ingin di sampaikan menantunya.


"Tadi pagi saya di hubungi oleh atasan saya bahwa saya harus segera kembali ke tempat tugas saya,"(Irsyad menjeda sebentar )." Saya ingin memboyong Salma sekalian untuk ikut saya kembali kesana lusa yah bu."


"Apa nggak kecepetan nak ?, kalian baru kemarin menikah." Ucap bu Murti belum rela pisah dengan putri bungsunya.


"Awalnya saya ingin memboyong Salma setelah 1 minggu pernikahan kita bu, tapi tadi pagi komandan saya telpon saya di suruh segera kembali. Karena kemungkinan saya lebih banyak tugas setelah kembali, jadi saya ingin sekalian memboyong istri dan anak saya."


"Benar bu, tugas kita sudah selesai untuk menjaga putri bungsu kita. Dia sekarang sudah menikah jadi sudah kewajiban dia untuk ikut suaminya dimanapun berada." Tambah pak Handoko menenangkan istrinya.


"Kamu sendiri bagaimana nak?, apakah sudah siap jauh-jauh dari ayah dan ibu?" Tanya bu Murti dengan membelai rambut Salma.


"Ya dek kata ayah benar, sebagai seorang istri kita harus mengikuti kemanapun suami kita berada karena surga kita saat ini berada di kaki suami." Tambah Arin menjelaskan kewajiban sebagai istri.


"Insyaallah Salma sudah siap ko yah, bu mbak Arin. Karena sejak Salma menerima pinangan mas Irsyad, Salma sudah siap di bawa kemanapun oleh suami Salma apalagi dengan pekerjaan suami Salma." Jawab Salma dengan melihat ke arah suaminya.


Salmapun tersenyum mendengar jawaban istrinya.


"Ya sudah kami sebagai orang tua kalian hanya bisa mendoakan kebahagiaan kalian. Khususnya kamu Ma, ketika kamu tinggal jauh dari orang tua dan keluarga bersikaplah baik kepada tetanggamu disana karena bagaimanapun jike esok kamu ada kesusahan merekalah yang akan membantu kamu." Pak Handoko mencoba menasehati putrinya.


"Apalagi ini lingkungan baru buat kamu yang belum tahu seluk beluk di sana, jadi kamu harus cepat beradaptasi." Tambah Arvan menasehati adik iparnya.


"Iya yah, mas Arvan Salma akan selalu mengingat nasehat ayah dan mas Arvan. Meskipun nanti kami tinggal jauh dari sini dan jarang berkunjung, tapi kita masih bisa berkomunikasi lewat WA kan sekarang ada layanan telpon dengan beberapa orang." Jawab Salma.

__ADS_1


"Ya yah, Insyaallah kami akan selalu berkomunikasi dengan semua keluarga dan Irsyad akan menjaga amanah ayah dan ibu untuk membuat istri saya bahagia meskipun jauh dari keluarga." Tambah Irsyad.


"Terus, pekerjaan kamu bagaimana dek ?"


"Sebelum nikah kemarin Salma sudah mengajukan resign kak, besok Salma mau kesana untuk pamit dan perpisahan."


"Kalau untu Aira ?"


"Hari ini kami akan ke sekolah Aira untuk izin memindahkan Aira mbak." Jawab Irsyad.


"Ya udah sekarang kalian kesana saja mumpung masih pagi." Pinta bu Murti.


"Baik bu, kami akan segera ke sekolah Aira."


Akhirnya Irsyad mengajak istri dan anaknya untuk pergi kesekolah Aira untuk meminta surat perpindahan sekolah untuk Aira. Awalnya Aira tidak mau ikut karena sedang asyik bermain dan menonton televisi bersama Adam dan Aina.Karena bujuk rayu Salma, akhirnya Aira pun menurut.


"Ayah,bunda kata abang Adam besok Aila sekolahnya tidak belcama Aina lagi ya ?" Tanya Aira ketika berada di dalam mobil menuju ke sekolah Aira.


"Besok Aira dan bunda ikut ketempat ayah kerja, jadi sekolah Aira juga pindah di sana nak." Jawab Irsyad memberi pengertian kepada putrinya.


"Jadi Aila nggak bisa maen lagi cama Aina dong yah ?" Ucap Aira dengan raut sedih.


"Nanti kan Aira bisa punya teman lagi disana nak, apalagi kan bunda juga ikut Aira. Apa Aira nggak suka kalau kita sekarang berkumpul bersama ?" Ucap Irsyad denga. nada sedikit lirih.


"Benar kata ayah nak, nanti di sana Aira bisa punya teman lagi apalagi kita sekarang tinggal bersama jadi nanti kalau ayah libur, kita bisa jalan-jalan bersama-sama lagi nak." Tambah Salma yang memberi pengertian kepada anaknya.


"Beneran dong sayang, nanti kita bisa bermain dan jalan-jalan terus seperti keinginan Aira."


"Ya udah Aila mau pindah di tempat ayah tugas." Akhirnya Aira setuju dengan perpindahan sekolah di mana Irsyad bertugas meskipun harus di janjikan dengan jalan-jalan.


Setelah 30 menit, mereka sampai di sekolah Aira. Irsyad menarkirkan mobilnya di samping gerbang. Kemudian mereka masuk bersamaan.


"Assalsmualaikum pak Irsyad, wah sudah lama bapak tidak datang kesini. Ini kok non Aira tidak berangkat ?" Sapa pak Rizal satpam sekolah Aira.


"Waalaikum pak Rizal, ini kemarin saya sudah kembali bertugas tapi ini saya mau meminta surat perpindahan anak saya karena saya ingin mengajak istri dan anak saya pindah kesana." Jawab Irsyad.


""Loh bapak kapan menikah, kok saya baru tahu pak ?"


"Alhamdulillah baru kemarin saya menikah pak dan lusa saya harus kembali ke tempat tugas saya. Jadi ya sekalian saja saya boyong istri dan anak saya." Jelas Irsyad.


"Selamat ya pak Irsyad dan istri atas pernikahannua,semoga menjadi keluarga yang sakinah dan mawadah." Do'a pak Rizal.


"Terimakasih pak atas do'anya, kalau begitu kamu pamit ke dalam dulu."


Irsyad mengajak istri dan anaknya menuju ke kantor kepala sekolah. Letak kantor kepala sekolah berada di sebelah taman bermain untuk anak-anak di waktu Istirahat.

__ADS_1


Tok....tok...tokk... Irsyad mengetuk pintu kepala sekolah meskipun pintu sudah terbuka.


"Assalsmualaikum." Ucap Salma dan Irsyad bersama.


Setelah beberapa saat muncul ibu kepala sekolah dari ruang dalam.


"Waalaikum salam, eh bapak,ibu dan Aira. Silahkan masuk." Jawab bu Zeni selaku kepala sekolah di sekolahnya Aira.


"Terimakasih bu," Ucap Irsyad .


Mereka duduk di kursi yang tersedia di ruang kepala sekolah.


"Maaf bapak dan ibu, kalau boleh tahu ada apa bapak dan ibu menemui saya hari ini?" Tanya bu Zeni dengan suara lembut.


"Begini bu, saya selaku orang tua dari Aira mau meminta izin untuk memindahkan Aira sekolah." Jawab Irsyad.


"Kalau boleh tau ada apa ya pak,bu kok Aira ingin berpindah sekolah ?"


"Saya ingin mengajak istri dan anak saya untuk tinggal bersama saya di tempat saya tugas, jadi saya ingin memindahkan Aira bu."


"Oh begitu pak, saya kira ada yang mengganggu Aira di sini. Kalau begitu saya akan buatkan surat pindah, mohon bapak dan ibu tunggu sebentar atau silahkan kalau mau berkeliling di sekolah ini terdahulu."


"Ayah bunda Aila boleh belpamitan cama bu gulu dan teman-teman ?"Pinta Aira.


"Baik bu, kalau begitu kami mau ke kelas Aira dahulu bu, mungkin Aira akan kangen sama teman-temannya nanti." Pamit Irsyad.


"Silahkan pak."


Aira di antar ayah dan bundanya untuk berpamitan kepada teman-temannya. Banyak teman Aira yang sedih ketika wali kelas Aira memberikan pengertian kepada teman-temannya bahwa Aira akan berpindah sekolah. Karena Aira anak yang baik, banyak teman Aira yang suka dan menyayangi nya.


"Aira besok kalau pindah sekolah jangan lupain Zahra ya, Zahra sedih karena Aira pindah." Ucap Zahra teman Aira.


"Dino juga sedih Aira pindah, nanti kita nggak bisa bermain bersama lagi." Tambah Dino.


"Besok kalau Aila pulang kesini, kita bisa maen baleng lagi kok. Aila juga nggak akan lupain kalian." Jawab Aira menenangkan teman-temannya.


Irsyad merangkul Istrinya yang tampak sendu melihat perpisahan antara anaknya dengan teman-temannya di sekolah. Dia melihat kesedihan di wajah Aira.


"Nanti Aira tidak akan sedih lagi dek kalau sudah bisa beradaptasi di sana." Ucap Irsyad menenangkan istrinya.


"Semoga saja mas, Salma ikutan sedih melihat perpisahan mereka." Jawab Salma dengan masih melihat interaksi mereka


"Bunda akan selalu buat kamu tersenyum bahagia nak disana." Batin Salma.


**Note. :

__ADS_1


Assalamualaikum para reader, maaf ya up nya lama, karena saya juga harus menyelesaikan pekerjaan saya jadi up nya agak terganggu. Semoga masih banyak yang suka dengan tulisan amatir dari author 🤗🤗🤗🤗


Tetap ya jangan lupa vote dan like nya itu akan membuat Author bersemangat 😍😍**.


__ADS_2